<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505</id><updated>2011-11-27T15:46:15.565-08:00</updated><category term='Negara'/><category term='Agama'/><category term='Perkenalan'/><category term='Dinul Islam'/><title type='text'>rivanliazis</title><subtitle type='html'>Blog Orang-Orang Sukses</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>138</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-5700789894769503933</id><published>2010-04-03T20:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T20:23:34.678-07:00</updated><title type='text'>Israel Tak Ingin Damai</title><content type='html'>Dr. Nasrin Murad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berdirinya negara Entitas Zionis di Palestina tahun 1948,bahkan  jauh sebelum itu, tidak ada dalam agenda bangsa Israel untuk berdamai dengan bangsa lain. Sebaliknya, sudah menjadi tabiat bangsa ini selalu iri, dengki serta dendam kepada yang lainya. Disamping merasa paling tinggi dibanding bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membuka sejarah panjang konflik antara Arab – Israel, kita akan mendapatkan, bahwa yang selalu memulai agresi dan menyerang adalah Israel. Terutama bagi mereka yang kadung tinggal bertetanggaan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap kesempatan mereka selalu memanfaatkan kekuatan militer untuk mendukung kepentinganya. Dalam setiap pertempuran, mereka selalu menghadirkan kekuatan. Semuanya tahu, Israel terkenal dengan maker dan tipu dayanya. Bahkan di saat mereka menanda tangani perjanjian gencatan senjata ataupun perdamaiannya sekalipun. Merekalah yang pertama kali melanggar perjanjian kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pihak yang dikenal sebagai penengah perdamaian dari luar kawasan, mayoritas sudah dibentuk untuk selalu tunduk atau condong pada Israel. Biasanya mereka muncul setelah terjadinya perang atau krisis yang menyababkan hak-hak bangsa Palestina semakin terkuras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah mediator biasanya berasal dari organisasi internasional semisal PBB. Atau dari pihak yang netral di kalangan barat. Tetapi biasanya semuanya condong pada kebijakan-kebijakan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mediator ini biasanya berperan aktif dalam peneguhan Entitas Zionis yang muncul bersamaan dengan agresi Israel. Seperti halnya yang terjadi pada tahun 1948. Dan pada paska perang Juni 1967 atau setelah perang umum Oktober 1973, setelah Israel menyerang Libanon serta perlawanan Palestina dalam beberapa decade pertempuran antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini tampak bahwa Israel selalu menolak mentah-mentah perdamaian. Sebelum, ketika atau setelah dilangsungkanya kesepakatan. Seperti terjadi pada kesepakatan Oslo yang ditanda tangani di Washington tahun 1993. Agar ia menerima perdamaian, walau hanya formalitas dengan prinsip-prinsip perdamaian, maka harus dilakukan berabagai penyerahan yang sangat menyiksa dan menyesakkan dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah hal itu, harus ada jaminan untuk mengakui secara resmi atas eksistensi Israel di Palestina yang dijajahnya antara tahun 1917. Jauh sebelum adanya perjanjian Belfour hingga deklarasi berdirinya Negara Israel secara resmi tahun 1948. Dan semua itu menghasilkan trnsaksi politik neraka buat bangsa Palestina dan kemenangan di atas angin untuk Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pemerintahan Palestina yang dihasilkan dari perjanjian Oslo sangat-sangat terbatas dari berbagai segi. Pemerintahan tersebut diperlukan seolah hanya untuk memberikan cap jempol cek kosong bagi Israel. Ia harus menerima apa saja yang diinginkan Israel termasuk siasat pemerasan, baik secara paksa, lemah lembut, konspiratif, penipuan atau kebodohan politis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap langkahnya, baik besar maupun kecil dalam menuju terbangunya perdamaian, Israel selalu membuat batu sandungan, kerikil ataupun rintangan. Maka perundingan damai dengan Israel ibarat judi politik. Israel senantiasa melakukan berbagaimacam pembunuhan politik, perampasan tanah dan memprovokasi perasaan bangsa Arab dan kaum muslimin, secara agama maupun kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan akhri dari tindakan mereka adalah menghapuskan semua upaya damai. Karena perdamaian menurut Israel adalah tunduk pada persyaratan-persayaratan perdamaian. Hal ini jelas menantang obsesi Israel sebagaimana terdapat dalam kitab Talmud maupun Taurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah penolakannya terhadap perdamaian, berarti Israel telah melecehkan perasaan ratusan juta manusia. Mengubah peninggalan bersejarah Al-Quds, bukan hanya terjadi saat ini saja. Jauh sebelumnya yaitu sebelum pendirian Negara Israel mereka telah melakukannya. Akan tetapi langkah mereka masih tersendat menunggu saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, proses yahudisasi Al-Quds telah memasuki pase terakhri, dengan cara arogan dan biadab. Mereka telah melanggara semua prinsip nilai, pengakuan nasional, agama dan kemanusiaan. Mereka melakukanya atas hawa napsu, obsesi, penafsiran dan bisikan rasialisnya. Mereka mau mengembalikan sejarah pada ribuan tahun sebelumnya. Mimpi ini mereka terapkan pada rakyat Arab dan Islam yang telah dikerdilkan dan dilemahkan atas ketidak mampuan mereka dalam bidang militer, akibat undang-undang persenjataan yang sangat tidak adil, bila dibanding Israel yang kemampuanya berlipat-lipat dan dilengkapi peralatan canggih dan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang masih menggantungkan harapanya terhadap perdamaian Israel, kini dilanda kebimbangan dan kegalauan. Mereka hamper-hampir putus asa dalam setiap transaksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Israel membangun kerja sama dengan sekutunya secara setrategis untuk mempersiapkan segala sesuatunya tanpa batas, baik pendanaan, dukungan maupun opininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi nasionalisme, Israel tidak menginginkan bangsa Palestina menguasai satu jengkalpun tanah di wilayah jajahan. Baik yang dijajah sejak tahun 1948 atapun pada wilayah jajahan tahun 1967.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar agama dan kelompok radikal Israel menodai semua situs tempat yang sensitive dalam sejarah agama Islam maupun Nashrani. Seperti yang terjadi di Betlehem, Al-Quds dan Hebron. Dan dari sisi kemanusiaan, mereka senantias melakukan penganiayaan terhadap rakyat Palestina setiap harinya. Disamping penghinaan dan pelecehan yang menyakitkan sejak puluhan tahun yang lalu. (asy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas UEA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrin@uaeu.au.ae &lt;br /&gt;sumber : http://www.infopalestina.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-5700789894769503933?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/5700789894769503933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=5700789894769503933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/5700789894769503933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/5700789894769503933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2010/04/israel-tak-ingin-damai.html' title='Israel Tak Ingin Damai'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-4763717362132974127</id><published>2010-04-03T20:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-03T20:19:32.477-07:00</updated><title type='text'>Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dalam Bahaya</title><content type='html'>Laporan informasi soal politik pembangunan pemukiman Israel, yahudisasi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lama bahaya yang dihadapi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha seperti genderan perang. Pada saat bangsa Arab dan umat Islam bermalas-malasan menghadang bahaya Israel ini, penjajah Israel semakin meningkatkan aktivitasnya meyahudikan kota suci ini terang-terangan. Di tengah kondisi menghadapi rencana Israel yang ingin menjadikan tahun 2010 penentuan membangun kuil Solomin di bawah puing-puing masjid Al-Aqsha, kami menyampaikan kepada mereka yang peduli di kalangan media massa laporan ini agar mengetahui gambaran bahaya yang mengancam Al-Quds dan masjid Al-Aqsha. Sebab media sekarang menjadi inti pertempuran sehingga mereka memiliki peran dalam membela Al-Quds dan masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut laporan tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Selama 40 tahun lebih dari 24 ribu rumah dan bangunan dihancurkan dan lebih dari 60 ribu unit pemukiman Israel dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Meski ketegangan realisasi rencana penggalian terowogan Israel di bawah masjid Al-Aqsha sudah sejak tahun 1863 dan aktivitasnya penggaliannya sejak tahun 1967, namun aktivitas itu meningkat sejak awal abad 21 ini. Tapi saat ini akibat penggalian itu sangat krusial dan tidak boleh didiamkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Tujuan penggalian Israel dan pembangunan terowongan di bawah masjid Al-Aqsha dan sekitarnya adalah dalam rangka mencari bangunan mitos kuil Solomon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Israel menanam pemukiman di perkampungan-perkampungan Islam dengan cara menyita tanah mereka dan membangun pemukiman atau dengan cara menghancurkan rumah-rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Wali kota Israel di Jerusalem dari kanan ekstrim Neer Barakat dalam kampanye pemilihan wali kota menggunakan jargon “memerangi pembangunan warga Palestina yang tanpa izin di Al-Quds ,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Sejumlah resolusi DK PBB dan PBB nya sendiri, termasuk dari UNESCO untuk menghentikan penggalian di bawah masjid namun pemerintah penjajah tidak meresponnya dan terus menerapkan rencana Israel hingga tiang-tiang masjid runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Di kuartal pertama tahun 2009, termasuk eskalasi paling tinggi dalam aksi pembongkaran dan penggusuran rumah warga Palestina di Al-Quds dan ancaman penghancuran rumah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·         Israel berusaha menjadikan tahun 2010 sebagai tahun penentu pembangunan kuil Solomon ke-III  di bawah reruntuhan masjid Al-Aqsha. Ada sejumlah organisasi zionis berusaha meletakkan batu pertama kuil itu pada 16 Maret ini setelah diresmikan pembukaan sinagog Haroob pada 15 Maret sehari sebelumnya. Apakah kita siap menjaga Al-Aqsha???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukadimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah bungkamnya dunia Arab dan Islam, persetujuan dunia kepada Israel, berlanjutnya Israel dalam rencana jahatnya mencaplok utuh Al-Quds, membersihkan symbol-simbol keislaman dari sana, mengusir warga hingga menggali terowongan di bawah masjid, kami menegaskan bahwa bahaya yang dihadapi Al-Quds seperti genderan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui laporan ini, kami ingin focus kepada bahaya Israel yang terus berlanjut terhadap kota Al-Quds dan masjid Aqsha. Kami sampaikan realitas-realitas sejarah tentang kejahatan Israel di tempat-tempat suci Islam di Al-Quds. Bahkan manusia dan batu pun tidak selamat dari bahaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Kekerasan terhadap masjid Al-Aqsha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Penggalian di sekitar masjid Al-Aqsha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Kelompok ekstrim zionis yahudi untuk penghancuran masjid Al-Aqsha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; kota Al-Quds di bawah permusuhan zionis Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Pemukiman dan kekerasan zionis Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Warga Al-Quds, antara rumah tinggalnya dengan pengusiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Tembok pemisah rasial Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; Keputusan dan rencana historis;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Rencana historis penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Keputusan yahudisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Resolusi dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Al-Aqsha yang dimaksud adalah komplek tertutup yang terletak di dalam pagar-pagar Al-Quds di sisi timurnya. Pagar-pagar bagian timur Al-Aqsha bersatu dengan pagar-pagar kota Al-Quds dan pagar bagian selatannya lebih panjang dari separuhnya di sebelah timur. Masjid ini berbentuk segiempat yang tidak simetris. Sisi barat sepanjang 491 M dan sisi timur 462 M, sisi selatan 281 M dan sisi utara 330 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjaga batas-batas masjid Al-Aqsha. Tak seorang pun melanggarnya. Sepanjang sejarah kaum muslimin baik di pemerintahan Ayyubiah dan Mamalik memperkuat batas-batas masjid. Mereka membangun pagar-pagar sebelah utara dan barat dan tiang tinggi serta sekolah-sekolah dan bangunan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sejak menjejakkan kakinya di tanah Palestina, penjajah Israel mulai melancarkan rencananya mencari mitos kuil Solomon dengan cara melakukan sejumlah kejahatan terhadap kehormatan masjid Al-Aqsha dan terhadap jamaah shalat, melakukan panggalian secara terorganisir di sekitar masjid, membangun terowongan-terowongan panjang untuk membangun mesium di bawah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut rinciannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Kejahatan-kejahatan terhadap masjid Al-Aqsha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hari ini masjid Al-Aqsha mengalami masa paling krusial akibat rencana jahat Israel yang ingin meyahudikanya, mengubah tanda-tandanya hingga menghancurkannya. Dalam menerapkan rencana itu, Israel tidak pernah istirahat meski sehari. Berikut pelanggaran paling besar yang dilakukan Israel terhadap masjid Al-Aqsha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16/7/1948: warga yahudi menyerang masjid Al-Aqsha. Melalui pesawat tempurnya, mereka mengebom masjid dengan 60 bom salah satunya mengenai kubah Shokhroh dan lainnya mengenai masjid utama Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7/6/1967: Pasukan Israel memasang dan mengibarkan bendera di atas kubah Shakrah dan saat itu tembok Al-Barraq diambil alih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15/8/1967: Rabi terbesar di pasukan Israel Shalomo Garon dan 50 pengikutnya melakukan ritual di halaman masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21/8/1969: Seorang Yahudi Australia membakar mimbar Shalahuddin. Bagian masjid terbakar akibat ulah ini seluas 1500 M2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22/7/1970: Sekelompok yahudi memasuki masjid Al-Aqsha dan menyanyikan lagu-lagu seruan menghancurkan masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 1980: Ditemukan bahan peledak jenis TNT seberat lebih dari 1 ton dekat masjid yang disiapkan oleh rabi yahudi Meir Kahana untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24/2/1982: polisi Israel memperkenankan sejumlah anggota parlemen Israel Knesset melakukan lawatan di dalam masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11/4/1982: Seorang serdadu Israel menembaki penjaga masjid. Dua dari mereka gugur syahid kemudian disusul bentrokan dengan warga Palestina yang menyebabkan Sembilan warga meninggal syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6/5/1982: Penembakan terhadap kubah Shakrah. Di tahun yang sama, seorang aktivis gerakan Kakha Israel berusaha menghancurkan masjid Al-Aqsha namun upaya itu tercium sebelum dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11/3/1983: Penjaga-penjaga Al-Aqsha menangkap seorang warga yahudi membawa bahan peledak untuk menyerang masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30/1/1984: tiga granat ditemukan di depan sebuah gerbang masjid Al-Aqsha. Awal Agustus tahun yang sama, penjaga masjid Al-Aqsha menangkap sejumlah warga yahudi yang siap menghancurkan masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8/10/1990: Pasukan Israel membantai 20 warga Palestina dan melukai 115 lainnya di dalam masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23/9/1996: Warga Palestina Al-Quds menemukan Israel membangun sebuah terowongan di bawah pagar masjid Al-Aqsha sebelah barat. Warga memprotes keras dan Israel membalas dengan kekerasan hingga delapan warga Palestina gugur syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28/9/2000: PM Israel Ariel Sharon menistakan masjid Al-Aqsha dengan memasukinya dengan dikawal polisi. Maka meletuslah Intifadhah Al-Aqsha. (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23/2/2005: Pemerintah penjajah Israel meminta dana untuk rencana keamanan pengawasan masjid Al-Aqsha dengan kamera. Dua bulan kemudian langsung direalisasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13/6/2006: PM Israel Ehud Olmert menegaskan, bukit kuil di bawah masjid Al-Aqsha tidak bisa dirundingkan lagi dan itu mutlak milik Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/9/2006: Pemerintah daerah penjajah Israel di Al-Quds mengumumkan halaman masjid Al-Aqsha milik umum, bukan umat Islam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5/4/2009: Pemerintah penjajah Israel menyita batu bersejarah peninggalan istana Umawi yang melekat pada pagar selatan masjid Al-Aqsha. Israel mengklaim itu batu II kuil Solomon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14/4/2009: Puluhan pemukim Yahudi menyerbu halaman Al-Aqsha untuk melakukan ritual ibadah pada hari Paskah Yahudi dari arah gerbang Magharibah. Jumlah mereka sekitar 140 yahudi ekstrim.&lt;br /&gt;27/8/2009: Organisasi yahudi Eash Hatorat mengumumkan peresmian pembukaan mesium sejarah yahudi di kampung yahudi dekat tembok Barraq (ratapan). Di sana ada patung kuil bergerak terbesar di dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalian di Sekitar Masjid Al-Aqsha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lama Israel melakukan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha untuk membangun terowongan-terowongan yang sangat banyak. Semakin lama semakin membahayakan masjid suci itu. Di dalam terowongan itu Israel membangun proyek kota wisata yahudi bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Israel ini hanya pencurian peninggalan-peninggalan bersejarah di Al-Quds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menjajah kota Al-Quds, mafia zionis merencanakan untuk mewujudkan untuk mengembalikan ritual mereka kepada kuil Solomon dan mendirikan kerajaan mereka di kota suci itu. Penggalian di bawah tanah dimulai sejak tahun 1967 di bawah dua tembok sisi barat dan sisi selatan masjid Al-Aqsha. Penggalian seluas 10 hektar ini kemudian berlanjut terus yang dibawah pengawasan dinas peninggalan di Universitas Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu meski penolakan keras dilakukan, penggalian terus dilakukan dengan gencara. Namun sampai sekarang mereka tidak menemukan bukti fisik satupun tentang adanya kuil mitos mereka. Tindakan penggalian di bawah masjid Al-Aqsha hanya legitimasi ideology untuk mengklaim mereka berhak terhadap tanah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kronologi penggalian Israel di sekitar masjid Al-Aqsha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalian Israel di sekitar masjid Al-Aqsha dan dibawahnya dimulai sejak 11 Juni 1967 sepanjang 70 meter hingga kedalaman 14 meter. Justru ditemukan peninggalan Islam dari masa pemerintahan Bani Umaiyah di bawah masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1969 Israel menggali sedalam 80 meter melanjutkan pengalian pertama ke arah hingga ke gerbang Maghariba melewati di bawahnya bangunan tua peninggalan Islam. Mereka memecahkannya kemudian mereka gali oleh pasukan pendudukan Israel pada tahun yang sama.&lt;br /&gt;Penggalian dimulai lagi tahun 1970 berhenti pada tahun 1974, kemudian dilanjutkan pada tahun 1975 sampai akhir 1988, dengan panjang 400 meter melewati bagian bawah lima pintu gerbang masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;15/2/2004: runtuhnya bagian dari jalan antara halaman Al-Buraq dan gerbang Maghariba akibat penggalian.&lt;br /&gt;28/9/2005: pemerintah penjajah Israel membuka secara resmi lokasi wisata di terowongan-terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa.&lt;br /&gt;13/3/2006: Pembukaan sinagog di bawah  ruang Pengadilan Islam yang menempel dengan Masjid al-Aqsha di bawah perlindungan mantan Presiden entitas Zionis Moshe Katsav.&lt;br /&gt;12/10/2008: lembaga "Ateret Cohanim" untuk membangun permukiman Zionis membuka upacara pembukaan untuk daerah sinagog lebih 300 meter persegi di area kolam Ain, seratus meter bagian barat gerbang Muthaharah di pagar Masjid Al Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lembaga-lembaga Zionis Penghancuran Masjid Al-Aqsa&lt;br /&gt;Ada banyak lembaga Zionis yang didirikan dengan tujuan untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa. Jumlahnya hingga puluhan. Namun paling besar adalah: Gush Emunim, Hayy Vakiam, Hatehiyah, Amanat Kuil, Kach, Kahane Hai, Hashomonaiim, Betar, Siauri Tozion, Kuil Yerusalem, dan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: kota Al-Quds di Bawah Injakan Agresi Zionis Israel :&lt;br /&gt;1. Pemukiman dan Tindakan Permusuhan Zionis Israel:&lt;br /&gt;Kota Al-Quds hari ini terancam bahaya banyak dan beragam. Ancaman permukiman di kota itu merupakan paling berbahaya. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Yahudi yang dihuni oleh mayoritas mutlak Yahudi dengan minoritas Palestina yang mampu dikontrol.&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan ini, pendudukan bekerja pada dua garis paralel adalah:&lt;br /&gt;A. Peningkatan jumlah penduduk Yahudi: melalui penggemukan permukiman yang ada dan pembangunan permukiman dan pos-pos pemukiman baru di seluruh kota dan di bagian timur pada khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mengurangi jumlah penduduk Palestina: dengan berbagai cara, terutama:&lt;br /&gt;Akuisisi perkampungan: Ada beberapa perkampungan Palestina yang besar yang berada di daerah ramai di dalam kota Yerusalem dimana Israel tidak mampu menghabisinya melalui tembok pemisah karena perkampungan itu terletak di jantung kota. Oleh karena itu, Israel membangun pos-pos di perkampungan kemudian membangun pemukiman Yahudi, atau melalui penghancuran rumah dan perpindahan penduduk untuk menempatkan penghuni yahudi rumah penduduk Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kronologi operasi pembangunan permukiman Israel:&lt;br /&gt;14/6/1969: Pasukan pendudukan Israel menghancurkan 14 bangunan bersejarah di Yerusalem.&lt;br /&gt;20/6/1969: Pasukan pendudukan Israel menyita 17 bangunan historis Islam.&lt;br /&gt;Agustus 1970: Pemerintah penjajah Israel menyita tanah yanga terletak di sekitar kota Yerusalem dan desa-desa.&lt;br /&gt;1970: pembangunan pemukiman yahudi "Kfar Evri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1972: sebagian pemukim Yahudi agamis mengklaim kepemilikan tanah di Sheikh Jarrah yang terletak di sisi barat dan membawa masalah ini ke pengadilan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1985: Israel mengklaim kepemilikan hotel Shepard, terletak di bagian utara kampong Shekkh Jarrah. Asal-usul hotel itu adalah milik Haj Amin Husseini, mufti Yerusalem dan Presiden Agung Dewan Islam di era pendudukan Inggris. Namun menurut hukum Absentee Properti di pemerintah Israel sebagai dianggap milik Absentee Properti (meskipun ahli waris Haji Amin al-Husseini lahir di Yerusalem dan tidak pergi dari sana baik pada tahun 1948 maupun di 1967). Israel mengeluarkan perintah membongkar tempat tersebut dan daerah sekitarnya untuk didirikan 90 unit rumah tinggal. Namun perintah penghancuran belum dilaksanakan bahkan sampai hari ini.&lt;br /&gt;22/6/1998: pemerintah Israel, dipimpin oleh Netanyahu, memutuskan untuk memperluas batas-batas administrasi kota Yerusalem dan memasukkan pemukiman terdekat ke kota Jerusalem .&lt;br /&gt;1998: Departemen Dalam Negeri Zionis melakukan penarikan kartu identitas warga Al-Quds sebanyak 788 sebuah prosedur berkala yang dilakukan oleh Israel untuk mengusir warga Palestina di Al-Quds (Jerusalem).&lt;br /&gt;15/1/2000: Perusahaan listrik Israel melakukan penggalian di pemakaman Makmanullah, yang merupakan salah satu kuburan Muslim terbesar di Jerusalem (Al-Quds) di sisi lain jalan utama yang menyebabkan tulang orang mati tersebar di permukaan. Israel berdalih pemasangan kabel listrik di dalam tanah. Sebagian area kuburan ini sudah digunakan Israel sebagai Kantor Departemen Perdagangan dan Industri Israel.&lt;br /&gt;11/11/2004: Seorang insinyur pemerintah kota Israel di Jerusalem Uri Shitrit mengeluarkan keputusan keputusan menghancurkan semua bangunan di kampong Al-Bustan untuk mendukung pembangunan taman arkeologi terhubung ke kota Raja Daud (Dokumen no 1). Pada awal tahun 2005 mulai pelaksanaan perintah ini dan warga Palestina mulai menerima surat perintah pembongkaran dan surat dakwaan dengan pasal pembangunan tanpa izin. Selama satu tahun itu pemerintah kota Israel telah membongkar dua rumah di sana.&lt;br /&gt;4/3/2006: sejumlah pemukim yahudi menyerang sebuah pemakaman Kristen di Yerusalem, dan menuliskan di atas beberapa kuburan "Matilah Arab."&lt;br /&gt;15/8/2006: penggalian yang dilakukan oleh asosiasi pemukiman Israel Elad menyebakan retakan dan pecah pada dinding masjid Ain Silwan dan bangunan sekolah taman kanak-kanak Muslim di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6/2/2007: buldoser Israel mulai menghapus pintu gerbang masjid Al-Magharibah.&lt;br /&gt;29/5/2007: Menteri Keamanan Internal Israel memutuskan mencegah warga Palestina di Jerusalem untuk menguburkan jenazah mereka di bagian pemakaman berdekatan dengan Baburrahmah masjid al-Aqsa.&lt;br /&gt;2008: Jumlah Palestina di Yerusalem, sekitar dua ratus and sixty ribu, dibandingkan dengan enam hundred and fifty thousand pemukim Yahudi.&lt;br /&gt;1/2/2009: runtuhnya sebuah sekolah di Yerusalem karena penggalian, sehingga luka menjadi 17 siswa.&lt;br /&gt;4/3/2009: mengungkapkan, "Al-Aqsa Foundation untuk berhenti dan Warisan", yang berbasis di Umm al-Fahm, penentuan pendudukan wewenang dan cabang-cabangnya, terowongan menggali eksekutif dua tanah baru, satu panjang 56 meter dan yang lainnya dan panjang 22 meter untuk menghubungkan (Hons hidup) Palestina Kota Lama Yerusalem , dan Buraq Square, sebelah barat Masjid Al-Aqsa. (bersambung) (bn-bysr)&lt;br /&gt;sumber : http://www.infopalestina.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-4763717362132974127?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/4763717362132974127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=4763717362132974127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4763717362132974127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4763717362132974127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2010/04/al-quds-dan-masjid-al-aqsha-dalam.html' title='Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dalam Bahaya'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-1814403998573004522</id><published>2009-12-13T19:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-13T19:40:09.615-08:00</updated><title type='text'>Catatan : Konferensi Cabang IV DPC Permahi Padang</title><content type='html'>Oleh : Rivanli Azis SH*&lt;br /&gt;Pada hari ini Sabtu tanggal 12 Desember 2009  bertempat di ruang sidang DPRD Kota Padang tepatnya di Jalan Sawahan No.50 Padang berlangsung Konferensi Cabang IV DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi).Acara ini dimulai pada jam 09.00 yang dibuka langsung oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat yang diwakili oleh Eki Horesman SH,MH.Dalam sambutannya, kakanda Eki mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa hukum yang tergabung dalam organisasi Permahi.Permahi sejak tahun 1980-an telah menjalin kerjasama yang erat dengan Kejaksaan Agung dimana dahulu ada program Jaksa Masuk Desa.Disinilah keakraban itu terjalin.Permahi sering mengadakan kegiatan-kegiatan ilmiah yang mendukung Program Kejaksaan Agung.Ditambah lagi banyak Alumni Permahi yang melanjutkan karirnya pada lembaga Kejaksaan.Kegiatan selanjutnya adalah pada jam 10.15 Seminar dengan tema Hak Asasi Manusia yang disampaikan oleh Kakanda Didi Nazmi SH,MH (Ketua DPC Ika Permahi Sumatera Barat).Dalam makalah yang berjudul “Kewajiban Negara Terhadap Implementasi Hak EKOSOB”, kakanda Didi memaparkan ada 4 (empat) kewajiban Negara di bidang Hak Ekosob yaitu : Kewajiban untuk menghormati,kewajiban untuk melindungi,kewajiban untuk memenuhi dan kewajiban untuk memajukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 11.30 Presidium Sidang Sementara Saudara Limbel SP Tamba,Metroze, dan Lenny Husna dengan musyawarah mufakat berhasil menetapkan Presidium Sidang Tetap Konferensi Cabang DPC Permahi Padang yaitu Saudara Syahrul,Andika dan Hengki yang akan mengawal sidang Konfercab sampai minggu besok.&lt;br /&gt;Jam 12.00 Sidang di skor sementara untuk mencukupi quorum dan Ishoma (istirahat,sholat dan makan).Apakah sidang ini bisa dilanjutkan ???&lt;br /&gt;Kita lihat saja kelanjutannya !!!Enak nih makan bareng para peserta sidang.Lauknya macam-macam.Ada Ikan Goreng,Ayam Goreng dan Ayam Gulai.Wuih sedap.Eh sedang asyik makan, airnya kurang.Air kemasan yang dibeli Panitia tidak mencukupi.Waduh kehausan nih.Beberapa panitia membeli air untuk mengatasi persoalan ini.Untuk kedepannnya divisi konsumsi harus cepat tanggap ni, jangan sampai kekurangan air he…he.Betul ngak ??? Setiap persoalan pasti ada  hikmahnya.Mungkin hikmahnya adalah disini kita dituntut dimana persaudaraan kita di organisasi Permahi.Mungkin ada yang teringat sebuah kisah teladan tentang seorang muslim pada zaman peperangan yang kehausan dan hampir syahid.Ketika ditawari minum oleh perawat ia berkata “teman disebelah saya juga membutuhkan air”.Ketika perawat datang ke tempat temannya “minumlah”.Maka muslim yang sekarat ini berkata “ itu teman yang diujung sana juga butuh air”.Maka berjalanlah perawat ini ketempat tersebut.Ternyata telah sampai disana orang tersebut telah syahid.Ketika berbalik perawat ini juga mendapati kedua temannya sudah syahid.Begitu indahnya ukhuwah dan persaudaraan sehingga rela mengorbankan nyawanya.    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya Air itu datang juga.Maka berebutanlah anggota Permahi mengambil air minum.Maklum dah kehausan.Setelah makan dan Sholat, Konferensi Cabang DPC Permahi Padang dilanjutkan.Tepat pada Jam 13.10,Presidium Sidang membuka sidang yang dipending tadi.Pada kesempatan ini peserta sidang membahas tata tertib sidang.Pembahasan tata tertib ini memakan waktu yang lama.Banyak perdebatan-perdebatan antar peserta sidang yang kadangkala nyeleneh tetapi kita berikan apresiasi karena mereka telah mengungkapkan isi pemikiran mereka di depan sidang he...he. &lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menjadi persoalan dalam pembahasan tata tertib sidang :&lt;br /&gt;1.Konfercab merupakan forum tertinggi bukan lembaga tertinggi di tingkat cabang dan diadakan 2 (dua) tahun sekali.&lt;br /&gt;2.Konfercab memiliki kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban Ketua Dewan Pimpinan Cabang Permahi Padang masa bakti 2008-2010 bukan 2008-2009.&lt;br /&gt;3.Setiap Peserta wajib berpakaian rapi dan sopan.Kriteria sopan menjadi permasalahan bagi peserta sidang.Apakah harus pakai sepatu atau tidak.Apakah merokok melanggar kesopanan.Akhirnya kriteria sopan yang harus begana begini itu tidak jadi dicantumkan.Seharusnya peserta sidang dapat mencerdasinya sekali lagi mencerdasinya he…he.&lt;br /&gt;4.Setiap Anggota Permahi Padang wajib mengikuti jalannya acara dan persidangan.Masalah kata-kata wajib menjadi perdebatan bagi peserta sidang.Apakah peserta tidak boleh izin keluar ??? Akhirnya setiap peserta sidang yang ingin meninggalkan ruangan harus seizin kepada Presidium Sidang.&lt;br /&gt;5.Setiap Peserta Sidang dilarang merokok dalam ruang sidang selama persidangan berlangsung.&lt;br /&gt;6.Pemimpin Sidang atau Pimpinan Sidang ??? Penggunaan kata-kata Pemimpin atau Pimpinan rupanya berbeda he…he.Akhirnya disepakati penggunaan kata pimpinan sidang.&lt;br /&gt;7.Pemilihan Umum dilaksanakan secara langsung,umum,bebas,rahasia,jujur dan adil.Perlu belajar asas-asas Pemilu nih.&lt;br /&gt;8.Sehat Jasmani dan rohani.Orang cacat tidak bisa mencalonkan diri menjadi Ketua DPC Permahi Padang, termasuk orang gila he…he.&lt;br /&gt;9.Tidak menjabat sebagai Ketua di Organisasi lain.Apakah boleh merangkap jabatan ??? Akhirnya disepakati Tidak sedang menjabat sebagai Ketua di organisasi lain.&lt;br /&gt;10.Memiliki sisa masa keanggotaan paling singkat 2 (dua) tahun saat dicalonkan karena masa keanggotaan di Permahi habis setelah 2 (tahun) diwisuda S1 (Sarjana).&lt;br /&gt;11.Pelantikan dilakukan dengan menandatangani berita acara serah terima jabatan oleh Presidium sidang dari Ketua DPC Permahi Demisioner kepada Ketua DPC Permahi terpilih periode 2010&lt;br /&gt;-2012.Bukan serah terima jabatan dari Ketua DPP Permahi kepada Ketua terpilih.Tidak ada aturan dalam AD/ART Permahi Ketua Cabang terpilih harus dilantik oleh Ketua DPP Permahi.Yang ada hanya mengesahkan berita acara serah terima jabatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada pukul 16.45 akhirnya sidang Pleno 1 (Pertama) ditutup setelah berhasil merumuskan tata tertib Konferensi cabang DPC Permahi Padang.Dilanjutkan sidang Pleno 2 (Kedua) tentang Laporan Pertanggungjawaban Ketua DPC Permahi Padang 2008-2010  yang disampaikan oleh Saudara Ardiansyah Hasibuan SH. Pada Pukul 17.50 pembacaan LPJ sudah selesai.Presidium Sidang memfloorkan atas usulan peserta sidang agar sidang diskor sampai esok hari.Dan harapannya esok hari peserta tetap konsisten mengikuti sidang.TETAP SEMANGAT JAYALAH PERMAHIKU !!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu 13 Desember 2009&lt;br /&gt;Sudah jam 08.50 WIB acara Konferensi Cabang belum juga dimulai.Padahal janjinya jam 08.00 sudah dimulai sidang Pleno membahas Laporan Pertanggungjawaban DPC Permahi Padang masa bakti 2008-2010. Biasalah Indonesia ngaret he…he. Disinilah bedanya Indonesia dengan Negara-negara di bagian Barat sana. Mereka sangat menghargai waktu. Makanya kita ketinggalan dibandingkan mereka.Jika ingin Indonesia maju maka masyarakatnya harus menghargai waktu dan disiplin.Bagaimana coy,setujukan ??? So Pasti dong setuju, ya ngak he…he.&lt;br /&gt;Akhirnya tepat pada jam 09.20 pending sidang dicabut oleh Presidium Sidang.Tapi melihat jumlah peserta yang hadir maka diambil keputusan untuk menskor sidang 1x10 menit.Payah ni peserta sidang suka terlambat.Maklum hari minggu he…he!!!&lt;br /&gt; Akhirnya skor sidang dicabut pada jam 09.35.Ada beberapa hal yang dipertanyakan oleh Peserta Sidang tentang Laporan Pertanggungjawaban DPC Permahi Padang :&lt;br /&gt;1. Maperca V diadakan pada tanggal 27-28 Desember 2008 bukan 27-28 Desember 2009.Biasalah kesalahan pengetikan he…he.&lt;br /&gt;2. Laporan Keuangan DPC Permahi Padang masih kurang lengkap.DPC Permahi Padang memiliki kas Rp.216.300 yang akan diwariskan pada Kepengurusan berikutnya.Adapun Utang sebesar Rp.500.000 akan ditanggulangi oleh Pengurus DPC Permahi Padang periode 2008-2010.&lt;br /&gt;3. Audiensi ke Depkumham.Bersamaan dengan kegiatan Penyuluhan Hukum ke LP Klas II A Muaro Padang.&lt;br /&gt;4. Kegiatan Program Dikti masuk kedalam Program Biro PPH (Penyuluhan dan Penerangan Hukum).Program Dikti merupakan Program Lintas Biro dan dipertanggungjawabkan tidak hanya pada DPC Permahi juga Dirjen Dikti.Koordinasi kurang berjalan di kepanitiaan.&lt;br /&gt;5. Belum ada laporan kegiatan Dikti.Peserta Sidang menunggu LPJ Dikti.Akhirnya tepat pada jam 10.59 dibacakan LPJ Dikti.&lt;br /&gt;6. Diterima atau ditolak LPJ DPC Permahi Padang Masa Bakti 2008-2010 ??? Akhirnya Peserta Sidang memutuskan LPJ DPC Permahi Padang diterima dengan syarat memperbaiki hal-hal yang kurang.Tepat pada jam 11.35 Sidang Pleno 2 (Kedua) resmi ditutup.&lt;br /&gt;Jam 11.40 ada sambutan dari Kakanda Prof.Dr.Teguh Sulistia SH,M.Hum yang merupakan alumni Permahi Cabang Padang dan juga merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang.Bang Teguh bercerita tentang sejarah Permahi mulai dari masa-masa kelahirannya terus vakum selama 20 tahun.Kemudian bangkit lagi tahun 2006 dan terus eksis sampai sekarang.&lt;br /&gt;Jam 12.15 dimulailah sidang Pleno 3 (Ketiga) tentang Pembentukan Komisi-Komisi Sidang yang terdiri dari Komisi I (membahas Program Kerja),Komisi II (membahas Organisasi) dan Komisi III (membahas Rekomendasi).Selanjutnya sidang dipending untuk ISHOMA.&lt;br /&gt;Jam 13.05 pending sidang dibuka untuk pembahasan masing-masing Komisi. Komisi I dipimpin oleh Andreas,Komisi II dipimpin oleh Aderi Rusdi dan Komisi III dipimpin oleh Metroze. Pada jam 14.30 mulai masing-masing Komisi melaporkan hasil pembahasannya di hadapan peserta sidang. Dimulai dari Komisi I (satu) melaporkan Program Kerja untuk DPC Permahi Padang periode 2010-2012. Program Kerja tersebut dibagi per semester.Berarti ada 4 semester yang harus dilewati oleh Pengurus Baru DPC Permahi Padang.Setiap semester masing-masing biro memiliki program kerja tersendiri.Misal Biro Organisasi dan Pembinaan mengadakan Maperca,Pelatihan Pimpinan Organisasi dan Upgrading Pengurus.&lt;br /&gt;Jam 15.45 sidang diskor untuk ISHO (Istirahat Sholat). Tepat Jam 16.05 Sidang Pleno dilanjutkan.Kali ini Komisi II (dua) menyampaikan laporannya tentang organisasi. Ada perdebatan tentang Rapat Pleno. Rapat Pleno dipimpin oleh Ketua Umum, dalam hal Ketua Umum berhalangan maka Ketua Umum menunjuk Sekretaris Cabang sebagai pimpinan rapat. Lalu bagaimana peran dari Wakil Ketua ??? Apakah tidak seharusnya Wakil Ketua yang menggantikan Ketua Umum apabila Ketua berhalangan hadir??? Akhirnya disepakati tetap Sekretaris Cabang karena Wakil Ketua membawahi biro-biro. Selanjutnya Komisi III (tiga) menyampaikan laporannya tentang Rekomendasi. &lt;br /&gt;Tepat Pada jam 17.25 Sidang Pleno 3 (ketiga) ditutup dan dilanjutkan dengan sidang Pleno 4 (empat) tentang Pemilihan Calon Ketua DPC Permahi Padang Periode 2010-2012. Dimulai dengan pendaftaran calon Ketua DPC Permahi Padang Periode 2010-2012. Mulanya ada 4  (empat) orang calon yaitu Saudara Aderi Yusdi,Limbel SP Tamba, Arif Kurniawan dan Roni Efendi. Ketika diminta kesanggupannya menjadi Ketua DPC Permahi, Roni Efendi menyatakan pengunduran diri dari Pencalonan.Tinggal 3 (tiga) orang calon.   &lt;br /&gt;Pada Jam 18.15 mulailah kampanye dibuka. Dimulai dari pembacaan visi misi oleh Saudara Aderi Yusdi. Beberapa menit sidang dipending untuk Sholat Maghrib. Jam 18.45 pending sidang dibuka untuk melanjutkan kampanye calon Ketua DPC Permahi Padang. Jam 19.00 kesempatan saudara Limbel SP Tamba menyampaikan visi misi dan program kerjanya. Kemudian Jam 19.15 kesempatan Arif Kurniawan menyampaikan visi misinya. Pada Jam 19.30 dimulai pemilihan calon Ketua DPC Permahi Padang dengan cara menulis nama calon di kertas suara.&lt;br /&gt; Suasana sidang hampir panas karena salah seorang peserta sidang melontarkan kata-kata rasialis. Akhirnya suasana mendingin karena peserta tersebut minta maaf secara terbuka. Makanya jangan coba-coba rasialis he…he !!!&lt;br /&gt;Jam 19.40 dimulai penghitungan suara. Dari hasil penghitungan suara Arif Kurniawan berhasil memenangkan pemilihan Ketua DPC Permahi Padang periode 2010-2012 dengan perolehan suara 31 suara dari 43 orang peserta sidang yang menggunakan hak suaranya. Pada Jam 20.00 Saudara Arif Kurniawan dilantik oleh Presidium Sidang sebagai Ketua DPC Permahi Padang Periode 2010-2012. Kemudian dilanjutkan dengan Pidato dari Ketua Terpilih Saudara Arif Kurniawan. Peserta sidang mendukung Arif Kurniawan untuk melanjutkan tugas kepermahian 2 (dua) tahun ke depan.SELAMAT UNTUK PANITIA KONFERENSI CABANG DPC PERMAHI PADANG YANG TELAH SUKSES MENYELENGGARAKAN KONFERCAB IV DAN SELAMAT UNTUK ARIF KURNIAWAN.JAYALAH PERMAHIKU !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-1814403998573004522?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/1814403998573004522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=1814403998573004522' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/1814403998573004522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/1814403998573004522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/12/catatan-konferensi-cabang-iv-dpc.html' title='Catatan : Konferensi Cabang IV DPC Permahi Padang'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-6005133268196565105</id><published>2009-10-04T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T21:52:06.382-07:00</updated><title type='text'>Inilah Penerima Anugerah Unand 2009</title><content type='html'>Anugerah Unand 2009 menjadi tolak ukur kesiapan generasi muda bangsa menyongsong perubahan ke arah yang lebih baik. Pemberian penghargaan yang ditalangi Dewan Penyantun Unand ini, disebut-sebut sebagai lompatan besar yang mesti ditiru setiap perguruan tinggi di Indonesia. Itu berdasar jumlah kategori yang dilakukan penilaian cukup banyak (7 kategori) serta keberadaan tim juri yang didominasi kalangan di luar Unand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh kategori yang dinilai pada Anugerah Unand 2009 yakni : dosen berprestasi bidang mengajar, dosen berprestasi bidang penelitian-terapan, dosen berprestasi bidang pemberdayaan kewirausahaan, karyawan berprestasi, mahasiswa berprestasi bidang eksakta, mahasiswa berprestasi bidang rekayasa sosial ekonomi dan mahasiswa berprestasi bidang kewirausahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peserta mengikuti seleksi wawancara sesuai portofolio yang mereka serahkan,” kata Ketua Dewan Juri Prof Dr Asep Saefudin di Kampus Unand. Asep yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) didampingi tim juri antara lain, pengusaha nasional Bob Sadino, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Azyumardi Azhra, Sejarahwan Prof Taufik Abdullah, Prof Amri Bachtiar dan Dr Saldi Isra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan untuk penetapan pemenang I,II dan III dilaksanakan melalui pengiriman angket secara independen. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara terbatas dan presentasi di hadapan panelis Dewan Juri pada Minggu, kemarin sejak pukul 09.00-16.00WIB. Malam penganugerahan dilakukan di Best Western Premier Basko Hotel Padang, tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harapkan penerima penghargaan bisa menjadi motivator di lingkungan masing-masing untuk bisa melahirkan prestasi yang lebih baik lagi di tahun-tahun depan,” kata Rektor Unand Prof Dr Musliar Kasim MS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total hadiah mencapai Rp 250 juta dengan alokasi Dosen berprestasi mendapatkan Rp 50 juta + laptop, karyawan dan mahasiswa berprestasi masing-masing Rp 25 juta + laptop. Pembiayaan ditalangi Dewan Penyantun Unand yang antara lain anggotanya Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Penasehat dan Fahmi Idris sebagai Ketua Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Anugerah Unand 2009 dihadiri juga Direktur Dirjen Dikti Depdiknas Prof Fasli Jalal, Wakil Gubernur Sumbar yang juga mantan rektor Unand Prof Dr Marlis Rahman, Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah (alumni Faperta Unand), pejabat dekan se-Unand, aktivis mahasiswa, LSM dan sejumlah tokoh masyarakat di Sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir acara, Universitas Andalas secara khusus menyerahkan plakat tanda penghargaan terhadap Menteri Perindustrian yang juga Ketua Dewan Penyantun Unand Fahmi Idris. Selama ini Fahmi dinilai telah berbuat lebih untuk mendorong kemajuan civitas perguruan tinggi khususnya di Unand. Fahmi Idris juga tercatat sebagai founding beasiswa bagi puluhan mahasiswa Unand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penghargaan memang diberikan bagi mereka yang berprestasi atau telah berbuat lebih demi kemaslahatan orang lain. Sebagai bangsa yang besar sudah sepantasnya kita merubah kebiasaan dari semula selalu melihat kekurangan semata, sekarang berupaya memberi penghargaan yang setimpal bagi mereka yang telah menghasilkan prestasi,” tandas Fasli Jalal yang juga anggota dewan penyantun Unand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerima Anugerah Unand 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dosen Berprestasi Bidang Mengajar : Dr Rahmi Fahmi SE MBA (Fakultas Ekonomi)&lt;br /&gt;- Dosen berprestasi Bidang Penelitian dan Penerapannya : Prof Dr (Phil) Gusti Asnan M Hum (Fakultas Sastra)&lt;br /&gt;- Dosen Berprestasi Bidang Pemberdayaan Kewirausahaan : Drs Syahrial Syarif MBA (Fakultas Ekonomi)&lt;br /&gt;- Karyawan Berprestasi : Drs Masrizal SH MM (Rektorat)&lt;br /&gt;- Mahasiswa Berprestasi Bidang Eksakta : Madona Utami Dewi (Fakultas Kedokteran)&lt;br /&gt;- Mahasiswa Berprestasi Bidang Rekayasa Sosial Ekonomi : Rivanli Azis (Fakultas Hukum)&lt;br /&gt;- Mahasiswa Berprestasi Bidang Kewirausahaan : Niko Raberta (Fakultas ISIP)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-6005133268196565105?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/6005133268196565105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=6005133268196565105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/6005133268196565105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/6005133268196565105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/10/inilah-penerima-anugerah-unand-2009.html' title='Inilah Penerima Anugerah Unand 2009'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-3626162619558523586</id><published>2009-02-16T06:41:00.001-08:00</published><updated>2009-02-16T06:41:50.555-08:00</updated><title type='text'>Sandiaga Uno : Baca Trend 10-15 Tahun Ke Depan</title><content type='html'>Sandiaga Uno : Baca Trend 10-15 Tahun Ke Depan&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis&lt;br /&gt;(Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan Unand)&lt;br /&gt;Pada hari Jum’at/06 Februari 2009 di aula PKM Unand ratusan mahasiswa se-sumatera barat hadir mendengarkan kuliah umum kewirausahaan yang disampaikan oleh Salah Satu Pengusaha Nasional yaitu SANDIAGA UNO.Usianya masih muda baru 40 tahun.Beliau dilahirkan di Rumbai/28 Juni 1969.Menyelesaikan studi di Wichita State Univesity dan lulus master di George Washington University.Saat ini selain menjadi Pengusaha,Mas Sandy begitu ia biasa dipanggil menjadi Pemegang Saham pada PT.Adaro Indonesia dan Pendiri PT.Saratoga Investama Sedaya (SIS) serta Ketua Umum BPP HIPMI Pusat (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).Mas Sandy lebih memfokuskan usahanya pada industri kerakyatan.Melihat dari latar belakang keluarganya yang berasal dari Kependidikan tidak ada dalam bayangan mas sandy menjadi pengusaha muda yang sukses.Semula ia bercita-cita bekerja di bank.Sekarang malahan ia yang mendirikan bank.Sebuah pencapaian yang luar biasa.&lt;br /&gt;Hal yang paling sulit bagi mas sandy adalah merubah mindset atau pola pikir.Maklum saja keputusan beliau banting stir jadi Pengusaha sangat irrasional.Apalagi dari latar keluarganya yang semuanya adalah tenaga pendidik.Namun mas sandy berhasil meyakinkan keluarganya akan pilihannya dengan prestasi bisnisnya yang mengesankan.Hal ini diperolehnya tidaklah gampang.Semuanya diperoleh dengan kerja keras dan pantang menyerah.Setelah lulus dari George Washington dengan summa cumlaude,mas sandy sempat bekerja disebuah perusahaan asing yang berbasis di Singapura.Pada tahun 1997 beliau berhasil menjadi Direktur Keuangan pada Perusahaan tersebut.Ketika itu usianya baru 27 tahun.Sebuah prestasi yang luar biasa.Bahkan gaji yang diterima mas sandy waktu itu termasuk yang terbesar untuk kawasan Asia Tenggara.Akan tetapi Krisis Moneter melanda Asia Tenggara pada tahun 1997/1998.Perusahaan tempat mas sandy bekerja akhirnya gulung tikar dan mas sandy pulang ke Indonesia.Kenyataan pahitpun  dirasakan.Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sempat membuat down mas sandy.Namun mas sandy segera bangkit dan memotivasi diri.Tidak ada kemandirian financial kalau kita bekerja pada orang lain termasuk menjadi direktur sekalipun.Mas Sandy memilih jadi Pengusaha.Saat itu menjadi seorang pengusaha dikala krisis dicemooh.Sama halnya ketika mas sandy memakai batik dicemooh relasi.Selama ini Pengusaha identik dengan pakai jas.Mas sandy mencoba melawan arus dengan batik sebagai bukti kecintaannya terhadap produk dalam negeri.Banyak orang beranggapan saat itu bahwa hal konyol berbisnis disaat krisis melanda negeri ini.Sama konyolnya ketika google yang merupakan mesin pencari di Internet mengembangkan google earth dan memfoto dasar laut.Dasar laut difoto,untuk apa ? Ternyata ada peluang bisnis disana.Google sudah membaca 5-10 tahun kedepan pengusaha minyak tidak perlu lagi peta seismic untuk mencari potensi minyak,cukup dengan foto dasar laut.Akan tetapi mas sandy tak patah arang.Mas sandy berani untuk memulai usaha,tampil beda,mengambil resiko bahkan kegagalanpun siap dihadapi oleh Mas Sandy.Mas Sandy mendirikan bisnis konsultan keuangan.Setiap krisis pasti ada peluang.Setiap negatif pasti ada positifnya.Bisnis konsultan keuangan lebih cocok disaat krisis moneter menghantam negeri ini.Mas Sandy menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.Disini kemandirian financial dimulai.Pada awal-awal usahanya mas sandy berutang.Mas sandy meminjam modal pada orang tuanya.Bahkan mobil ketempat kerjapun pinjaman dari orang tua.Seorang pengusaha jangan takut untuk berutang sebab hampir semua pengusaha memulai bisnisnya dengan utang.Mas Sandy berhasil mendapatkan proyek kurang dari Rp.100 juta dari usaha konsultasi bisnis yang dijalankannya.Selanjutnya mas sandy beralih pada pengelolaan dana.Sebab mas sandy berpandangan 10-15 tahun kedepan bisnis modal investasi dan keuangan akan menjamur di negeri ini dan dibutuhkan.Apalagi bisnis yang digeluti oleh mas sandy ini sesuai dengan minatnya dalam bidang akuntansi.&lt;br /&gt;Untuk menjadi Pengusaha yang sukses mas sandy berpendapat harus memiliki ide cemerlang dan berusia muda.Kenapa harus muda?Karena orang muda memiliki totalitas dalam usaha yang ditekuninya,Fokus,Berani tampil beda dan kalau salah dimaklumi,inovatif dan terbuka pada saran dan input.&lt;br /&gt;Tahap awal bagi yang ingin memulai usaha tentunya adalah mimpi.Mimpi yang indah.Bermimpi yang fenomenal dan terbesar suatu saat.Misalnya kita bermimpi menjadi Pengusaha Catering terbesar di Sumatera Barat.Kemudian cari partner.Carilah orang yang ahli dibidang masing-masing.Misalnya dalam catering perlu koki yang andal,tenaga marketing yang andal,ahli pariwisata,ahli hukum dan ahli-ahli yang lainnya.Selanjutnya bangun networking atau jaringan.1000 teman kurang akan tetapi satu musuh terlalu banyak.Dalam networking ini perlu kartu nama untuk membangun brand image usaha yang kita geluti.&lt;br /&gt;Dalam menjalani bisnis apapun jenisnya yang perlu diperhatikan adalah kita jangan menyerah.Lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak ada sama sekali.Coba terus dan terus mencoba.Kolonel Sander,pensiunan Army Amerika yang menawarkan resep ayam KFCnya mengalami 1000 kali penolakan.Pada tawaran ke 1100 barulah resep ayam Sander diterima dan dipatenkan.Seandainya Sander putus asa dan tidak lanjut pada tawaran 1099 mungkin kita saat ini tidak tahu rasanya ayam goreng KFC.&lt;br /&gt;Selanjutnya just do it.mulai lakukan dari sekarang.Dalam ilmu manajemen dikenal Plan (Perencanaan),Do (Lakukan),Check (Periksa) dan Action (aksi).Jangan ditunda-tunda apa yang sudah kita impikan dan rencanakan.Lebih baik kita mencoba daripada tidak sama sekali.Kegagalan dalam dunia usaha adalah biasa.Kegagalan merupakan sebuah kesuksesan yang tertunda.&lt;br /&gt;Yang mengherankan di Indonesia ini sistem pendidikan mengarahkan kita menjadi seorang pegawai.Hal ini dialami sendiri oleh anak sandiaga uno yang bersekolah di SD.Masih usia belia si anak sudah berjualan hiasan manik-manik di sekolah.Beberapa hari kemudian guru disekolah melarang anak berjualan.Ini mengakibatkan si anak akan terkungkung bakatnya.Seharusnya sebagai guru yang memahami karakter anak mendukung apa yang dilakukan oleh si anak untuk melatih kepekaan bisnisnya sejak dini.Lain halnya dengan Negara tetangga Malaysia.Iklim Malaysia mendukung bisnis.Pemerintah malahan mendukung pengusaha muda dari kampus Perguruan Tinggi dengan memberikan modal usaha mencapai 100.000 ringgit Malaysia dan diberikan Ruko.&lt;br /&gt;Tentang adanya anggapan bahwa menjadi Pengusaha tidak perlu pendidikan yang tinggi,mas sandy sebaliknya berpendapat Pendidikan sangat penting untuk landasan berpikir yang sistematis.Bukan zamannya lagi jadi pengusaha tidak usah sekolah.sekolah sangat penting untuk membentuk sikap mental kemandirian.Seseorang yang ingin jadi pengusaha adakalanya timbul karena pengaruh lingkungan.Ada semacam shock treatmen yang membuat kreatifitas seseorang timbul.Hal ini yang lebih dikenal sebagai energi terjepit.Saat kepepet timbullah ide-ide cemerlang yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.Dengan shock treatmen ini pula kita dapat menjadi panutan dan tidak mengharap pada orang lain.&lt;br /&gt;Pada dewasa ini Indonesia kalah dibandingkan Cina,Korea dan Jepang dalam hal berinvestasi di Asia Barat yang notabene adalah Negara Islam.Padahal Peluang Indonesia sangat besar dalam berbisnis di wilayah tersebut.Cinapun belajar bahasa arab untuk menguasai perdagangan di Asia Barat tersebut.Kehebatan Cina tidak diragukan lagi.Yang lebih lucu lagi tusuk gigipun,bangsa Indonesia tidak mampu membuat.Cina mengekspor tusuk gigi keseluruh dunia.Untuk dapat merebut Pasar di Timur-Tengah Indonesia harus meningkatkan kinerjanya agar mempunyai daya saing tinggi.Selama ini Indonesia hanya dikenal sebagai Pengekspor TKI atau Pembantu Rumah Tangga yang dipandang rendah oleh Negara Timur-Tengah.&lt;br /&gt;Untuk masa yang akan datang bisnis Pariwisata akan booming.Indonesia memiliki kekayaan alam yang indah.Jika Pemerintahan berjalan kondusif wisatawan baik mancanegara maupun domestik membludak.Banyak bidang yang terkait dengan Pariwisata.Perhotelan,Binatu atau Laundry,Event Organizer,Biro Tour dan Travel,Kuliner atau makanan,restoran,transportasi,souvernir dan masih banyak lagi bisnis yang terkait dengan Pariwisata.Untuk souvernir bisa kita ambil contoh ukiran.Indonesia sangat unggul dibidang finishing sebuah ukiran.Banyak Negara-negara barat mengincar kerajinan tangan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Seorang entrepreneur bukanlah timbul karena bakat semata.Entrepreneur bisa dibuat asalkan kita mau belajar.Seorang Sandiaga Uno berasal dari keluarga Guru.Ternyata bisa menjadi Pengusaha Muda yang sukses dalam usianya yang masih muda.Bahkan saking tenarnya sempat diusulkan oleh salah satu Partai Politik menjadi Calon Wakil Presiden pada Pemilu mendatang.Namun Sandiaga Uno tidak begitu merespon tawaran tersebut.Mas Sandy ingin fokus pada pengembangan Usaha Kecil dan Menengah.Baginya berbuat untuk masyarakat tidak harus dengan cara memimpin negeri ini.Masih banyak cara yang lain.&lt;br /&gt;Menghadapi ancaman PHK akibat krisis global yang melanda dunia perlu kiranya diciptakan lapangan kerja baru.Industri yang cocok untuk 10 tahun kedepan adalah Industri Kreatif.Food,Fashion dan Film mampu menyerap ribuan tenaga kerja.Untuk soal makanan betapa banyak aneka makanan yang ada di nusantara ini.Pecel lele saja laku keras di Kota Padang ini.Sehingga ada anekdot “alah bacakak tempe jo randang” (sudah berkelahi tempe dengan rendang).Nasi uduk sering diincar oleh muda-mudi di Padang ini.Fashion pun tak ketinggalan.Beragam macam model pakaian ditawarkan.Filmpun mendapat sambutan dinegeri ini.Kehebohan laskar pelangi cukup menjadi bukti bahwa masyarakat merindukan tayangan yang mendidik dan membangkitkan motivasi.Bukan sinetron-sinetron picisan yang kita tonton ditelevisi yang terkesan tidak mendidik dan cengeng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-3626162619558523586?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/3626162619558523586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=3626162619558523586' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3626162619558523586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3626162619558523586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/02/sandiaga-uno-baca-trend-10-15-tahun-ke.html' title='Sandiaga Uno : Baca Trend 10-15 Tahun Ke Depan'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-4911129129261426175</id><published>2009-02-16T06:34:00.001-08:00</published><updated>2009-02-16T06:35:49.619-08:00</updated><title type='text'>Gatot Mudiantoro Suwondo : Zikir Kunci Kesuksesan</title><content type='html'>Gatot Mudiantoro Suwondo : Zikir Kunci Kesuksesan&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis&lt;br /&gt;(Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan Unand)&lt;br /&gt;Kendati do’a dan zikir hanya berpengaruh satu persen dalam meraup kesuksesan namun memberikan imbas yang luar biasa dalam menapak jenjang karier.Hal inilah yang dirasakan oleh Gatot M.Soewondo (Direktur Utama Bank Negara Indonesia)Perjalanan karier yang dialami oleh Gatot penuh lika-liku.Sebelum memutuskan menapaki karier menjadi professional,Gatot sempat tergoda untuk menekuni karier sebagai entrepreneur.Ia ingat betul waktu itu tahun 1989 Gatot mengelola pabrik rotan.&lt;br /&gt;  Seiring berjalannya waktu membuat Gatot harus memilih antara menjadi profesional atau menjadi pengusaha.Setelah melalui perenungan panjang dan perhitungan yang matang akhirnya Gatot memutuskan hanya menekuni karier sebagai Profesional.Sejak memutuskan jadi Profesional Gatot benar-benar memberikan kemampuan terbaiknya dalam menjalankan profesinya.Hal ini didasari keyakinan bahwa tanpa kesungguhan menjalani sebuah profesi pastilah kariernya mentok dan tak seindah seperti sekarang ini.Selain itu Gatot terus mengembangkan jaringannya.&lt;br /&gt; Salah satu hasil penelitian yang menjadi pegangan Gatot menyatakan untuk mencapai kesuksesan yang 100% haruslah didukung oleh tiga faktor yang sangat vital.&lt;br /&gt;1.Pendidikan.Pendidikan hanya berperan sebesar 14% dalam sebuah kesuksesan.&lt;br /&gt;2.Jaringan atau networking.85% kesuksesan bergantung pada jaringan.&lt;br /&gt;3.Do’a dan Zikir.Kekuatan spiritual ini menyumbang 1% dalam menentukan kesuksesan.&lt;br /&gt; Ketiga komponen tersebut harus berjalan seimbang.Khusus untuk zikir ia merasakan sendiri bagaimana kekuatan yang satu ini.Tanpa dukungan faktor ini upayanya menggapai kesuksesan akan terganjal.Bahkan banyak orang yang akhirnya menyesal karena mengabaikan kekuatan do’a dan zikir.&lt;br /&gt; Masih segar dalam ingatan Gatot ketika Bank Duta merger ke Bank Danamon tahun 2002 nasib Gatot boleh dibilang tak jelas.Ia kian kesulitan sebab waktu itu Gatot menjabat Ketua Pengalihan Aset ke BPPN.Otomatis ia harus keluar dari Bank Duta.Hal inilah yang membuatnya gundah.Namun semua hal itu dihadapi dengan tenang.Hal ini didapatnya berkat dari saran-saran koleganya yang memintanya untuk senantiasa membaca zikir dimana saja ia berada.Bermodal keyakinan inilah Gatot optimis dalam kehidupannya.Pada tahun 2000 beliau menunaikan Haji Ke Mekkah.&lt;br /&gt; Dengan izin Allah SWT,tak disangka-sangka pada tanggal 9 Oktober 2002 ia ditelepon oleh seseorang yang meminta kesediaannya untuk menjadi salah satu direktur.Jadilah waktu itu Gatot menjadi salah satu direktur Bank Danamon.Jika sebelumnya ia hanya bekerja di Bank yang jumah tenaga kerjanya hanya 3500 orang dengan aset Rp10 triliun sekarang ia bekerja dengan karyawan mencapai 12 ribu orang dengan aset Rp10 triliun.Kekuatan zikirlah yang membalikkan fakta dan tidak terjangkau oleh akal sehat manusia.Walaupun Cuma 1% tapi sangat vital sekali.Dan saat ini beliau dipercaya menjadi Direktur Utama Bank BNI yang memiliki 18.500 karyawan.&lt;br /&gt; Gatot berasal dari keluarga tentara.Tahun 1974 beliau menjalani Strata Satu di Philipina dan selesai pada tahun 1979 kemudian mengambil master di University of Philipine (UP).Semula Gatot bercita-cita jadi tentara.Beliau menjaga bentuk badannya agar tetap sehat.Ibunya melarang Gatot jadi Tentara.Cukup Bapaknya saja yang jadi tentara.Akhirnya Gatot mengalah demi menghormati Ibunya.Ia mengambil kuliah di UP (University of Philipine).Jurusan yang diambilnya adalah Akuntansi.Kebetulan pada tahun 1974 Akuntan di Indonesia baru 74 orang.Kemudian menyelesaikan MBA pada tahun 1982.&lt;br /&gt;Beliau berpendapat wirausaha merupakan salah satu jalan untuk mengatasi dampak dari krisis global yang melanda dunia.Untuk menjadi seorang enterpreneur seseorang harus berani menanggung resiko atas bisnis yang ditekuninya.Wirausahawan juga harus mampu melihat peluang luar biasa dalam suatu bidang yang dikerjakan dimana belum ada orang yang merintisnya.Seorang Wirausaha dituntut untuk mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat menunjang keberhasilannya dalam menekuni usaha.Semua orang tanpa memandang status dapat menjadi pengusaha asalkan ada kemauan dimana kemauan tersebut harus disertai usaha dan do’a.Berdasarkan pengalaman Gatot banyak pengusaha sukses berkat ketekunan dan kebulatan tekadnya menjadi pengusaha yang berhasil.Kejayaan yang mereka peroleh tidak didapat dengan mudah akan tetapi melewati proses panjang yang berliku.Semua itu mengeluarkan tenaga dan pikiran sampai pada akhirnya mereka mencapai puncak kesuksesan.Seorang entrepreneur memiliki spirit yang tinggi,pantang menyerah dan selalu berupaya melakukan yang terbaik.Mereka tidak kenal lelah dan tidak suka berpangku tangan.Inilah yang patut ditiru oleh generasi sekarang ini.Jangan sampai bermalsa-malasan.Sebab tantangan kian besar di masa yang akan datang.&lt;br /&gt; Menurut Gatot lagi pengembangan kewirausahaan dan menciptakan entrepreneur baru merupakan salah satu solusi efektif terhadap tujuh agenda prioritas pemerintah.Seperti mengurangi angka pengangguran,menjaga inflasi,menjaga pergerakan sektor riil,mempertahankan daya beli masyarakat.Selain itu kewirausahaan dapat memberikan perlindungan bagi orang miskin,memelihara sumber daya pangan,energi dan memelihara angka pertumbuhan.Jika ingin beruntung ubahlah semuanya menjadi peluang.Keberuntungan mungkin terjadi dan kita siap menangkap kesempatan.Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang ada.&lt;br /&gt; Seorang wirausaha juga harus memiliki rasa optimis yang tinggi dalam melihat masa depan yang terbentang luas.Pola pikir positif harus ada dalam diri para wirausaha yang optimis.You Can If You Think You Can (Kamu Bisa Jika Kamu Pikir Kamu Bisa).Buang jauh-jauh pikiran negatif.Pikiran negatif akan nyata dan membawa kehancuran bagi kita.Pikiran positif ini harus sejalan dengan tindakan nyata.Artinya berbuat untuk menjalankan program yang telah terpola dalam pikiran.Wirausaha yang tangguh adalah orang yang punya rasa percaya diri dan kemandirian yang tinggi.Dia mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya secara lugas dan tangguh.Dia mau dan mampu menangkap peluang.Dia pekerja keras dan menekuni bidang usahanya tanpa kenal lelah dan dia adalah orang yang mau serta mampu berkomunikasi baik dengan internal maupun eksternal.Dia tidak percaya mitos dan cemooh dari orang lain sekelilingnya.Hal ini akan membuat wirausaha tetap tegar dalam menghadapi badai terpaan dalam mengembangkan usahanya.Kemudian kurangi sifat yang terbiasa dengabn jiwa melankolis dan suka memvonis diri sendiri tidak mampu dalam membuka usaha.&lt;br /&gt; Tidak hanya itu wirausaha adalah orang yang mau dan mampu bernegosiasi dengan win-win solution.Kemudian mampu menghadapi hidup dan menangani usaha dengan terencana,jujur,hemat dan disiplin.Orang tersebut mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri,perusahaan dengan mengelola dan memotivasi orang lain.Dia mampu melakukan perluasan dan pengembangan usaha dengan resiko moderat dan orang itu mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kemitraan secara berkelanjutan.&lt;br /&gt; Keberanian merupakan modal awal bagi seorang wirausaha yang akan memulai bisnisnya.Berani disini adalah berani bermimpi,merantau,mencoba.berani gagal dan berani pula sukses serta berani bekerja keras.Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.Jikalau frustasi jangan kelamaan.Kegagalan akan membuat kita tangguh dan sensitif.Di Indonesia kepiawaian orang minang dalam berwirausaha tidak diragukan lagi.Untuk wilayah Barat dikuasai oleh Minang dan wilayah Timur dimotori oleh Bugis Makassar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-4911129129261426175?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/4911129129261426175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=4911129129261426175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4911129129261426175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4911129129261426175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/02/gatot-mudiantoro-suwondo-zikir-kunci.html' title='Gatot Mudiantoro Suwondo : Zikir Kunci Kesuksesan'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-8818249694034932774</id><published>2009-01-28T19:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T19:45:26.557-08:00</updated><title type='text'>Aku Untuk Negeriku : Pemuda Pemimpin Masa Depan</title><content type='html'>Pemuda Pemimpin Masa Depan&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis*&lt;br /&gt;Masih ingat ucapan Bung Karno dan Bung Hatta tentang Pemuda?Bung Karno pernah berkata, "Berikanlah aku seribu orang tua, maka kita akan mampu merobohkan Himalaya". Bung Hatta menimpali, "Berikanlah padaku sepuluh pemuda, maka kami akan dapat mengguncang dunia".Ucapan dua tokoh proklamator kemerdekaan ini menunjukkan betapa ‘dahsyat’nya kekuatan kaum muda dalam kehidupan dan peradaban. Tak hanya bagi bangsa dan negeri Indonesia, namun juga bagi seluruh umat di dunia pada umumnya.Ini karena disadari atau tidak, kiprah kaum muda selalu mengawali perjalanan bangsa Indonesia. Bahkan sejak negeri ini belum menemukan makna, bentuk dan hakikat kehidupan kenegaraan, kaum muda selalu menyertai jejak langkah bangsa ini dalam menapaki bentangan zaman.&lt;br /&gt;Sejarah telah mencatat, atas prakarsa kaum mudalah negeri ini tergerak bangkit dari belenggu penjajahan. Atas semangat Dr Soetomo, Gunawan dan Sutardji-lah, negeri ini bagai disinari saat kegelapan pembodohan mendera. Lewat tangan Wahidin Sudirohusodo, Dr Cipto Mangunkusumo dan Supriyadi-lah rakyat bangsa ini digugah bahwa kemerdekaan harus segera terwujud dan kebebasan harus segera diraih.Dan sejarah mencatat, begitu banyak nama kaum muda yang telah berhasil menyertai bangsa ini ke arah gerbang kemenangan. Sutan Syahrir, Chairul Saleh, Darwis dan Wicana adalah di antaranya.&lt;br /&gt;Bila tidak karena peran mereka dalam peristiwa penculikan dua tokoh di atas ke Desa Rengasdengklok, mungkinkah proklamasi akan berkumandang? Arif Rahman Hakim dan Soe Hok Gie adalah beberapa nama yang juga berhasil merepresentasikan dan merekomendasikan para kaum muda sebagai generasi pengukir beragam prestasi di negeri ini.Berbekal pengalaman yang tak sedikit itu, patutlah kiranya kita katakan bahwa energi dan prestasi kaum muda Indonesia sejatinya tak terbatas. Dari waktu ke waktu, mereka telah menggerakkan roda zaman ini dengan bentuk, cara dan senjata mereka sendiri. Sukardi Rinakit menyebutnya sebagai kemuliaan heroik, kemulian kepahlawanan.Sungguh tak ada alasan dan sangat ‘ahistoris’ bila menyatakan kaum muda tak berkemampuan untuk memimpin negeri ini. Karena negeri ini belumlah tua untuk dipimpin oleh generasi muda.Di masa kini, negeri yang telah berumur lebih dari setengah abad ini memimpikan (baca: membutuhkan) tak hanya figur pemimpin yang cerdas, berwibawa dan bermoral. Negeri ini memimpikan pemimpin yang transforming, yaitu pemimpin yang mampu mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik, pemimpin yang ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan tut wuri handayani.&lt;br /&gt;Sejarah itu ada karena adanya pemuda. Sejarah itu pun hidup karena hidupnya para pemuda. Masyarakat pun sudah merasakan hasil kerja-kerja nyata para pemuda. Di Amerika latin, diktator Batista berhasil ditumpas oleh tokoh muda revolusioner Che Guevara. Lalu di Turki pada tahun 1960 para Mahasiswa berhasil menggulingkan Menderes yang korup. Pada tahun yang sama pula para pemuda di Korea Selatan membuat sejarah dengan menurunkan rezim korup Dr Syngman Rhee yang berkuasa selama 12 tahun. &lt;br /&gt;Dan di Indonesia, Pergerakan pemuda tahun 1928 dan 1945 mengantarkan pemuda mengambil peran strategis dalam kepemimpinan Bangsa dan Negara Indonesia. Angkatan 1928 memimpin perjuangan diplomasi dan gerilya untuk memerdekakan Bangsa Indonesia. Kemudian angkatan 1945 segera memegang tampuk kepemimpinan nasional setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sedangkan pada pergerakan 1966 dan 1998, sayangnya pemuda hanya mengantarkan perubahan Bangsa dan Negara Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Pemuda menggerakkan gelombang protes kepada rezim pemerintah hingga menjatuhkan kedua rezim tersebut, tapi tanpa kemudian mengambil peran strategis dalam sistem kepemimpinan nasional. &lt;br /&gt;Reformasi di Indonesia hampir mencapai satu dekade, namun perjuangan pemuda dirasa belum maksimal dalam menyemarakkan kepemimpinan nasional. Elit partai politik yang mengendalikan pemerintahan pasca reformasi melalui dua kali pemilu belum pula menampakkan semangat kaderisasi kepemimpinan nasional kepada kalangan muda. Setelah reformasi pada tahun 1998 berhasil yang ditandai dengan mundurnya rezim Soeharto, pemuda hanya kembali kepada komunitas mereka masing-masing. Mahasiswa kembali ke kampus, ormas dan OKP pemuda kembali ke internal organisasi, hanya segelintir diantara pemuda penggerak reformasi yang turut berpartisipasi secara langsung dengan masuk dalam sistem pemerintahan baik di legislatif maupun eksekutif. &lt;br /&gt;Pentas persaingan di 2009 tinggal sembilan bulan lagi. Isu-isu untuk menarik simpati masyarakat mulai ditebarkan, Regenerasi kepemimpinan nasional akan menjadi persoalan besar bangsa ini apabila kita meneruskan kebiasaan kaum pensiunan yang mengorbitkan diri dan terus minta diorbitkan. Memang persoalan yang masih dirasakan sekarang adalah masih kurangnya pemuda sebagai iron stock yang mampu mengemban tugas kenegaraan. Itu merupakan lingkaran setan yang memacetkan sirkulasi elite dalam perspektif regenerasi sampai saai ini.Di situlah diharapkan peranan partai yang cukup strategis untuk menghasilkan pemimpin nasional dari generasi baru. Partai harus mengambil inisiatif dan langkah sistematis untuk meneruskan kaderisasi kepemimpinan bagsa. Adanya pernyataan beberapa partai politik yang akan komitmen untuk mengakomodir keterlibatan kaum muda sebagai calon perwakilannya menjadi suatu sikap yang patut disyukuri dan juga dicermati.Komitmen partai politik yang akan mengakomodir keterwakilan kaum muda dari 20 sampai 80 % merupakan suatu sikap yang harus mendapat apresiasi plus dari masyarakat, karena di tengah keputus-asaan bangsa Indonesia terhadap elit-elit yang berkuasa sekarang, beberapa partai politik berusaha untuk melahirkan calon-calon pemimpin yang tentunya diharapkan akan membawa perubahan di tengah keterpurukan bangsa ini. &lt;br /&gt;Mari, sekaranglah saatnya bersama kita bangkit dari kelalaian dan kelengahan kita selama ini dengan cara meninggalkan segala perdebatan yang tidak bermanfaat. Sekarang saatnya bagi kaum muda untuk menyingsingkan lengan baju bersama dan merebut kepemimpinan nasional dengan elegan dan integritas yang tinggi. &lt;br /&gt;Tahun 2008, bertepatan dengan Delapan Puluh Tahun Sumpah Pemuda adalah momentum yang sangat tepat untuk kembali mengobarkan semangat kepemudaan dan mengembalikan semua kebanggaan yang telah luntur sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;*Penulis adalah Sekretaris DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Kota Padang 2008-2009 dan Alumni Beastudi Etos DD Repulika Padang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-8818249694034932774?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/8818249694034932774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=8818249694034932774' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/8818249694034932774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/8818249694034932774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/aku-untuk-negeriku-pemuda-pemimpin-masa.html' title='Aku Untuk Negeriku : Pemuda Pemimpin Masa Depan'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-6783436637465432546</id><published>2009-01-28T19:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T19:43:22.826-08:00</updated><title type='text'>Aku Untuk Negeriku : Anak jalanan juga Manusia</title><content type='html'>Anak jalanan juga Manusia&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis&lt;br /&gt;Anak jalanan menjadi fenomena sosial akhir-akhir ini di Kota Padang.Para pengamen,Pedagang asongan,Pengemis,Gelandangan dan pemulung menjadi permasalahan sosial yang membuat sakit kepala Pemerintah Kota.Mereka adalah kumpulan orang-orang yang serba kekurangan dan ingin diperhatikan.Mereka umumnya sudah putus sekolah dan tidak peduli lagi dengan pendidikan.Yang terpikirkan oleh mereka bagaimana duit bisa didapat dan perut tetap kenyang.Diantara anak jalanan ternyata ada yang masih bersekolah.Mereka dipaksa oleh orang tuanya untuk turun ke jalan.Sungguh orang tua yang biadab.Mengeksploitasi anaknya sendiri.Mana rasa kasih sayang yang tertanam dalam dadanya?Dan lebih memiriskan lagi ternyata uang didapat anaknya dari mengemis,mengamen dan sebagainya ternyata berhamburan dimeja judi.Sungguh orangtua yang edan dan gila (patut dibawa ke psikiater).&lt;br /&gt;Beberapa anak jalanan di kota-kota besar ternyata merupakan sindikat yang terorganisir.Mereka umumnya punya pekerjaan rangkap.Misalnya sambil mengamen mereka tak segan-segan merampok.Sambil menjual rokok mereka juga menjual ganja.Sindikat ini mempunyai jaringan yang rapi dan sulit dideteksi.Disiang hari para anak jalanan tak ubahnya seperti manusia kebanyakan.Menjalani profesi tersebut secara normal.Tidak ada tanda-tanda bahwa mereka sebenarnya penjahat yang terorganisir.Di Malam hari terutama di persimpangan jalan mereka siap memangsa mobil yang lewat.Disangka pengamen,begitu pengemudi menurunkan kaca mobil untuk memberikan uang receh,mereka segera bertindak cepat dan tak terduga.Mereka mengancam dengan kapak merah.Itulah dia Sindikat Kapak Merah yang dahulu sangat menggemparkan Jakarta.&lt;br /&gt;Tidak semua anak jalanan jelek.Beberapa orang diantaranya berbakat.Terutama beberapa kalangan pengamen di kota Padang yang menggelar Solidaritas Untuk Palestina.Mereka bernyanyi mendukung Hamas mengusir Israel keluar dari Palestina.Atas nama kemanusiaan mereka menggelar aksi ngamen untuk Palestina dan mendapat ribuan dari pengunjung yang mapir ke Taman Budaya Padang.Aksi yang mereka lakukan mendapat liputan dari media massa.Ini patut ditiru oleh Para anak jalanan yang lain.Anak jalanan juga manusia (mengutip serius band) yang punya rasa kepedulian terhadap saudara-saudaranya di Palestina yang ditindas,diperkosa,dibunuh hak-haknya secara biadab.Bahkan bantuan kemanusiaan dan Kantor PBB pun ikut mereka serang.Sungguh Israel tidak pantas hidup dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;Kembali lagi permasalahan anak jalanan.Ada baiknya bagi anak jalanan yang berbakat mendapat pendidikan.Misalnya pendidikan seni bagi kalangan Pengamen.Pendidikan kewirausahaan bagi pedagang asongan dan beragam keterampilan yang menunjang usaha dan hidup para gelandangan agar tidak menjadi cibiran masyarakat dan beban Pemerintah Kota.Apakah itu keterampilan menjahit,memasak,perbengkelan,pertukangan dan segala keterampilan yang dapat dipelajari oleh para anak jalanan.&lt;br /&gt;Seharusnya sejak dahulu Pemerintah harus memperhatikan kehidupan para anak jalanan.Sebab anak jalanan sebagai bagian dari anak terlantar merupakan kewajiban Negara untuk memeliharanya.Dalam Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 menyiratkan hal itu.“Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara”.Buktinya anak terlantar semakin banyak bahkan menjamur ketika Imlek,Hari raya dan perayaan keagamaan lainnya dating.Apakah yang salah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-6783436637465432546?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/6783436637465432546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=6783436637465432546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/6783436637465432546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/6783436637465432546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/aku-untuk-negeriku-anak-jalanan-juga.html' title='Aku Untuk Negeriku : Anak jalanan juga Manusia'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-7876765987276480670</id><published>2009-01-28T19:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T19:42:31.046-08:00</updated><title type='text'>Aku Untuk Negeriku : Pendidikan Tinggi Untuk Yang Beruang</title><content type='html'>Pendidikan Tinggi Untuk Yang Beruang&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis*&lt;br /&gt;Berbicara pendidikan di Indonesia kita hanya bisa menghela nafas.Pendidikan hanya dinikmati oleh kalangan yang berduit dan beruang ( banyak uang maksudnya ).Semenjak diundangkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan menjadikan Perguruan Tinggi sebagai lahan bisnis yang menggiurkan.Komersialisasi pendidikan semakin menjadi-jadi.Pemerintah merasa lepas tangan dan tidak bertanggungjawab lagi dengan pendidikan tinggi di Indonesia.Biaya kuliah semakin mahal.Kalangan Perguruan Tinggi harus mencari dana sebanyak-banyaknya agar kehidupan kampus bisa berjalan.Subsidi pemerintah tidak ada lagi.Bertebaranlah program Non-Reguler alias ekstensi di Perguruan Tinggi Negeri mengimbangi bahkan merebut lahan Perguruan Tinggi Swasta.Mal-mal berdiri dikampus melayani kebutuhan mahasiswa yang sebenarnya pengisapan duit mahasiswa dan mematikan pedagang kecil.Lihat saja dibeberapa Perguruan Tinggi Negeri di Kota Padang dengan alasan menganggu keindahan kampus beberapa pedagang kaki lima digusur keberadaannya.Padahal apa yang salah dari mereka?Mereka toh tidak mengganggu mahasiswa.Mereka hanya berharap keuntungan sedikit untuk memperoleh sesuap nasi pagi dan petang hari.Mahasiswa pun senang berbelanja dengan amak-amak (Ibu-Ibu) Pedagang Kaki Lima.Lalu mengapa mereka digusur ?Mau didirikan Malkah atau Super Market yang harganya cukup menguras kantong mahasiswa ?&lt;br /&gt;Padahal dalam Konstitusi Negara ini Pendidikan merupakan Hak Warga Negara.Negara wajib menyediakan pendidikan yang terjangkau oleh rakyat Indonesia.Mengapa untuk kesejahteraan Pejabat Negara Pemerintah mau berfoya-foya menghabiskan anggaran Negara?Mengapa untuk pendidikan Pemerintah pelit bin kikir ?Wajar saja pendidkan di Indonesia semakin ketinggalan zaman.Dengan Malaysia saja yang dulu belajar dengan bangsa Indonesia sekarang terbalik.Indonesia yang belajar kepada Malaysia.Sungguh edan Guru belajar pada Murid.Apa kata dunia (pinjam sentilan kata Naga Bonar).Memang tidak salah kalau murid lebih cerdas daripada guru.Tetapi alangkah bijaknya Guru mau belajar dan meningkatkan kualitasnya.Boro-boro meningkatkan kualitas malahan bangsa sendiri diperbodoh dengan duit.Semua beres dengan duit.Kalau ada duit dapat kuliah di Perguruan Tinggi Negeri.Kalau nggak ada duit dilarang masuk kampus.Orang miskin kagak (tidak) boleh kuliah.&lt;br /&gt;Praktek pembodohan segera dimulai.Orang pintar tetapi tidak mampu hanya gigit jari melihat temannya yang kaya pergi ke kampus.Uang pangkal yang diminta oleh Perguruan Tinggi kepada calon Mahasiswa yang jenius itu tidak dapat ditebus.Mahasiswa itu pasrah menerima kenyataan pahit itu.Temannya yang kaya tadi cengengesan ketika diminta uang pangkal sekian puluh juta.Tak begitu sulit baginya.Status mahasiswa segera disandang.Masih ada lagi pungutan yang lain ? ternyata ada.Tiap SKS dibayar ratusan ribu.Biaya praktikum,Jaket.Ospek,sumbangan ini itu yang entah darimana asalnya segera dilunasi agar dapat mengikuti kuliah perdana.&lt;br /&gt;Praktek pembodohan belum berhenti.Jual beli nilai dibeberapa Perguruan Tinggi di Kota Padang dan di Indonesia umumnya sering terjadi.Dengan alasan bimbingan tambahan atau les pihak Perguruan Tinggi atau Dosen memungut uang dari mahasiswa.Misalnya bagi yang ingin dapat nilai A bayar sekian ratus ribu.Inikah generasi muda kita yang katanya tunas bangsa yang akan menjadi Pemimpin Bangsa ini dimasa mendatang?Sungguh memiriskan.&lt;br /&gt;Yang miskin semakin miskin,yang kaya semakin kaya.Begitulah Rhoma Irama mengilustrasikan kesenjangan sosial masyarakat Indonesia.Kesenjangan yang lebar inilah menyebabkan Pendidikan hanya dinikmati kalangan beruang alias banyak uang.Sampai kapankah hal ini terus berlangsung ???&lt;br /&gt;*Penulis adalah Mahasiswa FH Unand Padang Sumatera Barat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-7876765987276480670?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/7876765987276480670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=7876765987276480670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7876765987276480670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7876765987276480670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/aku-untuk-negeriku-pendidikan-tinggi.html' title='Aku Untuk Negeriku : Pendidikan Tinggi Untuk Yang Beruang'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-7439895583576372568</id><published>2009-01-26T21:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T19:21:52.922-08:00</updated><title type='text'>Abdullah Rudolf Smit</title><content type='html'>Abdullah Rudolf Smit : Kita Hanya Menjadi Diri Kita Sendiri&lt;br /&gt;oleh : Rivanli Azis (Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan Unand Padang)&lt;br /&gt;Ada yang menarik pada kuliah umum kewirausahaan yang diadakan Unand pada tanggal 23 Januari 2009.Jika kebanyakan narasumber berbicara trik sukses maka tidak demikian halnya dengan Abdullah Rudolf Smit, Sang Love Warrior atau Pendekar Cinta. Rudolf, begitu ia biasa dipanggil lebih banyak berbicara tentang kebahagiaan untuk mencapai sebuah kesuksesan.Kesuksesan itu tidaklah ditandai dengan kekayaan yang berlimpah,perusahaan yang banyak,karyawan yang ribuan,tabungan yang milyaran atau mobil yang mengkilat melainkan kesuksesan itu ditandai dengan kebahagiaan dan keikhlasan untuk menjalani hidup ini apa adanya.Kalau patokan kesuksesan adalah harta maka itu hanya bersifat duniawi.Akan habis didunia dan tidak akan menolong kita diakhirat kecuali diinfakkan di jalan Allah.Siapa bilang orang kaya itu akan tentram hidupnya?Siapa bilang orang kaya itu bahagia?Namun hal ini tidak berarti kita tidak boleh kaya.Kita boleh kaya asalkan dengan kekayaan itu kita merasa bahagia.Buat apa kaya kalau tidak bahagia.Maka bersyukurlah setiap rezeki yang dilimpahkan oleh Allah SWT kepada kita semua.Allahlah yang mengatur segalanya.&lt;br /&gt;Burung-burung yang beterbangan kesana kemari sudah ada yang menjamin rezekinya.Burung-burung tersebut tidak akan kelaparan.Burung-burung tersebut tidak akan kehausan dan tetap akan hidup sebelum ajal menjemputnya.Siapakah yang mengatur alam ini sehingga tidak ada kekacauan dijagat raya ini?Semuanya bermuara pada Allah SWT.Jika Allah bertindak Kun Fa Yakun (jadilah,maka jadilah ia) maka tidak ada sesuatu kekuatan apapun yang mampu menolaknya atau menandinginya.Allah tidaklah duduk disinggasananya.Alah tidaklah sama dengan makhluknya.Kalau sama dengan makhluk percuma ada Allah.Karena kalau sama dengan kita pasti ada kelemahan dan kekurangan.Sedangkan Allah menurut Al-Qur’an tidaklah demikian.Bagi yang ingin mengenal Allah jangan tanya bagaimana rupanya tetapi kenali bentuk-bentuk penciptaannya yang sungguh menakjubkan.Lihatlah alam raya ini.Orang minang bilang “Alam Takambang Jadi Guru”.Alam mengajari kita bagaimana menjalani hidup ini.Api mati karena disiram air.Kemarahan akan lenyap karena ketenangan dan kelembutan.Maka bagi yang marah berwudhulah.Itulah keserasian alam dengan Islam.&lt;br /&gt;Rudolf menyelesaikan pendidikan tingginya diluar negeri.S1 sampai dengan S3 diselesaikan diluar negeri.S3 dijalani di Amerika hanya satu tahun.Beliau meraih gelar doktor dibidang Tourism Management.Pendidikan tinggi tersebut diselesaikan tanpa ada bantuan sepersenpun dari orang tua.Semuanya dijalani dengan biaya sendiri.Kuliah dan kerja merupakan aktifitas sehari-hari.Pendidikan di Barat mengenal moving class.Kita bisa menyesuaikan waktu kuliah dengan kerja kita.Kuliah selesai dan kerjapun lancar.Di Barat perbedaan pendapat antara mahasiswa dengan dosen dihargai sepanjang pendapat yang kita pegang dapat dibuktikan secara ilmiah.Berbeda dengan negeri Indonesia dimana sebahagian dosennya tidak mau mengakui kemampuan mahasiswanya.Selalu pendapat ia yang benar dan mahasiswa harus patuh.Kalau tidak siap-siap nilainya terancam bahkan bisa gagal.Wajar saja pendidikan di Indonesia anjlok.Malaysia yang dulu belajar sama kita sekarang malah mengajari kita.Banyak generasi muda Indonesia yang menempuh pendidikan di Malaysia.&lt;br /&gt;Rudolf berasal dari keluarga yang pas-pasan.Pada usia 14 tahun sudah mengalami mati suri.Pada saat mati suri ini beliau diperlihatkan adanya Surga dan Neraka.Adik-adiknya mengalami cacat dan ada yang meninggal dunia.Makanya Rudolf ketika melihat adanya pengemis,anak jalanan ataupun orang cacat maka rasa kemanusiaannya akan tersentuh.Terbayang anggota keluarganya.Maka berterima kasihlah kita pada anak jalanan,pengemis, dan orang-rang lemah.Karena dengan mereka kita bisa menunaikan kewajiban kita 2,5 % dari penghasilan kita.Temui mereka dan tunaikanlah hak mereka.Ucapkanlah terimakasih pada mereka.Jangan tunggu mereka mengucapkan terimakasih pada kita.Zakat yang kita berikan tidaklah mengurangi harta kita.Allah menjanjikan harta kita akan bertambah.Siapa yang bersyukur kepada-Nya maka Allah akan menambah nikmat-Nya.Maka jangan sekali-kali ada niat untuk mengkufuri nikmat Allah SWT.&lt;br /&gt;Walaupun alumnus doktor manajemen pariwisata tetapi Rudolf lebih dikenal sebagai Doktor Cinta atau Love Warrior.Cinta tidaklah hanya untuk pasangan hidup akan tetapi cinta juga untuk Allah dan Rasulnya,cinta untuk orang tua,dan cinta untuk kakak-adik.Jika orang beranggapan cinta hanya untuk teman wanita yang “spesial” itu hanya semu belaka.Ada cinta yang lebih hakiki yaitu Cinta pada Sang Pencipta dan Kekasih-Nya Rasulullah SAW.Cinta Kasih merupakan dorongan dari hati nurani yang bersih untuk menjalani dan memberikan sesuatu tanpa keterpaksaan dan tanpa mengharapkan imbalan dari orang dikasihi dan diberi.Berikanlah sesuatu dengan ikhlas.Percuma kita memberi kalau tidak ikhlas.Keikhlasan yang akan membawa kebahagiaan.Rasa bahagia yang meluap akan membawa kita kepada kesuksesan.Sukses di Dunia dan di Akhirat.&lt;br /&gt;Kewirausahaan sebenarnya adalah sikap mental kita.Pantang menyerah,gigih,berani,tidak takut dan beragam trik sukses yang telah disampaikan oleh beberapa Pengusaha Sukses Indonesia semuanya berawal dari mental atau kepribadian.Maka bagi yang merasa tidak cantik,ganteng,pandai,cerdas dan kaya segera hilangkan sikap itu.Kita harus membangun rasa kepercayaan diri yang mantap.Percaya diri merupakan awal dari sebuah kesuksesan yang akan menyertai kita.Percaya diri akan membangkitkan semangat berwirausaha.Percaya diri akan menumbuhkan rasa kecintaan kita terhadap langkah yang kita tempuh.Kita bahagia dengan jalan yang kita tempuh.Itulah kesuksesan yang sesungguhnya.Tersenyumlah maka dunia akan tersenyum.Senyum akan membuat kita semangat menjalani bisnis atau pekerjaan apapun yang kita tempuh.Walaupun bisnis tersebut dari sisi finansial kurang namun kita tetap senyum menjalaninya.Apa sulitnya senyum ?Kalau susah senyum maka pergilah ke Jepang untuk sekolah senyum.Disana disediakan sarana dan prasarana untuk senyum.Tersenyumlah, Sebab Allah sudah menjamin rezeki kita masing-masing.Jangan takut miskin,Jangan takut lapar dan jangan takut gagal.Karena kegagalan sebenarnya adalah kesuksesan yang tertunda.&lt;br /&gt;Setiap orang punya keunikan tersendiri.Dalam dunia ini hanya ada satu Bob Sadino,hanya ada satu Andrie Wongso dan hanya ada satu Rudolf Smit.Bob Sadino tidak bisa jadi Andrie Wongso dan Andrie Wongso tidak bisa jadi Rudof Smit.Semuanya sudah ada yang mengatur.Yaitu Allah SWT.Jadi jangan berharap kita bisa seperti Bob Sadino atau Basrizal Koto.Kita hanya bisa mewarisi semangatnya.Sangat janggal rasanya kalau kita ikut bercelana pendek seperti Bob Sadino.Apa kata dunia ?&lt;br /&gt;Ketika Rudof Smit memutuskan masuk Islam pada tahun 1997 Ibunya tidak marah.Malahan Ibu bahagia dengan jalan yang ditempuh oleh Anaknya.Ibunya akan senang jika anaknya merasa bahagia dengan agama yang dianutnya.Itulah cinta kasih seorang Ibu pada anaknya yang murni.Walapun sebelumnya Ibu Rudolf Smit anti Islam namun ketika Rudolf Smit nyaman dengan agama yang dianutnya, Ibu malahan mendukungnya.Sungguh mulianya hati seorang Ibu.Sehingga wajar kiranya jika Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk berbakti dan hormat pada Ibu tiga kali lipat dibandingkan seorang Bapak.Karena Ibulah yang mengandung kita,melahirkan kita,merawat dan membesarkan kita.Mempertaruhkan nyawa untuk kelahiran kita.Akankah kita melawan pada Ibu?Masihkah kita mengomel pada Ibu?Tegakah kita menolak perintah Ibu?Pernahkah kita mengucapkan “I Love You Mom” ?Adakah kita peduli pada hari tuanya?Maka hormatilah Ibu.Kasih Ibu tidak ada batasnya.&lt;br /&gt;Dalam berwirausaha tidak ada yang instant.Semuanya berproses.Namun kita cenderung bersikap instant.Kopi Instant,Mi Instant dan segala instant lainnya.Lalui setiap proses dengan cinta kasih.Kita hanya menjadi diri kita sendiri.Tidak menjadi orang lain.Maka mintalah inayah pada Sang Pencipta.Sebab manusia itu bersifat lemah.Mintalah kekuatan pada Allah agar mampu menapaki hidup yang penuh perjuangan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-7439895583576372568?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/7439895583576372568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=7439895583576372568' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7439895583576372568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7439895583576372568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/abdullah-rudolf-smit.html' title='Abdullah Rudolf Smit'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-5684466909506987261</id><published>2009-01-26T21:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T21:24:05.064-08:00</updated><title type='text'>Rio Mantofani</title><content type='html'>Rio Mantofani : Siapa Bilang Cucian Motor Tak Bergengsi&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis&lt;br /&gt;(Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan Unand)&lt;br /&gt;Rio Mantofani hadir memberikan motivasi berwirausaha kepada segenap mahasiswa Unand pada kuliah umum kewirausahaan tanggal 16 Januari 2009 kemarin.Rio Mantofani merupakan direktur sebuah usaha pencucian motor yang bernama Mr.Bongkeng.Sebuah nama yang cukup asing ditelinga Mahasiswa dan jarang terdengar.Rio memang sengaja membuat nama usahanya yang unik untuk membangun Brand Image yang bagus.Sebuah nama usaha menentukan berhasil atau tidaknya sebuah usaha.Betapa tidak,dengan nama yang unik apapun usaha yang akan dilakoni oleh setiap orang akan cepat berhasil.Misalnya jika mengingat Mr.Bongkeng maka yang terbayang adalah sebuah usaha pencucian motor.Bahkan Rio Mantofanipun identik dengan Mr.Bongkeng sehingga mengalahkan nama sebenarnya.Jadi,bagi kita yang ingin berbisnis mulailah dengan memikirkan sebuah nama usaha.Jangan asal pilih.Pilihlah sebuah nama yang unik untuk mengingatkan orang bahwa nama tersebut identik dengan usaha kita.&lt;br /&gt;Pada mulanya Rio berbisnis krom besi pada tahun 2000.Bisnis krom ini cukup bergengsi waktu itu.Rio mulai tertarik berbisnis cucian motor setelah melihat kenyataan dilapangan masih sedikit Pengusaha yang bergerak dibidang cucian motor.Sementara lahan masih banyak dan prospeknya cerah karena makin lama semakin banyak pengendara kendaraan bermotor.Mulailah Rio banting stir membuka outlet cucian motor pertama di Siteba.Semula usaha ini diejek oleh keluarga Rio sendiri.Bahkan istrinya menyuruh untuk tutup saja.Alasannya sederhana bisnis cucian motor tidak bergengsi.Beragam tantangan yang dihadapi oleh Rio.Namun itu semua tidak menghalangi niat Rio untuk totalitas dibidang cucian motor.Apalagi Rio memilih bisnis ini karena bisnis krom makin lama makin tidak menjanjikan.Sementara kebutuhan makin lama semakin meningkat.Maka keluarlah energi yang tak diduga-duga dan orang mengenalnya dengan Energi Kepepet (the power of kepepet).Kadangkala kepepet akan membuat seseorang pikirannya akan cemerlang dan cerdas menyiasati situasi.Itu pulalah yang dialami oleh Rio.Pikirannya yang semula buntu mendadak cemerlang ketika melihat kenyataan dilapangan dan melakukan survey kecil-kecilan di Pasar.Dan setiap orang punya energi kepepet ini.Manfaatkanlah energi kepepet yang ada dalam diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Rio yang merupakan lulusan SMF Padang dan sempat kuliah di Arsitektur UBH Padang mengutamakan Pelayanan (service) dalam bisnis cucian motor ini.Dalam menghadapi kompetitornya yang semakin lama semakin banyak, Rio memberikan kenyamanan menunggu pada pengendara dengan mendirikan sebuah usaha makanan dan minuman disamping outlet cucian motor dan membuka usaha warnet (warung internet) sehingga langganan tidak jenuh.Pelayanan lainnya adalah adanya kompesor dan semir ban yang memberikan nuansa tersendiri kepada pelanggan sehingga tidak sia-sia harus mengeluarkan uang Rp.10.000 untuk mencuci motor di Mr.Bongkeng.Rio mengutamakan kepuasan pelanggan terlebih dahulu.Jika pelanggan sudah puas berapapun diminta pelanggan akan ikhlas membayar upah cucian.&lt;br /&gt;Berbicara laba/keuntungan Rio secara blak-blakan mengungkapkan 40% dari angka penjualan merupakan keuntungan.Saat ini Rio memiliki 4 oulet cucian motor dengan jumlah kendaraan 100-200 motor/hari setiap outlet.Jika masing-masing outlet 100 motor per hari maka keuntungan yang diperoleh adalah 400xRp.4000=Rp.1.600.000 (satu juta enam ratus ribu rupiah).Sebuah angka yang cukup lumayan dan membantah anggapan bahwa cucian motor tidak bergengsi.&lt;br /&gt;Pada awalnya Rio mengaku usaha cucian motor ini hanya sedikit pelanggan yang didapatnya.3 (tiga) bulan pertama bisa dihitung dengan jari pelanggan yang didapatnya.3 (tiga) bulan berikutnya semakin banyak orang yang mencuci motor dioutletnya.Makin lama semakin bertambah pelanggannya.Saking banyaknya maka dibukalah cabang sehingga sampai saat ini ada 4 (empat) buah outlet cucian motor dengan penghasilan yang lumayan.&lt;br /&gt;Dengan kesuksesannya ini maka datanglah pihak Bank menawarkan kreditnya.Disinilah cerdiknya orang bank.Kalau sudah berhasil dan menguntungkan maka barulah pihak bank ikut nimbrung menumpang untung.Padahal seharusnya Pihak Bank jika ingin membantu Pengusaha kecil bantulah disaat awal-awal berdirinya,bukan pada saat ia sudah berhasil.Kalau sudah sukses buat apa kredit lagi dari pihak bank.Ketika Rio ditawari kredit oleh Bank dan Rio meminta kredit satu milyar rupiah, pihak bank malahan mundur.&lt;br /&gt;Rio memandang aset yang berharga dalam bisnis cucian motor ini adalah karyawan.Karyawan yang ada sudah paham akan bisnis ini dan jangan sampai kesejahteraan karyawan terbengkalai.Karyawan yang baru direkrut akan susah beradaptasi dibandingkan karyawan yang lama dan biasanya karyawan yang baru diajari lebih dulu.Hal ini menambah beban perusahaan.Makanya Rio tetap mempertahankan karyawan yang lama dan sudah bersamanya sejak berdiri usaha cucian motor tersebut.&lt;br /&gt;Ada satu hal yang terlupakan bagi Rio sehingga menjadi masukan yang berharga yaitu masalah lingkungan.Deterjen yang digunakan untuk mencuci motor tentu berefek pada lingkungan.Belum lagi masalah saluran pembuangan air bekas cucian motor.Disini aspek lingkungan menjadi pertimbangan untuk mengembangkan bisnis cucian motor ini.Jangan sampai demi tercapainya keuntungan yang berlipat lingkungan menjadi rusak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-5684466909506987261?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/5684466909506987261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=5684466909506987261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/5684466909506987261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/5684466909506987261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/rio-mantofani.html' title='Rio Mantofani'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-4677630702122720561</id><published>2009-01-17T05:33:00.001-08:00</published><updated>2009-01-17T05:33:52.169-08:00</updated><title type='text'>PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HARI DHARMA SAMUDERA TAHUN 2009</title><content type='html'>PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HARI DHARMA SAMUDERA TAHUN 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera tahun 2009, Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) telah menyelenggarakan kegiatan Lomba Karya Tulis (LKT). LKT bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan Keluarga Besar TNI Angkatan Laut dan masyarakat umum. Lomba ini diikuti oleh 121 peserta, yang terdiri atas peserta dari kalangan anggota TNI AL beserta keluarga dan dari umum (mahasiswa/pelajar/umum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui proses penjurian dan penilaian dapat ditentukan 6 peserta terbaik dari TNI AL dan 6 peserta terbaik dari umum. Adapun peserta terbaik dari TNI AL, adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.         Mayor Laut (KH) Ir Muhammad Binsar, MM  NRP 11197/P,  pamen Diskumal  dengan karyanya “Paradigma Era Baru Abad Millenium Teknologi Cybernet dan Cyberwar, Force Net dgn Strategik C51SR pd SSAT”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000, 00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.        Mayor Laut (S) Yohanis Bassang, SE., M.Si NRP 11309/P, pamen Spamal dengan karyanya “Optimalisasi Pengamanan Selat Malaka Guna Mewujudkan Keamanan Di Asia Tenggara”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.         Mayor Laut (P) Teguh Prasetya NRP 12632/P, pamen Satfib Koarmabar dengan karyanya “Upaya Strategi Pertahanan Negara Dalam Menyikapi Sengketa Negeri Serumpun”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.         Mayor Laut (KH) Martinus DAW, SS,SH,MAP NRP 11795/P, pamen Puspenerbal dengan karyanya “Kampungku Bajo Di Atas Karang Laut”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.00,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.         Sertu Mar M Syafrudin NRP 70979, Ba Dispen Kormar dengan karyanya  “Upaya Pencegahan Kasus XXX Di Lingkungan TNI AL”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.         Kapten Laut (P) Pendi Silalahi NRP 12874/P, Pama Satban Koarmabar dengan karyanya “Membangun Sistem Pertahanan Keamanan Negara Di Bidang Maritim Dengan Image Building”, sebagai pemenang keenam (VI) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara peserta terbaik dari umum, adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.        Muhyin mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya,  dengan karyanya “Penerapan Moving Antena Berbasis Propagasi Sinyal Bagi Kapal Perikanan Guna Menjaga Kekayaan Laut Di Wilayah Perairan Indonesia”, sebagai pemenang pertama (I) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.         Amelya Gustina Jl Mr Asaat No 50 A Bukittinggi Sumbar, dengan karyanya “Pemberantasan IUU (Illegal, Unreported and Regulated) Fishing”, sebagai pemenang kedua (II) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.         Florence E S Silalahi dan Muh Iftahul Jannah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dengan karyanya “Konsep Pengawasan Pulau Terluar Melalui Teknologi Spasial Sebagai Solusi Masalah Kemaritiman Di Indonesia”, sebagai pemenang ketiga (III) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.         Pande Ayu Naya Kasih Permatananda mahasiswa Universitas Udayana Bali, dengan karyanya “Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Alam Laut Indonesia secara Komprehensif dalam Menunjang Pembangunan Nasional Berkelanjutan”, sebagai pemenang keempat (IV) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 700.000,00 (tujuh ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.         Rivanli Azis mahasiswa Universitas Andalas Padang dengan karyanya “Strategi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar Oleh Indonesia Sebagai Implementasi Negara Kepulauan”, sebagai pemenang kelima (V) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 600.000,00 (enam ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.         Anugerah Yuka Asmara mahasiswa Universitas Brawijaya Malang dengan karyanya “Model Two Flow Of Communication Dgn Feedback System, Strategi Meningkatkan Peran Aktif Masyarakat Guna Mendukung Tugas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Dlm Membangun Pertahanan Maritim Yg Tangguh Di Wil Negara Kesatuan Republik Indonesia”, sebagai pemenang keenam (VI) dan berhak atas hadiah tabanas sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) serta piagam penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penyerahan hadiah dan piagam bagi peserta terbaik I s/d III (anggota TNI AL dan umum) akan dilaksanakan pada Upacara Hari Dharma Samudera tgl. 15 Januari 2009. Sementara bagi peserta terbaik lainnya akan dikirim ke Kotama/Satker masing-masing. Peserta terbaik I s/d III hadir, militer pakaian PDU-I, peserta umum jas almamater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted @ Sunday, January 11, 2009 10:11 AM by dispenal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-4677630702122720561?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/4677630702122720561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=4677630702122720561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4677630702122720561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4677630702122720561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/pengumuman-pemenang-lomba-karya-tulis.html' title='PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH HARI DHARMA SAMUDERA TAHUN 2009'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-4435213266787768376</id><published>2009-01-12T19:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T19:35:41.318-08:00</updated><title type='text'>Email Dari Rasul</title><content type='html'>Email Dari Rasul&lt;br /&gt;Publikasi 13/05/2003 10:23 WIB&lt;br /&gt;eramuslim - Malam sudah cukup larut, namun mata ini masih tak bisa terpejam. Semua tugas-tugas kantor yang kubawa pulang sudah selesai, tak lupa kusediakan setengah jam sebelum pukul 23.00 untuk membalas beberapa email yang baru sempat terbaca malam ini. Nyaris saja kupilih menu ‘shut down’ setelah sebelumnya menutup semua jendela di layar komputer, tiba-tiba muncul alert yahoo masuknya email baru. “You have 1 new message(s)...”. Seperti biasanya, aku selalu tersenyum setiap kali alert itu muncul, karena sudah bisa diduga, email itu datang dari orang-orang, sahabat, saudara, kerabat, intinya, aku selalu senang menunggu kabar melalui email dari mereka. Tapi yang ini ... Ooopss ... ini pasti main-main ... disitu tertulis “From: Muhammad Rasul Allah”&lt;br /&gt;Walaupun sudah seringkali menerima junkmail atau beraneka spam, namun kali ini aku tidak menganggapnya sebagai email sampah atau orang sedang main-main denganku. Maklum, meski selama ini sering sekali teman-teman yang ‘ngerjain’, tapi kali ini, sekonyol-konyolnya teman-teman sudah pasti tidak ada yang berani mengatasnamakan Rasulullah Saw. Maka dengan hati-hati, kuraih mouse-ku dan ... klik ... &lt;br /&gt;“Salam sejahtera saudaraku, bagaimana khabar imanmu hari ini ... &lt;br /&gt;Kebaikan apa yang sudah kau perbuat hari ini, sebanyak apa perbuatan dosamu hari ini ...”&lt;br /&gt;Aku tersentak ... degub didada semakin keras, sedetik kemudian, ritmenya terus meningkat cepat. Kuhela nafas dalam-dalam untuk melegakan rongga dada yang serasa ditohok teramat keras hingga menyesakkan. Tiga pertanyaan awal dari “Rasulullah” itu membuatku menahan nafas sementara otakku berputar mencari dan memilih kata untuk siap-siap me-reply email tersebut. Barisan kalimat “Rasulullah” belum selesai, tapi rasanya terlalu berat untuk melanjutkannya. Antara takut dan penasaran bergelut hingga akhirnya kuputuskan untuk membacanya lagi.&lt;br /&gt;“Cinta seorang ummat kepada Rasulnya, harus tercermin dalam setiap perilakunya. Tidak memilih tempat, waktu dan keadaan. Karena aku, akan selalu mencintai ummatku, tak kenal lelah. Masihkah kau mencintaiku hari ini?”&lt;br /&gt;Air menetes membasahi pipiku, semakin kuteruskan membaca kalimat-kalimatnya, semakin deras air yang keluar dari sudut mataku. &lt;br /&gt;“Pengorbanan seorang ummat terhadap agamanya, jangan pernah berhenti sebelum Allah menghendaki untuk berhenti. Dan kau tahu, kehendak untuk berhenti memberikan pengorbanan itu, biasanya seiring dengan perintah yang diberikan-Nya kepada Izrail untuk menghentikan semua aktifitas manusia. Sampai detik ini, pernahkah kau berkorban untuk Allah?”. &lt;br /&gt;Kusorot ketengah halaman .... &lt;br /&gt;“Sebagai Ayah, aku contohkan kepada ummatku untuk menyayangi anak-anak mereka dengan penuh kasih. Kuajari juga bagaimana mencintai istri-istri tanpa sedikit melukai perasaannya, sehingga kudapati istri-istriku teramat mencintaiku atas nama Allah. Aku tidak pernah merasakan memiliki orangtua seperti kebanyakan ummatku, tapi kepada orang-orang yang lebih tua, aku sangat menghormati, kepada yang muda, aku mencintai mereka. Sudahkah hari ini kau mencium mesra dan membelai lembut anak-anakmu seperti yang kulakukan terhadap Fatimah? Masihkah panggilan sayang dan hangat menghiasi hari-harimu bersama istrimu? Sudahkah juga kau menjadi pemimpin yang baik untuk keluargamu, seperti aku mencontohkannya langsung terhadap keluargaku?.&lt;br /&gt;Satu hentakkan pagedown lagi ... &lt;br /&gt;“Aku telah memberi contoh bagaimana berkasih sayang kepada sesama mukmin, bersikap arif dan bijak namun tegas kepada manusia dari golongan lainnya, termasuk menghormati keberadaan makhluk lain dimuka bumi. Saudaraku ...”&lt;br /&gt;Cukup sudah. Aku tak lagi sanggup meneruskan rentetan kalimatnya hingga habis. Masih tersisa panjang isi email dari Rasulullah, namun baru yang sedikit ini saja, aku merasa tidak kuat. Aku tidak sanggup meneruskan semuanya karena sepertinya Rasulullah sangat tahu semua kesalahan dan kekuranganku, dan jika kulanjutkan hingga habis, yang pasti semuanya tentang aku, tentang semua kesalahan dan dosa-dosaku.&lt;br /&gt;Kuhela nafas panjang berkali-kali, tapi justru semain sesak. Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap, entah apa yang terjadi. Sudah tibakah waktuku? Padahal aku belum sempat me-reply email Rasulullah itu untuk memberitahukan kepada beliau bahwa aku tidak akan menjawab semua emailku dengan kata-kata. Karena aku yakin, Rasul lebih senang aku memperbaiki semua kesalahanku hari ini dan hari-hari sebelumnya, dari pada harus bermanis-manis mengumbar kata memikat hati, yang biasanya tak berketerusan dengan amal yang nyata. &lt;br /&gt;Pandanganku kini benar-benar gelap, pekat sampai tak ada lagi yang bisa terlihat. Hingga ... nit... nit... alarm jam tanganku berbunyi. 00.00 WIB. Ah, kulirik komputerku, kosong, kucari-cari email dari Rasulullah di inbox-ku. Tidak ada. Astaghfirullaah, mungkinkah Rasulullah manusia mulia itu mau mengirimi ummatnya yang belum benar-benar mencintainya ini sebuah email? Ternyata aku hanya bermimpi, mungkin mimpi yang berangkat dari kerinduanku akan bertemu Rasul Allah. Tapi aku merasa berdosa telah bermimpi seperti ini. Tinggal kini, kumohon ampunan kepada Allah atas kelancangan mimpiku. Wallahu ‘a’lam bishshowaab (Bayu Gautama)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-4435213266787768376?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/4435213266787768376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=4435213266787768376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4435213266787768376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4435213266787768376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/email-dari-rasul.html' title='Email Dari Rasul'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-6632767244336917953</id><published>2009-01-12T19:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T19:32:33.095-08:00</updated><title type='text'>Konvensi Iblis dan Setan</title><content type='html'>Konvensi Iblis dan Setan &lt;br /&gt;Dalam suatu konvensi iblis dan syaitan dikatakan: "Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid, kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur'an dan mencari kebenaran, bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalah-Nya Muhammad. Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah yang akan kita lakukan," kata iblis. "Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kami melakukannya?" tanya para hadirin yaitu iblis dan syaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka," jawab sang iblis "Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA, DAN BELANJA, SERTA BERHUTANG, BERHUTANG, DAN BERHUTANG".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong. Jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja. Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan. Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah. Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2 di dunia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan Rasul-Nya" "Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid. Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan. Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian , tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala. Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran. Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK, DAN SIBUK. Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah. Dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah)." "Pasti berhasil, pasti berhasil, rencana yang bagus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis dan syaitan kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas membuat muslim menjadi lebih sibuk, lebih kalang kabut, dan senang hura-hura. Dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah Sang Pencipta. Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan allah dan rasulnya. Sekarang pertanyaan saya adalah, apakah rencana iblis ini akan berhasil ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDALAH YANG MENENTUKAN..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-6632767244336917953?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/6632767244336917953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=6632767244336917953' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/6632767244336917953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/6632767244336917953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/konvensi-iblis-dan-setan.html' title='Konvensi Iblis dan Setan'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-8482063199476743563</id><published>2009-01-12T19:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T19:28:40.953-08:00</updated><title type='text'>Demokrasi adalah Syura</title><content type='html'>Ada yang Berpendapat bahwa Demokrasi adalah Syura.Yusuf Al-Qaradhawi belum merasa puas dengan ajakannya untuk mencintai ahli kitab dan non Muslim lainnya dengan seurannya untuk melakukan pendekatan dengan mereka.Bahkan dia banyak menghiasi otaknya dengan pemikiran orang-orang kafir yang membinasakannya,yang sengaja dibuat untuk menghancurkan Islam dan pemeluknya,diantaranya peikiran tersebut adalah “demokrasi”&lt;br /&gt;Demokrasi merupakan salah satu dari tipu muslihat orang-orang Yahudi dan Nashara serta meruapakan salah satu rekayasa dan makar mereka.Walaupun demikian,Yusuf Al-Qaradhawi ini memberikan nama bahwa itu (demokrasi) adalah siyasah syar’iyah dan juga salah satu bab yang luas dalam fikih Islam.Ia juga mengatakan bahwa demokrasi dan syura adalah dua sisi mata uang yang tak mungkin pisah.Inilah perkataannya.&lt;br /&gt;Demokrasi mencakup kebebasan-kebebasan dan metode-metode untuk meruntuhkan para penguasa yang tirani,demokrasi juga adalah siyasah syar’iyah uyang pembahasannya sangat luas dalam fikih Islam.Demokrasi dan Syura adalah dua sisi mata uang yang tidak mungkin pisah.(Harian Asy-Syarq edisi 2719,25 Agustus 1995M).&lt;br /&gt;Lihatlah para pembaca,bagaimana dia menghiasi kebatilan dan menyelubungi kebohongan dan kedustaan dengan baju Islam.Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedangkan dia diajak kepada agama Islam? [Surat Ash-Shaff:7]&lt;br /&gt;Untuk menjelaskan kebatilan ini saya (Ahmad bin Muhammad) katakan padanya:&lt;br /&gt;Pertama: Perkataanmu bahwa demokrasi adalah siyasah syar’iyah dan salah satu bab yang luas dalam fikih Islam,ini suatu masalah yang setanmu pun tidak bisa membantumu untuk bisa mendatangkan dalil dari Al Qur’an dan AsSunnah.Karena suatu perkara akan disebut sebagai suatu yang syar’I bila bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam .Sedangkan demokrasi itu tidak bersumber kepada keduanya.Bahkan demokrasi itu bersumber dan muncul dari negara kafir.&lt;br /&gt;Permasalahan demokrasi ini akan semakin jelas,jika mengetahui maknanya, kita tidak akan merujuk kepada Lisanul Arab dan juga (tidak) AshShihah untuk membahasnya.Namun kita akan melihat demokrasi ini kepada yang membuatnya,karena si empunya rumah lebih paham tentang  isi rumahnya.Demokrasi berasal dari bahasa Yunani dan tersusun dari 2 lafal.Lafal pertama adalah DEMO yang bermakna rakyat atau penduduk,sedangkan lafal kedua KRASI berasal dari kata KRATIA yang berarti aturan hukum atau kekuasaan.Dua kata Yunani itu jika digabung menjadi DEMOKRATIA yang berarti pemerintahan dari pihak rakyat.[As-Syuura Laa AdDEMOKRATIyyah,hal 34].&lt;br /&gt;Dari kamus milik para pemuja demokrasi,yaitu kamus Collins cetakan London 1979,disebutkan bahwa makna demokrasi adalah hukum dengan perantara rakyat atau yang mewakilinya.[lih.Ad DEMOKRATIyyah wa mauqifil Islami minha]&lt;br /&gt;Jadi ,demokrasi adalah hukum dari rakyat untuk rakyat sendiri.Hal ini sangat bertentangan dengan Al Qur’an karena didalam syariat Islam hukum hanya milik Allah dan rakyat tidak mempunyai hukum dan juga yang mewakilinya.Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;..Hukum itu hanyalah kepunyaan Allah.Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.[Surat Yusuf:40]&lt;br /&gt;Dan Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman kepada RasulNya:&lt;br /&gt;Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, ..[surat Al Maaidah:49]&lt;br /&gt;Allah telah menjelaskan dalam 2 ayat ini bahwa hukum itu tidak menjadi milik rakyat dan juga wakilnya di parlemen.Dan Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan RasulNya untuk memutuskan perkara diantara manusia dengan apa yang Allah turunkan berupa syariat.Maka ,bagaimana mungkin demokrasi disebut siyasah syar’iyah, padahal demokrasi pada dsarnya itu bertentangan dengan syariat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Qaradhawi:”Demokrasi dan Syura adalah 2 sisi mata uang yang tak mungkin pisah,”……ucapan ini adalah pengkaburan dan merupakan tipuan,karena diantara demokrasi dan syura ada perbedaan-perbdaan yang mendasar laksana langit dan bumi.Perhatikan perbedaan-perbedaan itu:&lt;br /&gt;Syura adalah aturan Ilahi,sedangkan demokrasi merupakan aturan orang-orang kafir.&lt;br /&gt;Syura dipandang sebagai bagian dari agama,sedangkan demokrasi adalah aturan tersendiri.&lt;br /&gt;Di dalam Syura ada orang-orang yang berakal,yaitu ahlul halli wal ‘aqdi (yang berhak bermusyawarah) dari kalangan ualama,ahli fiqih, dan orang-orang yang mempunyai kemampuan spesialisasidan pengetahuan.Merekalah yang mempunyai kapabilitas untuk menentukan hukum yang disodorkan kepada merka dengan hukum syariat Islam.Sedangkan aturan demokrasi meliputi orang-orang yang didalamnya seluruh rakyat,sampai yang bodoh dan pandir sekalipun.&lt;br /&gt;Dalam aturan demokrasi semua orang sama posisinya,misalnya orang alim dan bertakwa sama posisinya dengan seorang pelacur,orang shalih sama derajatnya dengan orang yang bejad,dll.Sedangkan dalam syura maka itu terjadi,akan tetapi semua diposisikan secara proporsional.Allah Subhanahu wa ta'ala berfriman:&lt;br /&gt;Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? [35] Mengapa kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan? [36] [Surat Al Qalam:35-36]&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.[Surat AsSajdah:18]&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman;yang telah disebutkan tadi adalah petunjuk singkat bahwa apa yang terkandung dalam demokrasi adalah kebatilan dan kekufuran serta kelacutan.Bila hakikat demokrasi telah jelas dan gamblang bagi kita,maka lebih mungkar lagi ketika kita mendengar seseorang berkata:&lt;br /&gt;”Sesungguhnya demokrasi itu berasal dari Islam atau dari syariat Islam” atau &lt;br /&gt;“bahwa syura dan demokrasi adalah dua sisi mata uang”, atau juga &lt;br /&gt;“bahwa Islam adalah aturan demokrasi atau demokrasi Islami” &lt;br /&gt;atau juga nama-nama lainnya seperti mencampuradukkan antara kalimat kebenaran yakni Islam, dengan kalimat batil yaitu Demokrasi.Hingga istilah demokrasi ini seolah-olah dari Islam karena seringnya didengar.&lt;br /&gt;Kami ingin menulis kata ganti dari “demokrasi dengan kata yang sinonim dengannya sesuai dengan standar dalam Islam, yaitu :HUKUM THAGHUT atau HUKUM JAHILIYAH.Dengan demikian maka ungkapan tadi menjadi begini:&lt;br /&gt;”Hukum thaghut atau hukum jahiliiyah dari Islam” , atau &lt;br /&gt;“Islam adalah aturan thaghut atau jahiliyyah”, ataupun &lt;br /&gt;“Jahiliyah Islam”, atau juga &lt;br /&gt;“Hukum thaghut/jahiliyyah dari Syariat Islam”.&lt;br /&gt;Maka apakah mungkin seorang muslim menerima ucapan-ucapan ini??? Atau apakah mungkin ini ucapan seperti ini keluar dari seorang lelaki yang paham dan berakal terhadap apa yang dikatakannya? Jawabannya TENTU TIDAK!!.[lih. Haqiqat Ad Demokratiyyah :Muhammad Syakir Syarif ,dengan tambahan]&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman; setelah mengetahui hakikat demokrasi dan betapa jauhnya dari Islam,maka tidak aneh lagi kalau Yusuf Al Qaradhawi mengaitkannya dengan syura yang Islam.Sesungguhnya dia dan kelompoknnya menjadikan Islam hanya sekadar baju untuk melidungi setiap pemikiran dan tujuannya yang batil.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul asli  : Raf’ul Litsaam ‘an Mukhaalafatil Qaradhaawi Li Syariatil Islam &lt;br /&gt;Penulis  : Ahmad bin Muhammad bin Manshur Al ‘Udaini Al Yamani &lt;br /&gt;Edisi Indonesia  : MEMBONGKAR KEDOK AL-QARADHAWI&lt;br /&gt;     Bukti-bukti Penyimpangan Yusuf Al Qaradhawi dari Syariat Islam&lt;br /&gt;Penerjemah  : Abu Muqbil Ahmad Yuswaji,Lc &amp; Ibnu Rokhy,Lc&lt;br /&gt;Penyunting  : Tim Kerja Masyarakat Belajar Depok&lt;br /&gt;Muraja’ah  : Ustadz Ja’far Shalih&lt;br /&gt;Penerbit   : Masyarakat Belajar Depok &lt;br /&gt;Cetakan  : 1Rabi’ul akhir 1424H/Juni 2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-8482063199476743563?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/8482063199476743563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=8482063199476743563' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/8482063199476743563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/8482063199476743563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/demokrasi-adalah-syura.html' title='Demokrasi adalah Syura'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-7127203914398757249</id><published>2009-01-12T19:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T19:26:15.384-08:00</updated><title type='text'>Umar Bin Khattab bertemu Uskup Sophronius</title><content type='html'>Umar Bin Khattab bertemu Uskup Sophronius &lt;br /&gt;Berita kedatangan bala bantuan kepada pasukan Muslim yang tengah mengepung kota membuat pasukan dan warga Kristen dan Yahudi yang berdiam di dalam kota menjadi ciut. Mengingat kedudukan Yerusalem sebagai kota suci, sebenarnya pasukan Muslim enggan menumpahkan darah di kota itu. Sementara kaum Kristen yang mempertahankan kota itu juga sadar mereka tidak akan mampu menahan kekuatan pasukan Muslim. Menyadari memperpanjang perlawanan hanya akan menambah penderitaan yang sia-sia bagi penduduk Yerusalem, maka Patriarch Yerusalem, Uskup Agung Sophronius mengajukan perjanjian damai. Permintaan itu disambut baik Panglima Amru bin Ash, sehingga Yerusalem direbut dengan damai tanpa pertumpahan darah setetespun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian, Uskup Agung Sophronius menyatakan kota suci itu hanya akan diserahkan ke tangan seorang tokoh yang terbaik di antara kaum Muslimin, yakni Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu. Sophronius menghendaki agar Amirul Mukminin tersebut datang ke Yerusalem secara pribadi untuk menerima penyerahan kunci kota suci tersebuit. Biasanya, hal ini akan segera ditolak oleh pasukan yang menang. Namun tidak demikian yang dilakukan oleh pasukan Muslim. Bisa jadi, warga Kristen masih trauma dengan dengan peristiwa direbutnya kota Yerusalem oleh tentara Persia dua dasawarsa sebelumnya di mana pasukan Persia itu melakukan perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan juga penajisan tempat-tempat suci. Walau orang-orang Kristen telah mendengar bahwa perilaku pasukan kaum Muslimin ini sungguh-sungguh berbeda, namun kecemasan akan kejadian dua dasawarsa dahulu masih membekas dengan kuat. Sebab itu mereka ingin jaminan yang lebih kuat dari Amirul Mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Abu Ubaidah memahami psikologis penduduk Yerusalem tersebut. Ia segera meneruskan permintaan tersebut kepada Khalifah Umar r.a. yang berada di Madinah. Khalifah Umar segera menggelar rapat Majelis Syuro untuk mendapatkan nasehatnya. Utsman bin Affan menyatakan bahwa Khalifah tidak perlu memenuhi permintaan itu karena pasukan Romawi Timur yang sudah kalah itu tentu akhirnya juga akan menyerahkan diri. Namun Ali bin Abi Thalib berpandangan lain. Menurut Ali, Yerusalem adalah kota yang sama sucinya bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi, dan sehubungan dengan itu, maka akan sangat baik bila penyerahan kota itu diterima sendiri oleh Amirul Mukminin. Kota suci itu adalah kiblat pertama kaum Muslimin, tempat persinggahan perjalanan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Salam pada malam hari ketika beliau ber-isra' dan dari kota itu pula Rasulullah ber-mi'raj. Kota itu menyaksikan hadirnya para anbiya, seperti Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa. Umar akhirnya menerima pandangan Ali dan segera berangkat ke Yerusalem. Sebelum berangkat, Umar menugaskan Ali untuk menjalankan fungsi dan tugasnya di Madinah selama dirinya tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepergian Khalifah Umar hanya ditemani seorang pelayan dan seekor unta yang ditungganginya bergantian. Ketika mendekati Desa Jabiah di mana panglima dan para komandan pasukan Muslim telah menantikannya, kebetulan tiba giliran pelayan untuk menunggang unta tersebut. Pelayan itu menolak dan memohon agar khalifah mau menunggang hewan tersebut. Tapi Umar menolak dan mengatakan bahwa saat itu adalah giliran Umar yang harus berjalan kaki. Begitu sampai di Jabiah, masyarakat menyaksikan suatu pemandangan yang amat ganjilyang belum pernah terjadi, ada pelayan duduk di atas unta sedangkan tuannya berjalan kaki menuntun hewan tunggangannya itu dengan mengenakan pakaian dari bahan kasar yang sangat sederhana. Lusuh dan berdebu, karena telah menempuh perjalanan yang amat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jabiah, Abu Ubaidah menemui Khalifah Umar. Abu Ubaidah sangat bersahaya, mengenakan pakaian dari bahan yang kasar. Khalifah Umar amat suka bertemu dengannya. Namun ketika bertemu dengan Yazid bin Abu Sofyan, Khalid bin Walid, dan para panglima lainnya yang berpakaian dari bahan yang halus dan bagus, Umar tampak kurang senang karena kemewahan amat mudah menggelincirkan orang ke dalam kecintaan pada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Umar, Abu Ubaidah melaporkan kondisi Suriah yang telah dibebaskannya itu dari tangan Romawi Timur. Setelah itu, Umar menerima seorang utusan kaum Kristen dari Yerusalem. Di tempat itulah Perjanjian Aelia (istilah lain Yerusalem) dirumuskan dan akhirnya setelah mencapai kata sepakat ditandatangani. Berdasarkan perjanjian Aelia itulah Khalifah Umar r.a. menjamin keamanan nyawa dan harta benda segenap penduduk Yerusalem, juga keselamatan gereja, dan tempat-tempat suci lainnya. Penduduk Yerusalem juga diwajibkan membayar jizyah bagi yang non-Muslim. Barang siapa yang tidak setuju, dipersilakan meninggalkan kota dengan membawa harta-benda mereka dengan damai. Dalam perjanjian itu ada butir yang merupakan pesanan khusus dari pemimpin Kristen yang berisi dilarangnya kaum Yahudi berada di Yerusalem. Ketentuan khusus ini berangsur-angsur dihapuskan begitu Yerusalem berubah dari kota Kristen jadi kota Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian Aeliasecara garis besar berbunyi: "Inilah perdamaian yang diberikan oleh hamba Allah 'Umar, Amirul Mukminin, kepada rakyat Aelia: dia menjamin keamanan diri, harta benda, gereja-gereja, salib-salib mereka, yang sakit maupun yang sehat, dan semua aliran agama mereka. Tidak boleh mengganggu gereja mereka baik membongkarnya, mengurangi, maupun menghilangkannya sama sekali, demikian pula tidak boleh memaksa mereka meninggalkan agama mereka, dan tidak boleh mengganggu mereka. Dan tidak boleh bagi penduduk Aelia untuk memberi tempat tinggal kepada orang Yahudi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Umar melanjutkan perjalanannya ke Yerusalem. Lagi-lagi ia berjalan seperti layaknya seorang musafir biasa. Tidak ada pengawal. Ia menunggang seekor kuda yang biasa, dan menolak menukarnya dengan tunggangan yang lebih pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pintu gerbang kota Yerusalem, Khalifah Umar disambut Patriarch Yerusalem, Uskup Agung Sophronius, yang didampingi oleh pembesar gereja, pemuka kota, dan para komandan pasukan Muslim. Para penyambut tamu agung itu berpakaian berkilau-kilauan, sedang Umar hanya mengenakan pakaian dari bahan yang kasar dan murah. Sebelumnya, seorang sahabat telah menyarankannya untuk mengganti dengan pakaian yang pantas, namun Umar berkata bahwa dirinya mendapatkan kekuatan dan statusnya berkat iman Islam, bukan dari pakaian yang dikenakannya. Saat Sophronius melihat kesederhanaan Umar, dia menjadi malu dan mengatakan, "Sesungguhnya Islam mengungguli agama-agama manapun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan The Holy Sepulchure (Gereja Makam Suci Yesus), Uskup Sophronius menyerahkan kunci kota Yerusalem kepada Khalifa Umar r.a. Setelah itu Umar menyatakan ingin diantar ke suatu tempat untuk menunaikan shalat. Oleh Sophronius, Umar diantar ke dalam gereja tersebut. Umar menolak kehormatan itu sembari mengatakan bahwa dirinya takut hal itu akan menjadi preseden bagi kaum Muslimin generasi berikutnya untuk mengubah gereja-gereja menjadi masjid. Umar lalu dibawa ke tempat di mana Nabi Daud Alaihissalam konon dipercaya shalat dan Umar pun shalat di sana dan diikuti oleh umat Muslim. Ketika orang-orang Romawi Bizantium menyaksikan hal tersebut, mereka dengan kagum berkata, kaum yang begitu taat kepada Tuhan memang sudah sepantasnya ditakdirkan untuk berkuasa. "Saya tidak pernah menyesali menyerahkan kota suci ini, karena saya telah menyerahkannya kepada ummat yang lebih baik ...," ujar Sophronius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar tinggal beberapa hari di Yerusalem. Ia berkesempatan memberi petunjuk dalam menyusun administrasi pemerintahan dan yang lainnya. Umar juga mendirikan sebuah masjid pada suatu bukit di kota suci itu. Masjid ini sekarang disebut sebagai Masjid Umar. Pada upacara pembangunan masjid itu, Bilal r.a. - bekas budak berkulit hitam yang sangat dihormati Khalifah Umar melebihi dirinya - diminta mengumandangkan adzan pertama di bakal tempat masjid yang akan didirikan, sebagaimana adzan yang biasa dilakukannya ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Rasulullah saw wafat, Bilal memang tidak mau lagi mengumandangkan adzan. Atas permintaan Umar, Bilal pun melantunkan adzan untuk menandai dimulainya pembangunan Masjid Umar. Saat Bilal mengumandangkan adzan dengan suara yang mendayu-dayu, Umar dan kaum Muslimin meneteskan air mata, teringat saat-saat di mana Rasulullah masih bersama mereka. Ketika suara adzan menyapu bukit dan lembah di Yerusalem, penduduk terpana dan menyadari bahwa suatu era baru telah menyingsing di kota suci tersebut.[]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Knights Templar Knights of Christ, yang ditulis Rizki Ridyasmara, diterbitkan oleh Pustaka Kautsar, 2006.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-7127203914398757249?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/7127203914398757249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=7127203914398757249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7127203914398757249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7127203914398757249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/umar-bin-khattab-bertemu-uskup.html' title='Umar Bin Khattab bertemu Uskup Sophronius'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-8377598991645106027</id><published>2009-01-12T19:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T19:25:32.513-08:00</updated><title type='text'>Yang Tidak Diungkap The Da Vinci Code</title><content type='html'>Yang Tidak Diungkap The Da Vinci Code &lt;br /&gt;Ini adalah prolog yang ditulis Rizki Ridyasmara, dalam bukunya Knights Templar Knights Of Christ, yang diterbitkan oleh Pustaka Kautsar tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISTERI. Mungkin hanya ini, satu kata, yang dapat menggambarkan apa yang telah dipaparkan Dan Brown dalam novel setebal lebih dari 600 halaman bernama The Da Vinci Code. Walau banyak kalangan menyebut buku buku kedua dalam trilogy-thriller Brown ini (Angel &amp; Demon, The Davinci Code, dan Solomon Key) mengungkap peranan Biarawan Sion, namun ada bentangan-bentangan besar yang jelas yang dipaparkan secara amat rapi oleh penulis dari Exeter, New Hamsphire, AS, ini kepada pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai sebuah sapu lidi yang begitu liat dan kuat justru karena terdiri dari banyak unsur, demikian pula The Davinci Code.Ramuan unsur dan fakta sejarah ilmiah yang begitu hebat telah diracik oleh seorang Brown sehingga menuai pujian di banyak tempat dan kecaman pedas di tempat lainnya. Sejarah dan kehidupan memang selalu berjalan dialektis, ada hitam, ada putih, rendah dan tinggi, hingga akhir zaman. Demikian pula dengan wajah Sang Monalisa karya Leonardo Da Vinci, yang menyatukan sisi feminis dan maskulinnya dari sisi-sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur seperti apakah yang menyusun novel kontroversial namun mencerahkan itu sehingga sungguh-sungguh menjadi karya yang kuat, sampai Gereja Katolik harus menghadapinya dengan serius dan mengerahkan penulis-penulis terbaiknya? Di bawah inilah sejumlah paparan Dan Brown yang di nilai telah “menyengat dan mengguncangkan kepercayaan dalam tradisi Kristen yang telah berusia 2000 tahun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarawan Sion (Priory of the Sion). Ini adalah organisasi bawah tanah yang paling misterius di dunia yang bersumber dari satu kelompok persaudaraan para petinggi Yahudi yang menyembah dewa-dewi dan iblis, yang mengejawantah dalam bentuk kepercayaan paganisme Mesir kuno bernama Kabbalah. Dari dirinya kemudian lahir The Knight Templar yang juga penuh diselimuti kabut misteri. Lalu dari Ksatria Templar yang melegenda dalam Perang Salib, lahir pula berbagai organisasi bawah tanah yang juga misterius bernama Freemason, Rosicrusian, dan sebagainya. Keberadaan Biarawan Sion tidaklah bena-benar akan bisa mengguncang keimanan seorang Kristen jika tidak dikaitkan dengan misi utamanya dalam menjaga The Holy Grail, cawan suci yang diyakini pernah menampung darah Yesus Kristus ketika disalib, yang oleh Brown-berdasarkan riset yang panjang dan serius merupakan simbolisasi dari diri seorang Maria Magdalena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria Magdalena, oleh tradisi Kristen selama ini dikenal sebagai perempuan murahan, pelacur, namun oleh Brown dianggap sebagai Sang Putri terpilih, istri dari Yesus, yang di dalam rahimnya mewarisi The Holy Blood,darah keturunan suci suaminya yang tak lain adalah Yesus Kristus. Brown meyakini, lewat Maria Magdalena inilah Yesus sesungguhnya mempunyai anak keturunan yang garisnya masih ada hingga sekarang, yang dikenal sebagai Dinasti Merovingian yang pernah hidup di Perancis Selatan. Di daerah ini hingga sekarang memang dikenal sebagai daerah yang tidak terlalu tunduk pada Vatikan, namun memiliki ritus-ritus yang begitu kental memuja Maria Magdalena. Perang Salib Albigensian, perang suci yang dilancarkan Vatikan untuk membasmi umat Kristen Kathari juga berlangsung disini dan lukanya masih dirasakan penduduk asli disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brown percaya, tugas utama Biarawan Sion adalah menjaga garis darah keturunan Yesus, hingga mengantarkannya kembali bertahta sebagai Raja Pendeta yang berkuasa di Yerusalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis ini terang menyengat kalangan Kristen karena dalam tradisi kekristenan yang telah dipelihara dari generasi ke generasi, dogma pokok dan paling inti adalah kepercayaan tentang kebangkitan Yesus (resurrection). Menurut dogma ini setelah mati di tiang salib dan bangkit dari makamnya menuju langit, Yesus akan bangkit kembali (The Second Coming) pada hari ketiga untuk menebus dosa umat manusia. Dalam Bible Perjanjian Baru disebutkan, bahwa saksi pertama kebangkitan Yesus - yang menyaksikan kubur Yesus kosong - adalah seorang wanita bernama Maria Magdalena. Jika dasar kepercayaan ini dibongkar, maka dengan sendirinya runtuhlah agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul Young, dalam Christianity, menulis, bahwa tanpa ‘resurrection’, maka tidak ada ‘kekristenan’. Ibarat poongan-potongan gambar (puzzle), maka jika resurrection dibuang, puzzle itu tidak akan pernah membentuk apa yang disebut sebagai Christianity. “We can not remove a portion of the Christian jigsaw labelled ‘resurrection’ and leave anything which is recognizable as Christian faith. Subtract the resurrection and you destroy the entire picture.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dogma inti inilah yang dianggap kalangan Kristen dicoba dihancurkan oleh The Da Vinci Code. Betapa tidak, dalam novel ini, digambarkan bahwa sebelum disalib, Yesus sebenarnya sempat mengawini Maria Magdalena dan mewariskan Gerejanya kepada Maria Magdalena, bukan kepada Saint Peter yang selama ini dipercaya dalam dogma Kristiani sebagai pewaris Yesus dan kemudian mendirikan Gereja Katolik di Roma (bukan di Yerusalem tempat kelahiran Yesus). Bahkan, dari hasil perkawinannya tersebut, Yesus punya keturunan yang takut dikejar-kejar murid-murid Yesus dan penguasa Romawi lainnya maka ia bersama ibundanya melarikan diri ke Perancis dan mendirikan sebuah gereja. Gereja ini masih berdiri hingga sekarang dan berada di Rennes-le-Chateau, di kaki gunung Pyrennes, selatan Perancis. Rahasia ini masih tetap dipegang dan disimpan dengan sangat ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ratusan tahun itu pula, Gereja Katolik berusaha memburu para penganut Gereja Maria Magdalena dan membantai anak keturunan Yesus yang dikhawatirkan mengancam hegemoni dan kekuasaan Gereja Katolik dan gereja-gereja Kristen lainnya yang mengakui Yesus sebagai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, The Da Vinci Code secara meyakinkan juga berhasil membangun pencitra-burukan Tahta Suci Vatikan lewat paparan yang lugas bahwa Vatikan - Paus Paulus II - selama ini telah mendukung aktivitas Opus Dei, sebuah kelompok Katolik yang dikatakan Brown tidak segan-segan melakukan pembunuhan dengan kejam dalam menjalankan misinya. Anggota Opus Dei juga sering menyakiti dirinya sendiri dengan melilitkan kawat berduri di pangkal pahanya (cilice) guna menambah keimanan mereka kepada Yesus. Selain itu ada pula ritual-ritual khusus dengan menyiksa bagian-bagian tubuh. Menurut keyakinan Opus Dei, dengan merasakan sakit, diharapkan anggota Opus Dei akan bisa merasakan penderitaan Yesus dalam menebus dosa manusia. Itu yang dinyatakan Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta yang lain menurut Brown adalah: Opus Dei baru-baru ini membangun markasnya senilai 243 USD di New York. Melalui Opus Dei inilah Gereja Katolik berusaha merebut bukti-bukti sejarah tentang ‘Gereja Maria Magdalena’. Tak tanggung-tanggung, Brown menyodorkan kepada pembaca paparan ini yang diperkuat dengan Gnostic Bible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Gospel of Philip ,misalnya, juga tertulis: “And the companion of the Saviour is Mary Magdalene. Christ loved her more than all the disciples and used to kiss her often on her mouth. The rest of the disciples were offended by it and expressed disapproval. They said to him, “Why do you love her more than all of us?” (Yesus mempunyai pasangan bernama Maria Magdalena dan biasa mencium Magdalena di bibirnya. Yesus mencintai Magdalena lebih dari pengikutnya yang lain, sehingga menyulut rasa iri hati. Mereka bertanya, “Mengapa engkau mencintai perempuan itu lebih dari kami?’) Kedengkian MURID-MURID Yesus inilah yang pada akhirnya memicu pelarian Maria Magdalena dari Yerusalem ke Perancis dengan bantuan orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Aramaic, istilah “companion” menurut Dan Brown lewat penuturan Sir Leigh Teabing (salah seorang pelakon dalam The Da Vinci Code), bisa diartikan sebagai “ pasangan “. Sophie Neveu (salah satu pelakon novel ini) yang membaca bagian-bagian berikutnya dari Bible Philip (Filipus) itu menemukan fakta betapa romantisnya hubungan Yesus dengan isterinya tersebut. Ia lalu mengingat masa silamnya, ketika para Pendeta Perancis mendesak pemerintahnya untuk melarang peredaran film The Last Temptation of Christ; sebuah film garapan Martin Scorsese yang menggambarkan Yesus pernah mengadakan hubungan suami-isteri dengan seorang perempuan bernama Maria Magdalena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh para penentangnya, Bible Philip (Filipus Gospel) disebutkan tidak ditulis dalam bahasa Aramaic melainkan dalam bahasa Coptic. Dan istilah “companion” bukanlah “pasangan” melainkan teman. Katakanlah memang berarti ‘teman’, bukan ‘pasangan’, maka ayat di atas itu akan berbunyi : “Yesus mempunyai teman bernama Maria Magdalena dan biasa mencium Magdalena di bibirnya. Yesus mencintai Magdalena lebih dari pengikutnya yang lain, sehingga menyulut rasa iri hati. Mereka bertanya, ”Mengapa Engkau lebih mencintai perempuan itu lebih dari kami ?”. Sangat jelas, Maria Magdalena bukanlah teman biasa, melainkan pasangan, karena Yesus amat condong padanya melebihi perasaan kepada murid-muridnya. Dalam hal ini, istilah ‘teman’ atau ‘pasangan’ tidak bergeser dari arti sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah kekristenan, Maria Magdalena memang pernah disebutkan secara negatif sebagai sosok perempuan murahan, pelacur, yang biasa mengeringkan kaki Kristus menggunakan rambutnya yang tergerai panjang. Pandangan ini sesungguhnya berawal dari tahun 591 M tatkala Paus Gregory the Great dalam salah satu khotbahnya menyatakan bahwa si pendosa yang disebut dalam Injil Lukas sebenarnya menunjuk pada sosok Maria Magdalena. Padahal hal tersebut sama sekali tidak tertulis dalam Injil versi mana pun, semata-mata berdasar pada tuduhan Paus Gregory di atas. Pada 1969, Tahta Suci Vatikan secara resmi mengakui kesalahan Gregory ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam film dokumenter yang mengupas karya-karya Leonardo Da Vinci dan novel Dan Brown tersebut, yang secara garis besar mendukung premis status quo Vatikan, disebutkan bahwa nama Maria Magdalena hanya disebut sebanyak 12 kali dalam Injil Perjanjian Baru. Keberadaannya walaupun jarang, namun sangat penting. Dia satu-satunya wanita dalam Injil yang diidentikan dengan suatu tempat (Kota Magdalena), daripada sebagai seorang istri, saudari, atau ibu. Tampaknya dia seorang yang mandiri juga secara ekonomi. Tapi lebih dari itu, dia berada disisi Kristus pada masa-masa terpenting dalam hidupnya. Dia menyaksikan kematian Kristus dari kaki salib dan dia yang pertama mengetahui kebangkitannya dari makam. Kristus yang telah menampakkan diri pertama pada Maria Magdalena dan dialah yang memberi tahu kejadian luar biasa itu pada para rasul yang sulit percaya. Banyak sumber sejarah yang tak bisa dibantah menyebutkan tentang perkawinan antara Maria Magdalena dan Kristus. Contoh kuat adalah kalimat dari kitab Filipi (Bible Philip), yang diterjemahkan sebagai berikut...”Dan teman Sang juru Selamat adalah Maria Magdalena. Kristus mencintai lebih daripada seluruh muridnya, dan Yesus sering mencium di mulut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi ayat dalam Injil Filipus dan penafsiran dari padanya yang menyatakan bahwa Maria Magdalena adalah lebih dari sekadar teman akrab dari Yesus, dianggap oleh Profesor Mario Moeraghi, Docente Politekniko di Milano-Italy, sebagai hal yang harus dilihat dari konteks zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang tertulis sebenarnya tidak terlalu jelas, karena bagian dari kalimat itu tidak menjelaskan maksud apapun, terutama bagian mencium di ‘mulut’. Istilah ini tidak jelas; orang membicarakan soal ciuman, dan sisa kalimatnya telah membuat orang menduga bahwa ciuman itu di mulut, jadi kita harus memikirkan realitas kalimat itu sendiri. Menurut saya... kita bisa lebih jauh lagi. Walaupun kita menyimpulkan bahwa ciuman itu di mulut, kita harus ingat, hal ini terjadi dalam kedaan masa, tempat, dan kebudayaan yang berbeda dari kita sekarang, dimana ciuman mungkin berarti lain. Beberapa kebudayaan menganggap ciuman di mulut sebagai sarana komunikasi spiritual, komunikasi gagasan, dan persetujuan gagasan - dan ciuman juga dilakukan tanpa mengakibatkan skandal tertentu,” papar Mario Moiraghi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi Mario Moiraghi benar bahwa segala sesuau itu harus dilihat dari konteks zaman dan tempatnya, harus dilihat dari kultur masyarakat setempat, namun yang harus pula dicermati, ‘ciuman-ciuman di mulut lainnya’ seperti yang konon telah dilakukan Yudas Iskariot kepada Yesus. Sikap Yesus di ayat-ayat Injil Gnostik lainnya juga terlihat sangat berbeda dan sangat intim terhadap murid-muridnya, sehingga membuat para murid itu iri hati. Jelas, ini bukan ciuman yang biasa dan menunjukkan suatu hubungan dan kedekatan yang istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparan lain yang diajukan Brown adalah tentang diskursus gender, yang saat ini diyakini oleh dogma Kristen bahwasannya Yesus hanya mewarisi gerejanya kepada lelaki. Namun oleh Bbrown dikatakan bahwa Yesus telah mewarisi gerejanya kepada perempuan, Maria Magdalena. Ini tentu saja sangat menarik. Sebab, hingga kini, Gereja Katolik tetap tidak mengizinkan perempuan menjadi pejabat tinggi di Vatikan. Begitu juga dengan doktrin “larangan menikah bagi Pastor’ (celibacy), masih tetap dipertahankan, meski mulai sekarang masih banyak tokoh Katolik yang menggugat larangan ini. Prof. Hans Kung, misalnya, menyebut doktrin celibacy bertentangan dengan Injil (Matius, 19:12,1 Timotius, 3:2). Doktrin ini, katanya, juga menjadi salah satu sumber penyelewengan seksual dikalangan pastor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dipaparkan dalam The Da Vinci Code sesungguhnya sudah lama menjadi bahan perdebatan ilmiah di banyak kelompok Kristen maupun kelompok pengamat keagamaan. Dalam soal Trinitas saja yang mendogmakan bahwa Yesus itu sekaligus juga Tuhan, dunia Kristen sampai detik ini masih saja kesulitan untuk menjelaskan dengan logis dan masuk akal. Jika benar Yesus telah disalib), Yesus berteriak-teriak ketakutan, “Eli, Eli, lama sabahktani!” (“Bapa, bapa mengapa kau tinggalkan aku?!”). Mengapa Yesus memanggil-manggil Tuhan jika dirinya sendiri merupakan Tuhan? Apakah “Tuhan” Yesus tidak berkuasa menghentikan penyiksaan yang dilakukan orang Romawi terhadap dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal kekristenan, hal ini telah mengemuka dan menjadi perdebatan panas hingga umat Kristen awal terbelah menjadi dua keyakinan besar: Unitarian (ketauhidan) yang mengakui Yesus hanyalah seorang nabi utusan Tuhan, dan Trinitarian yang mengakui bahwa wujud Tuhan dan Roh Kudus sepenuhnya mengejawantah alam diri Yesus. Dalam Konsili Nicea 325 M, seluruh pengikut Unitarian dibabat habis oleh kaum Trinitarian. Kota Nicea kuno sekarang ini berubah menjadi Kota Iznik yang terletak di wilayah Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Da Vinci Code jelas telah menohok dalam-dalam ke jantung kekristenan. Brown telah menyerang langsung ke pusat susunan syaraf kekristenan. Brown telah menggencet aliran darah inti dari Kekristenan. Ia mengobrak-abrik dogma inti yang telah dipelihara sejak lebih dari 2.000 tahun silam, walau setting kisahnya terjadi di abad ke-21. Brown memang jenial. Siapa pun akan memgakui, baik yang setuju dengan pandangannya seperti yang tertuang dalam The Da Vinci Code, maupun penentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pun, Brown telah menyumbangkan sebentuk alternatif pemikiran yang segar ke tengah masyarakat dunia, setelah berabad lamanya kita dicekoki dengan pandangan-pandangan seragam yang tidak boleh dikritisi dengan dalih kesucian iman. Hanya saja, yang dilakukan The Da Vinci Code sebatas membongkar dogma kekristenan an-sich. Belum ‘turun’ ketingkat praksis. Dalam hal ini The Holy Blood and the Holy Grail telah sedikit lebih maju dari The Da Vinci Code, karena The Holy Blood and The Holy Grail dalam salah satu bagiannya telah memuat ”Kesimpulan dan Tanda Tanda masa depan” yang antara lain tertulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Biarawan Sion untuk memperlihatkan kartunya.... Masyarakat kita telah bosan dengan materalisme dan mengalami kelaparan spiritual. Sekarang mereka tengah mengais kepuasan di tempat lain yang mampu memberikan ketenangan jiwa. Atmosfer seperti itu sangat kondusif bagi Biarawan Sion intuk berkembang. Hal itu menempatkan Sion dalam posisi yang mampu menawarkan sebuah pilihan akan sistem sosial dan politik yang ada... Ada banyak pemeluk agma Kristen yang tidak ragu-ragu menafsirkan Apocalypse sebagai bencana nuklir. Lantas, bagaimana mereka akan menafsirkan keturunan Yesus? Sebagian umat Kristiani menganggap’ keturunan Yesus’ sebagai Second Coming.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini, Knight Templar, Knight of Christ, sesungguhnya satu ruh juga denngan The Holy Blood and The Holy Grail dan The Da Vinci Code. Saya meyakini, paparan sejarah yang dikemukakan oleh kaum The Free Tinkers dan para kritisi sejarah kekristenan lebih bisa dipercaya ketimbang Injil yang sekarang beredar ditengah umat manusia. Mengapa ? Karena sejarah resmi masa kini merupakan cerita yang telah mendapat ‘segel resmi’, telah disetujui oleh pihak yang berkuasa, walau belum tentu yang paling benar. Injil yang resmi beredar sekarang ini sudah melalui seleksi yang kasar dan dan diikuti pembunuhan dan pengusiran yang dilakukan Kaisar Romawi, The Great Constantine, yang didukung penganut Trinitas. Sebuah Injil yang pro status-quo, lebih memihak kepada tahta dan kekuasaan ketimbang kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak pertanyaan yang ingin dikupas. Adakah Biarawan Sion masih ada hingga sekarang (seperti yang ditegaskan The Holy Blood and The Holy Grail dan sejumlah peneliti lainnya), dan tetap bermain di belakang layar rezim-rezim penguasa dunia, pengusaha-pengusaha tingkat tinggi, jendral-jendral berpengaruh, dan juga seniman-seniman, serta artis papan atas. Mereka - dengan nama yang bisa saja berganti-ganti - tetap bekerja hingga cita-cita satu pemerintahan dunia di bawah kepemimpinan Amerika (Pax-America) tercipta sebagai pra-kondisi hadirnya Raja-Pendeta untuk berkuasa kembali mendirikan kerajaannya di dunia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kelihatan klise dan beraroma konspirasi, namun segala hal, segala kejadian, yang sungguh terjadi di dunia ini dalam dasawarsa terakhir ternyata memang membenarkan tesis tersebut. Kita boleh dan sah saja untuk mengatakan tidak yakin terhadap hal ini, tetapi mari kita tengok kejadian demi kejadian yang ada dan kemana arah dari semua kejadian itu bermuara? Adakah muara itu bertemu dengan apa yang telah jauh-jauh hari ditetapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala di dalam Alquran? Atau, segalanya tetap akan menjadi misteri hingga suatu hari batu-batu berbicara dan memberitahukan dimana si Zionis-Yahudi dan Zionis lainnya bersembunyi untuk kita habisi bersama-sama?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-8377598991645106027?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/8377598991645106027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=8377598991645106027' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/8377598991645106027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/8377598991645106027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/yang-tidak-diungkap-da-vinci-code.html' title='Yang Tidak Diungkap The Da Vinci Code'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-5429583160345741844</id><published>2009-01-12T19:17:00.001-08:00</published><updated>2009-01-12T19:20:58.503-08:00</updated><title type='text'>BOB SADINO</title><content type='html'>Bob Sadino Pukau Mahasiswa Unand&lt;br /&gt;“Mau Merdeka atau Tergantung Orang Lain”&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis&lt;br /&gt;(Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan)&lt;br /&gt;Jum’at (8 Januari 2009) sore pukul 14.00,ribuan mahasiswa Unand menyesaki Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand di Limau Manih.Ada apa gerangan?Mereka mendengar stadium general kewirausahaan yang dipaparkan oleh Om Bob.Pengusaha sukses Indonesia Bob Sadino itu langsung akrab dengan komunikasinya yang simple dan segar.Ketika paparan Om Bob selesai,mahasiswa seakan berebut ingin bertanya.Lina,mahasiswi Ekonomi Unand berlari mengejar mikrofon.Lina bertanya kiat sukses menjadi Pengusaha.Secara spontan ia memberanikan diri minta izin memakai nama Bob Sadino untuk nama usaha kafenya.”Saya ingin nama Om untuk nama usaha saya,inspirasi itu sebagai symbol keberhasilan Om sebagai Pengusaha yang sukses,”tutur Lina bersemangat.&lt;br /&gt;Si Om kontan tersenyum lebar mendengar permintaan sedikit nyeleneh itu.Dengan gayanya plus celana jeans pendek,Om Bob menghampiri si Mahasiswi.”Keberanian adalah modal sukses.Anda boleh memakai nama BOB,yang artinya Beef On Breat,”ujarnya yang langsung disambut tepuk riuh mahasiswa.&lt;br /&gt;Dikatakan Bob Sadino,keberanian dari Mahasiswi itu adalah contoh menuju kunci sukses dalam melakukan sebuah tindakan.Digambarkan oleh Bob Sadino keberhasilannya sebagai pengusaha juga diawali keberaniannya saat menjual telor bebek,sampai ia menjadi kuli bangunan dengan membuang rasa malu jauh-jauh.”Tiada perubahan tanpa keberanian.Untuk berubah buang rasa malu,”tegasnya.&lt;br /&gt;Kepiawaian akan terasah dengan mau mengorbankan waktu dan mampu menghadapi risiko.Tanpa dimulai dengan itu,Bob menegaskan mustahil keberhasilan bisa tercapai.Bob Sadino juga mengajak mahasiswa berpikir praktis dan realistis.Tidak terjebak hal-hal teoritis.Merancang daya nalar dan keberanian mahasiswa serta berupaya mengatasi persoalan dengan mencari solusi.&lt;br /&gt;Pemilik Kemchicks Group kelahiran Lampung itu,menekankan kunci sukses menjadi pengusaha adalah berani mengambil setiap peluang yang ada,tidak malu-malu dengan kondisi apapun serta menanamkan tekad yang kuat terhadap usaha.&lt;br /&gt;“Tak mungkin saya bisa sukses jika saya saat itu malu menjadi penjual telor bebek.Yah, akibat keberanian itu ternyata membuahkan hasil.Kalau dulu saya pakai becak sekarang pake jaguar,”paparnya.&lt;br /&gt;Ia mengatakan menjadi pengusaha itu sangat mulia dan merdeka,mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan tidak tergantung terhadap orang lain.Disisi lain menjadi pengusaha berarti lepas dari ketergantungan dan mampu membuka peluang bagi orang lain.”Nah kowe orang mau tergantung terhadap orang lain atau merdeka ?”tanya Bob.&lt;br /&gt;Bob mengajak mahasiswa melepaskan belenggu ketakutan menghadapi resiko.Diakuinya tak ada yang akan tahu seperti apa hasilnya tanpa pengalaman dan mencoba.Mendengar itu secara spontan mahasiswa berteriak “Siap menjadi Pengusaha!”&lt;br /&gt;Bob Sadino bagaikan menimba air disebuah mata air yang jernih.Makin ditimba makin banyak airnya.Pengalamannya dalam dunia bisnis sangat matang sehingga wajar saja beliau mengolok-olok mahasiswa yang tidak berani meninggalkan kuliah untuk berbisnis.Bob yang lulus SMA tahun 1953 itu mengkritik keras kecendrungan para orang tua yang malas mendidik sendiri anak-anaknya.Para orangtua itu melepaskan tanggungjawab mendidik anak dan seenaknya membebankan tugas itu pada sekolah.Akhirnya sering mereka memaksakan kehendak pada anak-anak dalam hal memilih jenis pendidikan.Padahal,kata pengusaha gaek yang pernah ikut-ikutan temannya kuliah di Fakultas Hukum Universitas Andalas ini,semua anak bebas menentukan pilihannya.Namun itulah egoisnya orang tua.Tanpa sadar mereka sedang memperkosa pikiran anak-anak.&lt;br /&gt;Bagi Bob keteladanan sangat bermakna untuk membangun mental seseorang.”Bukan dengan memicu dan memacu karena banyak orang yang tidak mau dipicu dan dipacu,”tegas Bob.Ia mengaku sangat keras dalam mendidik anak-anaknya.tetapi juga memberi pilihan sebebas-bebasnya.Disiplin harus ditegakkan tapi kemandirian juga harus ditumbuhkan.Itulah semangat Bob dalam menggerakkan para karyawan di Kemchicks Group yang telah dianggapnya sebagai anak-anaknya sendiri.&lt;br /&gt;Pada tahun 1970 Om Bob menjual 5 kg telur ayam.Akan tetapi tidak ada satupun yang membeli telur ayam Om Bob waktu itu.Di daerah kemang Om Bob mengetuk pintu orang asing dan menjual telur ayam.Telur itu disukai oleh Orang Asing.Alasan memilih orang asing adalah mereka termasuk golongan alas pasar alias orang kaya.Om Bob juga menjalankan bisnis Sosis dan Produk daging olahan.Minggu pertama dijual 2 kg sosis.Sampai akhirnya berdiri Pabrik sosis yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas 250 ton per bulan.Kemudian Om Bob juga merintis bisnis keripik dari Buah-buahan.Semua buah dibuat keripik.Om Bob juga mengekspor Nangka ke Amerika Barat.Om Bob juga memperkenalkan buah melon ke masyarakat Indonesia dan jagung manis.Dan 15 tahun terakhir ini Om Bob mengekspor sayur-sayuran ke Jepang.&lt;br /&gt;Teramat sayang jika orang hanya mengingat Bob Sadino sebagai Pengusaha nyentrik yang kemana-mana pakai celana pendek.Makin digali makin ketemulah sosoknya sebagai seorang Master Kehidupan.Bahasanya bernuansa sufistik.Ungkapan-ungkapan yang sederhana,lugas, dan kadang provokatif namun kaya makna itu menjadikannya bak seorang “Guru Zen” dalam hal bisnis.Hal ini terungkap dalam buku yang ditulis oleh Edy Zaqeus yang berjudul “Kalau Mau Kaya Ngapain Sekolah”.“Saya ini seperti sebuah gitar tua diatas meja.Apakah saya bisa mengalunkan irama yang indah atau buruk tergantung siapa yang memetiknya,”ungkap Bob saat didesak untuk mengeluarkan seluruh ‘ilmunya’.Atau kalau pikiran ini kita umpamakan sebuah cangkir teh,maka kita tak bakalan pernah bisa mengenal “teh”nya Bob Sadino,jika kita tak lebih dulu mengosongkan cangkir itu.&lt;br /&gt;Dalam menjalankan usahanya Om Bob berguru pada alam.”Alam Takambang Jadi Guru” dipraktekkan oleh Om Bob.Beliau melihat anak-anak yang begitu polos dan bersemangat,beliau lihat pohon yang menjadi tempat berteduh,beliau lihat matahari yang menyinari kehidupan,beliau lihat jalanan,batu dan disekelilingnya apa saja yang terlihat.Om Bob memperkirakan baru 0,018 % masyarakat Indonesia menjadi seorang Entrepreneur.Sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan Singapura yang sudah mencapai 7,4% dari masyarakatnya.Hal ini menandakan masih banyak sektor-sektor bisnis yang belum digarap dan berpotensi besar untuk dikembangkan.Untuk menjadi seorang Pengusaha, Om Bob mengemukakan Prakondisi yang harus ada yaitu:&lt;br /&gt;Buang Rasa Takut.&lt;br /&gt;Takut itu antara lain takut dengan modal atau takut dengan resiko.Modal sering menjadi hambatan bagi yang ingin berwirausaha.Menurut Bob,Rata-rata kalau orang bicara modal langsung otaknya bilang duit.Orang yang lebih canggih lagi kalau bukan duit ya benda-benda modal seperti pacul,pikulan atau becak.Itu modal yang bisa dilihat,dipegang,dirasakan,modal tangible.Ada modal yang tidak bisa dilihat,dirasakan,dipegang.Umpamanya modal keberanian,kemauan,tekad.Bob Sadino mulai dari modal yang tidak kelihatan tadi.Kalau orang biasanya menghindari resiko Bob Sadino malahan mencari resiko.Masa bodoh dengan akibat yang akan ditimbulkan. &lt;br /&gt;Jangan berharap terlampau banyak.&lt;br /&gt;Dibalik semua harapan banyak kekecewaan.Untuk tidak kecewa maka jangan berharap.&lt;br /&gt;Lepaskan belenggu jalan pikiran (mindset).&lt;br /&gt;Rata-rata orang Indonesia masih berpikir untuk jadi pegawai saja.Termasuk mereka yang sudah selesai sekolah dan jadi Sarjana.Kebanyakan orang tidak mau dipicu dan dipacu mental kewirausahaannya.Karena tidak mau pendekatan terhadap orang tersebut harus beda.Yaitu pendekatan keteladanan.Kalau orang melihat Anda berhasil,Anda hanya bisa berharap orang lain mengikuti anda.&lt;br /&gt;Kemudian Bob Sadino mengemukakan seorang Entrepreneur harus bersandarkan pada :&lt;br /&gt;Ada Kemauan merubah nasib.&lt;br /&gt;Tekad yang bulat.&lt;br /&gt;Keberanian mengambil peluang.Hidup ini adalah menghidupi.&lt;br /&gt;Tahan banting dan tidak cengeng.Dari awal seorang entrepreneur sudah menghadapi masalah.Bangkit lagi,jatuh lagi dan bangkit untuk menjadi seorang entrepreneur sejati.&lt;br /&gt;Pandai bersyukur pada Sang Pencipta&lt;br /&gt;Rektor Universitas Andalas Musliar Kasim mengatakan kegiatan berkala kuliah umum dengan tema wirausaha kali ini sengaja mengundang Bob Sadino.”Diharapkan mahasiswa bisa memanfaatkan momen ini untuk menggali potensinya dengan belajar dari orang-orang sukses.Kita ingin menciptakan lulusan-lulusan sarjana yang andal dan mampu tampil ditengah masyarakat secara bersaing dan terampil,”ujar Musliar Kasim.Dikatakan Musliar Kasim,tingginya persaingan global maka mahasiswa harus punya skill.Jangan puas dengan nilai-nilai teori yang didapat dibangku kuliah.”Inilah yang coba kita tanamkan kepada mahasiswa guna menuju Sumbar yang andal.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-5429583160345741844?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/5429583160345741844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=5429583160345741844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/5429583160345741844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/5429583160345741844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/bob-sadino.html' title='BOB SADINO'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-3535991482533367060</id><published>2009-01-05T05:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T05:58:23.152-08:00</updated><title type='text'>http://www.permahi.org/index.php</title><content type='html'>Mon 22 Dec 2008&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DPP IKA PERMAHI Habiskan Dana 154 Juta untuk Aktifkan Kembali Permahi?  PDF  Print  E-mail&lt;br /&gt;Written by Administrator   &lt;br /&gt;Monday, 22 December 2008 10:59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munas Ika Permahi telah usai dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2008 lalu. Terpilih  memimpin IKA untuk 5 tahun kedepan adalah Rini M.Dahliani, SH, MKn, senior yang sebelumnya menjabat sebagai sekjen IKA Permahi 2003-2008, dikenal sebagai salah satu seniorita Permahi yang cukup heroik dan peduli terhadap aktifnya kembali permahi. Namun Munas Ika yang diadakan di  Hotel Bidakara, Jakarta tersebut menyisakan banyak pertanyaan terutama terhadap isi laporan pertanggungjawaban keuangan IKA Periode 2003-2008 dimana dalam laporan itu ditulis bahwa DPP IKA Permahi telah menghabiskan dana sebesar 154 juta rupiah untuk Permahi. Pada laporan Keuangan tersebut memang tidak dirinci/dijabarkan layaknya sebuah laporan keuangan, namun hanya ditulis total angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan mungkin  akan timbul dibenak anda sebagai anggota permahi terhadap angka tersebut, namun jangan curiga dulu karena DPP IKA Permahi memang  tengah menyiapkan Laporan Keuangan yang lebih rinci untuk membuktikan angka tersebut. Saya akan coba merinci laporan penggunaan tersebut, demikian Bunda Rini sapaan akrab Ketum IKA Permahi ini ketika melakukan pembicaraan via telphone dengan Bang Feri Setiawan, mantan Ketum Permahi 2006-2008. Hal senada juga disampaikan Bang Feri mengingat beliau mulai mendapat banyak pertanyaan dari beberapa rekan-rekan anggota permahi perihal dana 154 juta tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir kita jangan negatif thinking dulu, karena pada dasarnya DPP Ika Permahi sangat berjasa atas bangkitnya kembali Permahi, namun tetap bahwa hal tersebut perlu dijelaskan  untuk menghindari penilaian yang tidak baik bagi IKA Permahi dan juga bagi Permahi sendiri, kata Bang Feri lagi. Saya takut  rumor seperti ini malah menafikkan jasa senior-senior kita di IKA yang sudah begitu banyak berkorban bagi Permahi, kalau itu yang terjadi saya sebagai mantan ketum permahi juga tidak terima, jadi tunggu saja rincian dari IKA nanti,  ini pengalaman untuk masa yang akan datang bagi kita semua, bang Feri menutup komentarnya.(sekjen)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-3535991482533367060?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/3535991482533367060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=3535991482533367060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3535991482533367060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3535991482533367060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/httpwwwpermahiorgindexphp.html' title='http://www.permahi.org/index.php'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-6066126535279063735</id><published>2009-01-05T05:45:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T05:46:54.465-08:00</updated><title type='text'>http://www.lpi-dd.net/index.php?a=isi&amp;id=3</title><content type='html'>Tentang Makmal Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makmal Pendidikan adalah sebuah laboratorium pendidikan yang berusaha menjawab kebutuhan peningkatan kualitas guru dan sekolah dengan aktivitas utama: Riset dan pengembangan; Up grading dan training guru; Konsultan manajemen dan supervisi sekolah; serta Pendamping sekolah potensial.&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor pendukung kesuksesan hasil belajar adalah sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu sarana yang paling penting adalah gedung sekolah itu sendiri. Lebih khusus lagi adalah ruang belajar atau ruang kelas. Berdasarkan data Balitbang Depdiknas, 2003,dari 937.500 SD/MI di Indonesia 24,96% dinyatakan rusak berat, sementara dari 206.000 SMP/MTs, 7,42% juga dalam kondisi yang parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun cerita miris tentang pendidikan Indonesia tidak hanya sampai di situ, karena kondisi di atas juga diperparah dengan kualitas mengajar guru yang masih di bawah standar. Berdasarkan laporan Pusat Data dan Informasi Pendidikan Balitbang Diknas, 2004. Prosentase guru SD/MI yang tidak layak mengajar mencapai 49,3%, sementara untuk tingkat SMP/MTs mencapai 35,9%. Di sisi lain masih banyak fenomena gedung sekolah yang baik namun belum ditunjang dengan kualitas guru yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan permasalahan di atas nampaknya sangat perlu partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan baik sarana/prasarana dan yang utama adalah kualitas pengajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah Makmal Pendidikan Lembaga Pengembangan Insani (LPI) hingga kini telah aktif membantu masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas melalui berbagai program, di antaranya, menyelenggarakan training, up grading dan workshop bagi para guru serta program pendampingan bagi sekolah yang memiliki potensi untuk dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi Lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makmal pendidikan adalah sebuah laboratorium yang melakukan penelitian di dunia pendidikan. Penelitian difokuskan pada hal-hal yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, terutama menyangkut guru, siswa, interaksi dan pengelolaan belajar. Hasil-hasil penelitian tersebut kemudian di-share ke masyarakat melalui kegiatan training guru dan pendampingan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Training guru yang berbasis hasil penelitian ini dirasakan mampu memberikan efek yang signifikan bagi peningkatan kualitas guru. Baik dari ketrampilan mengajar (teaching skill), motivasi, manajemen kelas, pemahaman psikologi pendidikan dan perkembangan, penguasaan berbagai metode dsb. Peningkatan kualitas guru tersebut kemudian berdampak pula pada pengelolaan pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas hasil belajar siswa. Peningkatan kualitas hasil belajar yang dimaksud adalah daya kreatifitas, penalaran, kearifan sosial dan peningkatan nilai akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempertahankan kualitas sebagaimana dipaparkan di atas, maka diperlukan sebuah mekanisme yang mampu membuat guru senantiasa mengaplikasikan segenap kemampuannya secara optimal. Untuk itulah Makmal Pendidikan juga memberikan pendampingan bagi para guru. Program pendampingan ini dilakukan melalui kegiatan workshop untuk mengasah terus berbagai jenis ketrampilan guru, lesson study untuk menciptakan learning community di kalangan guru sehingga memunculkan ketrampilan learning how to learn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbesar alternatif sekolah yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Melakukan penelitian berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Meningkatkan kualitas dan Memberdayakan tenaga kependidikan melalui training&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Meningkatkan manajemen sekolah melalui workshop dan pelatihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Melakukan pendampingan bagi sekolah-sekolah yang memiliki potensi berkembang dan dijadikan model&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Meningkatkan partisipasi dan kontribusi masyarakat untuk mendukung program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peningkatan kualitas pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Team Leader: Asep Sapa'at, Evi Afifah, dan Rina Fatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Koord. Pelatihan : Evi Afifah Hurriyati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Koord. Pendampingan: Asep Sapa’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Trainer : Agung Pardini, Rina Fatimah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-6066126535279063735?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/6066126535279063735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=6066126535279063735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/6066126535279063735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/6066126535279063735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/httpwwwlpi-ddnetindexphpaisi.html' title='http://www.lpi-dd.net/index.php?a=isi&amp;id=3'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-7533672566511654602</id><published>2009-01-02T05:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T05:52:42.405-08:00</updated><title type='text'>http://www.lpi-dd.net/web/etos/</title><content type='html'>Beastudi Etos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beastudi Etos adalah beastudi untuk mahasiswa berpotensi namun memiliki keterbatasan ekonomi di sebelas perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Bentuk beastudi yang diberikan adalah biaya masuk perguruan tinggi, SPP semester I dan II, akomodasi asrama selama tiga tahun, uang saku sebesar Rp 350.000,00 – Rp 400.000,00 per bulan selama tiga tahun, dan pelatihan pengembangan diri (self development training).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Potensi kaum dhuafa yang kurang tersalurkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi&lt;br /&gt;   2. Biaya kuliah semakin tidak terjangkau&lt;br /&gt;   3. Perlu upaya sistematis untuk membangun mental dan karakter mahasiswa dari kalangan tidak mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Visi Program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Memutuskan rantai kemiskinan&lt;br /&gt;   2. Membentuk generasi mandiri secara ekonomi, dan sikap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Struktur organisasi&lt;br /&gt;Koordinator Nasional Bambang Suherman, M.Si&lt;br /&gt;Asisten Program Keuangan Zainal Umuri&lt;br /&gt;Asisten Program Pembinaan Mardiyanti&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Padang  Osmarwan Putra&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Jakarta Abdurrahman&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Bogor Asep Nurhalim&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Bandung  Hartanto&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Semarang Effendi Nugroho&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Jogja Akbar K Setiawan&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Surabaya Nurul Aisyah&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Malang Era Catur Prasetya&lt;br /&gt;Koordinator Wilayah Makassar Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Ketentuan pemberian Beastudi Etos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Biaya masuk perguruan tinggi&lt;br /&gt;   2. SPP semester I dan II&lt;br /&gt;   3. Uang saku sebesar Rp. 350.000,00 – Rp 400.000,00/bulan (tergantung wilayah) selama tiga tahun&lt;br /&gt;   4. Akomodasi asrama selama tiga tahun&lt;br /&gt;   5. Pelatihan pengembangan diri (Self Development Training) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Empat domain pembinaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Akademik&lt;br /&gt;   2. Agama&lt;br /&gt;   3. Pengembangan Diri&lt;br /&gt;   4. Sosial&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-7533672566511654602?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/7533672566511654602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=7533672566511654602' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7533672566511654602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7533672566511654602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/httpwwwlpi-ddnetwebetos.html' title='http://www.lpi-dd.net/web/etos/'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-1390608960347665289</id><published>2009-01-02T05:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T05:47:59.593-08:00</updated><title type='text'>http://www.lpi-dd.net/web/etos/penerimaan.php</title><content type='html'>Informasi Penerimaan&lt;br /&gt;Persyaratan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Siswa yang kurang mampu secara ekonomi&lt;br /&gt;   2. Lulus SMA/sederajat dan atau akan mengikuti USMI/UM/PMDK/SPMB pada tahun seleksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Diterima pada universitas dan jurusan yang direkomendasikan oleh Beastudi etos&lt;br /&gt;   2. Bersedia menandatangani akad Beastudi etos&lt;br /&gt;   3. Lulus seleksi Beastudi etos yang meliputi seleksi administrasi, tes tulis dan wawancara, home visit, lolos SPMB/USMI/UM/PMDK, dan ranking nasional &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkas Pendaftaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mengisi biodata calon peserta (bisa didapatkan di stand pendaftaran Beastudi etos di sembilan kota di Indonesia, atau download dari website www.lpi-dd.net&lt;br /&gt;   2. Mengisi dan menandatangani akad Beastudi etos (bisa didapatkan di stand pendaftaran Beastudi etos di sembilan kota di Indonesia atau download dari website www.lpi-dd.net&lt;br /&gt;   3. Fotokopi raport SMA dari semester I  V&lt;br /&gt;   4. Surat Keterangan Tidak Mampu dari ketua RT atau Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) setempat&lt;br /&gt;   5. Slip gaji orang tua (bila ada) atau surat keterangan penghasilan orang tua, dengan ditanda tangani oleh ketua RT atau DKM setempat&lt;br /&gt;   6. Foto kopi kartu keluarga yang masih berlaku&lt;br /&gt;   7. Foto kopi KTP/Kartu Pelajar&lt;br /&gt;   8. pas foto 4 x 6, 2 lembar&lt;br /&gt;   9. Melampirkan foto rumah (tampak keseluruhan dari luar, dan dari dalam) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu seleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan diberitahukan kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota pendaftaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Padang&lt;br /&gt;   2. Jakarta&lt;br /&gt;   3. Bogor&lt;br /&gt;   4. Bandung&lt;br /&gt;   5. Semarang&lt;br /&gt;   6. Jogja&lt;br /&gt;   7. Surabaya&lt;br /&gt;   8. Malang&lt;br /&gt;   9. Makassar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Informasi :&lt;br /&gt;Beastudi etos&lt;br /&gt;Bumi Pengembangan Insani&lt;br /&gt;Jl. Parung-Bogor, desa Jampang, kecamatan Kemang, kab Bogor&lt;br /&gt;Telp : 0251  610818/ 610817&lt;br /&gt;Fax : 0251  615 016&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar perguruan tinggi negeri dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi etos* (*berdasarkan data seleksi tahun 2006, data sewaktu-waktu dapat diperbarui)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Universitas Andalas&lt;br /&gt;          * Teknik Elektro&lt;br /&gt;          * Teknik Mesin&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil&lt;br /&gt;          * Farmasi&lt;br /&gt;          * Manajemen&lt;br /&gt;          * Ilmu Hukum&lt;br /&gt;          * Sosek pertanian/agrobisnis&lt;br /&gt;          * Teknologi Hasil Pertanian&lt;br /&gt;          * Produksi Ternak&lt;br /&gt;          * Sosek Peternakan &lt;br /&gt;   2. Universitas Indonesia&lt;br /&gt;          * Teknik Elektro&lt;br /&gt;          * Teknik Mesin&lt;br /&gt;          * Teknik Industri&lt;br /&gt;          * Teknik Arsitektur&lt;br /&gt;          * Teknik Kimia&lt;br /&gt;          * Teknik Gas dan Petrokimia&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil&lt;br /&gt;          * Ilmu Komunikasi&lt;br /&gt;          * Administrasi Niaga&lt;br /&gt;          * Ilmu Komputer&lt;br /&gt;          * Ilmu Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;          * Ilmu Keperawatan&lt;br /&gt;          * Psikologi&lt;br /&gt;          * Akuntansi&lt;br /&gt;          * Manajemen&lt;br /&gt;          * Ekonomi Pembangunan&lt;br /&gt;          * Ilmu Hukum &lt;br /&gt;   3. Institut Pertanian Bogor&lt;br /&gt;          * Teknik Pertanian&lt;br /&gt;          * Teknologi Pangan&lt;br /&gt;          * Teknologi Industri Pertanian&lt;br /&gt;          * Ilmu Keluarga dan Konsumen&lt;br /&gt;          * Ilmu Gizi&lt;br /&gt;          * Arsitektur Pertamanan&lt;br /&gt;          * Konservasi Sumber Daya Hutan&lt;br /&gt;          * Holtikultura&lt;br /&gt;          * Sosek Pertanian/Agribisnis&lt;br /&gt;          * Budidaya Pertanian&lt;br /&gt;          * Manajemen Sumber Daya Perikanan&lt;br /&gt;          * Teknologi Hasil Perikanan &lt;br /&gt;   4. Institut Teknologi Bandung&lt;br /&gt;          * Teknik Elektro&lt;br /&gt;          * Teknik Mesin&lt;br /&gt;          * Teknik Informatika&lt;br /&gt;          * Teknik Industri&lt;br /&gt;          * Teknik Kimia&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil&lt;br /&gt;          * Arsitektur&lt;br /&gt;          * Teknik Perminyakan&lt;br /&gt;          * Teknik Pertambangan&lt;br /&gt;          * Teknik Geofisika&lt;br /&gt;          * Teknik Lingkungan&lt;br /&gt;          * Teknik Planologi&lt;br /&gt;          * Farmasi &lt;br /&gt;   5. Universitas Padjajaran&lt;br /&gt;          * Ekonomi&lt;br /&gt;          * Manajemen&lt;br /&gt;          * Ilmu Hukum &lt;br /&gt;   6. Universitas Diponegoro&lt;br /&gt;          * Teknik Kimia&lt;br /&gt;          * Teknik Elektro&lt;br /&gt;          * Teknik Mesin&lt;br /&gt;          * Teknik Industri&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil&lt;br /&gt;          * Pendidikan dokter&lt;br /&gt;          * Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;          * Ilmu Keperawatan&lt;br /&gt;          * Psikologi&lt;br /&gt;          * Akuntansi&lt;br /&gt;          * Manajemen&lt;br /&gt;          * Ilmu Hukum&lt;br /&gt;          * Nutrisi dan Makanan Ternak&lt;br /&gt;          * Ilmu Kelautan &lt;br /&gt;   7. Universitas Gadjah Mada&lt;br /&gt;          * Teknik Kimia&lt;br /&gt;          * Teknik Elektro&lt;br /&gt;          * Teknik Mesin&lt;br /&gt;          * Teknik Industri&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil&lt;br /&gt;          * Ilmu Komputer&lt;br /&gt;          * Pendidikan Dokter&lt;br /&gt;          * Ilmu Keperawatan&lt;br /&gt;          * Psikologi&lt;br /&gt;          * Akuntansi&lt;br /&gt;          * Manajemen&lt;br /&gt;          * Ilmu Hukum&lt;br /&gt;          * Ekonomi Pembangunan&lt;br /&gt;          * Farmasi&lt;br /&gt;          * Ilmu Administrasi Negara&lt;br /&gt;          * Kedokteran Hewan&lt;br /&gt;          * Budidaya Hutan&lt;br /&gt;          * Konservasi Sumber Daya Hutan&lt;br /&gt;          * Manajemen Hutan&lt;br /&gt;          * Geofisika&lt;br /&gt;          * Agronomi&lt;br /&gt;          * Pemuliaan Tanaman&lt;br /&gt;          * Hama dan Penyakit Tumbuhan&lt;br /&gt;          * Manajemen Sumber Daya Perairan&lt;br /&gt;          * Sosek Pertanian/Agrobisnis&lt;br /&gt;          * Produksi Ternak&lt;br /&gt;          * Teknologi Hasil Ternak&lt;br /&gt;          * Arsitektur&lt;br /&gt;          * Teknik Geologi&lt;br /&gt;          * Teknik Nuklir&lt;br /&gt;          * Teknologi Industri Pertanian&lt;br /&gt;          * Teknologi Hasil Pertanian &lt;br /&gt;   8. Universitas Airlangga&lt;br /&gt;          * Pendidikan Dokter&lt;br /&gt;          * Farmasi&lt;br /&gt;          * Psikologi&lt;br /&gt;          * Akuntansi&lt;br /&gt;          * Ilmu Hukum&lt;br /&gt;          * Ilmu Komunikasi&lt;br /&gt;          * Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;          * Ekonomi Pembangunan &lt;br /&gt;   9. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil&lt;br /&gt;          * Teknik Elektro&lt;br /&gt;          * Teknik Industri&lt;br /&gt;          * Teknik Informatika&lt;br /&gt;          * Teknik Kimia&lt;br /&gt;          * Teknik Mesin&lt;br /&gt;          * Teknik Kelautan&lt;br /&gt;          * Teknik Perkapalan&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil Perkapalan &lt;br /&gt;  10. Universitas Brawijaya&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil&lt;br /&gt;          * Teknik Mesin&lt;br /&gt;          * Administrasi Niaga&lt;br /&gt;          * Ilmu Hukum&lt;br /&gt;          * Akuntansi&lt;br /&gt;          * Ekonomi Pembangunan&lt;br /&gt;          * Manajemen&lt;br /&gt;          * Ilmu Keperawatan&lt;br /&gt;          * Pendidikan Dokter &lt;br /&gt;  11. Universitas Hasanudin&lt;br /&gt;          * Pendidikan Dokter&lt;br /&gt;          * Farmasi&lt;br /&gt;          * Kesehatan Masyarakat&lt;br /&gt;          * Teknik Sipil&lt;br /&gt;          * Teknik Mesin&lt;br /&gt;          * Teknik Elektro&lt;br /&gt;          * Akuntansi&lt;br /&gt;          * Ekonomi Pembangunan&lt;br /&gt;          * Manajemen&lt;br /&gt;          * Ilmu Hukum&lt;br /&gt;          * Ilmu Administrasi Negara&lt;br /&gt;          * Ilmu Pemerintahan&lt;br /&gt;          * Budidaya Pertanian/Agronomi&lt;br /&gt;          * Hama dan Penyakit Tumbuhan&lt;br /&gt;          * Manajemen Hutan&lt;br /&gt;          * Teknologi Hasil Hutan&lt;br /&gt;          * Sosek Pertanian/Agrobisnis&lt;br /&gt;          * Teknologi Hasil Pertanian&lt;br /&gt;          * Nutrisi dan Makanan Ternak&lt;br /&gt;          * Produksi Ternak&lt;br /&gt;          * Sosek Peternakan&lt;br /&gt;          * Ilmu Kelautan&lt;br /&gt;          * Manajemen Sumber Daya Perairan&lt;br /&gt;          * Pemanfataan Sumber daya Perikanan&lt;br /&gt;          * Teknik Perkapalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-1390608960347665289?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/1390608960347665289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=1390608960347665289' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/1390608960347665289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/1390608960347665289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/httpwwwlpi-ddnetwebetospenerimaanphp.html' title='http://www.lpi-dd.net/web/etos/penerimaan.php'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-5542628558621986107</id><published>2009-01-02T05:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T05:46:06.064-08:00</updated><title type='text'>http://www.lpi-dd.net/web/etos/detailagenda.php?idx=27</title><content type='html'>DIBUKA : Pendaftaran Seleksi Beastudi Etos 2008 (Diyanti)&lt;br /&gt;Ketentuan dan syarat2 pendaftaran ada informasi penerimaan di website ini. Tempat dan contact person dapat menghubungi nama-nama di bawah ini : PADANG : Osmarwan putra (0812 676 1013)/Angga Putri (0852 7495 4437) JAKARTA : Abdurrahman (0813 1084 5934)/ Asrama Etos Jakarta (021-92660986) BOGOR : Asep Nurhalim (0813 1515 0768)/ Andri Susanto (0813 8143 7217)/ Asrama Etos Bogor (0251-420148) BANDUNG : Hartanto (0812 0185 585/ Fathkurrahman (0856 2471 2378)/ Asrama Etos Bandung (022-251 2891) JOGJA : Akbar Setiawan (0812 2691 243)/ Romi Ardiansyah (0815 7871 1775)/ Asrama Etos Jogja (0274-587136) SEMARANG : Effendi Nugroho (0815 7509 0400)/ Tri Windarti (0817 9541 858)/ Asrama Etos Semarang (024-7648 2311) SURABAYA : Nurul Aisyah (0817 9340 271)/ Agung Iswadi (0813 3134 7391)/ Asrama Etos Surabaya (031-592 8400) MALANG : Arif Setiono (0856 3572 511)/ Asrama Etos Malang (0341-571363) MAKASSAR : Anwar (0813 4292 5665)/ Misbahuddin Azis (0813 5558 0765)/ Asrama Etos Makassar (0411-4772803) KETERANGAN LEBIH LANJUT HUBUNGI : Beastudi Etos (Zainal/Yanti) di 0251-610818 ext 2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-5542628558621986107?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/5542628558621986107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=5542628558621986107' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/5542628558621986107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/5542628558621986107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2009/01/httpwwwlpi-ddnetwebetosdetailagendaphpi.html' title='http://www.lpi-dd.net/web/etos/detailagenda.php?idx=27'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-7123832442200042934</id><published>2008-12-29T05:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-29T05:58:33.728-08:00</updated><title type='text'>MAPERCA V DPC PERMAHI PADANG</title><content type='html'>MAPERCA V DPC PERMAHI PADANG&lt;br /&gt;27-28 Desember 2008&lt;br /&gt;Aula KNPI Sumatera Barat GOR H.Agus Salim Padang&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis&lt;br /&gt;(Wakil Ketua II DPC Permahi Padang)&lt;br /&gt;Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Padang kembali menggelar Masa Perkenalan Calon Anggota (Maperca) V yang diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 27-28 Desember 2008 di Aula KNPI Sumatera Barat GOR H.Agus Salim Padang.&lt;br /&gt;Acara ini diprakarsai oleh Biro OP (Organisasi dan Pembinaan) dengan OC (organizing committe) adalah saudari Pitria Erwina.Dalam sambutannya dalam pembukaan Maperca V beliau menuturkan ada 44 orang dari 100-an orang yang mendaftar yang lulus interview untuk selanjutnya mengikuti Maperca.Maperca kali ini akan menghadirkan akademisi,praktisi hukum,Advokat,Jaksa dan Polisi.&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua DPC Permahi Padang Saudara Ardiansyah Hasibuan menuturkan dalam Maperca kali ini hampir diikuti oleh seluruh perwakilan Fakultas Hukum yang ada dikota Padang.Selama ini mungkin yang mendominasi adalah Universitas Andalas,IAIN Imam Bonjol dan Universitas Bung Hatta.Sekarang juga ada perwakilan dari STIH (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum) Padang.Bung Ardi mengharapkan peserta serius dalam mengikuti Maperca ini.Sebab pada acara ini kawan-kawan peserta akan mendapat ilmu yang jarang-jarang ada dibangku kuliah.Mulai dari materi tentang Advokat sebagai Profesi Hukum,Teknik Loby,Peran Penegak Hukum dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan materi kepemimpinan dan organisasi disamping materi kepermahian yang dibawakan langsung oleh bang Didi Nazmi SH,MH (Ketua Ika Permahi Padang).&lt;br /&gt;Acara Maperca V ini dibuka langsung oleh Bang Didi Nazmi SH,MH selaku Pembina DPC Permahi Padang.Dalam sambutannya beliau mengisahkan bagaimana beratnya perjuangan Permahi Masa lalu.Permahi Padang dahulunya berjaya sehingga mendapat sorotan dari media lokal dan perhatian dari DPP di Jakarta.Bahkan ketika DPP Permahi Vakumpun,DPC Permahi Padang masih eksis memperjuangkan penegakan hukum dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.&lt;br /&gt;Ada beberapa orang pemateri dalam acara Maperca ini diantaranya adalah Bang Didi Nazmi,Bang Sahnan Sahuri Siregar dari PBHI,Bang Koswara SH,MH dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat,Bang Untung SH,M.Hum dari Poltabes Padang,Hasriadi SS dari PAHAM Sumbar serta bang Nadirsyah Bakri dari HMI Cabang Padang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPC Permahi Padang.&lt;br /&gt;Untuk menentukan kelulusan para peserta selain mengikuti materi secara keseluruhan juga harus mampu menjawab soal-soal pada tes tertulis yang diadakan oleh Panitia.Secara garis besar kemampuan para peserta dalam menjawab soal sudah boleh dikatakan baik.Hanya saja perlu pemantapan lagi dan tidak gegabah dalam menjawab soal.Disini perlu ketelitian dan mampu memahami kemana arah persoalan.dar tes ini akan nampak bagaimana kualitas anggota permahi kedepan.&lt;br /&gt;Dari hasil seleksi 36 orang dinyatakan lulus dan berhak menyandang status Anggota DPC Permahi Padang serta memperoleh Kartu Tanda Anggota Sementara sampai ada Kartu Tanda Anggota yang tetap.Permahi Padang benar-benar mengutamakan kualitas calon anggota.Tidak sembarangan orang yang akan menjadi Anggota Permahi Padang.Betul-betul diseleksi dengan ketat agar kemampuan Anggota Permahi Padang semakin teruji dan mampu menjawab tantangan hukum kedepan.Hal ini terkait juga dengan  tema Maperca kali ini yaitu : Membentuk Kader Profesi Hukum Yang Kritis,Responsif, dan Profesional.Tema ini tidak akan tercapai jika calon anggota Permahi Padang memiliki intelektualitas yang rendah.Akhir kata saya ucapkan Selamat Datang Anggota Permahi Padang lulusan Maperca V 27-28 Desember 2008.&lt;br /&gt;Salam Permahi !!!&lt;br /&gt;Permahi !!! Permahi !!! Permahi !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-7123832442200042934?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/7123832442200042934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=7123832442200042934' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7123832442200042934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/7123832442200042934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2008/12/maperca-v-dpc-permahi-padang.html' title='MAPERCA V DPC PERMAHI PADANG'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-3678860157716593907</id><published>2008-12-27T06:15:00.001-08:00</published><updated>2008-12-27T06:16:14.948-08:00</updated><title type='text'>Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2009</title><content type='html'>Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2009&lt;br /&gt;Tingkat Universitas Negeri dan Swasta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2009 Tingkat Universitas Negeri dan Swasta dengan tema “Peranan Konsep Biologi Dalam Pelestarian Keanekaragaman Hayati Di Indonesia”. Pendaftaran peserta dan pengumpulan naskah dimulai pada bulan November 2008 sampai bulan Januari 2009 di dikantor HMJ Biologi gedung Sport Center UIN Malang atau Ruang Kesekretariatan LKTI di gedung Fak. Sains dan Teknologi Lt.I  Jl Gajayana No. 50 Malang 65144. Tahap final akan dilaksanakan pada tanggal 16-18 Februari 2009 di Auditorium Fak. Sains dan Teknologi UIN Malang. Kontribusi peserta sebesar Rp. 50.000,- bisa dikirimkan melalui rekening di bank BTN (00114-01-510-000496). Lomba ini bisa diikuti baik perorangan maupun kelompok. Total hadiah LKTI sebesar Rp. 6.750.000,-. Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website www.uin-malang.ac.id atau bisa hubungi 085655701396 (Zainal Abidin) dan 081334675499 (Diana Ifrina).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-3678860157716593907?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/3678860157716593907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=3678860157716593907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3678860157716593907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3678860157716593907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2008/12/lomba-karya-tulis-ilmiah-lkti-2009.html' title='Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2009'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-1596686508913573184</id><published>2008-12-27T06:12:00.001-08:00</published><updated>2008-12-27T06:14:41.179-08:00</updated><title type='text'>Dakyunas Salnas SE,Akt : Ciptakan Inovasi Baru dalam Bisnis</title><content type='html'>Dakyunas Salnas SE,Akt : Ciptakan Inovasi Baru dalam Bisnis&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis&lt;br /&gt;(Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan Unand)&lt;br /&gt;Dakyunas Salnas SE,Akt merupakan salah seorang seorang alumni Unand yang menjadi pembicara dalam kuliah umum kewirausahaan kali ini.Kuliah umum ini bersamaan pula dengan peresmian pojok BNI yang merupakan satu-satunya di Sumatera.Pojok ini merupakan kepedulian dari Bank BNI untuk menciptakan Pengusaha-pengusaha baru untuk menjawab tantangan zaman dalam dunia bisnis yang semakin hari semakin ketat persaingannya.&lt;br /&gt;Untuk menjadi seorang pengusaha yang unggul ada beberapa kiat yang harus diterapkan.Pertama adalah motivasi.Motivasi berawal dari niat untuk melakukan sesuatu.Motivasi merupakan semangat untuk melakukan apa saja sesuai dengan keinginan yang akan dicapai.Motivasi menjadi pengusaha kadangkala terpengaruh oleh Faktor lingkungan atau faktor dalam diri sendiri.Dari faktor lingkungan dapat kita lihat terpengaruh oleh Pengusaha-pengusaha yang sudah sukses dibidangnya.Dari dalam diri bisa saja karena sudah ada darah pengusaha dari orang tua.Atau motivasi untuk bangkit  dari kemelaratan keluarga.&lt;br /&gt;Kedua adalah tekad.Tekad yang membaja akan membawa seseorang tidak mudah goyah akan rintangan yang menghambatnya.Tekad merupakan apa yang akan kita capai dan kita harapkan.Misalnya kita bertekad akan memjadi milyader tahun depan.Maka untuk mencapai hal itu tidak akan mudah.Akan tetapi karena kita sudah bertekad apapun rintangannya akan kita hadapi.Resiko yang akan muncul siap kita tanggung.&lt;br /&gt;Ketiga adalah praktekkan ide.Ide merupakan gagasan yang terlintas dalam pikiran kita.Biasanya ide ini lahir dari kenyataan hidup dilapangan.Apa yang kita lihat dalam masyarakat maka akan ada saja ide yang muncul untuk mengembangkan masyarakat.Ide ini harus dipraktekkan.Tanpa praktek ide ini hanya akan menjadi mimpi.Mungkin kita masih ingat bagaimana Aqua dahulunya.Tidak ada yang menyangka bahwasanya sebotol Aqua dianggap remeh masa lalu dan dipandang sebelah mata.Padahal Aqua ini lahir dari kenyataan yang ada didalam penumpang kereta ataupun kendaraan lainnya.Waktu itu belum dikenal adanya air mineral.Timbullah ide untuk memudahkan penumpang yang kehausan sementara orang tidak ada menjual air.Ide ini dipraktekkan.Mulanya kehadiran segelas Aqua ditolak.Namun berjalannya waktu Aqua mendapat tempat dihati masyarakat.&lt;br /&gt;Keempat adalah gigih.Kegigihan sangat penting dimiliki oleh setiap pengusaha.Sikap pantang menyerah harus ditanamkan sedini mungkin pada calon pengusaha.Sebab tantangan pengusaha kedepan akan semakin kompleks.Pada kasus Aqua diatas tanpa ada kegigihan tidak mungkin Aqua akan terkenal sampai sekarang.Bapak Dakyunas teringat dengan seorang guru SD dikayu tanam.Beliau memanfaatkan akar pohon sireh untuk diolah menjadi bahan perabotan,pajangan dan furniture yang harganya cukup tinggi.Padahal pohon sireh ini dianggap tidak berguna oleh masyarakat setempat.Nyatanya guru tersebut mampu mengolah dan kegigihannya untuk mengolah tersebut mendapatkan hasilnya.Hasil karyanya cukup indah dan mendapat sorotan dari media nasional Kompas.&lt;br /&gt;Kelima adalah menguasai bidang usaha yang dijalankan.Apapun bidang usaha yang akan dilakoni oleh seorang pengusaha haruslah dikuasai.Tanpa pengusaan yang bagus jangan harap pengusaha akan sukses.Bapak Dakyunas mencontohkan seorang Abdul Latif,Pemilik Pasar Raya Group.Dahulunya Abdul Latif setelah menyelesaikan kuliahnya melamar kerja di Stanfack dan PD.Pasar Jaya.Kedua perusahaan ini menerimanya.Abdul Latif bingung harus memilih yang mana.Dosennya memberikan pertimbangan jika memilih Stanfack akan bergaji tinggi akan tetapi 10-20 tahun kedepan belum tentu akan membikin usaha sendiri.Sedangkan PD.Pasar Jaya masih perusahaan baru dan 2-3 tahun kedepan akan bisa membikin perusahaan.Abdul latif menuruti saran yang kedua.Bekerja pada PD.Pasar Jaya yang walaupun bergaji kecil dibandingkan Stanfack namun ada pengalaman yang akan berguna baginya.Setelah bekerja beberapa tahun Abdul Latif disekolah untuk mengelola sebuah Supermarket.Tidak beberapa tahun kemudian Abdul Latif memutuskan mengundurkan diri dan membuat Perusahaan baru dengan bendera PT.Pasar Raya yang sekarang ada di Blok M dan di Manggarai.Keputusannya untuk membikin perusahaan sendiri sudah ada perhitungannya.Beliau sudah menguasai betul usaha yang akan dirintisnya.Pengalaman selama bekerja pada PD.Pasar Jaya menambah bekal dan pengalamannya untuk merintis usaha baru.&lt;br /&gt;Keenam adalah Fokus.Seorang pengusaha harus fokus pada bisnis yang dijalankannya.Hal ini akan menjaga produk yang dihasilkan  dan menjaga keprcayaan pasar.Seorang pengusaha yang tidak fokus pada bidangnya akan menyurutkan kepercayaan pasar.Banyak pengusaha yang yang jatuh dan pailit gara-gara tidak fokus pada bidang yang digelutinya.&lt;br /&gt;Ketujuh adalah Jujur,Percaya dan Tawaqal.Hal ini merupakan prinsip hidup yang harus dimiliki oleh pengusaha.Sikap jujur akan membuat rekanan bisnis kita senang.Konsumen tidak akan merasa rugi untuk membeli produk kita atau menikmati jasa kita.Jangan sekali-kali untuk berbuat curang.Jangan coba-coba untuk mengurangi timbangan.Sikap percaya pada Allah SWT akan membuat hidup kita optimis dan yakin bahwa Allah SWT akan mendampingi kita dimanapun kita berada dan membantu setiap apa yang kita usahakan.  &lt;br /&gt;Kedelapan adalah terbuka.Artinya membuka diri terhadap partner bisnis.Hal ini bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama baik pendanaan maupun marketing.&lt;br /&gt;Dalam masyarakat ada sebuah stigma negatif kepada para sarjana.Masyarakat menilai seorang sarjana yang terjun dalam dunia bisnis disalahkan.Masyarakat lebih cenderung menganggap seorang sarjana lebih pantas untuk menjadi Pegawai Negeri.Hal ini merupakan warisan jelek dari penjajah kita yaitu Belanda.Pada masa Penjajahan Belanda menjadi Pegawai Negeri merupakan idaman masyarakat kala itu.Hal ini sampai sekarang masih terbawa.Pegawai Negeri dicap tinggi.&lt;br /&gt;Kadangkala Pendidikan menjadi Bumerang pada masa kini.Ada mahasiswa yang dahulunya ketika masih sekolah dasar atau sekolah menengah sudah mulai berbisnis kecil-kecilan ketika kuliah bisnisnya terhenti.Seandainya tidak kuliah mungkin saja bisnis yang kecil itu akan berkembang menjadi besar.Banyak sekali pengusaha yang berhasil ketika memilih bisnis ketimbang melanjutkan kuliah.Sehingga wajar saja masyarakat menganggap Kuliah atau Pendidikan mematikan jiwa entrepreneur yang ada dalam diri setiap mahasiswa.&lt;br /&gt;Modal bukanlah segala-galanya.Perbankan akan membantu para pengusaha asalkan idenya itu cerdas dan memiliki prospek yang cerah.Buatlah gula maka semut akan datang.Buatlah sebuah bisnis yang menarik sehingga perbankan rugi kalau tidak membantu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-1596686508913573184?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/1596686508913573184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=1596686508913573184' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/1596686508913573184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/1596686508913573184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2008/12/dakyunas-salnas-seakt-ciptakan-inovasi.html' title='Dakyunas Salnas SE,Akt : Ciptakan Inovasi Baru dalam Bisnis'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-8501848640866199012</id><published>2008-12-23T06:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T06:05:29.459-08:00</updated><title type='text'>Yang Paling Mempesona Imannya</title><content type='html'>Yang Paling Mempesona Imannya&lt;br /&gt;Publikasi 23/07/2003 10:04 WIB&lt;br /&gt;Ya Allah, taburkanlah wangian &lt;br /&gt;Diatas kubur nabi yang mulia &lt;br /&gt;Dengan semerbak shalawat &lt;br /&gt;Dan salam sejahtera&lt;br /&gt;(Makrifat Daun, Kuntowijoyo) &lt;br /&gt;eramuslim - Malam sudah sampai ditengah-tengah, suara jalanan pun telah lengang. Dan kantuk itu tidak datang seperti biasanya. Ada yang menderu dalam relung dada. Ada yang bergemuruh. Sebuah buku yang masih terbuka di pangkuan, penyebabnya. Buku yang saya maksudkan agar mendatangkan lelap lebih mudah, ternyata malah berkebalikan. Biasanya belum sampai 2 halaman, mata ini pasti sudah rapat-rapat menutup begitu pula dengan bukunya. &lt;br /&gt;Lembar demi lembar saya telusuri samudera aksara bermakna, tak lelah mata membaca, fikiran mencerna dan seringnya hati senut-senut. Saya ingin membaginya dengan kalian. Mudah -mudahan saya mampu. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Madinah Al-munawarah, pada dini hari. Membran malam perlahan tersingkap, berganti dengan subuh syahdu. Lengang berpulun dengan udara dingin menggigit. Dan deru sahara hanya terdengar dari jauh. Cerlang fajar sebentar lagi nampak. Shalat subuh hampir tiba, Rasulullah Saw dan para sahabat menyemut pada satu tempat, masjid. Semua hendak bertemu dengan yang di cinta, Allah. Namun sayang, air untuk berwudhu tidak setetes pun tersedia. Tempat mengambil air seperti biasanya kini kerontang. &lt;br /&gt;Dan para sahabat pun terdiam, bahkan ada beberapa yang menyesali kenapa tidak mencari air terlebih dahulu untuk keperluan kekasih Allah itu berwudhu. Rasululllah pun bertanya kepada para sahabat "Adakah diantara kalian membawa kantung untuk menyimpan air?". Berebut para sahabat mengangsurkan kantung air yang dimilikinya. Lalu, Nabi yang begitu mereka cintai itu meletakkan tangannya diatasnya. Tidak seberapa lama, jemari manusia pilihan itu memancarkan air yang bening. "Hai Bilal, panggil mereka untuk berwudhu" sabda nabi kepada Bilal. &lt;br /&gt;Dan para sahabat pun tak sabar merengkuh aliran air dari jemari sang Nabi. Di basuhnya semua anggota wudhu, ada banyak gumpalan keharuan dan pesona yang menyeruak. Bahkan Ibnu mas'ud mereguk air tersebut sepenuh cinta. &lt;br /&gt;Shalat subuh pun berlangsung sendu, suara nabi mengalun begitu merdu. Ada banyak telinga yang terbuai, hati yang mendesis menahan rindu. Selesai memimpin shalat, nabi duduk menghadap para sahabat. Semua mata memandang pada satu titik yang sama, Purnama Madinah. Dan di sana, duduk sesosok cinta bersiap memberikan hikmah, seperti biasanya. &lt;br /&gt;"Wahai manusia, Aku ingin bertanya, siapakah yang paling mempesona imannya?" Al-Musthafa memulai majelisnya dengan pertanyaan. &lt;br /&gt;"Malaikat ya Rasul Allah" hampir semua menjawab. &lt;br /&gt;Dan nabi memandang lekat wajah para sahabat satu persatu. Janggut para sahabat masih terlihat basah. "Bagaimana mungkin, malaikat tidak beriman sedangkan mereka adalah pelaksana perintah Allah." &lt;br /&gt;"Para Nabi, ya Rasul Allah" jawab sahabat serentak. &lt;br /&gt;"Dan bagaimana para Nabi tidak beriman, jika wahyu dari langit langsung turun untuk mereka". &lt;br /&gt;"Kalau begitu, sahabat-sahabat engkau, wahai Rasulullah" pada saat menjawab ini banyak dari sahabat yang mengucapkannya malu-malu. &lt;br /&gt;"Tentu saja para sahabat beriman kepada Allah, karena mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan". &lt;br /&gt;Selanjutnya mesjid hening. Semua bersiap dengan lanjutan sabda nabi yang mulia. Semua menunggu, sama seperti sebelumnya pesona sosok yang duduk ditengah-tengah mereka mampu menarik semua pandangan laksana magnet berkekuatan maha. Dan suara kekasih Allah itu kembali terdengar. "Yang paling mempesona imannya adalah kaum yang datang jauh sesudah kalian. Mereka beriman kepadaku, meski tak pernah satu jeda mereka memandang aku. Mereka membenarkan ku sama seperti kalian, padahal tak sedetikpun mereka pernah melihat sosok ini. Mereka hanya menemukan tulisan, dan mereka tanpa ragu mengimaninya dengan mengamalkan perintah dalam tulisan itu. Mereka membelaku sama seperti kalian gigih berjuang demi aku. Alangkah inginnya aku berjumpa dengan para ikhwanku itu". &lt;br /&gt;Semua terpekur mendengar sabda tersebut. Kepada mereka nabi memanggil sapaan sahabat, sedang kepada kaum yang akan datang, nabi merinduinya dengan sebutan "Saudaraku". Alangkah bahagia bisa dirindui nabi sedemikian indah, benak para sahabat terliputi hal ini. &lt;br /&gt;Dan terakhir nabi, mengumandangkan QS Al Baqarah ayat 3: "Mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian dari apa yang kami berikan kepada mereka". &lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;Memang, tiada yang lebih indah, dirindui nabi seperti demikian. Kang Jalaluddin Rakhmat menyebutkan, keistimewaan sebutan 'saudara' ini disebabkan beberapa hal. &lt;br /&gt;Pertama: Para sahabat menyaksikan langsung sosok nabi Muhammad, menjumpainya dalam keseharian, menemaninya dalam setiap kesempatan. Para sahabat bertemu langsung dengan beliau, memperhatikan segala perilaku indahnya. Para sahabat beriman kepada Nabi secara lahir. Sedangkan para ikhwan (saudara) mempercayai Rasulullah setelah membaca dan mendengar perilaku beliau. &lt;br /&gt;Kedua: Para sahabat mengenal nabi secara langsung, berada di depan mata. Para sahabat melihat mukjizat seperti tadi, bukan dari cerita atau kisah. Para sahabat mengalaminya sendiri. Sedangkan para ikhwan mengenal nabi secara tidak langsung, hanya berdasarkan bukti-bukti yang rasional. Dan hal ini memerlukan pembelajaran yang tidak mudah, karena lebih abstrak. Dan fitrah manusia selalu mengedepankan hal-hal yang dilihat secara nyata. &lt;br /&gt;Selanjutnya kang Jalal menghimbau, Cintailah Rasululullah, maka ia akan menjadi pusat perhatian. Kapan saja ia diperbincangkan maka kita akan selalu semangat menyimak. Cintailah Rasulullah maka kita akan meniru perilakunya dengan hasil baik. Dan yang lebih dahsyat lagi, cintailah Rasulullah maka beliau akan menganggap kita sebagai saudara (ikhwan) dan janji Allah dalam QS. Annisa: 69, seorang pencinta Rasul akan digabungkan dengan orang-orang yang memperoleh nikmat Allah yaitu Para nabi, para shidiqin, para syahid dan orang-orang shaleh. &lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;Tak ada salahnya, pabila saat ini saya mengenang sosok yang hanya saya tahu ciri-cirinya dari sebuah buku. Mengapakah terlalu sering saya mengabaikan teladan sempurna ini. Bahkan, terlalu jauh saya terlontar dari sunnahnya. Padahal, engkau ya Rasul Allah, begitu memperhatikan kami, hingga kami disebut pada saat-saat terakhir kehidupanmu. Ketika maut menjemput, nafas satu-satu dan detik-detik penghabisan di dunia sebelum dengan anggun engkau dipanggil Allah. &lt;br /&gt;Maafkan saya, ya nabi pilihan Allah, shirahmu saya baca tetapi saya hanya mengemasnya dengan rapi dalam memori sebagai sebuah kisah yang nantinya akan saya sampaikan kepada yang lain. Engkau merindukan umat yang berjuang untuk membelamu, padahal saya sama sekali tidak berbuat apapun. Engkau rindui sosok-sosok yang mencintaimu dengan segenap jiwa, dan saya tidak tahu apa bukti kecintaan yang telah saya persembahkan meski hanya sekuntum saja. Betapa malunya saya wahai Rasulullah. &lt;br /&gt;Meski demikian, perkenankan saya menyampaikan salam, salam cinta dan salam kerinduan. Salam bagimu ya Rasul Allah, salam bagimu duhai kekasih Allah yang mulia. Inilah si lemah dari sekian abad dari masamu yang terbentang, menyampaikan salam pekat kerinduan. Inilah si dungu, meski dengan tubuh penuh dengan karat dosa, dengan mata yang seringkali tak terarah, dengan mulut yang kerap menghina dan berdusta, dengan telinga yang sering tuli terhadap kepedihan sesama, memberanikan diri menyapamu dalam kesendirian. &lt;br /&gt;Mengenang engkau ya Rasul Allah, menetaskan dahaga hebat bagi kerontangnya jiwa ini untuk berjumpa denganmu. Mengingatimu tentang betapa rekatnya engkau mencintai para pengikut yang datang jauh setelah engkau tiada, mengkristalkan haru yang tiada tara. Betapapun besar rasa malu ini, terimalah salam, wahai pembawa cahaya kepada dunia. &lt;br /&gt;Betapapun buruk rupa jiwa ini, &lt;br /&gt;Betapapun kerdil pikiran ini, &lt;br /&gt;Betapapun kelu lidah ini berucap, &lt;br /&gt;Ingin saya sampaikan kepadamu wahai nabi al-musthafa: &lt;br /&gt;Shallaallaahu ala muhammad, shallalhu alaihi wasallam... &lt;br /&gt;Salam bagimu ya Rasul Allah. &lt;br /&gt;Sahabat, telah sering kita mengucapkan shalawat terhadap junjungan nabi Mulia, bahkan mungkin disetiap jeda yang kita punya, salam untuk sang tercinta tak lupa kita ungkap. Namun apakah salam yang kita sampaikan benar-benar salam yang ikhlas, salam tanda cinta kita, ataukah salam yang refleks keluar dari mulut kita tanpa ada makna? Wallahu 'A'lam.&lt;br /&gt;mudah-mudahan saat ini dalam dadamu ada yang bergemuruh juga. &lt;br /&gt;Husnul&lt;br /&gt;mahabbah12@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-8501848640866199012?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/8501848640866199012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=8501848640866199012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/8501848640866199012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/8501848640866199012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2008/12/yang-paling-mempesona-imannya.html' title='Yang Paling Mempesona Imannya'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-3108558286132466693</id><published>2008-12-23T06:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T06:04:13.359-08:00</updated><title type='text'>Ir.Endrizal : Menjadi Pengusaha Sukses Dunia-Akhirat</title><content type='html'>Ir.Endrizal : Menjadi Pengusaha Sukses Dunia-Akhirat&lt;br /&gt;Oleh : Rivanli Azis&lt;br /&gt;(Penulis Kuliah Umum Kewirausahaan)&lt;br /&gt;Ir.Endrizal adalah seorang Pengusaha ternak Sapi yang sukses di Sumatera Barat.Dlihat dari latar belakang Pendidikannya yang nerupakan jebolan Matematika ITB Bandung tahun 1992 rasanya agak meleset kalau akhirnya berkarir dibidang ternak.Seperti halnya Ir.Andri Fajria yang juga suskes dibidang ternak kambing yang merupakan lulusan Tenik Fisika ITB,begitu juga dengan Ir.Endrizal.Ir.Endrizal merupakan Pimpinan UD.Salma Insani yang bergerak dibidang Aqiqah,Potong,Bibit dan Qurban yang berlokasi di Solok.Beliau dulunya juga alumni SMA N 1 Gunung Talang Solok pada tahun 1988 dan dapat PMDK ke ITB Bandung.Kenapa seorang Ir.Endrizal memilih jadi Pengusaha? Salah satu alasannya adalah beliau bertolak dari kehidupan Rasulullah SAW.Rasulullah adalah seorang Pengusaha.Kehidupan ekonominya sangat mapan sehingga ketika Pernikahannya dengan Siti Khadijah maharnya tidak tanggung-tanggung.Bahkan Rasullah SAW itu memiliki Onta Merah yang merupakan kendaraan termahal waktu itu dan kalau disetarakan dengan kendaraan pada masa sekarang mungkin nilainya hampir sama dengan kendaran jenis BMW atau kendaraan mewah lainnya.Bahkan ada 9 dari 10 sahabat yang dijamin oleh Allah SWT masuk surga adalah Pengusaha.Satu orang lagi Bilal bin Rabbah yang menjadi abdi masyarakat.Begitu juga dalam kehidupan para sahabat.Ir.Endrizal teringat ketika masa Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah seorang Sahabat bernama Abdurrahman bin Auf meminta pada golongan Anshar untuk ditunjukkan dimana letaknya Pasar.Artinya adalah Pasar merupakan tempat pertemuan penjual dan pembeli sekaligus mempererat silaturrahim.Pasar sudah sedemikian pentingnya bagi kehidupan para sahabat setelah Masjid.Masjid merupakan penjagaan hubungan dan komunikasi vertikal kepada Allah dan Pasar sebagai tempat silaturrahmi sekaligus penopang ekonomi umat Islam.&lt;br /&gt; Ir.Endrizal dalam menekuni bisnis mempunyai misi menjadi Pengusaha Sukses di Dunia dan di Akhirat.Dengan menekuni bisnis ternak Sapi selain mendapat keuntungan secara ekonomis juga memudahkan umat dalam melakukan Aqiqah dan Qurban.Dalam bisnis Sapi ini,Ir.Endrizal telah bekerjasama dengan Dinas Peternakan Solok pada tahun 2000 untuk pengadaan Sapi Bali.Kemudian memasok Sapi untuk Qurban Ke Riau sebanyak 300 ekor.Ada sebuah Spirit dari Riau yang patut ditiru oleh Pemerintah Provinsi Sumbar.Di Riau pada tahun 2020 menargetkan tidak akan memasok Sapi dari Sumbar.Bahkan kalau perlu Riau yang memasok Sapi lagi Ke Sumbar.Kita teringat dengan kualitas Pendidikan Indonesia dengan Malaysia.Dahulu Malaysia berbondong-bondong ke Indonesia untuk belajar.Mereka mengirimkan Putra-Putri terbaik Malaysia untuk menyerap ilmu dari Indonesia.sekarang kita lihat kualitas Pendidikan Malaysia yang semakin maju sedangkan Indonesia semakin jauh tertinggal malahan Indonesia yang berguru kepada Malaysia.Ini sebuah ironi yang patut kita renungkan dan dijadikan cambuk untuk melakukan perubahan dan peningkatan.Di Sumbar sendiri sudah dicanangkan untuk swasembada daging pada tahun 2020.Akan tetapi sampai saat ini belum ada gebrakan berarti dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.Kalau mau jujur banyak daging dari Sumbar yang merupakan kiriman dari Palembang dan Lampung.Apakah Sumbar tidak mampu memenuhi kebutuhan daging sendiri ? Padahal lahan di Sumbar ini cukup banyak dan iklim mendukung untuk peternakan Sapi dan Kambing.&lt;br /&gt; Bagaimanakah kiat Ir.Endrizal bisa sukses menekuni bisnis peternakan ini ? Salah satunya adalah Kesungguhan menekuni bidang usaha.Kesungguhan ini memegang peranan terbesar sebuah kesuksesan.Kesungguhan ini lahir dari sikap batin kita bukan karena ditekan orang atau dipaksa orang.Jika kita ingin merubah nasib kita menjadi lebih baik maka bersungguh-sunggulah untuk keluar dari kesempitan menuju jenjang kesuksesan.Jika ingin menjadi Pengusaha yang handal maka kita sungguh-sungguh untuk jadi Pengusaha.Ikutilah seminar kewirausahaan,baca buku kewirausahaan,berdiskusi dengan orang-orang yang telah sukses,ikut mentoring bisnis agar hasil yang dicapai maksimal sesuai dengan yang kita harapkan,jeli dalam membaca peluang bisnis dan masih banyak lagi aktivitas yang mendongkrak kita agar terus bersungguh-sungguh untuk jadi Pengusaha.Kemudian kiat lain adalah Sabar.Kesabaran dalam menekuni bisnis sangat penting.Untuk menjadi sukses tidaklah segampang membalik telapak tangan.Agar suskes seorang yang menekuni bisnis apapun haruslah sabar dalam menjalankan bisnis tersebut.Adakalanya kita mendapat ujian dan adakalanya kita mendapat kemudahan.Semuanya itu harus kita sikapi dengan kesabaran.&lt;br /&gt;Jika kita berpedoman kepada bisnis Rasulullah SAW ketika menjalankan barang dagangan dari Siti Khadijah,kesabaranlah yang menjadi kunci banyaknya keuntungan yang diperoleh oleh Rasulullah sehingga Siti Khadijah kagum dengan cara berbisnis Rasulullah.Ada sebuah kasus yang menarik dan ini dialami sendiri oleh Ir.Endrizal.Pernah suatu ketika ternak sapi yang dikirim keluar daerah mati mendadak.Setelah diperiksa ternyata sapi ini tidak tahan perjalanan jauh sehingga sapi ini harus mendapat asupan nutrisi yang memadai dan vitamin yang menajga staminanya.Kematian sapi ini tidak membuat Ir.Endrizal putus asa.Malahan beliau menghadapinya dengan sabar dan menjadikan kematian tersebut sebagai ilmu dan uang kuliah.Artinya pengalaman pahit yang didapatkan akan menjadi pelajaran yang berguna untuk masa yang akan datang agar tidak terulang lagi.&lt;br /&gt;Kemudian kita yang tidak kalah pentingnya adalah sifat kejujuran.Pada hari ini kejujuran menjadi barang langka di negeri ini.Kebanyakan Pengusaha mengambil untung sesaat dengan menipu pelanggan atau pembeli.Barang yang jelek dikatakan bagus,takaran dikurangi,barang yang sudah hampir kadaluwarsa dikatakan masih baru, dan masih banyak lagi perilaku yang tidak patut ditiru oleh seorang Pengusaha yang ingin sukses di dunia dan di akhirat.Sungguh sangat berbeda dengan kepribadian Rasullah SAW dalam berbisnis.Rasulullah dengan kejujurannya menarik minat orang-orang untuk membeli barang dagangannya.Barang yang sudah jelek diletakkan agak ke belakang dan barang yang masih baru dikedepankan.Jika konsumen bertanya dijawab dengan jujur sehingga pembeli tidak merasa dirugikan.&lt;br /&gt;Ir.Endrizal dalam hal aqiqah bekerjasama dengan Rumah Sakit dan Bidan.Pada aqiqah ini sudah termasuk dengan koki dan ustadz yang akan memandu acara.aqiqah seorang anak.Ir.Endrizal berprinsip ”jual dulu baru dibeli” dalam menekuni usaha.Hal ini terkait dengan modal.Banyak Mahasiswa yang ragu berbisnis karena tidak ada modal.Padahal banyak peluang bisnis tersebut.Misalnya bagi mahasiswa asal solok dapat menjual beras solok di tempat kosnya.Mahasiswa menjual dulu beras-beras yang dikirim dari kampung untuk dijadikan modal dalam mengembangkan usahanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-3108558286132466693?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/3108558286132466693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=3108558286132466693' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3108558286132466693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3108558286132466693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2008/12/irendrizal-menjadi-pengusaha-sukses.html' title='Ir.Endrizal : Menjadi Pengusaha Sukses Dunia-Akhirat'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-3006473523193141809</id><published>2008-12-19T07:03:00.001-08:00</published><updated>2008-12-19T07:04:28.593-08:00</updated><title type='text'>BURUNG-BURUNG BERKUMPUL</title><content type='html'>BURUNG-BURUNG BERKUMPUL&lt;br /&gt;SELAMAT DATANG, O Hudhud! Kau yang menjadi penunjuk jalan Raja Sulaiman dan menjadi utusan sejati dari lembah, yang beruntung dapat pergi hingga ke batas-batas Kerajaan Saba. Tutur siulmu dengan Sulaiman menyenangkan; sebagai kawan baginya, kau pun mendapat mahkota kehormatan. Kau harus membelenggu setan, si penggoda itu, dan sesudah demikian, kau akan dapat masuk ke istana Sulaiman.1&lt;br /&gt;O, si Goyang Ekor,2 kau yang seperti Musa! Angkat kepalamu dan kumandangkan serulingmu mengagungkan pengetahuan yang benar tentang Tuhan. Seperti Musa, kau pun telah melihat api itu dari jauh,3 kau benar-benar Musa kecil di bukit Tursina. Pembicaraanku tanpa kata, tanpa lidah, tanpa suara; maka pahamilah pula tanpa pikiran, tanpa telinga.&lt;br /&gt;Selamat datang, o, Nuri! Kau yang berjubah indah dan mengenakan lengkung leher baju dari api, lengkung leher baju ini patut bagi penghuni neraka, tetapi jubahmu layak bagi sorga. Dapatkah Ibrahim menyelamatkan diri dari api Nimrod? Pecahkan kepala Nimrod dan jadilah sahabat Ibrahim yang menjadi sahabat Tuhan. Setelah kau dibebaskan dari tangan Nimrod, kenakan jubah kehormatanmu dan tak usah kau takut akan lengkung leher baju dari api itu.&lt;br /&gt;Selamat datang, o, Ayam Hutan! Kau yang berjalan begitu anggun, dan merasa puas bila terbang di atas gunung-gunung pengetahuan ilahiat. Bangkitlah dengan gembira dan pikirkan manfaat Jalan itu. Ketoklah dengan martil pintu rumah Tuhan; dan dengan rendah hati luluhkanlah gunung nafsumu yang tegar agar unta itu dapat keluar.&lt;br /&gt;Salam, o Elang Mulia! Kau dengan pandangmu yang tajam mencucuk, berapa lama kau akan tetap begitu garang dan bernafsu? Eratkan genggam cakarmu pada surat cinta abadi, tetapi jangan rusakkan capnya sampai akhir nanti. Padukan semangatmu dengan akal budi dan pandanglah keabadian yang kemudian dan yang sebelumnya itu satu. Patahkan rangkamu yang buruk dan mantapkan dirimu di gua wahadiyat, maka Muhammad pun akan datang padamu.&lt;br /&gt;Salam, o Pikau ! Ketika dalam jiwamu kau mendengar perjanjian cinta ilahiat, jasad nafsumu menjawab dengan gusar dan tak senang. Pergunakanlah jasad nafsumu seperti keledai Nabi Isa, dan kemudian, seperti Al-Masih, bakar dirimu dengan cinta pada Al-Khalik. Bakar keledai ini dan ambil burung cinta, agar Ruh Tuhan hendaknya datang padamu dengan gembira.&lt;br /&gt;Salam, o Bulbul dari Taman Cinta! Perdengarkan nyanyi ratapmu yang timbul karena luka dan kepedihan cinta. Merataplah dengan manis, seperti Daud. Bukalah tenggorokanmu yang merdu dan nyanyilah tentang keruhanian. Dengan nyanyianmu tunjukkan insan jalan yang benar. Jadikan besi hatimu selembut lilin, maka kau pun akan serupa Daud, mesra dalam mencintai Tuhan.&lt;br /&gt;Salam, o Merak dari Taman Berpintu Delapan! Kau telah menderita lantaran ular berkepala tujuh itu; karena dialah kau terusir dari Sorga. Jika kau membebaskan dirimu dari ular yang menjijikkan ini, Adam akan membawamu ke Sorga.&lt;br /&gt;Salam, o Kuau Utama! Kau melihat apa yang jauh sayup, dan kau pun melihat mata-air nurani yang tercelup di lautan cahaya, sementara kau tinggal di sumur kegelapan dan penjara ketakpastian. Keluarlah kau dari sumur itu dan angkat kepalamu menengadah ke arasy Ilahi.&lt;br /&gt;Selamat, o, Tekukur yang mengadah lembut! Kau pergi dengan senang dan kembali dengan hati pilu ke penjara yang sesempit penjara Yunus. O, kau yang mengedar ke sana-sini bagai ikan, dapatkah kau tinggal merindu dendam? Potong kepala ikan ini agar dapat bermegah diri di puncak bulan.&lt;br /&gt;Salam, o Merpati! Dendangkanlah nyanyianmu agar aku dapat menaburkan di seputarmu tujuh pinggan mutiara. Karena lengkung leher baju keimanan melingkar di lehermu, tak layak bagimu jika tak beriman. Bila kau menempuh jalan keinsafan, Khizr pun akan membawakan kau air hayat.&lt;br /&gt;Selamat datang, o Rajawali! Kau telah terbang, dan setelah mendurhaka terhadap tuanmu, kau pun menundukkan kepala! Baik-baiklah kau membawa diri. Kau terikat pada tubuh dunia ini, dan karena itu, jauh dari yang lain. Bila kau terbebas dari semesta dunia, kini dan nanti, kau akan ada di tangan Iskandar.&lt;br /&gt;Selamat datang, o Pingki Kencana!4 Datanglah dengan gembira. Jadilah bergairah untuk bertindak, dan datanglah bagai api. Bila kau telah membakar habis keterikatanmu, nur Ilahi akan semakin jelas. Karena hatimu mengenal kerahasiaan Tuhan tetaplah beriman. Bila kau telah mencapai kesempurnaan diri, kau tak akan ada lagi. Hanya Tuhan yang senantiasa ada.&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Burung Hudhud menjadi penunjuk jalan Nabi Sulaiman. Demikianlah misalnya, dalam salah satu perjalanan ketika Nabi Sulaiman membutuhkan air, dipanggilnya Hudhud karena burung itu dapat menemukan air di bawah tanah. Ketika burung itu menunjukkan tempat yang mengandung air dengan paruhnya, setan menarik air itu kembali ke dalam tanah.&lt;br /&gt;2 Di sini dipakai sebagai nama burung (Inggris: wagtail, Latin: motacilla). Dalam bahasa Parsi, bahasa asli buku ini, nama burung itu mucicha; dan bertolak dari nama dalam bahasa aslinya itu terjadilah permainan kata dalam kalimat-kalimat selanjutnya dalam paragrap ini: Muca, artinya Musa; mucichar, artinya sejenis seruling.&lt;br /&gt;3 Yaitu api yang dilihat Nabi Musa dari jauh, ketika dalam perjalanan bersama keluarga. Nabi Musa pun mendekati api itu. Sesampai di sana, didengarnya suara yang memanggilnya dari sebelah kanan lembah --lembah Tuwa-- di tempat yang direstui. Kiranya Tuhanlah yang memangil namanya itu. (Lihat Quran, Surah XX: 10-12; XXVII: 7-9: dan XXV111: 29 - 30). - H.A.&lt;br /&gt;4 Sejenis burung, berdada kuning emas (Inggris: goldfinch, Latin: pyrrhula p. coccinea)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-3006473523193141809?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/3006473523193141809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=3006473523193141809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3006473523193141809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/3006473523193141809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2008/12/burung-burung-berkumpul.html' title='BURUNG-BURUNG BERKUMPUL'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-4280853082258457319</id><published>2008-12-19T06:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T07:00:27.595-08:00</updated><title type='text'>MUSYAWARAH BURUNG</title><content type='html'>MUSYAWARAH BURUNG&lt;br /&gt;1. Musyawarah Dibuka&lt;br /&gt;SEGALA burung di dunia, yang dikenal dan tak dikenal, datang berkumpul. Mereka berkata, "Tiada negeri di dunia ini yang tak beraja. Maka bagaimana mungkin kerajaan burung-burung tanpa penguasa! Keadaan demikian tak bisa dibiarkan terus. Kita mesti berusaha bersama-sama untuk mencarinya; karena tiada negeri yang mungkin memiliki tata usaha yang baik dan tata susunan yang baik tanpa raja."&lt;br /&gt;Maka mereka mulai memikirkan bagaimana hendak mencarinya. Burung Hudhud, dengan bersemangat dan penuh harapan, tampil ke muka lalu menempatkan diri di tengah majelis burung-burung itu. Di dadanya tampak perhiasan yang melambangkan bahwa dia telah mengikuti tarikat pengetahuan ruhani; jambul di kepalanya sebagai mahkota kebenaran, dan dia memiliki pengetahuan tentang baik dan buruk.&lt;br /&gt;"Burung-burung yang terhormat," dia mulai, "akulah yang bergiat dalam perjuangan suci, dan aku utusan dari dunia yang tak terlihat di mata. Aku memiliki pengetahuan tentang Tuhan dan rahasia-rahasia ciptaan. Bila ada yang --seperti aku-- membawa nama Tuhan, Bismillah,1 di paruhnya, itu berarti bahwa dia pasti memiliki pengetahuan tentang banyak hal yang tersembunyi. Namun hari-hariku berlalu dengan resah dan aku tak berurusan dengan siapa pun, karena aku sama sekali dikuasai oleh cinta pada Raja. Aku dapat mencari sumber air dengan naluriku, dan banyak rahasia lain yang kuketahui. Aku bicara dengan Sulaiman dan aku yang paling penting di antara para pengikutnya. Mengherankan bahwa ia tak menanyakan ataupun mencari mereka yang tak hadir dalam kerajaannya, namun bila aku pergi sehari saja, disebarnya utusan di mana-mana, dan karena ia tak mungkin tanpa aku sebentar maka nilai kepentinganku telah mantaplah selamanya. Aku membawa surat-suratnya, aku pengiringnya yang terpercaya. Burung yang diinginkan Nabi Sulaiman patut mendapat mahkota di kepalanya. Burung yang dikatakan baik oleh Tuhan, mana mungkin menyeret bulu-bulunya dalam debu? Bertahun-tahun aku telah mengelana di laut dan di darat, lewat di atas gunung-gunung dan lembah-lembah. Kucakup ruangan maha luas di masa banjir besar; aku menyertai Sulaiman dalam perjalanan-perjalanannya, dan aku telah mengukur batas-batas dunia.&lt;br /&gt;Kukenal baik Rajaku, tetapi sendiri saja tak dapat aku pergi mencarinya. Tinggalkan keseganan kalian, kesombongan kalian dan keingkaran kalian, karena siapa yang tak mementingkan hidupnya sendiri terbebas dari ikatan dirinya sendiri; ia terbebas dari ikatan baik dan buruk demi yang dicintainya. Bermurah hatilah dengan hidup kalian. Jejakkan kaki kalian di tanah dan melangkahlah ke istana Raja. Kita mempunyai Raja sejati, ia tinggal di balik gunung-gunung Kaf.2 Namanya Simurgh3 dan ia raja segala burung. Ia dekat dengan kita, tetapi kita jauh darinya. Tempat persemayamannya tak dapat dicapai, dan tiada lidah yang dapat mengucapkan namanya. Di mukanya tergantung seratus ribu tabir cahaya dan kegelapan, dan dalam kedua dunia itu tak ada yang dapat menyangsikan kerajaannya. Ia Raja yang berdaulat raya dan bermandikan kesempurnaan dari keagungannya. Ia tak membukakan diri sepenuhnya meskipun di tempat persemayamannya sendiri, dan tentang ini tak ada pengetahuan atau kecerdasan yang dapat meraihnya. Jalan itu tak dikenal, dan tak ada yang berteguh hati mencarinya, meskipun ribuan makhluk melewatkan hidupnya dalam kerinduan. Bahkan jiwa yang paling suci pun tak dapat melukiskannya, dan akal budi tak pula dapat memahami: kedua belah mata ini pun buta. Si bijak tak dapat mengetahui kesempurnaannya dan si arif tak pula dapat mengamati keindahannya. Sekalian makhluk memang ingin meraih kesempurnaan dan keindahan itu dengan bayangan angan. Tetapi betapa dapat kalian menempuh jalan itu dengan pikiran? Bagaimana mengukur bulan dari ikan? Begitulah, ribuan kepala pun bergerak ke sana ke mari, dan hanya ratap dan keluh kerinduan saja yang terdengar. Banyak laut dan daratan di tengah jalan. Jangan kira perjalanan itu singkat; dan kita mesti berhati singa untuk menempuh jalan yang luar biasa itu, karena jalan itu amat panjang dan laut itu dalam. Ada yang berjalan dengan susah payah dan keheranan, sambil kadang-kadang tersenyum dan kadang-kadang menangis. Adapun bagiku, aku akan merasa bahagia menemukan biar hanya jejaknya saja. Itu akan ada juga artinya, tetapi hidup tanpa dia tentulah akan menjadi sesalan. Janganlah kita menutup jiwa kita terhadap yang kita kasihi, tetapi hendaklah kita ada dalam keadaan yang serasi untuk menuntun jiwa kita ke istana Raja kita itu. Cucilah tangan kalian dari kehidupan ini bila kalian ingin disebut pengamal. Demi yang kalian kasihi, tinggalkan kehidupan kalian yang berharga ini, sebagai muliawan. Bila kalian menyerahkan diri dengan manis, sang kekasih pun akan memberikan seluruh hidupnya pada kalian."&lt;br /&gt;Pengejawantahan Simurgh yang Pertama&lt;br /&gt;"Sungguh ajaib! Pengejawantahan Simurgh yang pertama terjadi di Cina pada tengah malam. Sehelai bulunya jatuh di Cina dan kemasyhuran namanya pun memenuhi dunia. Setiap orang membuat lukisan yang menggambarkan bulu ini, dan dari lukisan itu dibentuk susunan pikirannya sendiri dan dengan demikian tergelincirlah ia dalam kekacauan. Lukisan ini masih ada di gedung lukisan di negeri itu; maka dihadiskan, 'Carilah ilmu, walau ke Cina!'&lt;br /&gt;Tetapi terhadap pengejawantahan itu tak begitu banyak ribut-ribut di dunia mengenai Wujud yang penah rahasia ini. Tanda akan adanya itu membuktikan keagungannya. Semua jiwa menyimpan kesan gambaran angan tentang bulunya. Karena penggambaran tentang Simurgh tanpa kepala maupun ekor, tanpa awal maupun akhir, maka tak perlu pemerian lebih lanjut. Kini siapa pun di antara kalian yang hendak menempuh perjalanan yang kusebutkan, siapkan diri dan injakkan kaki di Jalan itu."&lt;br /&gt;Setelah Hudhud selesai bicara, dengan bersemangat burung-burung pun mulai membicarakan keagungan Raja itu, dan dicekam keinginan hendak menjadikan Raja itu penguasa mereka, maka tak sabar mereka pun ingin berangkat. Mereka memutuskan untuk pergi bersama-sama; masing-masing pun menjadi kawan bagi yang lain dan menjadi lawan dirinya sendiri. Tetapi ketika mereka mulai menyadari betapa jauh dan pedihnya perjalanan mereka nanti, maka mereka pun ragu-ragu, dan meskipun jelas mereka berkemauan baik, namun mereka mulai berdalih menyatakan keberatan, masing-masing sesuai dengan wataknya. &lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Artinya, "Dengan nama Tuhan". Pada paruh burung Hudhud ada tanda yang menyerupai huruf-huruf Parsi "Bismillah".&lt;br /&gt;2 Kaf = barisan gunung yang melingkungi bumi.&lt;br /&gt;3 Simurgh = Juga disebut Sen-Simurgh, burung raksasa. Dalam Mahabarata, Garuda. Ada dua Simurgh. Yang satu tinggal di gunung Elbruz di Pegunungan Kaukasus, jauh dari manusia. Sarangnya terbuat dari tiang-tiang gading, kayu cendana dan gaharu. Ia dapat bicara dan bulu-bulunya memiliki daya-daya magis. Ia merupakan lambang Tuhan dan pelindung para pahlawan. Simurgh yang lain ialah gergasi yang menakutkan, yang juga tinggal di sebuah gunung, tetapi ia menyerupai awan hitam.&lt;br /&gt;2. Bulbul&lt;br /&gt;Bulbul yang penuh cinta lebih dulu tampil ke muka, hampir gila karena gairah nafsunya. Dituangkannya perasaannya dalam masing-masing dari seribu nada nyanyiannya. Dan dalam setiap nada itu dapat ditemukan sebuah dunia penuh rahasia. Ketika ia menyanyikan rahasia-rahasia ini, sekalian burung itu pun terdiam. "Rahasia-rahasia cinta tak asing bagiku," katanya. "Sepanjang malam berulang-ulang kunyanyikan nyanyian-nyanyian cinta. Tak adakah Daud yang malang tempat aku dapat menyanyikan mazmur cinta penuh kerinduan? Tangis seruling yang manis itu ialah lantaran aku, begitu pula ratap kecap; itu. Kutimbulkan kacau di antara bunga-bunga mawar dan juga di hati para kekasih. Selalu kuajarkan rahasia-rahasia baru, dan setiap kali kuulang nyanyian-nyanyian duka yang baru. Bila cinta menguasai jiwaku, suara nyanyianku pun bagai laut yang mengeluh sayu. Siapa mendengar aku, akan meninggalkan akal budinya, meskipun ia ada di antara para cendekia. Bila aku berpisah dari Mawarku tercinta, aku pun merasa sunyi, aku tak lagi menyanyi, dan tak kututurkan pada siapa pun rahasiaku. Tak ada yang mengetahui rahasiaku; hanya Mawar mengetahuinya dengan pasti. Begitu dalam aku terlibat dalam cinta dengan Mawar hingga aku pun tak memikirkan hidupku sendiri; dan hanya memikirkan Mawar dengan kelopaknya yang bagai karang bercabang-cabang itu. Perjalanan mendapatkan Simurgh ada di luar kekuatanku; cinta dari Mawar itu cukuplah bagi Bulbul ini. Untuk akulah dia berbunga dengan seratus kelopaknya itu; apa lagi yang mungkin kuharapkan. Mawar yang berbunga hari ini penuh kerinduan, dan ia tersenyum ria untukku. Bila ia memperlihatkan wajahnya di balik cadar, aku tahu bahwa itu untukku. Maka bagaimana dapat Bulbul ini tinggal semalam saja tanpa cinta dari jelita pemesona itu?"&lt;br /&gt;3. Hudhud&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O Bulbul, kau yang tak mau ikut, silau karena bentuk lahiriah dari segala ini, berhentilah menikmati keterikatan yang begitu menyesatkan. Cinta Mawar itu banyak durinya; ia mengusik dan menguasai dirimu. Meskipun Mawar itu jelita, namun keindahannya akan segera lenyap. Siapa yang mencari kesempurnaan diri janganlah menjadi budak cinta yang begitu cepat berlalu. Jika senyum Mawar itu menimbulkan berahimu, maka itu hanya akan mengisi hari demi harimu dan malam demi malammu dengan ratapan-ratapan kesedihan. Tinggalkan Mawar itu dan hendaknya kau malu pada dirimu sendiri; sebab, bersama tiap Musim Semi yang baru, ia menertawakanmu dan kemudian ia pun tak tersenyum lagi."&lt;br /&gt;Hudhud Menuturkan Kisah Puteri Raja dengan Darwis&lt;br /&gt;Seorang raja mempunyai seorang putri secantik bulan, yang dicintai oleh setiap orang. Nafsu terbangkit oleh matanya yang mengantuk sayu dan bius manis kehadirannya. Wajahnya seputih kapur barus, rambutnya hitam-kesturi. Kecemburuan bibirnya mengeringkan permata air terindah, sedang gula pun cair di sana karena malu.&lt;br /&gt;Karena kehendak nasib seorang darwis sempat melihat putri itu sepintas, dan roti yang dipegangnya pun jatuh dari tangannya. Putri itu melintasinya bagai nyala api, dan ketika melintas, putri itu tertawa. Melihat ini, darwis itu jatuh di atas debu, hampir mati. Ia tak dapat merasa tenang, baik siang maupun malam, dan ia menangis berkepanjangan. Bila teringat akan senyum putri itu, ia mengucurkan airmata bagai awan menjatuhkan hujan. Cinta yang garang ini berlangsung terus tujuh tahun lamanya, dan selama itu ia hidup di jalanan bersama anjing-anjing. Akhirnya para pengiring sang putri memutuskan untuk membunuhnya. Tetapi putri itu bicara padanya dengan diam-diam; katanya, "Mana mungkin akan ada hubungan yang mesra antara kau dengan aku? Pergilah lekas, atau kau akan dibunuh nanti; jangan tinggal lagi di pintuku, tetapi bangkitlah pergi."&lt;br /&gt;Darwis malang itu menjawab, "Pada hari ketika hamba jatuh cinta pada Tuanku Putri, hamba bercuci tangan dari kehidupan ini. Beribu-ribu yang seperti hamba mengorbankan diri ke haribaan keindahan Tuan. Karena para pengiring Tuan hendak membunuh hamba secara tak adil, maka jawablah kiranya pertanyaan yang biasa ini. Pada hari ketika Tuan menjadi sebab bagi kematian hamba, mengapa Tuan tersenyum pada hamba?" "O kau si dungu," kata putri itu, "ketika kuketahui bahwa kau hendak merendahkan martabat dirimu sendiri, aku tersenyum karena kasihan. Aku sengaja tersenyum karena kasihan bukan karena hendak mencemooh." Berkata demikian, ia pun lenyap bagai seberkas asap, meninggalkan darwis itu termangu sendiri.&lt;br /&gt;4. Nuri&lt;br /&gt;Lalu datang Nuri dengan gula di paruhnya, berpakaian hijau, dan lengkung leher baju kencana melingkar di lehernya. Rajawali hanyalah nyamuk di sisi keindahannya yang cemerlang; permadani bumi yang hijau ialah pantulan bulu-bulunya, dan tutur katanya ialah sari gula. Dengarkan dia: "Begitu menawan aku ini, hingga manusia keji yang berhati besi mengurungku dalam sangkar. Terikat dalam penjara ini, aku pun merindukan sumber air kebakaan yang dijaga oleh Khizr. Seperti dia, aku pun berpakaian hijau, sebab aku ini Khizr di antara burung-burung. Aku ingin pergi ke sumber air ini, tetapi ngengat tidak berdaya mengangkat dirinya ke sayap Simurgh yang besar itu; mata air Khizr cukuplah bagiku."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O kau yang tak punya cita-cita kebahagiaan! Siapa yang tak mau meninggalkan hidupnya, bukanlah makhluk. Hidup diberikan padamu agar suatu ketika kau dapat mempunyai sahabat yang mulia. Tempuhlah Jalan itu, karena kau bukan buah badam, kau hanya kulitnya. Masuklah di kalangan mereka yang mulia dan tempuhlah Jalan mereka dengan senang."&lt;br /&gt;Si Penggila Tuhan dan Khizr&lt;br /&gt;Ada seorang lelaki, gila karena cintanya pada Tuhan. Khizr bertanya padanya, "O manusia sempurna, maukah kau jadi sahabatku?"&lt;br /&gt;Orang itu menjawab, "Kau dan aku tak mungkin disatukan, karena kau telah banyak mereguk air kebakaan sehingga kau akan senantiasa hidup, sedang aku ingin menyerahkan hidupku. Aku tak berkawan dan bahkan bagaimana menunjang hidupku sendiri pun aku tak tahu. Sementara kau asyik memelihara hidupmu, aku mengorbankan hidupku setiap hari. Lebih baik aku meninggalkan kau, bagai burung menghindari jerat, jadi, selamat tinggal."&lt;br /&gt;5. Merak&lt;br /&gt;Selanjutnya datang Merak Kencana dengan bulu-bulunya yang seratus -bagaimana mesti kuperikan?- seratus ribu warna itu! Ia memperagakan dirinya, putar-putar ke sana-sini, bagai pengantin.&lt;br /&gt;"Pelukis dunia raya ini," katanya, "mempergunakan kuas Jin di tangannya untuk membentuk daku. Tetapi meskipun aku ini Jibril di antara burung-burung, nasibku tak layak diirikan. Aku beramah-ramahan dengan ular di sorga dunia ini, dan lantaran itu dengan hina aku terusir. Mereka lepas aku dari kedudukan yang dipercayakan padaku; mereka, yang mempercayai diriku itu, dan kaki pun menjadi penjaraku. Namun aku selalu berharap agar ada penunjuk jalan yang bermurah hati mau menuntun aku keluar dari tempat yang gelap ini dan membawaku ke rumah-rumah besar yang tinggal berdiri selamanya. Aku tak mengharapkan akan sampai ke hadapan Raja yang kausebutkan itu, cukuplah bagiku untuk sampai ke gerbangnya. Bagaimana dapat kau harapkan diriku akan berusaha untuk sampai ke hadapan Simurgh karena aku telah tinggal di sorga dunia? Tak ada keinginanku yang lain kecuali tinggal di sana lagi. Tiada yang lain lagi yang berarti bagiku."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Kau tersesat dari Jalan yang benar itu. Istana Raja itu jauh lebih bagus dari sorgamu. Tak ada yang lebih baik bagimu selain berusaha untuk sampai ke sana. Istana itu tempat tinggal bagi jiwa, ia keabadian, ia tujuan keinginan kita yang sebenarnya, permukiman hati, tempat duduk kebenaran. Yang Maha Luhur itu lautan maha raya; sorga rahmat duniawi hanyalah setitik kecil; segala yang bukan lautan itu hanya sesuatu yang membingungkan. Bila kau dapat memiliki lautan itu, mengapa kau ingin mencari setitik embun petang? Akankah ia yang tahu akan rahasia surya iseng bermain dengan sejemput debu? Adakah ia yang mempunyai segalanya berurusan dengan apa yang hanya merupakan sebagian saja? Adakah jiwa berurusan dengan anggota-anggota badan? Bila kau ingin sempurna, carilah kesemestaan, pilihlah kesemestaan, jadilah kesemestaan."&lt;br /&gt;Guru dan Murid&lt;br /&gt;Seorang murid bertanya pada Gurunya, "Mengapa Adam harus meninggalkan sorga?" Sang Guru menjawab, "Ketika Adam, yang termulia dari segala makhluk, masuk sorga, didengarnya suara yang bergema dari dunia yang tak tampak, 'O kau yang terikat pada sorga duniawi dengan seratus ikatan, ketahuilah bahwa siapa pun di kedua dunia itu dikenal karena apa yang terjadi antara dia dengan Aku, Kupisahkan dari segala yang ada, agar ia hanya terikat padaKu saja, kawannya sejati.' Bagi seorang pencinta, seratus ribu kehidupan pun tiada artinya tanpa yang dikasihinya. Ia yang hidup untuk sesuatu yang lain dari Dia, biar Adam sendirilah itu, telah terusir. Para penghuni sorga tahu bahwa yang pertama mesti mereka serahkan ialah hati mereka."&lt;br /&gt;6. Itik&lt;br /&gt;Dengan takut-takut Itik pun keluar dari air lalu pergi ke persidangan itu, mengenakan jubahnya yang terindah. "Tiadalah kiranya yang pernah menyaksikan makhluk yang lebih menarik dan lebih suci daripadaku," katanya. "Setiap saat aku melakukan sesuci yang menjadi kelaziman itu, lalu membentangkan tikar sembahyang di air. Burung mana dapat hidup dan bergerak di air seperti aku? Dalam hal ini aku punya kemampuan yang mengagumkan. Di antara burung-burung aku petobat yang berpenglihatan jernih, berpakaian bersih; dan aku hidup dalam unsur yang suci. Tak ada yang lebih bermanfaat bagiku kecuali air, karena di sana kudapat makananku dan kumiliki permukimanku. Bila kesusahan-kesusahan merisaukan diriku, kubasuhhilangkan semuanya di air. Air jernih memberikan zat-zatnya pada sungai di mana aku hidup; aku tak suka akan tanah kering. Begitulah, karena aku hanya berurusan dengan air, mengapa pula aku harus meninggalkannya? Segala yang hidup ini hidup dari air. Bagaimana aku akan dapat melintasi lembah-lembah dan terbang mendapatkan Simurgh? Mana mungkin macam aku ini yang puas dengan permukaan air, merasa rindu untuk bertemu dengan Simurgh?"&lt;br /&gt;Hudhud berkata, "O kau, yang menemukan kegembiraan di air yang memenuhi seluruh hidupmu! Bermalas-malas kau mengantuk di sana --tetapi ombak datang dan kau dihanyutkan Air hanya baik buat mereka yang bermuka jelita dan berwajah bersih. Jika kau seperti itu, baiklah! Tetapi berapa lama kau akan tetap bersih dan suci bagai air?"&lt;br /&gt;Cerita Orang yang Salih&lt;br /&gt;Seseorang bertanya pada seorang aulia, "Bagaimanakah kiranya kedua dunia yang selalu memenuhi pikiran kita itu? " Jawabnya, "Baik dunia atas maupun dunia bawah bagaikan setitik air, yang ada dan yang tidak ada. Yaitu setitik air yang menampakkan dirinya sendiri pada mulanya, dan kemudian mengambil beragam bentuk yang indah-indah. Segala perwujudan ini bagaikan air. Tiada yang lebih keras daripada besi, namun besi pun tahu bahwa airlah asalnya. Tetapi segala yang berasas pada air, biar besi pun, tak lebih nyata dari mimpi. Air sama sekali tak tetap."&lt;br /&gt;(sebelum,&lt;br /&gt;7. Ayam Hutan&lt;br /&gt;Ayam hutan lalu mendekat, cantik tetapi sombong. Tersipu-sipu ia bangkit dari harta mutiaranya dalam pakaian fajar itu. Dengan mata berlingkar aku mati atau menemukan batu-batu mulia itu darah dan paruh merah ia terbang sambil sedikit menelengkan kepala, memakai ikat pinggang dan pedangnya.&lt;br /&gt;Ia berkata, "Aku suka mengelana di antara reruntuhan karena aku menyukai batu-batu mulia. Benda-benda itu telah menyalakan api di hatiku dan ini membuat aku merasa puas. Bila aku dibakar keinginan untuk mendapatkannya, kerikil-kerikil yang telah kutelan pun menjadilah seakan diwarnai darah. Tetapi sering kudapati diriku di antara batu-batu dan api, tak berbuat apa-apa dan bingung. O kawan-kawanku, lihat bagaimana aku hidup! Mungkinkah membangunkan makhluk yang tidur di atas batu-batu dan menelan kerikil?&lt;br /&gt;Hatiku luka karena seratus duka, sebab cintaku akan batu-batu mulia telah menambatku ke gunung. Cinta akan benda-benda lain bersifat fana, sedang kerajaan batu-batu permata itu kekal; batu-batu permata itu sari dari gunung yang abadi. Dengan ikat pinggang dan pedangku aku senantiasa mencari intan, namun aku masih harus menemukan zat yang lebih unggul sifataya dari batu-batu mulia --bahkan mutiara pun tak seindah itu. Juga, jalan menuju Simurgh sulit, dan kakiku terikat pada batu-batu seakan kaki itu lekat di tanah liat. Bagaimana mungkin aku berharap akan pergi dengan berani ke hadapan Simurgh yang besar, dengan tangan di kepala, kaki di lumpur? Biarlah Keluhuranku sudah jelas, dan ia yang tak ikut serta dalam tujuanku ini tak perlu diperhatikan."&lt;br /&gt;Hudhud berkata, "O kau yang mengandung warna segala batu, kau sedikit timpang dan memberikan alasan-alasan yang timpang pula. Darah hatimu menodai cakar dan paruhmu dan usahamu mencari itu merendahkan martabat dirimu. Apakah permata itu kalau bukan hanya batu-batu berwarna? Namun kesukaan akan permata telah membuat hatimu mengeras beku. Tanpa warna-warna itu permata hanya kerikil-kerikil kecil biasa; ia yang memiliki saripati tak akan meninggalkannya demi gemerlap kulit luar semata. Carilah permata sejati yang bermutu murni dan jangan merasa puas lagi dengan sebutir batu."&lt;br /&gt;Cincin Sulaiman&lt;br /&gt;Tak ada batu yang pernah setenar batu pada cincin Sulaiman, namun ini sebutir batu yang amat bersahaja, tak lebih dari seperdelapan dinar beratnya. Tetapi ketika Sulaiman membuat cap dari batu itu, seluruh dunia ada di bawah perintahnya. Kekuasaannya dikukuhkan dan hukamnya meluas hingga ke ufuk jauh. Meskipun angin membawa sabda-kehendaknya ke segala penjuru, Sulaiman hanya mempunyai sebuah batu seberat seperdelapan dinar saja. "Karena kerajaan dan kekuasaanku tergantung pada batu ini, maka mulai sekarang tak seorang pun akan mempunyai kekuasaan sebesar ini.&lt;br /&gt;Meskipun Sulaiman menjadi raja agung karena cap batu ini, namun benda inilah pula yang memperlambat kemajuannya di jalan ruhani; maka ia pun sampai ke Sorga Adin lima ratus tahun lebih kemudian dari nabi-nabi lain. Jika sebuah batu dapat menimbulkan keadaan demikian pada Sulaiman, apa pula yang mungkin ditimbulkannya pada makhluk semacam kau ini, Ayam Hutan yang malang? Jauhkan hatimu dari permata biasa itu. Carilah permata asli dan jangan berhenti mencari Jauhari Sejati.&lt;br /&gt;8. Humay&lt;br /&gt;Kini di muka majelis itu berdiri Humay,1 Pemberi Lindap itu, dengan bayang-bayangnya yang melimpahkan kemuliaan pada raja-raja. Lantaran ini ia mendapat gelar "Humayun", si mujur, karena dari segala makhluk, dialah yang paling besar gairah keinginannya. Katanya, "Burung-burung di darat dan di laut, aku bukan burung seperti kalian. Gairah keinginan yang muluk menggerakkan diriku dan untuk memenuhi itu aku terpisah dari makhluk-makhluk lain. Telah kujinakkan anjing nafsu, karena itu terpujilah Feridun dan Jamsyid. Raja-raja diangkat karena pengaruh bayang-bayangku, tetapi orang-orang yang berwatak pengemis tak suka padaku. Kuberikan tulang pada anjing nafsuku dan kupertaruhkan jiwaku sebagai jaminan terhadapnya. Bagaimana orang dapat memalingkan muka dari diriku yang menimbulkan raja-raja dengan bayang-bayangku. Di bawah naungan sayapku setiap orang mencari lindungan. Masihkah kuperlukan persahabatan dengan Simurgh yang besar bila kemuliaan sudah ada padaku karena sifat pembawaanku?"&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O budak kesombongan! Jangan kembangkan lagi bayang-bayangmu dan jangan sombongkan lagi dirimu. Pada saat ini, jauh dari kekuasaan yang melimpah pada para raja, kau seperti anjing yang sibuk dengan sekerat tulang. Tuhan melarang kau mendudukkan keturunan Khosru di atas tahta. Tetapi andaikan pula bayang-bayangmu menempatkan para penguasa di atas tahta mereka, esok mereka pun akan menemui kemalangan dan akan kehilangan kemuliaan mereka selama-lamanya, sedangkan, bila saja mereka tak melihat bayang-bayangmu, tentulah mereka tak akan menghadapi perhitungan yang begitu mengerikan di hari kemudian."&lt;br /&gt;Mahmud dan Orang Alim&lt;br /&gt;Seorang yang salih, yang ada di Jalan yang benar, melihat Sultan Mahmud2 dalam mimpi dan berkata padanya, "O Raja yang bahagia, bagaimana keadaan dalam Kerajaan Baka?" Sultan menjawab, "Pukul badanku jika kau mau, tetapi jangan ganggu jiwaku. Jangan berkata apa pun, pergilah, karena di sini tak akan disebut-sebut tentang jabatan raja. Kekuasaanku hanya riya, kemegahan diri, kesombongan dan kesesatan semata. Dapatkah kekuasaan mengagungkan segenggam tanah? Kekuasaan milik Tuhan, Penguasa Alam Semesta. Kini setelah kuketahui kelemahan dan kedaifanku, aku pun malu pada kedudukanku sebagai raja. Bila kau ingin memberiku gelar, berilah aku gelar "si malang". Tuhan Raja Alam ini, maka jangan sebut aku raja. Kerajaan milik Tuhan; dan aku senang kini menjadi seorang darwis biasa di dunia. Semogalah Tuhan menyediakan seratus sumur untuk memurukkan diriku hingga aku tak usah menjadi raja. Lebih baiklah sekiranya aku menjadi pemungut sisa-sisa panenan di ladang-ladang gandum. Sebut Mahmud hamba-sahaya. Sampaikan restuku pada putraku Masud, dan katakan padanya, 'Jika kau ingin menjadi arif, perhatikan peringatan dari ihwal bapamu.' Semoga layulah sayap dan bulu-bulu Humay itu, yang menaungkan bayang-bayangnya padaku!"&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Sebangsa makhluk imajiner yang dalam bahasa Latin disebut gryphus, berbadan singa, berkepala dan bersayap burung rajawali. Humay ialah gryphus berjanggut. Disebut sebagai burung buas terbesar di Benua Lama. Menggondol tulang-tulang berbagai binatang dan menghancurkannya di batu karang untuk dimakam. Bayang-bayang humay yang jatuh di kepala seseorang ialah alamat bahwa orang itu bakal dinobatkan sebagai raja.&lt;br /&gt;2 Hidup pada tahun 969 - 1030. Ibukotanya di Nisyapur dan istananya di Gazna. Di istananya banyak berhimpun para penyair, seniman dan cendekiawan.&lt;br /&gt;9. Dalih Rajawali&lt;br /&gt;Selanjutnya datang Rajawali, dengan kepala tegak dan sikap seperti prajurit. Ia pun berkata, "Aku yang senang menyertai para raja tak mengacuhkan makhluk-makhluk lain. Kututup mataku dengan peci agar aku dapat bertengger di tangan raja. Aku amat terlatih dalam sopan-santun dan menjalankan pertarakan seperti petobat agar bila dibawa ke hadapan raja, aku dapat melakukan tugas-tugasku dengan tepat seperti yang diharapkan. Mengapa pula aku harus bertemu dengan Simurgh, meskipun dalam mimpi? Mengapa begitu saja aku harus bergegas kepadanya? Aku tak merasa terpanggil untuk ikut serta dalam perjalanan ini, aku puas dengan sesuap dari tangan raja; istananya cukup bagus bagiku. Ia yang bermain-main demi kesenangan raja, mendapatkan segala keinginannya; dan agar berkenan di hati raja, aku hanya harus terbang lewat lembah-lembah yang tak bertepi. Tak ada keinginanku yang lain kecuali melewatkan hidupku penuh kegembiraan dengan cara begini baik dengan melayani raja maupun dengan berburu menurut kesukaannya."&lt;br /&gt;Jawab Hudhud&lt;br /&gt;Hudhud berkata, "O kau yang terikat pada bentuk lahiriah semata dan tak peduli akan nilai-nilai hakiki, Simurgh ialah makhluk yang layak dengan kedudukannya sebagai Raja, karena kewibawaannya tiada duanya. Tiada raja sejati yang melaksanakan kehendaknya tanpa pikir. Raja demikian patut dipercaya dan pengampun. Meskipun raja duniawi mungkin sering adil pula, namun mungkin pula ia bersalah karena tak adil. Siapa lebih dekat padanya, lebih enak pula kedudukannya. Yang beriman terpaksa harus menentang raja, maka hidupnya pun sering dalam bahaya. Karena raja dapat dibandingkan dengan api, maka jauhilah! Oh, kau yang telah hidup berdekatan dengan raja-raja, hati-hatilah! Dengarkan ini: Adalah sekali seorang raja mulia, ia mempunyai seorang hamba yang badannya bagaikan perak. Hamba itu amat disayanginya sehingga tak dapatlah sang raja sebentar pun berpisah daripadanya. Diberinya hamba itu pakaian-pakaian yang terindah dan ditempatkannya di atas kawan-kawannya. Tetapi kadang-kadang raja itu menghibur diri dengan bermain panah, dan biasanya ditaruhnya sebuah apel di atas hamba kesayangannya dan digunakannya apel itu sebagai sasaran. Dan bila raja melepaskan anak panahnya, hamba itu pun menjadi pucat karena takut. Suatu hari seseorang berkata pada hamba itu, "Mengapa wajahmu berwarna emas? Kau orang kesayangan raja, mengapa pucat seperti mayat?" Jawabnya, 'Bila sang raja hampir mengenai diriku dan bukan apel itu, maka katanya, Hamba ini hampir menjadi sesuatu yang paling tak berguna di istanaku; tetapi bila anak panahnya mengenai sasaran, setiap orang mengatakan hal itu karena kemahirannya. Adapun aku, dalam keadaan yang menyedihkan ini, hanya bisa berharap agar raja akan senantiasa melepaskan anak panahnya dengan tepat'!"&lt;br /&gt;10. Bangau&lt;br /&gt;Bangau datang amat tergesa-gesa dan segera mulai bicara tentang dirinya sendiri, "Rumahku yang jelita di dekat laut di antara danau-danau pantai, di mana tiada siapa juga mendengar nyanyianku. Aku amat tak suka menyerang sehingga tak ada yang merasa susah karena aku. Sedih dan murung aku berdiri merenung di tepi laut asin, hatiku penuh kerinduan akan air, karena kalau tak ada air, apa yang akan terjadi padaku! Tetapi karena aku tidak tergolong mereka yang bermukim di laut, aku seperti mati saja, bibirku kering, di pantainya. Meskipun air bergolak dan ombak memecah di kakiku, aku tak dapat menelan setitik pun; namun jika lautan kehilangan airnya biar sedikit saja pun, hatiku akan terbakar oleh keresahan. Bagi makhluk seperti aku ini, gairahku terhadap laut cukuplah sudah. Aku tak kuat untuk pergi mencari Simurgh, maka harap dimaafkan. Mana mungkin makhluk seperti aku ini, yang hanya mencari setitik air, dapat mencapai persatuan dengan Simurgh?"&lt;br /&gt;Berkata Hudhud, "O yang tak mengenal laut, tidakkah kau tahu bahwa laut penuh dengan buaya dan makhluk-makhluk lain yang berbahaya? Kadang airnya pahit, kadang asin; kadang laut itu tenang, kadang bergelora; senantiasa berubah, tak pernah tetap; kadang laut itu pasang, kadang surut. Banyak makhluk besar telah tertelan binasa di tubirnya yang dalam. Penyelam di dasarnya menahan napas agar ia tak terlempar ke atas bagai jerami. Laut ialah unsur yang sama sekali tanpa kesetiaan. Jangan percaya padanya atau ia akan menghabisi hidupmu dengan merendammu. Laut itu gelisah karena cintanya akan sahabatnya. Kadang ia menggulungkan gelombang-gelombang besar, kadang ia berderau. Karena ia tak mungkin mendapatkan apa yang diinginkannya, bagaimana kau akan menemukan di sana tempat istirahat bagi hatimu? Lautan ialah anak sungai yang pasang di jalan menuju ke tempat sahabatnya; kalau demikian, mengapa pula kau akan tinggal puas di sini, dan tak berusaha melihat wajah Simurgh?"&lt;br /&gt;Orang Alim dan Lautan&lt;br /&gt;Seorang alim yang biasa merenungkan makna segala sesuatu, pergi ke Lautan dan menanyakan mengapa Lautan memakai pakaian biru, karena warna ini ialah warna duka, dan mengapa ia mendidih tanpa api?&lt;br /&gt;Lautan menjawab pada manusia perenung itu, "Aku risau karena terpisah dari sahabatku. Karena kekuranganku, aku tak layak baginya; maka kukenakan pakaian biru ini sebagai tanda sesal yang kurasa. Dalam kesedihanku, pantai-pantai bibirku kering, dan disebabkan api cintaku, aku berada dalam gebalau ini. Kalau dapat kuperoleh setitik saja air surgawi dari Al Kausar,1 maka akan dapat kukuasai gerbang kehidupan kekal. Tanpa setitik ini aku akan mati karena gairah damba bersama ribuan yang lain, yang binasa dalam perjalanan."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Telaga di sorga. Arti semantiknya: Keadaan berlimpah-limpah.&lt;br /&gt;11. Burung Hantu&lt;br /&gt;Burung Hantu tampil ke muka dengan wajah kebingungan, dan katanya, "Telah kupilih sebagai tempat tinggalku sebuah rumah bobrok yang sudah runtuh. Aku dilahirkan di antara reruntuhan itu dan di sana kudapatkan kesenangan -- tetapi tidak dalam minum anggur. Aku pun tahu beratus-ratus tempat yang ramai dihuni, tetapi sebagian ada dalam kekacauan dan yang lain dalam permusuhan. Siapa ingin hidup dengan tenteram mesti pergi ke tempat reruntuhan, seperti orang-orang gila. Bila aku merengut di antara mereka, ini disebabkan harta terpendam. Cinta harta menarikku ke sana, karena harta itu terdapat di antara puing-puing runtuhan. Aku pun dapat menyembunyikan usahaku yang penuh damba dalam mencari itu, dan berharap akan mendapatkan harta yang tak dilindungi jejimat itu; jika nanti kakiku dapat menemukannya, maka akan tercapailah keinginan hatiku. Aku memang percaya bahwa cinta terhadap Simurgh itu bukan dongengan, karena cinta demikian tak dihayati oleh mereka yang tak peduli; tetapi aku ini lemah, dan jauh dari merasa pasti akan cintanya, karena aku hanya mencintai harta dan reruntuhan ini."&lt;br /&gt;Hudhud berkata padanya, "O kau yang mabuk karena cinta akan harta, taruhlah kau dapat menemukan harta itu! Maka tentulah kau akan mati pula di atas harta itu, sedang hidup telah menyelinap pergi sebelum kau mencapai tujuan mulia yang setidak-tidaknya telah kausadari pula. Cinta akan emas ialah ciri mereka yang tak beriman. Ia yang membuat berhala emas ialah kembaran Thare.1 Bukankah kau barangkali ingin menjadi pengikut As-Samiri2 dari bangsa Israil yang membuat anak lembu dari emas? Tidakkah kau tahu bahwa barangsiapa telah dirusakkan akhlaknya oleh cinta akan emas, maka seperti mata uang palsu ia akan bertukar wajah dengan yang serupa tikus, pada hari kiamat nanti?"&lt;br /&gt;Si Bakhil&lt;br /&gt;Seorang pemabuk menyembunyikan sepeti emas, dan segera sesudah itu, mati. Setahun kemudian anaknya laki-laki dalam mimpi melihat si ayah menjelma jadi tikus, kedua matanya sebak dengan airmata. Tikus itu berlari maju-mundur di tempat emas itu disembunyikan. Si anak menanyainya, "Mengapa Bapak di sini?" Jawab si ayah, "Dulu aku menyembunyikan emas di sini dan kini aku datang hendak melihat apakah ada orang yang telah mengetahuinya." "Mengapa Bapak menjelma jadi tikus?" tanya si anak. Ayahnya berkata, "Jiwa orang yang telah mengorbankan segalanya demi cinta akan emas menjelma serupa ini. Ingat baik-baik tentang diriku, o anakku, dan ambil manfaat dari apa yang kaulihat ini. Tinggalkan cinta akan emas itu!"&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Juga disebut Abrahah. Ayah Nabi Ibrahim. Penyembah berhala dan pemuja api. (Dalam Al-Quran, Surah VI: 75 disebut Azar. - H.A.)&lt;br /&gt;2 Yang menyesatkan pengikut-pengikut Nabi Musa dengan membuat anak lembu dari emas (perhiasan mereka) sebagai pujaan, ketika Nabi Musa tak ada bersama mereka. (Lihat Al-Quran, antara lain Surah XX: 85 - 88. - H.A).&lt;br /&gt;12. Burung Gereja&lt;br /&gt;Lalu datang Burung Gereja, berbadan lemah dan berhati lembut, gemetar, seperti nyala api, dari kepala hingga kaki. Katanya, "Aku termenung bingung dan patah semangat. Aku tak tahu bagaimana mesti hidup, dan aku rapuh bagai rambut. Tak ada yang akan menolong diriku dan aku tak bertenaga sekuat semut pun. Aku tak mempunyai bulu halus maupun lar1 -sedikit pun tidak. Bagaimana mungkin makhluk lemah seperti aku ini berusaha mendapatkan Simurgh? Burung Gereja tak akan sanggup berbuat demikian. Tak kurang mereka di dunia ini yang mencari persatuan itu, tetapi bagi makhluk macam aku ini, itu tak selayaknya. Aku tak ingin memulai perjalanan sesusah itu untuk mencari sesuatu yang tak mungkin kucapai. Jika aku mesti berangkat menuju ke istana Simurgh, aku akan binasa di jalan. Maka karena aku sama sekali tak layak untuk berusaha ke arah itu, aku pun akan merasa puas di sini mencari Yusufku di sumur ini. Jika aku dapat menemukannya dan menariknya ke atas, aku akan terbang membubung bersamanya dari ikan ke bulan."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O kau, yang dalam kehilangan harapan kadang bersedih dan kadang gembira, aku tak akan terkecoh oleh alasan yang dibuat-buat ini. Kau sedikit munafik. Juga dalam kerendahan hatimu kau memperlihatkan seratus tanda keriyaan dan kesombongan. Tak usah bicara lagi, jahit bibirmu dan langkahkan kaki. Jika kau terbakar, kau akan terbakar bersama yang lain-lain. Dan jangan bandingkan dirimu dengan Yusuf!"&lt;br /&gt;Cerita tentang Ya'kub&lt;br /&gt;Setelah Yusuf dibawa pergi, maka ayahnya, Ya'kub, kehilangan penglihatan karena airmata darah yang mengalir dari matanya. Nama Yusuf senantiasa di bibirnya. Akhirnya Malaikat Jibril datang padanya dan berkata, "Jika kau ucapkan lagi kata 'Yusuf,' akan kuhapus namamu dari daftar para nabi dan utusan." Ketika Ya'kub menerima amanat dari Tuhan ini, nama Yusuf tak pernah lagi terucap dari lidahnya, tetapi ia tak berhenti mengulang-ulangnya dalam hati. Suatu malam dilihatnya Yusuf dalam mimpi, dan sedianya hendak dipanggilnya, tetapi ingat akan perintah Tuhan, ia pun memukul-mukul dadanya dan mendesahkan keluhan sedih dari hatinya yang bersih. Maka Jibril pun datang: "Tuhan berfirman bahwa meskipun kau tak mengucapkan nama 'Yusuf' dengan lidahmu, namun kau telah mendesahkan keluhan, dan dengan begitu, merusak segala berkat-manfaat taubatmu."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Bulu kasar pada unggas. - H.A.&lt;br /&gt;13. Perdebatan antara Hudhud dan Burung-Burung&lt;br /&gt;Kemudian segala burung, satu demi satu, menyatakan alasan-alasan yang tak bijak. Kalau tak kuulangi semua itu, maafkan aku, pembaca, sebab akan kelewat panjang. Tetapi bagaimana dapat burung-burung demikian berharap akan mengebat Simurgh pada cakar mereka? Maka Hudhud pun melanjutkan bicaranya:&lt;br /&gt;"Ia yang memilih Simurgh bagi hidupnya sendiri harus melawan dirinya sendiri dengan berani. Jika urat tembolokmu tak dapat mencerna sebutir gandum pun, bagaimana kau akan ikut serta dalam pesta sang Simurgh? Bila kau ragu-ragu dengan seteguk anggur, bagaimana kau akan minum sepiala besar, o bayangkara raja? Jika kau tak memiliki tenaga sebutir zarrah, bagaimana kau akan menemukan khazanah surya? Jika kau dapat terbenam dalam setetes air, bagaimana kau akan dapat meninggalkan dasar laut ke puncak langit? Ini bukan wangian biasa; dan bukan pula tugas bagi dia yang tak bermuka bersih."&lt;br /&gt;Setelah burung-burung merenungkan pembicaraan itu, mereka pun berkata lagi pada Hudhud, "Telah kaupikul sendiri tugas menunjukkan jalan pada kami, kau yang terbaik dan terkuat di antara burung-burung. Tetapi kami lemah, tanpa bulu halus maupun lar, sehingga bagaimana kami akan dapat pada akhirnya sampai ke hadapan Simurgh Yang Mulia? Kalau kami sampai juga ke sana, tentulah suatu keajaiban. Ceritakan pada kami tentang Wujud yang menakjubkan itu dengan suatu tamsil, atau, karena sebuta ini keadaan kami, kami tak akan mengerti samasekali rahasia ini. Jika ada suatu pertalian antara Wujud ini dengan diri kami, tentulah akan jauh lebih mudah terperikan bagi kami. Tetapi, sebagaimana kita ketahui, ia mungkin dapat dibandingkan dengan Sulaiman, dan kami dengan semut-semut yang meminta-minta. Bagaimana dapat serangga di dasar sumur memanjat naik ke tempat Simurgh yang besar? Akankah kebangsawanan teruntuk bagi pengemis?"&lt;br /&gt;Jawab Hudhud&lt;br /&gt;Hudhud berkata, "O burung-burung yang tak bercita-cita! Bagaimana cinta akan bersemi indah di hati yang tak punya kepekaan rasa? Mengajukan pertanyaan seperti ini, yang seakan memaafkan kalian, tak akan ada gunanya. Siapa yang bercinta berangkat dengan mata terbuka ke arah tujuannya seraya membuat hidupnya sebagai barang permainan.&lt;br /&gt;Ketika Simurgh mengejawantahkan dirinya di luar tabir, gemilang bagai matahari, ia menimbulkan ribuan bayang-bayang di bumi. Ketika ia melemparkan pandang pada bayang-bayang ini, tampaklah di sana burung-burung begitu banyaknya. Begitulah beragam jenis burung yang terlihat di dunia ini hanyalah bayang-bayang Simurgh. Maka ketahuilah, o burung-burung yang bodoh, bahwa setelah kalian mengerti akan ini, kalian pun akan mengerti pula dengan sungguh-sungguh pertalian kalian dengan Simurgh. Renungkan rahasia ini, tetapi jangan singkapkan. Ia yang memperoleh pengetahuan ini tenggelam dalam kemaharayaan Simurgh, sungguhpun ia harus tak menganggap bahwa dirinya Tuhan dalam hal itu.&lt;br /&gt;Bila kalian menjadi seperti yang kukatakan itu, tidaklah akan berarti bahwa kalian Tuhan, tetapi kalian akan terendam dalam Tuhan. Adakah makhluk yang terendam demikian menjadi berubah wujudnya? Bila kalian mengetahui bayang-bayang siapa kalian ini, maka hidup atau mati tak akan menjadi soal bagi kalian. Seandainya Simurgh tak hendak mengejawantahkan dirinya, tentulah ia tak akan mengembangkan bayangbayangnya; seandainya ia ingin tinggal tersembunyi, tentulah bayang-bayangnya tak akan tampak di dunia ini. Segala yang ditimbulkan oleh bayang-bayangnya menjadi tampak di mata. Jika jiwa kalian tak serasi untuk melihat Simurgh, tak akan pula hati kalian menjadi cermin yang terang, yang serasi untuk memantulkan bayang-bayangnya. Benar bahwa tiada mata yang mampu merenungi dan mengagumi keindahannya, tiada pula itu bisa dimengerti dengan pikiran: tiada yang dapat merasai Simurgh seperti ia merasai keindahan dunia ini. Tetapi dengan kemurahannya yang berlimpahan ia telah memberi kita sebuah cermin yang memantulkan bayangannya sendiri, dan cermin ini ialah hati. Tinjaulah ke dalam hati kalian, dan di sana kalian akan melihat bayangannya."&lt;br /&gt;Raja yang Mempesona&lt;br /&gt;Adalah sekali seorang raja yang indah dan mempesona tiada bertara. Fajar ialah sekilat dari wajahnya, Malaikat Jibril pancaran wanginya, dan Kerajaan Keindahan ialah Quran penyimpan rahasia-rahasianya. Seluruh dunia bergema dengan kemasyhurannya, dan kasihnya terasa oleh setiap makhluk. Bila ia berkendara di kota, diselubunginya wajahnya dengan cadar merah tua; tetapi mereka yang hanya melihat cadarnya saja akan kebingungan, dan mereka yang mengucapkan namanya segera jadi kelu. Ribuan sudah yang mati karena mencintainya; yang lain-lain mengorbankan hidupnya karena yakin lebih baik segera mati ketimbang menempuh seratus kehidupan yang panjang tapi terpisah daripadanya. Sungguh mengagumkan! Mereka tak tahan berlama-lama di dekatnya, tidak pula mereka dapat hidup tanpa dia. Tetapi, bagi mereka yang tahan, ia akan memperlihatkan dirinya; mereka yang tak tahan harus puas mendengar suaranya saja. Akibatnya, raja itu memerintahkan agar dibuat sebuah cermin sehingga wajahnya bisa dilihat secara tak langsung. Cermin itu ditaruh di istananya, dan ia pun menghadap dan memandang ke dalam cermin itu, sehingga semua dapat melihat bayangannya.&lt;br /&gt;Begitulah pula halnya dengan kalian. Jika kalian mencintai sahabat kalian, ketahuilah bahwa hati kalian ialah cennin, pandanglah dalam cermin itu raja kalian di persemayamannya yang luhur. Segala yang tampak tak lain dari bayang-bayang Simurgh yang penuh rahasia itu. Jika ia telah menyingkapkan keindahannya pada kalian, maka kalian pun akan mengenal keindahan itu kembali pada bayang-bayangnya. Apakah ada tiga puluh burung "Simurgh" atau empat puluh, kalian hanya akan melihat bayang-bayangnya. Simurgh tak terpisah dari bayang-bayangnya; memandang yang sebaliknya tidaklah benar; yang satu dan yang lain bersama-sama ada. Carilah persatuan kembali; atau lebih jelas, tinggalkan bayang-bayang itu, maka kalian akan menemukan Kerahasiaan itu. Berkat nasib baik, kalian akan melihat sang Surya dalam bayang-bayangnya; tetapi bila kalian tersesat dalam bayang-bayang itu, bagaimana kalian akan mencapai persatuan dengan Simurgh?&lt;br /&gt;Mahmud dan Ayaz&lt;br /&gt;Ayaz kena ganggu pengaruh jahat, dan harus meninggalkan istana Sultan Mahmud. Dalam putus asa ia pun jadi kehilangan semangat dan berbaring di ranjangnya, menangis. Ketika Mahmud mendengar ini, berkatalah ia pada salah seorang abdinya, "Pergilah menemui Ayaz dan sampaikan kata-kataku ini, 'Aku tahu bahwa kau sedih, tetapi aku juga dalam keadaan demikian. Meskipun badanku jauh darimu, namun jiwaku dekat. O kau yang mencintaiku, aku tak meninggalkanmu sejenak pun. Pengaruh jahat sungguh telah merugikan dengan mengganggu orang yang begitu menawan'." Tambahnya lagi pada abdinya, "Pergilah segera, pergilah bagai api, pergilah bagai air yang menyerbu, pergilah bagai kilat mendahului guntur! "&lt;br /&gt;Si abdi pun berangkatlah bagai angin dan sebentar pun sampai ke tempat Ayaz. Tetapi didapatinya Sultan telah ada di sana, duduk di muka hambanya. Dan gemetar si abdi pun berkata dalam hatinya, "Malangnya mengabdi raja ini; pastilah aku akan dibunuh hari ini." Kemudian sembahnya pada Sultan, "Dapat hamba pastikan pada Tuanku bahwa hamba tidak berhenti sejenak pun duduk-duduk atau berdiri; bagaimanakah maka Tuanku sudah ada di sini lebih dulu dari hamba? Percayakah Tuanku kepada hamba? Bila hamba telah berbuat lalai, bagaimana pun hamba akui kesalahan hamba. "&lt;br /&gt;"Kau bukan Mahram,"1 kata Mahmud, "maka bagaimana mungkin kau akan dapat pergi seperti aku? Aku datang secara gaib. Ketika aku menanyakan kabar Ayaz itu, jiwaku sudah bersama dia."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Arti sebenarnya: saudara dekat. Karena itu, di sini dapat diartikan: orang yang akrab.&lt;br /&gt;14. Hudhud Menuturkan pada Mereka Perjalanan yang Dimaksud&lt;br /&gt;Setelah Hudhud selesai berbicara, burung-burung pun mulai mengetahui tentang rahasia-rahasia purba dan pertalian mereka sendiri dengan Simurgh. Tetapi meskipun mereka dicekam keinginan hendak menempuh perjalanan itu, namun mereka mengelak-elak untuk berangkat disebabkan keraguan masih selalu mengganggu pikirannya. Maka mereka pun berkata pada Hudhud, "Adakah kau mengharapkan kami agar meninggalkan hidup kami yang tenang ini dengan segera? Kami burung-burung yang lemah ini sendiri tak mungkin berharap akan mendapatkan jalan ke tempat luhur itu, di mana Simurgh hidup."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Aku bicara pada kalian sebagai penunjuk jalan. Ia yang mencinta tak peduli akan hidupnya sendiri; untuk mencintai dengan tulus, siapa pun harus melupakan dirinya sendiri, baik ia zahid1 atau orang yang hidup bebas. Apabila nafsu-nafsu kalian tak selaras dengan jiwa kalian, korbankanlah itu, dan kalian pun akan sampai ke tujuan perjalanan kalian. Apabila sosok nafsu merintangi jalan, campakkanlah itu; kemudian arahkan mata kalian ke muka dan pusatkan pikiran. Yang bodoh akan bertanya, 'Apakah hubungan antara keimanan atau kekufuran dengan cinta?' Tetapi kataku, 'Adakah mereka yang mencinta peduli akan hidupnya? Yang mencinta membakar segala harapan panen, ia menetakkan mata pedang ke lehernya sendiri, ia menusuk tubuhnya sendiri. Dengan cinta timbul duka dan darah hati. Cinta-mencintai yang serba sulit.'&lt;br /&gt;O Pembawa piala! Isi pialaku dengan darah hatiku, dan bila tak ada lagi, beri aku endapannya. Cinta ialah kepedihan yang tak kenal ampun, yang menelan segalanya. Kadang ia merenggutkan cadar dari jiwa, kadang merapatkannya. Sezarrah cinta lebih baik dari sekalian yang ada antara segala ufuk, sezarrah kepedihannya lebih baik dari cinta bahagia yang ada pada segala mereka yang mencinta. Cinta memang sumsum segala yang hidup; tetapi tiada cinta yang nyata tanpa penderitaan yang nyata. Siapa berpegang teguh pada cinta tak mementingkan keimanan, agama maupun kekufuran. Cinta akan membukakan pintu kemiskinan ruhani dan kemiskinan ruhani akan menunjukkan pada kalian jalan kekufuran. Bila tiada yang tinggal lagi, baik kekufuran, maupun agama, maka jiwa raga kalian akan lenyap; maka barulah kalian layak menemukan kerahasiaan itu --bila kalian mau menjajakinya; inilah jalan satu-satunya.&lt;br /&gt;Maka majulah, tanpa takut. Tinggalkan segala yang kekanak-kanakan, dan lebih dari segala itu, tabahkan hati; sebab seratus perubahan ihwal akan kalian alami tanpa bisa diduga-duga.&lt;br /&gt;Kisah Syaikh San'an&lt;br /&gt;Syaikh San'an orang suci di zamannya, dan telah menyempurnakan dirinya hingga ke tingkat yang tinggi. Lima puluh tahun lamanya ia tinggal dalam pengasingan diri bersama empat ratus muridnya yang melatih diri siang dan malam. Syaikh itu banyak ilmunya dan dianugerahi petunjuk lahir dan batin. Sebagian besar hidupnya telah dilewatkannya dalam ibadah-ibadah haji ke Mekah. Salat dan puasanya tiada terhitung lagi dan ia tak meninggalkan sedikit pun amalan-amalan Ahlus sunnah. Ia dapat melakukan keajaiban-keajaiban, dan nafasnya menyembuhkan mereka yang sakit dan menderita.&lt;br /&gt;Suatu malam ia bermimpi pergi dari Mekah ke Yunani dan di sana menyembah patung; dan terjaga dicekam sedih dari mimpi yang menekan ini, ia pun berkata pada murid-muridnya, "Aku harus segera berangkat ke Yunani hendak melihat apakah aku dapat menemukan arti impian ini."&lt;br /&gt;Bersama empat ratus muridnya ia meninggalkan Ka'bah dan pada waktunya sampailah ia ke Yunani. Mereka pun berjalan dari ujung ke ujung negeri itu, dan suatu hari kebetulan tiba di tempat di mana terlihat seorang dara sedang duduk di langkan. Dara ini orang Nasrani, dan airmukanya menunjukkan bahwa ia memiliki pembawaan suka merenungkan masalah-masalah mengenai Tuhan. Keindahannya bagai matahari dalam seri kegemilangannya, dan keagungannya bagai nama-nama rasi bintang. Karena cemburu akan seri cahaya si dara, bintang pagi pun lama melena di atas rumahnya. Siapa terjerat hatinya di rambut gadis itu akan mengenakan tali pinggang orang Nasrani, dan yang nafsunya hinggap pada manikam mirah bibirnya akan merasa kebingungan. Pagi tampak lebih hitam warnanya karena rambut hitam gadis itu, dan negeri Yunani tampak berkeriput karena keindahan tahi lalatnya. Kedua matanya umpan bagi para pencinta, dan kedua alisnya yang melengkung merupakan dua bilah sabit di atas bulan kembar. Bila tenaga membuat biji matanya bersinar, seratus hati pun menjadi mangsanya. Wajahnya berbinar bagai nyala api yang hidup, dan manikam mirah bibirnya yang basah dapat membuat semesta dunia dahaga. Bulu-bulu matanya yang lunglai ialah seratus pisau belati, dan mulutnya begitu mungil sehingga kata-kata saja pun tak dapat lalu. Pinggangnya, lampai bagai sehelai rambut, terhimpit sepanjang lingkar zunnarnya2 dan lekuk perak dagunya begitu menghidupkan bagai khotbah-khotbah Isa.&lt;br /&gt;Bila ia mengangkat sesudut cadarnya, hati syaikh itu pun berkobar; dan seutas rambut saja mengikat pinggangnya dengan seratus zunnar layaknya. Tak dapat ia mengalihkan matanya dari gadis Nasrani ini, dan sedemikian besar cintanya hingga maksudnya terluncur dari tangannya. Kekufuran dari rambut si gadis menghamburkan diri pada keimanan Syaikh itu. Syaikh itu pun berseru, "O betapa hebat cinta yang kurasakan terhadapnya ini. Bila agama membebaskan kita, alangkah beruntungnya hati!"&lt;br /&gt;Ketika pengikut-pengikutnya mengerti apa yang telah terjadi dan mengetahui keadaan yang melibatnya, mereka pun pusing memikirkannya. Sebagian mulai menyadarkannya, tetapi ia tak mau mendengarkan. Ia hanya berdiri saja siang dan malam, matanya tertuju ke langkan dan mulutnya ternganga. Bintang-bintang yang bersinar bagai lelampu meminjam panas dari orang suci yang terbakar hatinya ini. Cintanya tumbuh membesar hingga ia lupa diri. "O Rabbi," doanya, "dalam hidup hamba ini, hamba telah berpuasa dan menderita, tetapi belum pernah hamba menderita seperti ini; hamba dalam azab. Malam sepanjang dan sehitam rambutnya. Di manakah lampu Sorga? Adakah keluhan-keluhan hamba telah memadamkannya ataukah lampu itu menyembunyikan diri lantaran cemburu? Di manakah nasib baik hamba? Mengapakah ia tak menolong hamba mendapatkan cinta gadis itu? Dimanakah akal budi hamba agar hamba dapat mempergunakan pengetahuan hamba? Di manakah tangan hamba untuk menyucikan kepala hamba? Di manakah kaki hamba untuk berjalan mendapatkan kekasih hamba, dan mata hamba untuk melihat wajahnya? Di manakah kekasih hamba yang akan memberikan hatinya pada hamba? Apakah artinya cinta ini, duka ini, kepedihan ini?"&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat syaikh itu datang lagi padanya. Seorang berkata, "Sadarlah Tuan dan enyahkan godaan ini. Berpeganglah pada diri Tuan sendiri dan lakukan sesuci yang ditetapkan." Jawab syaikh itu, "Tidakkah kalian tahu bahwa malam ini aku telah melakukan seratus kali sesuci, dan dengan darah hatiku?" Yang lain berkata, "Di manakah untaian tasbih Tuan? Bagaimana dapat Tuan berdoa tanpa itu?" Jawabnya, "Telah kucampakkan untaian tasbihku agar aku dapat mengenakan zunnar orang Nasrani." Yang lain lagi berkata, "O syaikh yang suci, bila Tuan berdosa lekaslah bertaubat." "Aku bertaubat kini," jawabnya, "karena telah mengikuti hukum yang benar, dan aku hanya ingin meninggalkan hal yang bukan-bukan itu." Seorang lagi berkata, "Tinggalkan tempat ini dan pergilah menyembah Tuhan." Jawabnya, "Kalau saja patung pujaanku di sini, akan layaklah bagiku untuk bersujud di hadapannya." Yang lain berkata, "Kalau demikian, Tuan tidak pula berusaha untuk bertaubat! Apakah Tuan bukan lagi pengikut Islam?" Jawab Syaikh itu, "Tiada orang yang bertaubat lebih dari aku, merasa menyesal bahwa selama ini aku tak pernah bercinta." Yang lain lagi berkata, "Neraka menunggu Tuan bila Tuan terus juga di jalan ini; jagalah diri Tuan, maka Tuan pun akan terhindar daripadanya." Jawabnya, "Jika adalah neraka, maka itu hanyalah dari keluhan-keluhanku, yang akan mengisi tujuh neraka."&lt;br /&gt;Mengetahui bahwa kata-kata mereka tak membekas sedikit pun pada syaikh itu meskipun mereka memohon padanya sepanjang malam, maka mereka pun pergi. Sementara itu, pagi yang bagai orang Turki dengan pedang dan perisai emas memenggal kepala malam yang hitam sehingga dunia angan-angan pun mandi terang matahari. Syaikh itu, sebagai barang permainan cintanya, berkeliaran bersama anjing-anjing, dan sebulan lamanya duduk di jalan itu dengan harapan akan melihat wajah sang gadis. Debu ialah tempat tidurnya dan ambang pintu rumah gadis itu bantalnya.&lt;br /&gt;Kemudian, mengetahui bahwa syaikh itu putus asa dalam bercinta, gadis Nasrani yang jelita itu pun mengenakan cadarnya, lalu keluar dan berkata padanya, "O syaikh, bagaimana maka kau, seorang zahid, begitu mabuk dengan anggur kemusyrikan, dan duduk di sebuah jalanan Nasrani dalam keadaan demikian? Bila kau memujaku seperti ini, kau akan jadi gila." Jawab syaikh itu, "Ini karena kau telah mencuri hatiku. Kembalikan hatiku itu atau sambut cintaku. Bila kau menghendaki, akan kukorbankan hidupku untukmu, tetapi kau dapat memulihkannya kembali dengan sentuhan bibirmu. Karena kau, hatiku terbakar. Telah kutumpahkan airmata bagai hujan, dan mataku tak dapat melihat lagi. Di mana hatiku, di sana hanyalah darah. Andaikan aku dapat menjadi satu denganmu, hidupku akan pulih kembali. Kau matahari, aku bayang-bayangnya. Aku orang yang tiada berarti lagi, tetapi bila kau mau mengindahkan diriku, aku akan menguasai tujuh kubah dunia di bawah sayapku. Kumohon padamu, jangan tinggalkan aku!"&lt;br /&gt;"O kau peliur tua!" kata gadis itu, "tidakkah kau malu menggunakan kapur barus untuk kain kafanmu? Mestinya kau malu menyarankan hubungan mesra padaku dengan nafasmu yang dingin! Lebih baik kau bungkus dirimu dengan kain kafan ketimbang kauhabiskan waktumu memikirkan aku. Kau tak mungkin menimbulkan cinta. Pergilah!"&lt;br /&gt;Syaikh itu menjawab, "Katakan sesukamu, namun aku cinta padamu. Tak peduli apakah kita tua atau muda, cinta mempengaruhi segala hati."&lt;br /&gt;Gadis itu berkata, "Baiklah, kalau kau tak bisa ditolak, dengarkan aku. Kau harus meninggalkan Islam; karena cinta yang tak menyamakan dirinya dengan yang dicintainya hanyalah sekedar warna dan wangian."&lt;br /&gt;Kata syaikh itu, "Akan kulakukan apa yang kauinginkan. Akan kusanggupi segala yang kauperintahkan, kau dengan tubuhmu yang bagai perak: Aku hambamu. Ikatkan seutas rambutmu yang ikal di leherku sebagai tanda pengabdianku."&lt;br /&gt;"Jika kau seorang pengamal dari apa yang kau katakan," kata gadis Nasrani itu, "kau harus melakukan empat perkara ini: bersujudlah di muka patung-patung itu, bakarlah Quran, minumlah anggur, dan tutuplah mata terhadap agamamu." Syaikh itu berkata, "Aku mau minum anggur demi kecantikanmu, tetapi ketiga perkara yang lain tak dapat kulakukan." "Baiklah," kata gadis itu, "mari minum anggur bersamaku, kemudian kau pun akan segera mau menerima syarat-syarat yang lain itu."&lt;br /&gt;Dibawanya syaikh itu ke kuil para sahir di mana ia melihat sebuah perjamuan yang sangat aneh. Mereka duduk pada suatu pesta di mana wanita penjamunya terkenal kecantikannya. Gadis itu mengunjukkan satu piala anggur pada sang syaikh, dan ketika syaikh itu menyambutnya dan memandang kedua manikam mirah bibir kekasihnya yang tersenyum, bagai dua tutup kotak perhiasan, api pun berkorbar dalam kalbunya dan aliran darah menderas ke matanya. Ia berusaha mengingat kembali kitab-kitab suci tentang agama yang telah dibaca dan ditulisnya, dan Quran yang begitu dikenalnya; tetapi ketika anggur mengalir dari piala ke dalam perutnya, ia pun lupa akan semua itu; pengetahuan ruhaninya hilang lenyap. Ia pun kehilangan kemauannya yang bebas dan membiarkan hatinya terluncur lepas dari tangan. Ketika ia berusaha menyentuh leher si gadis, gadis itu pun berkata, "Kau hanya pura-pura mencintai. Kau tak mengerti rahasia cinta. Jika kau merasa yakin akan cintamu, kau akan dapat menemukan jalan ke ikal rambutku yang berlingkar-lingkar. Tenggelamkan dirimu dalam kekufuran lewat ikal rambutku yang kusut; selusuri ikal rambutku, dan tanganmu pun akan dapat menyentuh leherku. Tetapi jika kau tak mau mengikuti cara ;yang kutunjukkan itu, bangkitlah dan pergi; dan pakailah jubah serta tongkat orang fakir."&lt;br /&gt;Mendengar ini, syaikh yang mabuk cinta itu merasa tak berdaya; dan kini ia pun menyerah tanpa ribut-ribut lagi kepada nasibnya. Anggur yang telah diminumnya membuat kepalanya jadi segoyah kompas. Anggur itu tua dan cintanya muda. Bagaimana ia tak akan mabuk dan tenggelam dalam cinta?&lt;br /&gt;"O Seri Cahaya Bulan," katanya, "katakan padaku apa yang kauinginkan. Jika aku bukan penyembah patung selagi aku masih sadar, maka kini di saat aku mabuk akan kubakar Quran di muka patung pujaan."&lt;br /&gt;Jelita muda itu berkata, "Kini kau benar-benar suamiku. Kau pantas bagiku. Selama ini kau mentah dalam cinta, tetapi setelah memperoleh pengalaman kau pum matang. Bagus!"&lt;br /&gt;Ketika orang orang Nasrani mendengar bahwa syaikh itu telah memeluk agama mereka, maka mereka bawa dia, masih dalam mabuk, masuk ke gereja, dan mereka katakan padanya agar mengenakan zunnar. Ia lakukan ini dan ia campakkan jubah darwisnya ke dalam api, ia tinggalkan agamanya dan ia patuhi kebiasaan-kebiasaan agama Nasrani.&lt;br /&gt;Ia pun berkata pada gadis itu, "O puteri yang menawan hati, tiada seorang pun yang pernah berbuat bagi seorang wanita sejauh yang kulakukan itu. Aku telah menyembah patung-patung pujaanmu, aku telah minum anggur, dan aku telah meninggalkan agamaku yang sejati. Semua ini kulakukan demi cinta padamu dan agar aku dapat memilikimu."&lt;br /&gt;Lagi gadis itu pun berkata padanya, "Peliur tua, budak cinta, bagaimana mungkin wanita seperti aku menyatukan diri dengan seorang fakir? Aku membutuhkan uang dan emas, dan karena kau tak punya apa-apa, enyahlah kau sama sekali." Kata Syaikh itu, "O wanita jelita, tubuhmu pohon saru dan dadamu perak. Jika kautolak aku, kau akan mendorongku ke dalam putus asa. Pikiran untuk memiliki dirimu telah melemparkan aku dalam kekalutan. Lantaran kau kawan-kawanku telah menjadi musuhku. Seperti kau, demikianlah mereka; apa dayaku kini? O kekasihku, lebih baik aku di neraka bersama kau ketimbang di sorga tanpa kau."&lt;br /&gt;Akhirnya gadis itu merasa kasihan, dan syaikh itu pun menjadi suaminya, dan mulai pula gadis itu merasakan nyala cinta. Tetapi untuk mengujinya lagi, gadis itu berkata" "Kini, sebagai maskawin, o manusia tak sempurna, pergilah menjaga babi-babiku selama setahun, dan kemudian kita akan melewatkan hidup kita bersama-sama dalam suka atau duka!" Tanpa membantah, syaikh yang berkiblat pada Ka'bah ini, orang suci ini, menyerah untuk menjadi penjaga babi.&lt;br /&gt;Dalam fitrah kita masing-masing ada seratus babi. Wahai kalian yang tak berarti apa-apa, kalian hanya memikirkan bahaya yang melibat syaikh itu! Sedang bahaya itu terdapat dalam diri kita masing-masing, dan menegakkan kepala sejak saat kita mulai melangkah di jalan pengenalan-diri. Jika kalian tak mengenal babi-babi kalian sendiri, maka kalian tak mengenal Jalan itu. Tetapi jika kalian tempuh perjalanan itu, kalian akan memergoki seribu babi --seribu patung pujaan. Halaukan babi-babi ini, bakar patung-patung pujaan ini di dataran cinta; atau jika tidak, kalian akan serupa syaikh itu, dihinakan cinta.&lt;br /&gt;Maka kemudian, ketika tersiar kabar bahwa syaikh itu telah menjadi seorang Nasrani, sahabat-sahabatnya amat bersedih hati, dan semua menjauhinya, kecuali seorang yang berkata padanya, "Ceritakan pada kami rahasia peristiwa ini agar kami dapat menjadi orang-orang Nasrani bersama Tuan. Kami tak ingin Tuan tinggal dalam kemurtadan seorang diri; maka kami akan mengenakan zunnar orang Nasrani. Jika Tuan tak berkenan, kami akan kembali ke Ka'bah dan menghabiskan waktu kami dalam berdoa agar tak melihat apa yang kami lihat sekarang ini.&lt;br /&gt;Syaikh itu berkata, "Jiwaku penuh duka. Pergilah ke mana kau suka. Adapun bagiku, gereja ini tempatku, dan gadis Nasrani itu tertakdir bagiku. Tahukah kau. mengapa kau bebas? Itu karena kau tak berada dalam keadaan seperti aku. Jika kau berada dalam keadaan demikian, tentulah aku akan mempunyai kawan dalam percintaanku yang malang. Maka kembalilah, sahabatku sayang, ke Ka'bah, karena tak seorang pun akan dapat ikut pula merasakan keadaanku yang sekarang ini. Jika mereka nanti menanyakan tentang diriku, katakanlah, "Matanya berlumur darah, mulutnya penuh racun; ia tetap berada dalam rahang naga-naga kekerasan. Tiada kafir 'yang akan bersedia melakukan apa yang telah diperbuat si Muslim sombong ini lantaran pengaruh nasib. Seorang gadis Nasrani telah menjerat leher si Muslim itu dengan jerat dari seutas rambutnya'." Dengan kata-kata itu ia pun memalingkan muka dari sahabatnya lalu kembali ke kawanan babinya.&lt;br /&gt;Para pengikutnya yang selama itu mengawasi dari jauh, menangis pedih. Akhirnya mereka pun menempuh perjalanan kembali ke Ka'bah, dan dengan malu dan bingung menyembunyikan diri di sudut.&lt;br /&gt;Di Ka'bah ada seorang sahabat syaikh itu, orang yang bijak dan berada di Jalan yang benar. Tak seorang pun yang lebih mengenal syaikh itu ketimbang dia, meskipun dia tak ikut menyertainya ke Yunani. Ketika orang ini menanyakan kabar sahabatnya, murid-murid pun menceritakan segala yang telah menimpa syaikh itu, dan mereka menanyakan cabang-pohon yang buruk manakah telah menusuk dadanya, dan apakah ini telah terjadi karena kehendak nasib. Mereka katakan bahwa seorang gadis kufur telah mengikatnya dengan seutas rambut saja dan menghalanginya dari seratus jalan agama Islam. "Dia bermain-main dengan rambut ikal dan tahi lalat gadis itu, dan telah membakar khirka-nya.3 Dia telah meninggalkan agamanya dan kini dengan mengenakan zunnar ia menjaga sekawanan babi. Tetapi sungguhpun ia telah mempertaruhkan jiwanya sendiri, namun kami rasa masih ada harapan."&lt;br /&gt;Mendengar ini, wajah, sahabat itu pun berubah warnanya jadi keemasan, dan ia mulai meratap pedih. Kemudian katanya, "Kawan dalam kesusahan, menurut agama tak pandang laki-laki atau perempuan. Bila seorang kawan yang menderita kesusahan membutuhkan pertolongan, kadang-kadang terjadilah bahwa hanya seorang saja dalam seribu yang mungkin berguna." Kemudian disesalkannya mereka yang meninggalkan syaikh itu dan dikatakannya bahwa seharusnya mereka jadi orang-orang Nasrani pula demi syaikh itu. Tambahnya, "Kawan harus tetap menjadi kawan. Dalam kesusahanlah kalian akan mengetahui pada siapa kalian dapat menggantungkan diri; sebab dalam kebahagiaan kalian akan mempunyai seribu kawan. Kini di saat syaikh itu jatuh ke rahang buaya setiap orang menjauhkan diri darinya agar tetap dapat menjaga nama baik mereka sendiri. Bila kalian jauhi dia karena peristiwa yang aneh ini, mestinya kalian harus diuji dan dinyatakan lemah."&lt;br /&gt;"Kami menawarkan diri untuk tinggal bersama dia," kata mereka, "dan malah bersedia pula untuk menjadi penyembah patung. Tetapi ia orang yang berpengalaman dan bijak, dan kami percaya padanya, sehingga ketika ia mengatakan pada kami agar pergi, kami pun kembali ke sini."&lt;br /&gt;Sahabat yang setia itu menjawab, "Bila kalian benar-benar ingin berbuat, kalian harus mengetuk pintu Tuhan; maka dengan doa, kalian akan diterima di hadirat-Nya. Mestinya kalian bermohon pada Tuhan buat syaikh kalian, masing-masing dengan doa sendiri; dan mengetahui keadaan kalian yang bingung, Tuhan tentu akan mengembalikan dia pada kalian. Mengapa kalian enggan mengetuk pintu Tuhan?"&lt;br /&gt;Mendengar itu, mereka pun malu mengangkat kepala. Tetapi sahabat setia itu berkata, "Kini bukan saatnya untuk menyesal. Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Mari kita baring di debu dan menyelubungi diri kita dengan pakaian doa permohonan agar kita dapat menyembuhkan pemimpin kita!"&lt;br /&gt;Murid-murid itu pun segera berangkat ke Yunani, dan setiba di sana tinggal berada di dekat syaikh.&lt;br /&gt;Empat puluh hari empat puluh malam mereka berdoa. Selama empat puluh hari empat puluh malam ini mereka tidak makan dan tidak tidur; mereka tak mengenyam roti maupun air. Akhirnya kekuatan doa orang-orang yang tulus ini terasa di langit. Para malaikat dan para pemimpin malaikat, dan sekalian Orang Suci yang berjubah hijau di puncak-puncak bukit dan di lembah-lembah, kini berdandan, dengan pakaian berkabung. Panah doa itu telah mencapai sasarannya. Ketika pagi tiba, angin sepoi yang membawa bau kesturi berhembus halus menimpa sahabat setia yang sedang berdoa dalam biliknya, dan dunia pun tersingkap di muka mata batiniyah. Ia melihat Nabi Muhammad datang mendekat, gemilang bagai pagi, dua ikal rambutnya tergerai di dadanya; bayang-bayang Tuhan ialah matahari wajahnya, damba seratus dunia terikat pada setiap helai rambutnya. Senyumnya yang ramah menarik semua orang kepadanya. Sahabat setia itu bangkit dan berkata, "O Rasulullah, pemimpin sekalian makhluk, tolonglah kami! Syaikh kami telah sesat. Tunjukkan jalan padanya, kami mohon pada Tuan dengan nama Tuhan Yang Maha Tinggi!"&lt;br /&gt;Muhammad bersabda, "O kau yang melihat segala sesuatu dengan mata batin, berkat usahamu maka hasrat-hasratmu yang suci dikabulkan. Antara syaikh dan Tuhan sudah lama ada noda hitam, aku telah melimpahkan embun doa permohonan dan telah menebarkannya di debu hidupnya. Ia telah bertaubat dan dosanya pun terhapus. Kesalahan-kesalahan dari seratus dunia pun dapat lenyap dalam uap saat pertaubatan. Bila lautan rasa persahabatan menggerakkan ombak-ombaknya terhapuslah dosa laki-laki dan wanita."&lt;br /&gt;Sahabat setia itu berseru gembira, membuat seluruh langit bergetar. Ia berlari menyampaikan kabar gembira itu pada kawan-kawannya, lalu sambil menangis karena gembiranya ia bergegas ke tempat di mana syaikh menjaga babi-babinya. Tetapi syaikh itu laksana api, laksana orang yang diterangi cahaya. Ia telah melepaskan tali pinggang Nasraninya, membuang ikat pinggang itu, merobek kerudung kemabukan dari kepalanya dan meninggalkan kenasraniannya. Ia merasa dirinya sebagai semula, dan sambil mengucurkan airmata penyesalan diangkatnya kedua belah tangannya ke langit; segala yang telah ditinggalkannya --Al-Quran, segala kerahasiaan dan ramalan, datang kembali padanya, dan ia pun terbebas dari nestapa dan kebodohannya.&lt;br /&gt;Mereka berkata padanya, "Inilah saat bersyukur. Nabi telah mengantara bagi Tuan. Bersyukurlah pada Tuhan yang telah mengangkat Tuan dari lautan kegelapan dan menempatkan kaki Tuan di Jalan Terang."&lt;br /&gt;Segera setelah itu, syaikh itu pun mengenakan kembali khirkanya, melakukan sesuci, dan kemudian berangkat ke Hejaz.&lt;br /&gt;Sementara yang demikian itu terjadi, si gadis Nasrani dalam mimpinya melihat matahari turun kepadanya, dan mendengar kata-kata ini, "Ikuti syaikhmu, peluk agamanya, jadilah debunya. Kau kotor, jadilah suci seperti dia kini. Kau telah membawa dia ke jalanmu, sekarang ikuti jalan yang ditempuhnya."&lt;br /&gt;Ia pun terjaga; cahaya merekah menerangi jiwanya, dan timbul keinginannya hendak pergi mencari. Tetapi ketika disadarinya bahwa ia seorang diri saja, dan tak tahu jalan, maka kegembiraannya berubah menjadi kesedihan dan ia pun lari ke luar hendak membuang keresahan dalam pikirannya. Kemudian ia pun berangkat mencari syaikh dan murid-muridnya; tetapi dalam keadaan letih dan bingung, bersimbah peluh, ia menjatuhkan dirinya ke tanah dan berseru, "Semoga Tuhan Sang Pencipta mengampuni diriku! Aku perempuan, muak dengan hidup ini. Jangan kecewakan aku lantaran telah menyengsarakanmu karena kebodohanku, dan lantaran kebodohan itu telah banyak kuperbuat kesalahan. Lupakan kejahatan yang telah kuperbuat. Kini aku mengakui Kepercayaan yang benar."&lt;br /&gt;Suara batin membuat syaikh tahu akan seruan itu. Ia pun berhenti dan katanya, "Gadis remaja itu bukan kafir lagi. Cahaya telah datang padanya dan ia telah mengikuti Jalan kita. Mari kita kembali. Dapatlah kini mengikatkan diri dengan mesra pada patung pujaan itu4 tanpa dosa."&lt;br /&gt;Tetapi sahabat-sahabatnya berkata, "Kini apalah gunanya segala taubat dan penyesalan "Tuan! Hendak kembalikah Tuan pada kekasih Tuan?" Syaikh itu pun memberitahukan pada mereka tentang suara yang telah didengarnya, dan mengingatkan mereka bahwa ia telah meninggalkan sikapnya yang lama. Maka mereka pun kembali hingga tiba di tempat gadis itu terbaring. Wajah gadis itu telah berwarna kuning keemasan, kakinya telanjang, pakaiannya koyak-moyak. Ketika syaikh membungkuk padanya, gadis itu pingsan. Ketika ia sadar kembali, airmatanya jatuh bagai embun dari bunga-bunga mawar, dan ia pun berkata, "Aku merasa begitu malu karena kau. Singkapkan tabir rahasia itu dan ajarkan Islam padaku agar aku dapat berjalan di Jalan itu."&lt;br /&gt;Ketika patung pujaan yang jelita ini akhirnya tergolong di antara orang-orang yang beriman, para sahabat syaikh itu mengucurkan airmata kegirangan. Tetapi hati gadis itu tak sabar menunggu pembebasan dirinya dari kesedihan. "O, Syaikh," katanya, "kekuatanku lenyap. Aku ingin meningggalkan dunia yang berdebu dan bising ini. Selamat tinggal, Syaikh San'an. Aku mengakui segala kesalahanku. Maafkan aku, dan biarlah aku pergi."&lt;br /&gt;Maka alkamar keindahan ini, yang telah menempuh separoh dari hidupnya, mengiraikan hidup itu dari tangannya. Matahari bersembunyi di balik awan sementara ruh jelita gadis itu melepaskan diri dari jasadnya. Dia, setitik air di lautan khayali, telah kembali ke lautan hakiki.&lt;br /&gt;Kita semua akan berlalu bagai angin; dia telah pergi dan kita pun bakal pergi pula. Peristiwa-peristiwa demikian sering terjadi di jalan cinta. Ada keputusasaan dan belas kasihan, angan-angan dan kepastian. Meskipun jasad nafsu tak dapat memahami rahasia-rahasia itu, namun kemalangan tak mungkin memukul-lepas bola polo kemujuran. Kita harus mendengar dengan telinga hati dan pikiran, bukan dengan telinga jasmani. Pergulatan jiwa dan jasad nafsu tiada akhirnya. Merataplah! Karena ada alasan buat berduka.&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Orang yang menuntut kehidupan suci, menjauhi kesenangan duniawi.&lt;br /&gt;2 Ikat pinggang. Juga berarti tali pinggang yang dipakai orang Nasrani atau Yahudi. Istilah ini digunakan kaum Sufi untuk menyatakan ketulusan menempuh jalan agama.&lt;br /&gt;3 Jubah para darwis, terbuat dari sobekan-sobekan kain yang ditempel-tempel.&lt;br /&gt;4 Di sini maksudnya si gadis Nasrani.&lt;br /&gt;15. Burung-burung Membicarakan Perjalanan Menuju Simurgh Seperti yang Disarankan Itu&lt;br /&gt;Setelah mereka merenungkan kisah Syaikh San'an, burung-burung itu pun memutuskan untuk meninggalkan segala cara hidup mereka yang lama. Pikiran tentang Simurgh membangkitkan mereka dari kelesuan jiwa; hanya cinta terhadapnya semata yang memenuhi hati mereka, dan merekapun mulai mempertimbangkan bagaimana memulai perjalanan itu.&lt;br /&gt;Mereka berkata, "Lebih dulu kita harus mempunyai petunjuk jalan yang akan mengurai menyimpulkan persoalan. Kita membutuhkan pemimpin yang akan mengatakan pada kita apa yang harus diperbuat, pemimpin yang dapat menyelamatkan kita dari laut dalam ini. Kita akan mematuhinya dengan setulus hati dan melakukan apa yang dikatakannya, baik yang menyenangkan maupun yang tak menyenangkan, agar bola kita akan jatuh di tongkat Pegunungan Kaukasus.1 Kemudian zarrah akan menjadi satu dengan matahari yang agung itu; dan bayang-bayang Simurgh akan jatuh pada kita. Kini, mari kita menarik undian untuk memilih pemimpin. Kepada siapa undian itu jatuh, dia akan menjadi pemimpin kita; dia akan jadi besar di antara yang kecil."&lt;br /&gt;Lalu mulai terjadi keributan, setiap mereka segera bicara, tetapi ketika segala sesuatu sudah siap, siul dan ocehan pun terhenti mati, dan burung-burung itu terdiam sunyi. Penarikan undian dilakukan dengan upacara, dan kebetulan undian jatuh pada Hudhud yang bersemangat itu. Dengan bulat mufakat semua menyetujui dan berjanji akan mematuhi Hudhud meskipun dengan mempertaruhkan hidup mereka, dan tak akan sayang berkorban jiwa maupun raga. Hudhud tampil ke muka dan sebuah mahkota pun dikenakan di kepalanya.&lt;br /&gt;Di tempat yang ditentukan, begitu banyak jumlah burung yang berkumpul di sana sehingga tertutuplah bulan dan ikan karenanya. Tetapi ketika mereka melihat jalan masuk ke lembah pertama, mereka pun terbang membubung ke awan dengan takut. Tetapi dengan kepak sayap dan lar yang lebih bergairah, hasrat untuk meninggalkan segalanya pun hidup kembali. Tetapi tugas di muka mereka berat dan jalan pun panjang. Kesunyian mengeram di jalan yang membentang di hadapan dan seekor burung pun bertanya pada Hudhud mengapa begitu lengang. "Karena hormat yang ditimbulkan sang Raja maka jalan yang menuju ke tempat persemayamannya begitu lengang," jawab Hudhud.&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Bayazid Bistami&lt;br /&gt;Suatu malam ketika Syaikh Bayazid keluar kota, terasa padanya bahwa kesunyian yang dalam meliputi tanah lapang. Bulan menyinari dunia membuat malam seterang siang. Bintang-bintang berkelompok menurut kecenderungan masing-masing, dan setiap susunan bintang memiliki tugasnya sendiri. Syaikh itu berjalan terus tak melihat sekilas gerak atau seorang pun manusia. Hatinya terharu dan ia berkata, "Rabbi, sedih yang menjara mengharu hamba. Mengapa maka istana yang begitu lembut mengesan ini sunyi dari para pemuja yang penuh damba?" "Tak usah heran," mata suara batin menjawab, "Raja tak memperkenankan sembarang orang datang ke istana-Nya. Keagungan-Nya tak memungkinkan Dia menerima para petualang di pintunya. Bila tempat-suci keagungan kami melimpahkan kegemilangannya, ia tak menghargai mereka yang pengantuk dan tak peduli. Kau salah seorang di antara seribu yang mohon perkenan dan kau harus menunggu penuh kesabaran."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Secara harfiah, yang dimaksudkan dengan "bola" di sini (dan juga di tempat-tempat lain dalam buku ini, seperti pada bagian akhir dalam Kisah Syaikh San'an di atas) ialah bola dalam permainan polo berkuda, yang sudah dikenal di Persia Kuno (antara lain dapat kita baca dalam Salaman dan Absal, sebuah karya klasik buah tangan Jami, seorang penyair-sufi Persia, 1414 - 1492 Masehi). Dalam permainan itu, para pemain berkuda, dan bola yang terbuat dari kayu dipukul dengan tongkat-pemukul (mallet). Secara kias, agaknya yang dimaksud dengan "bola" di sini ialah nasib peruntungan atau lebih luas: hidup. Sedang "tongkat" Pegunungan Kaukasus di sini agaknya ialah kekuasaan Simurgh, karena Pegunungan Kaukasus ialah tempat semayam Simurgh. Maka sebuah parafrase untuk anak kalimat itu agaknya dapat dibuat sebagai berikut: "agar kita dapat menyerahkan nasib peruntungan (hidup) kita pada kekuasaan Simurgh." - H.A.&lt;br /&gt;16. Burung-burung Berangkat&lt;br /&gt;Takut dan cemas menimbulkan jerit kepiluan burung-burung itu ketika mereka memandang jalan yang tiada berulung di mana topan pembebasan dari segala yang berbau bumi membelah ruang langit. Dalam ketakutannya, mereka berdesak-desakan dan minta petunjuk pada Hudhud. Mereka berkata, "Kami tak tahu bagaimana harus menghadap Simurgh dengan hormat-takzim sepatutnya. Tetapi kau pernah hidup di dekat Sulaiman dan tahu sopan santun. Juga kau telah mendaki dan menuruni jalan ini, dan berkali-kali terbang keliling dunia. Kau imam kami, yang dapat mengikat melepaskan. Kami minta kau kini naik mimbar dan mengajar kami. Ceritakan pada kami tentang jalan itu dan tentang istana Raja serta upacara-upacara di sana, karena kami tak ingin memperlihatkan tingkah laku yang dungu. Juga segala macam kesulitan timbul dalam pikiran kami, dan untuk perjalanan ini kami perlu bebas dari kecemasan. Banyak pertanyaan yang mesti kami ajukan, dan kami ingin kau akan dapat melenyapkan keragu-raguan kami; jika tidak, kami tak akan dapat melihat dengan jelas di jalan panjang ini."&lt;br /&gt;Hudhud kemudian mengenakan mahkota di kepalanya, duduk di singgasana dan bersiap diri hendak berbicara pada mereka. Ketika pasukan burung-burung berjajar di mukanya dalam barisan, Bulbul dan Perkutut mendekat, dan seperti dua pembaca dengan suara yang sama, mereka memancarkan lagu yang begitu merdu sehingga segala yang mendengar merasa terhanyut. Kemudian satu demi satu, sejumlah burung mendekat padanya untuk bicara tentang berbagai kesulitan dan menyatakan alasan-alasan mereka.&lt;br /&gt;17. Ucapan Burung Pertama&lt;br /&gt;Burung pertama berkata pada Hudhud, "O kau yang telah diangkat sebagai pemimpin, katakan pada kami apa yang membuat kau lebih dari kami. Karena tampaknya kau pun seperti kami, dan kami seperti kau pula, maka dalam hal mana letak perbedaannya? Dosa raga atau dosa jiwa manakah telah kami lakukan, maka kami bodoh sedang kau memiliki kearifan?"&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Ketahuilah, o burung, bahwa suatu kali kebetulan Sulaiman melihat aku; dan bahwa nasib baikku bukanlah berkat emas atau perak, tetapi karena pertemuan yang mujur ini. Bagaimana mungkin makhluk mendapat manfaat dari kepatuhan semata? Iblis sendiri pun patuh. Namun, siapa pun yang menasihatkan agar meninggalkan kepatuhan, maka kutuk akan jatuh padanya buat selamanya. Amalkan kepatuhan, maka kau akan berhasil mendapat pandang sekilas dari Sulaiman yang sejati."&lt;br /&gt;Mahmud dan Penangkap Ikan&lt;br /&gt;Sultan Mahmud suatu kali terpisah dari pasukannya, dan benar-benar seorang diri saja menggelepar lari di atas kudanya bagaikan angin. Tak lama kemudian dilihatnya seorang anak laki-laki kecil duduk di tepi sungai menebarkan jalanya. Sultan Mahmud mendekatinya; dan mendapati bahwa anak itu sedih dan murung, maka ia pun berkata, "Anak manis, apa yang membuat kau begitu sedih? Belum pernah kulihat orang semurung itu." "O Pangeran yang tampan," jawab anak itu, "kami ini tujuh bersaudara; kami tak berayah lagi, dan ibu kami amat miskin. Setiap hari hamba datang dan berusaha menangkap ikan buat makan. Hanya bila hamba berhasil menangkap beberapa ekor, kami akan dapat makan malam."&lt;br /&gt;"Bolehkah aku mencoba?" tanya Sultan. Setelah anak itu memperbolehkan, Sultan pun menebarkan jala, yang karena ikut membantu kemujuran penebarnya, dengan cepat jala itu menarik seratus ekor ikan. Melihat itu, si anak berkata dalam hati, "Nasibku sungguh mengagumkan. Alangkah beruntungnya karena semua ikan ini berguling-guling masuk ke dalam jalaku." Tetapi Sultan berkata, "Jangan bohongi dirimu sendiri Anakku. Akulah penyebab kemujuranmu. Sultan telah menangkap semua ikan ini untukmu." Berkata demikian, Sultan pun meloncat ke atas kudanya. Anak itu mohon pada Sultan agar mengambil bagiannya, tetapi Sultan menolak, dengan mengatakan bahwa ia akan mengambil perolehan hari berikutnya. "Esok pagi, kau harus menangkap ikan untuku," katanya. Kemudian ia pun kembali ke istananya. Keesokan harinya diperintahkannya seorang perwiranya untuk mengambil anak itu. Setelah mereka tiba, diperintahkannya anak itu duduk di sisinya di atas singgasana. "Tuanku," kata seorang pegawai istana, "anak ini pengemis!" "Biarlah," jawab Sultan, "kini ia jadi kawanku. Mengingat bahwa kami telah mengikat persahabatan, tak dapat aku menyuruhnya pergi." Demikianlah Sultan memperlakukan anak itu sama dengan dirinya. Akhirnya seseorang bertanya pada anak itu, "Bagaimana halnya maka kau begitu dihormati?" Anak itu menjawab, "Kegembiraan telah datang, dan kesedihan pun berlalu, karena aku bertemu dengan raja yang berbahagia."&lt;br /&gt;Mahmud dan Penebang Kayu&lt;br /&gt;Di saat lain ketika Sultan Mahmud sedang berkuda seorang diri, ia berjumpa dengan pak tua penebang kayu yang sedang menuntun keledainya mengangkut semak-semak duri. Pada saat itu si keledai tersandung, dan ketika hewan itu jatuh, duri-duri pun mengelupas kulit kepala pak tua. Melihat semak-semak duri yang jatuh di tanah, keledai yang terjungkir balik dan pak tua yang menggosok-gosok kepalanya, Sultan pun bertanya, "O laki-laki malang, adakah kau membutuhkan kawan?" "Aku benar-benar membutuhkan," jawab penebang kayu itu. "Perajurit berkuda yang baik, kalau kau mau menolongku, aku akan beruntung dan kau tak akan rugi apa pun. Pandanganmu alamat baik bagiku. Semua tahu sudah bahwa orang akan menemukan rasa-persahabatan dari mereka yang berwajah ramah." Maka Sultan yang baik hati itu pun turun dan kuda, dan setelah menegakkan kaki keledai, ia pun mengangkat semak-semak duri dan mengikatkannya ke punggung hewan itu. Lalu ia berkendara pergi menggabungkan diri dengan pasukannya kembali. Katanya pada para perajuritnya, "Pak tua penebang kayu akan datang bersama seekor keledai yang mengangkut semak-semak duri. Tutuplah jalan agar ia nanti terpaksa harus lalu di mukaku." Ketika penebang kayu itu sampai ke tempat para perajurit, berkatalah ia dalam hatinya, "Bagaimana aku akan dapat lalu dengan hewan lemah ini?" Maka ia pun pergi lewat jalan lain, tetapi melihat payung kebesaran raja di jauhan ia pun mulai gemetar, karena jalan yang terpaksa harus ditempuhnya akan membawa dia berhadapan dengan Sultan. Ketika ia semakin dekat, ia diliputi kebingungan, karena di bawah payung itu dilihatnya wajah yang sudah dikenalnya. "O Tuhan," katanya, "betapa hamba dalam kesulitan! Hari ini hamba harus menghadapi Mahmud sebagai penjaga pintu hamba."&lt;br /&gt;Setelah ia sampai, Mahmud berkata padanya, "Kawanku yang miskin, apa mata pencaharianmu?" Penebang kayu itu menjawab, "Tuanku sudah maklum. Janganlah berpura-pura. Tuanku tak ingat akan hamba? Hamba pak tua yang miskin, penebang kayu pekerjaan hamba; siang-malam hamba kumpulkan semak-semak duri di gurun, lalu hamba jual, namun keledai hamba mati karena lapar. Jika Tuanku berkenan, beri apalah kiranya barang sekedar roti." "Kau si miskin," kata Sultan, "Berapa akan kau jual semak-semak durimu?" Penebang kayu itu menjawab, "Karena Tuanku tak hendak mengambilnya dengan cuma-cuma, dan hamba pun tak hendak menjualnya pula, maka berilah hamba sedompet emas." Mendengar itu, para perajurit pun berseru, "Tutup mulutmu, pandir! Semak durimu itu tak ada segenggam enjelai pun harganya. Mestinya kauberikan saja cuma-cuma." Pak Tua itu berkata, "Itu memang betul, tetapi nilainya sudah berubah. Ketika seorang yang berbahagia seperti Sultan menjamah ikatan duri-duriku, maka jadilah semuanya itu berkas-berkas mawar. Kalau Sultan hendak membelinya, maka harganya paling tidak satu dinar, karena Sultan telah menaikkan nilainya seratus kali dengan menjamahnya."&lt;br /&gt;18. Ucapan Burung Kedua&lt;br /&gt;Seekor burung lain mendekati Hudhud dan berkata, "O pelindung bala tentara Sulaiman! Aku tak kuat menempuh perjalanan ini. Aku terlalu lemah untuk melintasi lembah demi lembah. Jalan begitu sulit sehingga aku akan terbaring mati pada tahap pertama. Ada gunung-gunung berapi di tengah jalan. Juga tidaklah menguntungkan bagi setiap orang untuk ikut serta dalam usaha demikian. Ribuan kepala telah bergulingan bagai bola dalam permainan polo, karena telah banyak yang tewas mereka yang pergi mencari Simurgh. Di jalan semacam itu, banyak makhluk yang tulus menyembunyikan kepala karena takut, bagaimana jadinya diriku nanti, yang tak lain dari debu? "&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O kau yang berwajah muram! Mengapa hatimu begitu sedih? Karena begitu kecil artimu di dunia ini, maka tak ada bedanya apakah kau muda dan berani atau tua dan lemah. Dunia benar-benar kotor; makhluk-makhluk binasa di sana pada setiap pintu. Beribu-ribu yang jadi kuning bagai sutera, dan binasa di tengah airmata dan derita. Lebih baik mengurbankan hidupmu dalam mencari ketimbang merana sengsara. Andaikan kita tak akan berhasil, tetapi mati karena sedih, yah, jauh lebih parah lagi, namun karena banyak kesalahan di dunia ini, kita setidak-tidaknya akan dapat menghindarkan diri dari kesalahan-kesalahan baru. Ribuan makhluk dengan cerdiknya menyibukkan diri dalam usaha mencari jasad mati dunia ini; maka, bila kau abdikan dirimu dalam usaha ini, terlebih lagi dengan tipu daya, akan dapatkah kau menjadikan hatimu lautan cinta! Ada yang mengatakan bahwa keinginan akan apa yang bersifat ruhani hanya kesombongan, dan bahwa bukan hanya yang beruntung akan dapat mencapainya. Tetapi tidakkah lebih baik mengurbankan hidup kita dalam mengejar nasrat ini ketimbang terikat dengan urusan duniawi? Telah kulihat segalanya dan telah kulakukan segalanya, dan tak ada apa pun yang menggoncangkan kesimpulanku. Lama aku harus berurusan dengan orang-orang dan telah kulihat betapa sedikit mereka yang benar-benar tak terikat pada kekayaan. Selama kita tak mempertaruhkan diri kita sendiri, dan selama kita terikat pada seseorang atau sesuatu, kita tak akan bebas. Jalan ruhani tidak teruntuk bagi mereka yang terliput dalam kehidupan lahiriah. Tapakkan kakimu di Jalan ini bila kau dapat berbuat, dan jangan bersenang hati dengan upaya yang hanya layak bagi betina. Ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa seandainya pun pencarian ini tak bersifat saleh, namun masih tetap perlu dilaksanakan. Tentu saja, ini tak gampang; di pohon cinta, buah itu tak berdaun. Katakan pada siapa yang memiliki daun-daun agar melepaskan semua itu.&lt;br /&gt;Bila cinta menguasai kita, ia membangkitkan hati kita, mencemplungkan kita dalam darah, memaksa kita bersujud di luar tirai; ia tak memberi kita istirahat sejenak pun; ia membunuh kita, namun masih tetap menuntut harga darah. Ia mereguk air luh1 dan makan roti yang beragikan dukacita; tetapi meskipun kita lebih lemah dari seekor semut, cinta akan memberi kita kekuatan."&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Seorang Perenung&lt;br /&gt;Seorang gila, yang gila akan Tuhan, pergi dengan bertelanjang ketika orang-orang lain pergi dengan berpakaian. Ia berkata, "O Tuhan, beri hamba pakaian yang indah, maka hamba pun akan puas seperti orang-orang lain." Sebuah suara dari dunia gaib menjawabnya, "Telah kuberikan padamu matahari yang hangat, duduklah dan bersuka-sukalah dalam kehangatan matahari itu." Si gila berkata "Mengapa menghukum hamba? Tak punyakah Tuan pakaian yang lebih baik dari matahari?" Suara itu pun berkata, "Tunggulah dengan sabar selama sepuluh hari, dan tanpa ribut-ribut akan kuberikan padamu pakaian lain." Matahari menghanguskan si gila itu selama delapan hari; kemudian seorang miskin datang mendekati dan memberinya sehelai pakaian yang bertambal seribu. Si gila berkata pada Tuhan, "O Tuan yang mengetahui segala apa yang tersembunyi, mengapa telah Tuan berikan pada hamba pakaian yang bertambal-tambal ini? Adakah telah Tuan bakar sekalian pakaian Tuan dan harus menambal pakaian usang ini? Tuan telah menyambung-nyambung seribu pakaian. Dari siapa Tuan mempelajari seni ini?"&lt;br /&gt;Tidaklah mudah berhubungan dengan istana Tuhan. Orang harus menjadi bagai debu di jalan yang menuju ke sana. Setelah pergulatan yang lama ia mengira telah mencapai tujuannya hanya karena mengetahui bahwa tujuan itu masih harus dicapai.&lt;br /&gt;Cerita tentang Rabi'ah&lt;br /&gt;Rabi'ah, meskipun seorang wanita, namun merupakan mahkota laki-laki. Sekali ia mempergunakan waktunya delapan tahun untuk pergi haji ke Ka,bah dengan mengingsutkan panjang badannya di tanah. Ketika akhirnya ia sampai ke pintu rumah suci itu, ia berpikir, "Kini akhirnya telah kutunaikan kewajibanku." Pada hari suci ketika ia hendak menghadapkan diri ke Ka'bah, perempuan-perempuan pengiringnya meninggalkannya. Maka Rabi'ah pun menyelusuri jejaknya semula dan berkata, "O Tuhan yang memiliki seri keagungan, delapan tahun lamanya hamba telah mengukur jalan dengan panjang badan hamba, dan kini, ketika hari yang dirindukan itu telah tiba sebagai jawaban atas doa-doa hamba, Tuan letakkan duri-duri di jalan hamba!"&lt;br /&gt;Untuk memahami arti peristiwa demikian2 perlu pula mengetahui seorang pencinta Tuhan seperti Rabi'ah itu. Selama kau terapung-apung di lautan dunia yang dalam, ombak-ombaknya akan menerima dan menolakmu berganti-ganti. Kadang-kadang kau akan diperkenankan sampai ke Ka'bah, kadang-kadang pula kau akan menarik nafas panjang (karena kecewa) berada di sebuah kuil. Jika kau berhasil menarik diri dari keterikatan dengan dunia ini, kau akan menikmati kebahagiaan; tetapi jika kau tinggal terikat, kepalamu akan berpusing-pusing bagai batu giling pada perkakas penggiling. Tidak sejenak pun kau akan tenang; kau akan terganggu oleh seekor nyamuk saja pun.&lt;br /&gt;Si Penggila Tuhan&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan seorang laki-laki miskin yang gandrung dengan Tuhan untuk berdiri di suatu tempat tertentu. Dan suatu hari seorang raja Mesir yang sering lalu di mukanya dengan orang-orang istana yang menjadi pengiringnya, berhenti dan berkata, "Kulihat dalam dirimu sifat tenang dan santai yang cukup menarik." Si gila itu menjawab, "Bagaimana hamba akan tenang kalau hamba menjadi sasaran lalat dan kutu anjing? Sepanjang siang lalat-lalat menyiksa hamba, dan malam hari kutu-kutu anjing tak membiarkan hamba tidur. Seekor lalat kecil saja yang masuk ke telinga Nimrod mengganggu benak si gila itu berabad-abad. Mungkin hamba Nimrod zaman ini sebab hamba harus berurusan dengan sahabat-sahabat hamba, lalat-lalat dan kutu-kutu anjing itu."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Bahasa Jawa: airmata--H.A.&lt;br /&gt;2 Maksudnya: peristiwa si gila yang menyangka telah mencapai tujuannya (pada CERITA KECIL TENTANG SEORANG PERENUNG). - H.A.&lt;br /&gt;19. Ucapan Burung Ketiga&lt;br /&gt;Burung ketiga berkat pada Hudhud, "Aku penuh dengan kesalahan, maka bagaimana aku akan berangkat menempuh jalan itu? Mungkinkah seekor lalat kotor layak bagi Simurgh di Pegunungan Kaukasus? Bagaimana mungkin pendosa yang berpaling dari jalan yang benar akan mendekati Raja?"&lt;br /&gt;Hudhud berkata, "O burung yang kehilangan harapan, janganlah begitu berputus asa, mohonlah ampun dan kemurahan. Jika kau begitu mudah mencampakkan perisai itu, tugasmu sungguh-sungguh akan menjadi sulit ...&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Seorang yang Jahat&lt;br /&gt;Seorang yang bersalah karena banyak dosa bertaubat dengan pedihnya dan kembali ke jalan lurus. Tetapi pada waktunya, hasratnya akan keduniawian kembali lebih kuat dari yang sudah-sudah, dan sekali lagi ia tunduk pada pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatan jahat. Kemudian sedih menghimpit hatinya dan membawanya ke dalam keadaan yang amat sengsara. Sekali lagi ia ingin mengubah sikapnya, tetapi tak berdaya berbuat demikian. Bagai sebutir gandum dalam panci panas, siang dan malam hatinya tak dapat tenang, dan airmatanya menyirami debu. Suatu pagi sebuah suara gaib bicara padanya, "Dengarkan Tuhan Penguasa Dunia. Ketika kau bertaubat pertama kali, kuterima taubatmu. Meskipun aku dapat menghukummu, namun aku tak berbuat demikian. Kedua kali, ketika kau terjatuh dalam dosa, kuberikan pertangguhan bagimu, dan kini, dalam kemarahanku pun, tak kumatikan kau. Hari ini, o gila, kau tak mengakui pengkhianatanmu dan ingin kembali padaku buat yang ketiga kali. Kembalilah kalau begitu, ke Jalan itu. Aku membukakan pintuku bagimu dan menunggu. Bila kau benar-benar telah mengubah sikapmu, dosa-dosamu akan diampuni."&lt;br /&gt;Malaikat Jibril dan Niat Baik&lt;br /&gt;Suatu malam ketika Malaikat Jibril sedang berada di Sidrah, ia mendengar Tuhan mengucapkan kata perkenan, dan Jibril pun berkata dalam hati, "Seorang hamba Allah pada saat ini menyeru Yang Abadi, tetapi siapa dia gerangan? Aku hanya tahu bahwa dia tentulah besar kebajikannya, bahwa jasad nafsunya mati dan bahwa jiwanya hidup." Dan segera Jibril pun berangkat mencari makhluk fana yang berbahagia itu. Tetapi meskipun ia memeriksa benua dan pulau-pulau, gunung-gunung dan tanah-tanah datar, tak diketemukannya orang itu. Maka kembalilah ia kepada Tuhan, dan mendengar lagi jawaban yang penuh berkah atas doa itu.&lt;br /&gt;Sekali lagi Jibril terbang melintasi darat dan laut, tetapi akhirnya ia terpaksa bertanya, "O Tuhan, jalan mana yang akan membawa hamba ke tempat abdi Tuan itu?" Tuhan berfirman, "Pergilah ke negeri Rum dan di sebuah biara Nasrani akan kaudapati dia." Jibril terbang ke biara itu dan di sana penerima karunia langit itu sedang bersujud di depan sebuah arca pujaan. "O Penguasa Dunia," sembah Jibril, "Singkapkan kiranya tabir rahasia ini. Bagaimana mungkin Tuan mengabulkan doa pemuja arca di biara ini?" Tuhan bersabda, "Hati orang itu ada dalam kegelapan. Ia tak sadar bahwa dirinya tersesat. Karena ia tersesat lantaran tak tahu, maka kemurahanku yang penuh kasih mengampuninya dan aku telah membukakan jalan baginya ke tingkat yang luhur." Kemudian Yang Maha Tinggi menggerakkan lidah orang itu sehingga ia dapat mengucapkan nama Tuhan.&lt;br /&gt;Janganlah orang melalaikan hal yang paling kecil. Penyerahan diri tak dapat dibeli di toko; tidak pula mungkin kaucapai istana Yang Maha Tinggi dengan membayar sejumlah kecil.&lt;br /&gt;Sang Sufi&lt;br /&gt;Ketika seorang Sufi bergegas ke Baghdad, ia mendengar seseorang berkata, "Aku punya banyak madu yang hendak kujual murah sekali jika ada yang mau membelinya." Kata Sufi itu, "Kawanku yang baik, sudikah kau memberikan padaku sedikit dengan cuma-cuma? " Dengan marah orang itu menjawab, "Enyahlah. Apa kau gila dan kikir pula? Tidakkah kau tahu bahwa tak mungkin mendapatkan sesuatu dengan cuma-cuma?" Kemudian sebuah suara batin berkata pada sufi itu, "Tinggalkan tempat ini dan aku akan memberikan padamu apa yang tak terbeli dengan uang; segala kemujuran dan segala yang kaudambakan. Kerahiman Tuhan ialah matahari kemilau yang menjangkau hingga ke zarrah yang terkecil. Tuhan pun menegur Musa pula disebabkan seorang yang tak beriman."&lt;br /&gt;Tuhan Menegur Musa&lt;br /&gt;Suatu hari Tuhan bersabda pada Musa, "Karun,1 sambil tersedu, menyeru kau tujuh kali dan kau tak menjawab. Kalau ia menyeru aku demikian, sekali saja, maka akan kurebut hatinya dari lubang penjara kemusyrikan dan kusalut dadanya dengan pakaian keimanan. O Musa, kau telah menyebabkannya binasa dengan seratus kepedihan, kau telah melontarkannya ke dalam tanah dengan keaiban. Seandainya kau khaliknya, kau tentu tak akan sekeras itu terhadapnya."&lt;br /&gt;Dia yang pengampun terhadap mereka yang tak mengenal kasihan, amat dipujikan oleh orang-orang yang pengasih. Jika kau melakukan kesalahan-kesalahan seperti kebanyakan orang-orang yang berdosa, kau sendiri akan menjadi salah seorang yang berdosa itu.&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Karun ialah salah seorang dari umat Nabi Musa; ia dianugerahi kekayaan yang berlimpah-limpah, tetapi amat sombong terhadap sesama kaumnya. (Lihat Al-Quran XXVIII: 76). Atas kehendak Tuhan ia beserta tempat tinggal (dan kekayaannya) kemudian ditelan bumi. (Lihat Al-Quran XXVIII: 81). - H.A.&lt;br /&gt;20. Pertanyaan Burung Keempat&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "Aku berwatak betina, dan hanya dapat melompat-lompat dari dahan ke dahan. Kadang-kadang aku suka main-main dan risau, kadang-kadang pula aku suka bertarak. Kadang-kadang nafsuku menyeret diriku ke tempat-tempat minum, kadang-kadang pula jiwaku menarik diriku buat berdoa. Ada kalanya, meskipun berlawanan dengan diriku sendiri, setan menyesatkan aku; dan ada kalanya pula malaikat membimbingku kembali. Di antara keduanya ini aku berada di lubang penjara; apa yang mungkin kulakukan selain meratap seperti Yusuf."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Ini terjadi pada siapa saja, sesuai dengan fitrahnya. Jika kita tanpa salah sejak semula, Tuhan tentu tak perlu pula mengutus rasul-rasul dan nabi-nabiNya. Dengan kepatuhan kau akan mendapatkan kebahagiaan. O kau yang lena berbaring-baring di bilik kemalasan yang panas berkeringat, namun penuh dengan keinginan-keinginan tak berarti, sementara kau terus juga memberi makan anjing nafsumu, fitrahmu lebih buruk daipada fitrah si banci yang tak berdaya."&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Syabli&lt;br /&gt;Sekali Syabli menghilang dari Baghdad, tak seorang tahu ke mana. Akhirnya ia diketemukan di sebuah rumah tempat para kasim,1 sedang duduk dengan mata basah dan bibir kering di antara makhluk-makhluk aneh ini. Kawan-kawannya berkata, "Ini bukan tempat bagimu yang menuntut ilmu ketuhanan." Ia menjawab, "Orang-orang ini, menurut agama, bukan laki-laki dan bukan pula perempuan. Aku seperti mereka pula. Aku tenggelam dalam keadaan tak bisa berbuat apa-apa, dan kejantananku merupakan sesalan bagiku. Bila kalian menggunakan pujian atau celaan untuk membeda-bedakan, itu berarti, kalian membuat berhala-berhala pujaan. Bila kalian menyembunyikan berhala-berhala di balik khirka kalian, mengapa mesti pula menampakkan diri di muka orang banyak sebagai sufi?"&lt;br /&gt;Pertengkaran Dua Orang Sufi&lt;br /&gt;Dua orang yang mengenakan khirka kaum sufi sedang caci-mencaci di muka pengadilan. Hakim melerai mereka dan berkata, "Tidaklah layak bagi kaum sufi untuk berbantah antara sesama mereka. Jika kalian mengenakan jubah sufi mengapa bertengkar? Jika kalian orang-orang yang suka akan kekerasan, maka buanglah jubah kalian. Tetapi jika kalian layak memakai jubah itu, berdamailah. Aku, seorang hakim dan bukan orang yang menempuh jalan ruhani, merasa malu karena khirka itu. Lebih baik kiranya setuju untuk berbeda pendapat ketimbang bertengkar sementara kalian mengenakan khirka."&lt;br /&gt;Jika kau ingin menempuh jalan cinta, hilangkanlah segala prasangka dan tinggalkan keterikatan pada hal-hal yang bersifat lahiriah. Sementara itu, agar tak menjadi sumber kejahatan, jangan berikan jalan bagi rasa dendam dan cinta-diri!&lt;br /&gt;Raja dan Pengemis&lt;br /&gt;Suatu ketika di Mesir seorang laki-laki malang jatuh cinta pada raja, yang setelah mendengar tentang ini lalu menyuruh panggil orang yang terpedaya itu dan katanya, "Karena kau gandrung padaku, maka kau harus memilih salah satu dari yang dua ini dipenggal kepalamu atau masuk penjara." Orang itu mengatakan bahwa ia lebih suka masuk penjara, dan hampir lupa daratan ia pun siap hendak pergi. Tetapi raja memerintahkan untuk memenggal kepala orang itu. Seorang menteri istana berkata, "Ia tak bersalah; mengapa harus dibunuh?" "Karena," kata raja, "ia bukan pencinta sejati dan tak tulus. Kalau ia sungguh-sungguh mendambakan aku, tentulah ia lebih suka kehilangan kepala ketimbang berpisah dari yang dicintainya. Mestinya cinta itu sepenuhnya atau tidak sama sekali. Sekiranya ia bersedia dihukum bunuh, tentulah aku akan mengenakan ikat pinggang kesetiaanku2 dan menjadi darwisnya. Ia yang mencintai aku, tetapi lebih mencintai kepalanya sendiri, bukanlah pencinta sejati."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Orang yang dikebiri, penjaga sanastri (harem). - H.A.&lt;br /&gt;2 Maksudnya zunnar, tanda ketulusan di jalan agama. (Lihat catatan kaki pada kata zunnar) - H.A.&lt;br /&gt;21. Dalih Burung Kelima&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "'Diriku musuhku sendiri; ada maling dalam diriku. Bagaimana dapat aku menempuh perjalanan ini, yang terhalang oleh selera-selera jasmani dan anjing nafsu yang tak mau tunduk? Bagaimana dapat aku menyelamatkan jiwaku? Serigala yang berkeliaran mencari makan itu kukenal, tetapi anjing ini tak kukenal, dan ia begitu menarik. Aku tak tahu di manakah aku dengan badan jasmani yang tak setia ini. Akan dapatkah aku mengerti ini?"&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Dirimu sendiri anjing tersesat, terinjak-injak kaki. 'Jiwa' yang kaumiliki bermata satu dan juling; hina, kotor dan tak setia. Jika ada yang tertarik padamu, adalah itu karena silau oleh gemerlap palsu 'jiwa'-mu. Tidaklah baik bagi anjing nafsu ini untuk dimanjakan dan digosok dengan berbagai minyak. Selagi kecil, kita lemah dan masa bodoh; waktu remaja, kita sibuk dalam pergulatan: dan ketika usia tua berkuasa, nafsu pun loyo dan badan lemah. Karena demikianlah hidup ini, maka bagaimana anjing ini akan mendapat perhiasan sifat-sifat ruhani? Dari awal hingga akhir kita hidup dengan masa bodoh, dan tak mendapatkan apa-apa. Sering ada yang sampai pada akhir hidupnya hampa tanpa membawa apa-apa dalam dirinya kecuali nafsu akan serba kehidupan lahiriah. Beribu-ribu binasa karena sedih, tetapi anjing nafsu ini tak pernah mati. Dengarkan cerita tentang penggali kubur yang telah menjadi tua dalam pekerjaannya itu. Seseorang bertanya padanya, 'Maukah kau menjawab pertanyaan ini karena kau telah melewatkan seluruh hidupmu dalam pekerjaanmu menggali kubur: Katakan apakah kau pernah melihat keajaiban?' Penggali kubur itu pun berkata, 'Selama tujuh puluh tahun anjing nafsuku telah melihat orang-orang mati yang dikuburkan, tetapi ia sendiri tak pernah mati, dan tak sejenak pun pernah mematuhi hukum-hukum Tuhan. Ini keajaiban'!"&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Abbasah&lt;br /&gt;Suatu petang, Abbasah berkata, "Bayangkan misalnya orang-orang kafir yang banyak di dunia ini, dan bahkan juga orang-orang dari suatu suku bangsa Turki yang banyak bicara itu dengan tulus menerima agama --yang demikian mungkin saja terjadi. Tetapi seratus dua puluh ribu nabi telah diutus untuk jiwa yang tak beriman itu agar jiwa itu dapat menerima kepercayaan Muslim atau binasa, namun para nabi itu belum berhasil juga. Mengapa begitu banyak ketekunan dan begitu sedikit hasil?"&lt;br /&gt;Kita semua ada di bawah kekuasaan nafsu badan jasmani yang tak setia dan durhaka, yang kita pelihara dalam diri kita.&lt;br /&gt;Dibantu dari dua pihak sebagaimana adanya, maka akan mengherankan bila badan jasmani ini binasa. Jiwa, bagai kesatria yang setia, terus mengendarai kudanya, tetapi senantiasa anjing itu kawannya; kesatria itu mungkin lari di atas kudanya, tetapi si anjing mengikuti. Cinta yang diterima oleh hati diambil oleh badan jasmani. Namun barang siapa dapat menguasai anjing ini akan menangkap singa kedua dunia itu dalam jaringnya.&lt;br /&gt;Seorang Raja Mengajukan Pertanyaan Pada Seorang Darwis&lt;br /&gt;Suatu kali seorang raja melihat seorang laki-laki, yang --meskipun berpakaian compang-camping-- bertekun di jalan penyempurnaan-diri. Raja memanggil orang itu dan bertanya, "Siapakah yang jelas lebih baik, kau atau aku?" Kata orang itu, "O Tuan yang tak tahu, tebah dada Tuan dan tutup mulut Tuan. Siapa yang memuji diri sendiri tak mengerti akan makna kata-kata; tetapi ini mesti hamba katakan: tak dapat disangsikan lagi bahwa orang seperti hamba ini jelas seratus kali lebih baik ketimbang orang seperti Tuan. Tanpa sedikit pun citarasa keagamaan, anjing nafsu Tuan telah menurunkan derajat Tuan menjadi keledai. Anjing nafsu itu menguasai Tuan dan mengendarai Tuan dengan tali kendali sambil mendorong kepala Tuan ke sana ke mari. Tuan melakukan segala yang diperintahkannya. Tuan orang yang tak berarti dan tak berguna sedikit pun, sedang hamba yang tahu akan kerahasiaan hati telah membuat anjing ini jadi keledai hamba untuk hamba kendarai. Anjing Tuan menguasai Tuan, tetapi jika Tuan mau menjadikannya keledai, maka Tuan pun akan seperti hamba, dan seratus kali lebih baik daripada rekan-rekan Tuan."&lt;br /&gt;22. Dalih Burung Keenam&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "Kapan aku ingin menempuh Jalan itu setan menimbulkan rasa kesia-siaanku dan menghalangi aku mencari penunjuk jalan. Hatiku risau, karena aku tak berdaya melawannya. Bagaimana dapat aku menyelamatkan diriku dari Iblis dan menjadi bergairah karena anggur jiwa?"&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Selama anjing nafsu itu lari di mukamu, setan tak akan meninggalkanmu, tetapi akan menggunakan pikatan anjing itu untuk menyesatkanmu. Maka setiap keinginan nafsumu yang sia-sia pun menjadi setan, dan setiap setan yang ditimbulkannya akan menimbulkan seratus setan yang lain. Dunia ini bilik yang panas berkeringat atau penjara, kerajaan sang setan; jangan mengikatkan diri dengan kerajaan ini atau dengan penguasanya.&lt;br /&gt;Keluhan Seorang Mubtadi1 atas Godaan Setan&lt;br /&gt;Seorang muda yang bersikap masa bodoh pergi mendapatkan seorang syaikh yang sedang berpuasa hendak menyampaikan keluhan atas empat puluh godaan setan. Katanya, "Setan menjauhkan aku dari Jalan itu dan telah membuat agamaku menjadi tak berarti." Syaikh itu berkata, "Anakanda sayang, sebelum kau datang padaku kulihat setan itu berkeliaran di seputarmu. Sebaliknya dari apa yang kau katakan itu, ia merasa risau dan bingung karena kau telah menyengsarakannya dan katanya padaku, 'Seluruh dunia ini kerajaanku, tetapi aku tak berdaya terhadap orang muda itu yang menjadi lawan dunia.' Katakan pada setan itu supaya berlalu, maka ia pun tak akan menggodamu lagi."&lt;br /&gt;Khoja dan Sufi&lt;br /&gt;Seorang sufi mendengar seorang khoja2 mengucapkan doa ini, "O Tuhan, beri hamba rahmat, dan berkatilah usaha-usaha hamba," lalu berkata pada khoja itu, "Janganlah mengharapkan rahmat bila kau tak mengenakan khirka seorang sufi. Kau telah menengadahkan mukamu ke langit dan pada keempat dinding emas.3 Kau dilayani sepuluh hamba laki-laki dan sepuluh hamba perempuan. Bagaimana rahmat Ilahi akan datang padamu dengan diam-diam? Hendaklah kau mawas diri dan tiliklah apakah kau layak mendapat berkat.&lt;br /&gt;Karena kau berdoa demi milik dan kehormatanmu, rahmat itu akan menyembunyikan wajahnya. Berpalinglah dari semua itu, dan bebaskan dirimu, sebagaimana orang-orang yang telah mencapai kesempurnaan."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Pemula, orang yang baru mulai menuntut pelajaran - H.A.&lt;br /&gt;2 Saudagar (dari India). - H.A.&lt;br /&gt;3 Keempat dinding emas, maksudnya: keempat mata angin.&lt;br /&gt;23. Dalih Burung Ketujuh&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "Aku cinta akan emas; bagiku ia seperti buah badam dalam kulitnya yang keras itu. Bila aku tak punya emas, terikat rasanya tangan dan kakiku. Cinta akan keduniawian dan cinta akan emas telah mengisi diriku dengan keinginan-keinginan tak berarti, yang membutakan diriku akan perkara-perkara keruhanian."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O kau yang silau karena bentuk-bentuk lahiriah, yang dalam hatimu tak pernah memancar nilai kebenaran! Kau seperti makhluk yang hanya dapat melihat dalam gelap, kau seperti semut, yang tertarik oleh rupa. Berusahalah memahami makna segala sesuatu. Tanpa warna, emas hanyalah, logam biasa; namun kau terpikat oleh warna, serupa anak kecil. Cinta akan emas tak layak bagi manusia sejati; kenapa orang menyembunyikan emas dalam faraj bagal?1 Adakah benda-benda berharga disembunyikan orang di tempat demikian? Jika kau tak membiarkan sesamamu mendapat manfaat karena emasmu, kau pun tak akan beroleh manfaat pula. Tetapi bila kau berikan sekeping obol2 kepada si malang yang miskin, kalian berdua akan mendapat manfaat. Jika kau punya emas, banyaklah yang dapat kauberi manfaat dengan itu; tetapi jika pundakmu bercap,3 itu pun karena emas juga. Untuk sebuah toko, kau harus membayar sewa dan kadang-kadang harganya itu jiwamu sendiri. Demi usahamu, kau korbankan apa saja, juga mereka yang menjadi pautan hatimu, dan pada akhirnya kau tak memiliki apa-apa. Kita hanya berharap agar kemujuran akan menyediakan sebuah tangga di bawah tiang gantungan. Itu tak berarti bahwa kau tak usah menggunakan benda-benda duniawi sama sekali, tetapi hendaknya kaupergunakan apa yang kaumiliki itu secara luas. Nasib baik hanya akan datang padamu apabila kau memberi. Jika kau tak dapat meninggalkan hidup sama sekali, setidak-tidakaya kau dapat membebaskan dirimu dari cin ta akan kekayaan dan kehormatan."&lt;br /&gt;Syaikh dan Muridnya&lt;br /&gt;Seorang murid yang masih muda, tak diketahui syaikhnya (seperti dikiranya) mempunyai sekedar simpanan emas. Syaikh itu tak berkata apa-apa, dan suatu hari mereka pergi bersama-sama dalam suatu perlawatan. Akhirnya mereka sampai ke sebuah lembah yang gelap; di tempat masuk ke lembah itu terbentang dua jalan. Si murid mulai khawatir, sebab emas (memang) merusak pemiliknya. Gemetar ia pun bertanya pada syaikhnya, "Jalan mana yang mesti kita tempuh?" Syaikh itu menjawab, "Bebaskan dirimu dari apa yang membuatmu khawatir itu, maka jalan mana pun tak menjadi soal. Setan takut akan orang yang tak mempedulikan uang, dan cepat akan menghindar daripadanya. Demi sebutir emas kau membelah sehelai rambut. Secara agama, emas seperti keledai yang lumpuh; tak ada harganya, hanya merupakan beban. Bila kekayaan datang pada seseorang dengan tak disangka-sangka, mula-mula akan membuatnya bingung, kemudian menguasainya. Ia yang terikat dengan cinta akan uang dan harta milik, terikatlah tangan dan kakinya dan dilontarkan ke dalam lubang-penjara. Hindarilah lubang penjara yang dalam ini jika kau bisa; jika tidak, tahan nafasmu, sebab udara didalamnya amat luar biasa pengapnya."&lt;br /&gt;Tuhan Menegur Seorang Darwis&lt;br /&gt;Seorang suci yang telah menemukan ketenteraman dalam Tuhan menyerahkan seluruh dirinya dalam sembah dan puja selama empat puluh tahun. Ia telah melarikan diri dari dunia ini, tetapi karena Tuhan begitu mesra menyatu padanya, orang itu pun merasa puas. Darwis ini telah memagari sebidang tanah di gurun; di tengah-tengahnya ada sebatang pohon, dan di pohon itu seekor burung telah membuat sarangnya. Nyanyian burung itu merdu terdengar, karena setiap nadanya mengandung seratus rahasia. Hamba Tuhan itu terpesona. Tetapi Tuhan menyampaikan pada seorang arif tentang ihwal peristiwa itu dengan kata-kata ini, "Katakan pada sufi itu bahwa aku heran setelah berkhusyuk selama bertahun-tahun, ia telah berhenti dengan menjual aku seharga seekor burung. Memang benar burung itu mengagumkan, tetapi nyanyiannya telah menjerat sufi itu dalam sebuah perangkap. Aku telah membeli dia dan dia telah menjual aku."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Dikiaskan dengan kebiasaan di Timur di mana wanita-wanita membawa surat-surat atau benda-benda kecil yang berharga secara sembunyi-sembunyi dalam faraj (lubang kemaluan) bagal (peranakan kuda dan keledai).&lt;br /&gt;2 Mata uang kecil yang dipergunakan dahulu kala di Timur Dekat dan Eropa.&lt;br /&gt;3 Di Persia, pencuri diberi cap pada pundaknya.&lt;br /&gt;24. Dalih Burung Kedelapan&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "Hatiku menyala karena gembira, sebab aku tinggal di sebuah tempat yang menawan. Aku punya istana emas teramat indah hingga siapa saja mengaguminya, dan di sana aku hidup dalam kepuasan. Bagaimana mungkin aku diharapkan untuk meninggalkannya? Di istana ini aku seperti raja burung-burung, maka mengapa pula aku bersusah payah di lembah-lembah yang kausebutkan itu? Mestikah aku meninggalkan istanaku dan kedudukanku sebagai raja? Tiada makhluk yang berpikiran sehat akan meninggalkan taman Iram untuk menempuh perjalanan yang begitu berat dan sulit!"&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O kau yang tanpa cita-cita dan semangat! Adakah kau anjing? Atau inginkah kau menjadi pelayan dalam hammam? Dunia bawah ini hanyalah sebuah bilik panas dan istanamu sebagian daripadanya. Meski istanamu sebuah sorga sekalipun, namun pada suatu hari maut akan mengubahnya menjadi penjara penderitaan. Hanya jikalau maut berhenti menggunakan kekuasaannya atas segala makhluk akan baiklah bagimu untuk tinggal puas di istana emasmu."&lt;br /&gt;Seloroh Seorang Arif tentang Sebuah Istana&lt;br /&gt;Seorang raja mendirikan sebuah istana yang menghabiskan biaya seratus ribu dinar. Di sebelah luar, istana itu dihiasi dengan menara-menara dan kubah-kubah yang bersepuhkan emas, sedang perabotan dan permadani-permadani membuat ruang dalamnya seperti sorga. Ketika istana itu selesai didirikan, raja mengundang orang-orang dari setiap negeri untuk mengunjunginya. Mereka datang dan memberikan hadiah-hadiah, dan dipersilakannya mereka semua duduk bersamanya. Kemudian raja itu pun bertanya pada mereka, "Katakan bagaimana pendapat Tuan sekalian tentang istanaku. Adakah sesuatu yang terlupa, yang merusakkan keindahannya?" Semuanya menyatakan bahwa belum pernah ada istana semacam itu di dunia dan tak mungkin ada kembarannya lagi. Semua menyatakan demikian, Kecuali satu, seorang arif, yang bangkit berdiri dan berkata, "Ada satu celah kecil yang menurut pendapat hamba merupakan cacat, Tuanku. Andaikan tak ada cacat ini, sorga itu sendiri pun akan memberikan hadiah-hadiah pada Tuanku dari dunia gaib."&lt;br /&gt;"Aku tak melihat cacat ini," kata raja murka. "Kau orang bodoh, dan kau hanya ingin membuat dirimu tampak penting." "Tidak, Raja yang sombong," jawab orang arif itu. "Celah yang kusebutkan itu ialah celah yang akan dilalui Izrail, malakulmaut, bila ia datang nanti. Semoga Tuhan berkenan, Tuanku dapat menutup celah itu, sebab jika tidak, apakah gunanya istana, mahkota dan singgasana Tuanku yang megah itu? Bila maut datang, semua itu akan menjadi bagai segenggam debu. Tak satu pun yang tetap bertahan lama, dan celah itulah yang akan merusakkan tempat semayam Tuanku. Tiada kepandaian dapat membuat tetap apa yang tak tetap. Ah, jangan letakkan harapan kebahagiaan Tuanku pada istana! Jangan biarkan kuda kebanggaan Tuanku melata bagai siput. Jika tak seorang pun berani mengatakan terus terang pada raja dan memperingatkannya tentang kesalahan-kesalahan ini, maka ini akan merupakan malapetaka yang besar."&lt;br /&gt;Laba-Laba&lt;br /&gt;Pernahkah kau memperhatikan laba-laba dan mengamati betapa mengagumkan ia menggunakan waktunya? Dengan kecepatan dan kewaspadaan ia menganyam jaring-sarangnya yang menakjubkan itu, sebuah rumah yang dihiasinya untuk keperluannya. Bila lalat jatuh tertungging ke dalam jaring itu, laba-laba itu buru-buru menyergapnya mengisap darah makhluk kecil itu dan membiarkan bangkai itu mengering untuk digunakannya sebagai makanannya. Kemudian datang penghuni rumah dengan membawa sapu, dan dalam sekejap saja, jaring-sarang, lalat dan laba-laba itu pun lenyap ketiga-tiganya!&lt;br /&gt;Jaring laba-laba itu melambangkan dunia; lalat itu, rizki yang telah diberikan Tuhan di sana bagi makhlukNya. Andaikan seluruh dunia sekalipun jatuh ke tanganmu, kau dapat kehilangan semua itu dalam sekejap saja. Kau hanya bayi di jalan pengertian; namun kau berdiri sia-sia di luar tabir. Jangan tuntut tempat dan kedudukan jika kau tidak bodoh. Dan ketahuilah, hai pandir yang tak peduli, bahwa dunia ini diserahkan pada lembu jantan. Ia yang memandang genderang dan bendera sebagai tanda keagungan tak akan pernah menjadi darwis; benda-benda itu hanyalah siul angin lebih kecil nilainya daripada mata uang terkecil. Tahanlah kuda kebodohanmu yang melata bagai siput itu, dan janganlah terpedaya karena memiliki kekuasaan. Bila macan tutul itu sudah terkuliti, maka hidupmu pun akan terenggut hilang.&lt;br /&gt;Bukalah mata cita-cita yang sejati dan temukan Jalan Kerohanian itu; langkahkan kakimu di Jalan Tuhan dan carilah istanaNya yang luhur. Sekali kau melihatnya, maka kau tak akan terikat lagi pada gemerlap dunia ini.&lt;br /&gt;Darwis yang Menjauhi Manusia&lt;br /&gt;Seorang laki-laki, lelah dan kehilangan semangat, letih karena berjalan di gurun, akhirnya tiba di suatu tempat di mana seorang darwis yang hidup seorang diri berdiam, lalu berkata padanya, "O Darwis, bagaimana keadaanmu?" Darwis itu menjawab, "Tidakkah kau malu menyampaikan pertanyaan demikian bila di sini aku tinggal di suatu tempat yang begitu sempit dan terkurung?" Orang itu berkata, "Itu tidak betul, bagaimana kau akan terkurung, tinggal di gurun yang luas ini?" Darwis itu berkata lagi, "Jika dunia tidak sedemikian sempit, kau tak akan pernah menyinggahi aku!"&lt;br /&gt;25. Dalih Burung Kesembilan&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "O burung termulia, aku hamba si jelita yang telah menguasai diriku dan membuat aku kehilangan pikiran. Bayangan wajahnya yang manis ialah pencuri di Jalan yang agung itu; dia telah membakar panenan hidupku, dan bila aku terpisah daripadanya, tak sejenak pun aku merasa tenteram. Karena hatiku menyala dengan gairah nafsu, aku pun tak tahu bagaimana aku dapat menempuh perjalanan ini. Aku harus melintasi lembah demi lembah dan menempuh seratus percobaan. Dapatkah aku diharapkan akan meninggalkan si jelita ini untuk pergi menempuh panas yang menghanguskan dan dingin yang pedih? Aku terlalu lemah untuk pergi tanpa dia; dan aku hanya debu di jalannya. Begitulah keadaanku. Apa dayaku?"&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Kau terikat pada apa yang tampak di mata saja, dan akibatnya, menderita dari kepala hingga kaki. Cinta berahi ialah suatu permainan. Cinta yang ditimbulkan oleh kecantikan yang sepintas dengan sendirinya cepat berlalu pula. Kau senantiasa membandingkan tubuh dari darah dan nafsu dengan keindahan bulan.&lt;br /&gt;Apakah yang lebih buruk dari tubuh yang terjadi dari daging dan tulang-tulang? Keindahan sejati tersembunyi. Maka carilah itu, di dunia yang tak tampak di mata. Jika cadar yang menyembunyikan kerahasiaan ini dari pandangan matamu luruh, maka tak ada lagi yang tinggal di dunia ini. Segala bentuk yang kelihatan akan menjadi tak berarti."&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Syabli&lt;br /&gt;Seorang laki-laki datang mendapatkan Syabli pada suatu hari sambil menangis. Sufi itu bertanya padanya, mengapa menangis. "O Syaikh," katanya, "aku mempunyai sahabat yang keindahannya membuat jiwaku sehijau ranting-ranting di musim semi. Kemarin, ia meninggal, dan aku pun mau mati pula rasanya karena duka." Syabli berkata, "Kenapa kau bersedih? Sekian lama kau telah memilikinya sebagai sahabat. Kini pergilah dan cari sahabat lain, sahabat yang tak akan mati, maka tak akan ada lagi sebab yang membuat kau bersedih. Keterikatan akan sesuatu yang fana hanya akan mendatangkan duka."&lt;br /&gt;Saudagar Kaya&lt;br /&gt;Seorang saudagar yang kaya akan barang-barang dan uang mempunyai sahaya perempuan yang manis bagaikan gula. Namun demikian, ia memutuskan pada suatu hari untuk menjualnya. Tetapi sebentar saja ia pun mulai merasa kehilangan dia. Dalam kerinduannya, ia pun pergi ke pemiliknya yang baru dan memintanya agar melepaskan sahaya itu, lalu ia menawarkan seribu keping emas untuk menebusnya. Tetapi pemiliknya yang baru itu tak mau berpisah dari si sahaya. Maka saudagar itu pun keluar, dan dalam kebingungan katanya, "Ini salahku sendiri, karena telah menjahit bibir dan mataku; dalam kerakusanku aku telah menjual kekasihku seharga sekeping emas. Saat itu hari buruk bagiku ketika aku mendandaninya dengan pakaiannya yang terbagus dan membawanya ke pasar untuk kujual dengan keuntungan yang banyak."&lt;br /&gt;Setiap nafasmu, yang menakar hidupmu, ialah sebutir mutiara, dan setiap zarrah dirimu ialah penunjuk jalan kepada Tuhan. Berkah sahabat ini meliputi dirimu dari kepala hingga kaki. Jika kau benar-benar mengindahkan dia, bagaimana dapat kau menunjang perpisahan?&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Hallaj&lt;br /&gt;Ketika mereka hendak menusuknya dengan tombak, Hallaj hanya mengucapkan kata-kata ini, "Aku Tuhan." Mereka potong tangan dan kakinya, hingga ia pun menjadi pucat karena kehilangan darah. Kemudian pergelangan tangannya yang sudah buntung itu ia usapkan ke wajahnya sambil berkata, "Tak perlu aku kelihatan pucat hari ini, karena jika demikian, mereka akan mengira bahwa aku takut. Akan kubuat mukaku merah sehingga apabila si orang terkutuk yang telah melaksanakan hukuman itu berpaling ke tiang gantungan, ia akan melihat bahwa aku seorang pemberani.'&lt;br /&gt;Ia yang makan dan minum dalam bulan Juli bersama naga berkepala tujuh itu akan bernasib amat buruk dalam permainan demikian, tetapi tiang gantungan akan merupakan sesuatu yang amat tak berarti bagi dia.&lt;br /&gt;26. Dalih Burung Kesepuluh&lt;br /&gt;Burung ini berkata pada Hudhud, "Aku takut akan maut. Kini lembah ini luas, dan aku tak punya apa-apa sama sekali untuk perjalanan ini. Aku amat diliputi ketakutan akan maut sehingga aku akan mati di tempat perhentian pertama. Andaikan aku seorang amir yang penuh kuasa sekalipun, pada saat datangnya ajal, akan tak kurang juga ketakutanku. Ia yang dengan pedangnya mencoba menangkis maut, akan mendapatkan pedangnya itu patah bagai sebatang kalam; sebab sayang, kepercayaan akan kekuatan tangan dan pedang hanya akan membawa kekecewaan dan kesedihan."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O kau yang lembek dan lemah kemauan, inginkah kau tinggal hanya sebingkai tulang dan sumsum semata? Tidakkah kau tahu bahwa hidup ini, baik panjang atau singkat, tercipta dari sekelumit nafas? Tidakkah kau mengetahui bahwa barangsiapa dilahirkan harus mati pula? Bahwa ia akan masuk tanah dan bahwa angin akan mencerai-beraikan unsur-unsur yang membentuk tubuhnya?&lt;br /&gt;Kau diberikan pada maut sebagai santapannya; dan kau dimasukkan ke dunia untuk disingkirkan dari sana pula! Langit bagai pinggan terbalik, yang setiap senja tercelup dalam darah matahari terbenam. Dapat dikatakan bahwa matahari itu, bersenjatakan pedang bengkok, tengah memenggal kepala demi kepala di pinggan ini. Apakah kau baik atau buruk, kau hanyalah setitik air dicampur dengan tanah. Meskipun sepanjang hidupmu kau mungkin ada dalam kedudukan yang penuh kekuasaan, pada akhirnya kau akan mengalami bencana kematian juga."&lt;br /&gt;Feniks&lt;br /&gt;Feniks1 seekor burung yang mengagumkan dan indah, hidup di India. Ia tak punya jodoh dan hidup sendirian. Paruhnya, yang amat panjang dan keras, dilubangi bagai seruling dengan hampir seratus lubang. Setiap lubang itu mengeluarkan suara dan dalam setiap suara itu ada kerahasiaan tersendiri. Kadang ia memperdengarkan musik lewat lubang-lubang itu, dan bila burung-burung dan ikan-ikan mendengar lagunya yang sayu merdu itu, mereka pun terbangkit, dan hewan-hewan paling ganas pun terharu; kemudian mereka semua terdiam. Seorang filsuf suatu kali menengok burung ini dan belajar dari dia tentang ilmu musik. Feniks itu hidup sekitar seribu tahun dan ia tahu pasti akan hari kematiannya. Bila saatnya tiba, ia kumpulkan di seputarnya sejumlah daun-daun palma, dan kebingungan di antara daun-daun itu, ia pun melengkingkan jeritan-jeritan yang sayu. Dari lubang-lubang dalam paruhnya dipancarkannya beragam lagu, dan musik ini terangkat dari dasar hatinya. Ratapan-ratapannya menyatakan dukacita kematian, dan ia pun menggigil bagai sehelai daun. Mendengar terompetnya burung-burung dan hewan-hewan mendekat untuk memberikan bantuan pada peristiwa besar ini. Kini mereka pun menjadi bingung, dan banyak yang mati karena kehilangan tenaga. Sementara feniks itu masih bernafas, dikepak-kepakkannya sayapnya dan dikerutkannya bulu-bulunya, dan dengan demikian ia memancarkan api. Api itu menjalar ke daun-daun palma, dan segera daun-daun dan burung itu pun menjadi bara yang hidup dan kemudian menjadi abu. Tetapi ketika bunga-api penghabisan telah padam, seekor feniks kecil yang baru timbul dari abu itu.&lt;br /&gt;Pernahkah terjadi pada siapa pun peristiwa dilahirkan kembali sesudah mati itu? Andaikan kau hidup sama lamanya dengan feniks itu sekalipun, namun kau akan mati juga bila kadar hidupmu sudah ditentukan. Hidup feniks yang seribu tahun itu penuh dengan ratapan dan ia tinggal sendirian tanpa kawan dan anak, dan tak berhubungan dengan siapa juga. Ketika saat akhir itu tiba, ia membuang abunya sama sekali, sehingga dapatlah kauketahui bahwa tiada siapa pun dapat menghindari kematian, meski ia mempergunakan muslihat apa pun. Maka ambil pelajaran dari keajaiban feniks itu. Maut ialah tiran, namun kita harus selalu ingat akan maut itu. Dan meskipun banyak yang mesti kita derita, namun tak ada yang dapat dibandingkan dengan keadaan hendak mati itu.&lt;br /&gt;Nasihat Tai Waktu Hendak Meninggal&lt;br /&gt;Ketika Tai terbaring hampir meninggal, seseorang bertanya padanya, "O Tai, kau telah mengetahui hakikat segala sesuatu, bagaimana keadaanmu sekarang?" Katanya, "Aku tak dapat mengatakan apa-apa tentang keadaanku. Seperti angin aku telah mengembara ke mana-mana selama hidupku, dan kini saat akhir itu akan segera tiba, dan aku akan dikuburkan, maka, selamat malam."&lt;br /&gt;Tiada obat pencegah maut selain menatapnya senantiasa dengan berani. Kita semua dilahirkan untuk mati; hidup tak akan tinggal bersama kita; kita harus tunduk. Bahkan dia yang menguasai dunia di bawah cap cincinnya, kini hanya merupakan barang tambang dalam tanah.2&lt;br /&gt;Isa dan Kendi Berisi Air&lt;br /&gt;Isa minum air dari sebuah sungai jernih yang rasanya lebih nyaman dari embun pada bunga mawar. Salah seorang pengikutnya mengisi kendi dengan air sungai itu, dan mereka pun pergi meneruskan perjalanan. Karena haus, Isa minum seteguk air dari kendi itu, tetapi air itu terasa pahit, dan ia tertegun heran, lalu berdoa, "O Tuhan, air sungai dan air dalam kendi ini sama. Tetapi mengapakah yang satu lebih manis dari madu dan yang lain begitu pahit?" Lalu kendi itu pun bicara, dan katanya pada Isa, "Aku sudah amat tua, dan bentukku sudah diubah-ubah seribu kali di bawah bentangan kubah yang sembilan ini -- kadang sebagai jambangan, kadang sebagai kendi dan kadang sebagai bejana. Bentuk apa pun yang ada padaku, selalu kumiliki dalam diriku kepahitan maut. Aku dibuat sedemikian rupa sehingga air yang kusimpan akan selalu ikut mengandung kepahitan itu."&lt;br /&gt;O makhluk yang masa bodoh! Berusahalah memahami arti kendi itu. Berusahalah menemukan rahasia itu sebelum kau mati. Jika selagi kau hidup, kau tak dapat menemukan dirimu sendiri, mengenal dirimu sendiri, bagaimana kau akan dapat memahami rahasia hidupmu bila kau mati? Kau ikut serta dalam kehidupan makhluk, namun kau hanya makhluk semu.&lt;br /&gt;Socrates Kepada Murid-Muridnya&lt;br /&gt;Ketika Socrates hampir meninggal, salah seorang muridnya berkata padanya, "Guru, setelah Guru kami mandikan dan kami selubungi kain kafan, di manakah Guru ingin kami kuburkan?" Socrates menjawab? "Jika kautemukan diriku, muridku tercinta, kuburkan aku di mana kau suka, dan selamat malam! Mengingat bahwa dalam hidupku selama ini aku tak menemukan diriku sendiri, bagaimana kau akan menemukan diriku waktu aku mati? Aku telah hidup dengan laku sedemikian rupa sehingga pada saat ini aku hanya tahu bahwa sejemput pengetahuan tentang diriku sendiri tidaklah jelas."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Juga ditulis: Phoenix; burung dalam dongeng, yang membakar dirinya sendiri dalam unggun-api dari kayu yang semerbak harum baunya dan dinyalakan oleh panas matahari; tetapi dari abunya timbul kembali feniks muda. - H.A.&lt;br /&gt;2 Maksudnya, Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;27. Dalih Burung Kesebelas&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "O kau dengan kepercayaanmu yang tulus, tak sedikit pun ada kemauan baik padaku. Aku telah menghabiskan hidupku dalam kekesalan, menginginkan dunia ini. Ada semacam kesedihan dalam hatiku sehingga aku tak henti-hentinya meratap. Aku selalu dalam keadaan bingung dan tak berdaya; dan bila sejenak aku merasa puas, maka aku pun tak percaya. Dengan sendirinya aku pun telah menjadi darwis. Tetapi kini aku ragu-ragu untuk menempuh jalan pengetahuan ruhani. Jika hatiku tak begitu penuh duka, tentulah aku akan tertarik pula dengan perjalanan ini. Tetapi sebagaimana adanya, aku dalam kebingungan. Kini setelah kubeberkan ihwalku di mukamu, katakan padaku apa yang mesti kuperbuat."&lt;br /&gt;Hudhud berkata, "Kau, yang telah menjadi korban kesombongan, yang tenggelam dalam rasa kasihan terhadap diri sendiri, kau memang patut merasa terusik. Mengingat bahwa dunia ini hanya selintas, maka kau sendiri pun hanya akan melintas lalu pula di sana. Tinggalkanlah dia, karena barangsiapa jadi terikat dengan apa yang fana tak mungkin ambil bagian dalam apa yang kekal. Penderitaan-penderitaan yang kauderita dapat menjadi mulia dan tidak menyebabkan hina. Apa yang pada lahirnya merupakan penderitaan dapat menjadi harta kekayaan bagi si arif. Seratus rahmat akan datang padamu bila kau berusaha menempuh Jalan itu. Tetapi sebagaimana keadaanmu kini, kau hanya kulit pembungkus otak yang tumpul."&lt;br /&gt;Hamba yang Tahu Berterimakasih&lt;br /&gt;Suatu hari seorang raja yang berwatak baik memberikan buah yang indah dan pelik pada seorang hamba yang mencicipinya dan sesudah itu mengatakan bahwa belum pernahlah dalam hidupnya ia makan sesuatu yang demikian lezatnya. Ini menyebabkan raja ingin mencicipinya sendiri, dan dimintanya sedikit pada hamba itu. Tetapi ketika raja memasukkan buah itu ke mulutnya, dirasainya buah itu amat pahit dan ia pun mengangkat alisnya karena heran. Hamba itu berkata, "Tuanku, karena hamba telah menerima begitu banyak hadiah dari tangan tuanku, bagaimana dapat hamba mengeluh karena buah pahit yang satu saja? Mengingat bahwa Tuanku melimpahkan banyak karunia pada hamba, mengapa buah pahit yang satu saja akan merenggangkan hamba dari Tuanku?"&lt;br /&gt;Begitulah, hamba Allah, bila kau mengalami penderitaan dalam usahamu, yakinlah bahwa itu dapat menjadi harta kekayaan bagimu. Hal itu seakan tampak terbalik, tetapi, ingatlah hamba itu.&lt;br /&gt;Syaikh dan Perempuan Tua&lt;br /&gt;Seorang perempuan tua berkata pada Syaikh Mahmah, "Ajarkan padaku doa agar aku dapat menemukan kepuasan. Selama ini aku senantiasa menjadi mangsa perasaan tak puas, tetapi kini aku ingin bebas dari perasaan demikian."&lt;br /&gt;Syaikh itu menjawab, "Di masa yang lama lampau aku menarik diri ke dalam semacam benteng di belakang lututku untuk mencari dengan tekun apa yang kuinginkan; tetapi aku tak merasakannya dan tak pula melihatnya. Selama kita tak menerima segala sesuatu dengan sikap cinta, bagaimana dapat kita merasa puas?"&lt;br /&gt;Pertanyaan Kepada Junaid&lt;br /&gt;Seseorang bertanya pada Junaid, "Orang yang menjadi hamba Allah namun bebas, katakan padaku bagaimana agar dapat mencapai kepuasan itu?" Junaid menjawab, "Bila seseorang telah belajar menerima, dengan cinta."&lt;br /&gt;Zarrah hanya memiliki kecerlangan semu. Pada dasarnya ia hanya sebuah zarrah, tetapi bila ia menyatukan dirinya dalam cahaya matahari, maka dengan demikian ia akan memiliki pula sifat matahari itu senantiasa.&lt;br /&gt;Kelelawar Mencari Matahari&lt;br /&gt;Suatu malam seekor kelelawar terdengar berkata, "Bagaimana kiranya agar aku dapat sejenak saja melihat matahari? Dalam hidupku selama ini aku dalam putus asa sebab tidak sejenak pun aku dapat menenggelamkan diri dalam cahayanya. Berbulan-bulan dan bertahun-tahun aku telah terbang ke sana-sini dengan mata tertutup, dan di sinilah aku!" Suatu makhluk perenung berkata, "Kau diliputi kesombongan, dan kau masih harus beribu-ribu tahun lagi mengembara. Bagaimana dapat makhluk seperti kau ini menemukan matahari? Dapatkah seekor semut mencapai bulan?" "Meskipun demikian", kata kelelawar itu, "aku akan terus mencoba." Dan demikianlah beberapa tahun ia terus mencari hingga ia tak punya kekuatan maupun sayap lagi. Karena ia tak juga menemukan matahari, ia pun berkata, "Mungkin aku telah terbang lebih jauh di atasnya." Seekor burung yang bijak, setelah mendengar itu, berkata, "Kau hidup dalam mimpi; kau hanya berputar-putar saja selama ini dan tak maju selangkah pun; dalam kesombonganmu kau katakan bahwa kau telah pergi lebih jauh di atas matahari!" Ini amat mengejutkan si kelelawar yang setelah menginsafi kedaifannya lalu merendahkan diri sama sekali dengan mengatakan, "Kau telah bertemu dengan seekor burung yang punya penglihatan batin, maka jangan teruskan."&lt;br /&gt;28. Pertanyaan-Pertanyaan Burung Kedua Belas&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "O kau, yang menjadi penunjuk jalan kami, apakah hasilnya nanti kalau kemauanku kuserahkan padamu. Dari kemauanku sendiri aku tak dapat menerima susah-payah dan penderitaan yang kutahu pasti akan kualami, tetapi aku dapat menyetujui untuk menaati perintah-perintahmu; dan bila kebetulan aku nanti memalingkan kepalaku, maka aku akan berusaha memperbaikinya.&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Kau telah bicara dengan baik kita tak dapat mengharapkan yang lebih baik dari ini. Sebab bagaimana dapat kau tetap menguasai dirimu sendiri bila kau menuruti kesukaan-kesukaan dan kebencian-kebencianmu? Tetapi bila kau taat dengan suka rela, kau dapat menjadi penguasa dirimu sendiri. Ia yang tunduk pada kepatuhan di Jalan ini terbebas dari tipu daya dan terhindar dari banyak kesulitan. Sesaat mengabdi Tuhan menurut hukum yang benar sama harganya dengan seumur hidup mengabdi dunia. Ia yang menerima penderitaan karena tak melakukan usaha apa pun sama halnya dengan anjing sesat yang harus menuruti keinginan setiap orang lalu. Tetapi ia yang menanggung biar sejenak pun penderitaan karena melakukan usaha di Jalan ini akan mendapat ganjaran sepenuhnya&lt;br /&gt;Bayazid dan Tarmazi&lt;br /&gt;Seorang alim yang pandai, poros dunia dan dianugerahi sifat-sifat utama, membeberkan yang berikut. "Suatu malam," katanya "Dalam mimpi kulihat Bayazid dan Tarmazi, yang minta padaku menjadi pemimpin mereka. Aku begitu heran kenapa kedua syaikh yang mulia ini memperlakukan aku dengan kehormatan semacam itu. Kemudian kuingat bahwa suatu pagi aku pernah mendesahkan keluh dari dasar hatiku, dan ketika membubung, keluh itu mengayunkan palu pengetuk gerbang suci, sehingga gerbang terbuka bagiku. Aku masuk, dan segala orang alim dan pengikut-pengikutnya yang bicara tanpa kata-kata, menanyakan sesuatu tentang diriku semua mereka, kecuali Bayazid Bistami yang ingin bertemu dengan aku tetapi tak menanyakan apa-apa. Ia berkata, 'Ketika kudengar seruan hatimu, aku menyadari bahwa apa yang perlu bagiku hanyalah menaati perintah-perintahmu, dipimpin oleh kemauanmu. Karena aku ini tak berarti apa-apa, maka tak layak bagiku untuk mengatakan apa yang kuinginkan. Cukuplah bagi si hamba mengiakan kehendak-kehendak ju jungannya.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kedua syaikh itu memperlakukan aku dengan hormat, dan memberikan padaku tempat yang lebih tinggi. Bila seseorang berlaku patuh, ia berbuat sesuai dengan sabda Tuhan. Ia bukan hamba Allah yang membanggakan kedudukannya sebagai hamba. Hamba sejati memperlihatkan sifatnya pada saat diuji. Maka patuhilah cobaan-cobaan, agar kau dapat mengenal dirimu sendiri."&lt;br /&gt;Hamba dan Jubah Kehormatan&lt;br /&gt;Seorang raja memberi jubah kehormatan pada seorang hamba yang pergi dengan amat merasa bangga pada dirinya sendiri. Tengah ia berjalan, debu jalanan mengendap padanya dan tanpa pikir ia menghapus wajahnya dengan lengan jubah itu. Seseorang yang iri terhadapnya tanpa buang-buang waktu melaporkan pada raja, yang karena murka pada pelanggaran adat kesopanan ini, menghukum hamba itu dengan hukum tusuk.&lt;br /&gt;Ia yang merendahkan kehormatan dirinya sendiri dengan kelakuan yang tak pantas, tidaklah layak berseba pada permadani raja.&lt;br /&gt;29. Permohonan Burung Ketiga Belas&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "O kau dengan tujuan-tujuan yang tak menipu, katakan padaku bagaimana aku dapat tulus di Jalan menuju Tuhan ini. Karena aku tak dapat meninggalkan keinginan hatiku ini, kukorbankan segala yang kupunyai untuk mencapai tujuanku. Apa yang kupunya telah hilang; apa yang kutangkap telah berubah jadi kalajengking di tanganku. Aku tak terikat oleh ikatan apa pun juga dan aku telah membuang segala belenggu dan halangan. Aku ingin untuk menjadi tulus di Jalan ruhani dengan harapan suatu hari dapat bertemu muka dengan yang kupuja."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Jalan itu tak terbuka bagi setiap orang; hanya yang tulus dapat menempuhnya. Ia yang menempul Jalan ini harus berbuat begitu tenang dan sepenuh hati. Bila kau telah membakar segala yang kaumiliki, kumpulkan abunya dan tempatkan dirimu di atas abu itu. Sebelum kau melepaskan diri dari segala sesuatu di dunia ini, satu demi satu, kau tak akan bebas. Dan mengingat kau tak akan lama dalam penjara dunia ini, maka lepaskan dirimu dari segalanya itu. Bila maut datang, dapatkah apa yang kini memperbudak dirimu mengelakkannya? Menempuh Jalan ini, diperlukan ketulusan diri dan tulus terhadap diri sendiri lebih sulit dari yang kau kira."&lt;br /&gt;Amsal Kiasi dari Tarmazi&lt;br /&gt;Aulia dari Turkistan suatu hari berkata dalam hatinya, "Aku mencintai yang dua ini: anakku dan kuda-belangku. Sekiranya kudengar kabar bahwa anakku mati, maka akan kukorbankan kudaku sebagai tanda syukur, karena keduanya itu seperti berhala bagi jiwaku."&lt;br /&gt;Sorotilah kesalahan-kesalahanmu, kebencian-kebencianmu dan kesombongan-kesombonganmu. Bakar semua itu dan jangan membujuk-tipu dirimu sendiri bahwa kau lebih tulus dari yang lain-lain. Ia yang menyombongkan diri tentang ketulusannya hendaknya berusaha melihat dirinya sendiri sebagaimana adanya.&lt;br /&gt;Syaikh Khirkani dan Mentimun&lt;br /&gt;Suatu hari Syaikh Khirkani, yang bertawakkal pada kuasa Tuhan semata, kepingin sekali akan buah mentimun. Ia menginginkannya sedemikian rupa; maka ibunya pun keluar dan mendapatkan sebuah. Segera setelah mentimun itu dimakannya, maka tiba-tiba saja kepala anak Syaikh Khirkani dipenggal orang, dan malam hari seorang jahat menaruh kepala itu di ambang pintunya. Maka Syaikh itu pun berkata, "Seratus kali aku telah mengetahui lebih dulu bahwa bila aku makan sepotong kecil saja buah mentimun, suatu musibah akan terjadi. Tetapi keinginan akan buah itu begitu kuatnya hingga aku tak dapat mengalahkannya."&lt;br /&gt;Ia yang membiarkan keinginan-keinginannya menguasai dirinya menyesakkan jiwanya sendiri. Orang yang pandai tak tahu apa-apa; tak ada jaminan kepastian dalam kepandaiannya; padahal banyak macam pengetahuan telah diperolehnya. Sewaktu-waktu suatu kafilah baru mungkin saja datang, begitu pula pengujian baru.&lt;br /&gt;Setahuku tak seorang pun yang semujur tukang-tukang sihir Fir'aun yang dengan keimanan orang-orang di masa itu mengorbankan jiwa mereka; dan berdasarkan keyakinan agama, mereka melepaskan segala kecintaan akan hal-hal duniawi.1 &lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Dapat dicari rujukannya dalam Al-Quran, antara lain dalam Surah VII: 103-126; XX: 56 - 73. Di situ disebutkan bahwa setelah Musa, dengan pertolongan Tuhan, dapat mengalahkan apa yang diperlihatkan tukang-tukang sihir Fir'aun dengan ilmu sihir mereka, maka tukang-tukang sihir itu pun mulai beriman kepada Tuhan, meskipun Fir'aun mengancam hendak menghukum mereka dengan memotong kaki dan tangan mereka serta menyalibkan mereka. H.A.&lt;br /&gt;30. Burung Keempat Belas Bicara&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "O kau yang berpenglihatan terang! Apa yang kauusulkan itu cita-cita yang berharga. Meskipun aku tampak lemah, namun sesungguhnya aku punya semangat yang luhur; meskipun sedikit kekuatanku, namun aku punya gairah yang tinggi."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Bila kau memiliki sedikit saja gairah yang luhur itu, maka gairah itu akan dapat mengalahkan biar matahari sekalipun. Cita-cita ialah sayap dan lar burung jiwa."&lt;br /&gt;Wanita Tua yang Ingin Membeli Yusuf&lt;br /&gt;Konon ketika Yusuf dijual pada orang-orang Mesir, maka mereka itu memperlakukannya dengan ramah. Banyak para pembeli dan karena itu, para pedagang memberikan harga padanya senilai dengan minyak kesturi dari lima sampai sepuluh kali berat badannya. Sementara itu, dalam kegirangan yang amat sangat, seorang wanita tua lari mendekat, dan menyelusup di antara para pembeli itu, ia pun berkata pada salah seorang bangsa Mesir, "Biarlah kubeli orang Kanaan itu, karena aku ingin sekali memiliki orang muda itu. Aku telah memintal sepuluh kumparan benang untuk membeli dia, maka ambillah benang itu dan berikan Yusuf padaku, kemudian selesailah perkara itu."&lt;br /&gt;Para pedagang tersenyum dan berkata, "Keluguanmu telah menyesatkan dirimu. Mutiara pelik ini tidak teruntuk bagimu; orang-orang itu telah menawarnya dengan seratus barang-barang berharga. Mana mungkin kau menyaingi mereka dengan beberapa kumparan benangmu?" Sambil menatap wajah mereka, wanita tua itu berkata, "Aku tahu betul bahwa kau tak akan menjualnya dengan begitu murah, tetapi cukuplah bagiku kalau kawan-kawan dan musuh-musuhku akan mengatakan 'Wanita tua ini terrnasuk salah seorang yang ingin membeli Yusuf.'"&lt;br /&gt;Siapa yang tak bercita-cita tak akan pernah sampai ke kerajaan tak berbatas itu. Dikuasai oleh keinginan yang mulia ini, seorang pangeran agung memandang kerajaan duniawinya sebagai debu. Ketika disadarinya betapa hampa kebangsawanannya yang bersifat sementara itu, ia pun memutuskan bahwa kebangsawanan ruhani sama harganya dengan seribu kerajaan dunia.&lt;br /&gt;Ibrahim Adham&lt;br /&gt;Seorang laki-laki selalu mengeluh tentang getirnya kemiskinan; maka Ibrahim Adham berkata padanya, "Nak, barangkali kau belum membayar harga kemiskinanmu itu?" Orang itu pun menjawab, "Apa yang Bapak katakan itu sesuatu yang mustahil; mana mungkin seseorang membeli kemiskinan?', "Aku, setidak-tidaknya," kata Adham, "telah memilih kemiskinan itu dengan sengaja dan telah kubeli kemiskinan itu seharga kerajaan dunia. Dan aku masih akan membeli sesaat dari kemiskinan ini dengan harga seratus dunia."&lt;br /&gt;Orang-orang yang haus akan kesempurnaan diri mempertaruhkan jiwa dan raga untuk hal itu. Burung cita-cita membubung ke arah Tuhan, diterbangkan sayap-sayap keimanan di atas segala yang bersifat fana dan bersifat ruhani. Jika kau tak memiliki cita-cita demikian, lebih baik mundur.&lt;br /&gt;Dunia Menurut Seorang Sufi&lt;br /&gt;Seorang Sufi bangun pada suatu malam dan berkata dalam hatinya, "Tampak padaku bahwa dunia ini bagai sebuah peti di mana kita diletakkan dan tutup peti itu dikatupkan, sedang kita mengurbankan diri kita untuk hal-hal yang tak berarti. Bila maut mengangkat tutup peti itu, maka siapa yang telah mendapatkan sayap, membubung pergi menuju keabadian; tetapi yang belum tinggal dalam peti itu menjadi mangsa seribu bencana. Maka yakinlah bahwa burung gairah mendapatkan sayap cita-cita, dan memberikan pada hati dan pikiranmu haru-gembira jiwa. Sebelum tutup peti terbuka, jadilah burung Semangat, yang siap mengembangkan sayap."&lt;br /&gt;31. Pertanyaan Burung Kelima Belas&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "Bila raja yang kita bicarakan itu adil dan setia, Tuhan pun telah memberi kita pula kejujuran dan ketulusan; dan aku tak pernah kurang dalam hal keadilan terhadap siapa saja. Bila sifat-sifat ini terdapat pada suatu makhluk, bagaimana martabatnya dalam pengetahuan keruhanian?"&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Keadilan ialah raja keselamatan. Ia yang adil selamat dari segala macam kesalahan dan kesia-siaan. Lebih baik adil daripada melewatkan seluruh hidupmu dengan berlutut dan bersembah sujud dalam peribadatan lahiriah. Juga kemurahan hati tidak sebanding dalam kedua dunia itu dengan keadilan yang dilakukan secara diam-diam. Tetapi dia yang berpura-pura adil di muka umum sulitlah untuk tak menjadi si munafik. Adapun pengikut Jalan ruhani tiadalah menuntut keadilan dari siapa pun juga, karena mereka menerimanya berlimpah-limpah dari Tuhan."&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Imam Hambal&lt;br /&gt;Ahmad Hambal ialah Imam di jamannya, dan jasanya melebihi segala pujian. Suatu kali ketika ia ingin istirahat dari telaah dan pekerjaannya, ia pergi ke luar untuk bicara dengan seorang laki-laki yang amat miskin. Seseorang yang melihat hal itu mencelanya dengan mengatakan, "Tak seorang pun yang lebih pandai dari Tuan, dan Tuan pun tak membutuhkan pendapat orang lain , namun Tuan menghabiskan waktu Tuan dengan si malang yang miskin, yang berjalan bertelanjang kaki dan bertelanjang kepala." "Memang benar," kata Imam itu, "bahwa aku telah melaksanakan apa yang ada dalam hadis dan sunnah, dan bahwa aku mempunyai lebih banyak pengetahuan dari orang ini; tetapi dalam hal keinsafan, ia lebih dekat pada Tuhan ketimbang aku."&lt;br /&gt;Kau yang tak jujur karena tak tahu, setidak-tidaknya memberikan peringatan sejenak pada ketulusan mereka yang sedang menempuh jalan ruhani.&lt;br /&gt;Raja India&lt;br /&gt;Suatu kali Sultan Mahmud memenjarakan seorang raja tua, yang --setelah menghayati kasih Tuhan-- menjadi seorang Muslim dan meninggalkan kedua dunia. Duduk sendiri dalam kemahnya ia menjadi begitu tenggelam dalam keadaan ini melelehkan airmata kesedihan dan mendesahkan keluh kerinduan --siang berganti malam dan malam berganti siang, semakin hebat juga tangis dan keluhnya. Akhirnya Mahmud mendengarnya dan memanggilnya, "Jangan menangis dan meratap," katanya, "Tuan seorang raja dan aku akan memberi Tuan seratus kerajaan pengganti kerajaan Tuan yang telah hilang." "O Syah Alam," jawab si Hindu, "aku tak meratapi kerajaanku yang hilang atau kemuliaanku. Aku menangis, karena pada hari kebangkitan, Tuhan, pemilik seri keagungan, akan berkata padaku, 'O orang yang tak setia, kautaburkan padaku biji penghinaan. Sebelum Mahmud menyerangmu, kau tak pernah memikirkan daku. Baru ketika kau terpaksa membawa tentaramu melawan dia dan kehilangan segalanya, kau ingat padaku. Adilkah ini pada pendapatmu?, O Raja yang masih muda, adalah karena aku merasa malu maka aku menangis dalam usiaku yang setua ini."&lt;br /&gt;Dengarkan kata-kata tentang keadilan dan keimanan; dengarkan ajaran dalam Diwan Kitab-kitab Suci. Bila kau punya keimanan, tempuhlah perjalanan yang kuanjurkan padamu. Tetapi akankah ia yang tak ada dalam daftar kesetiaan terdapat dalam bab kelapangan hati!&lt;br /&gt;Tentara Muslim dan Tentara Salib&lt;br /&gt;Seorang Muslim dan seorang Nasrani tengah berperang-tanding, dan saatnya tiba bagi si Muslim untuk melakukan sembahyang yang ditentukan, maka dimintanya pertangguhan waktu dari si Nasrani. Perajurit Salib itu setuju, maka si Muslim pun pergi menyisi dan bersembahyang. Ketika ia kembali, mereka pun lalu memulai perjuangan itu kembali dengan tenaga baru. Sebentar kemudian si tentara Salib minta dilakukan gencatan senjata untuk melakukan sembahyangnya pula. Setelah ini diterima, ia pun mengundurkan diri, dan setelah memilih tempat yang sesuai, ia pun berlutut di debu di muka patung pujaannya. Ketika si Muslim melihat musuhnya berlutut dengan kepala tunduk, ia pun berkata dalam hati, "Inilah kesempatan bagiku untuk mendapat kemenangan," sambil merencanakan hendak memukulnya dengan mengkhianati perjanjian. Tetapi sebuah suara batin berkata, "O orang tak beriman yang hendak mengkhianati kesanggupanmu, beginikah caranya kau memegang janjimu? Si kafir tak menghunus pedang melawanmu ketika kauminta gencatan senjata. Tiadakah ingat akan sabda Quran, 'Peganglah janjimu dengan setia,. Karena seorang kafir telah bermurah hati padamu, janganlah mangkir terhadapnya. Ia telah berbuat baik, dan kau hendak berbuat jahat. Berbuatlah padanya sebagaimana ia telah berbuat padamu. Adakah kau, sebagai Muslim, tak patut dipercaya?" Mendengar ini, si Muslim tertegun. Sesal melandanya dan ia bermandi airmata dari kepala hingga kaki. Ketika si tentara Salib melihat ini, ia pun menanyakan sebabnya. "Bisikan luhur," kata si Muslim, "menegurku karena tak setia padamu. Kaulihat aku dalam keadaan begini karena aku telah dikalahkan oleh kemurahan hatimu." Mendengar ini, si Nasrani menyambutnya dengan sorak gembira, dan katanya, "Karena Tuhan dapat memperlihatkan kemurahannya padaku, musuhnya yang berdosa ini, dan menegur sahabatnya karena tak beriman, bagaimana dapat aku untuk tinggal tak beriman? Terangkan padaku asas-asas Islam agar aku dapat menerima agama yang benar dan dengan meninggalkan kemusyrikan melakukan upacara-upacara syariat. Oh, betapa aku menyesali kebutaan yang selama ini telah menghalangi aku dari pengakuan akan Junjungan yang demikian pemurah itu."&lt;br /&gt;O kau yang lalai mencari tujuan keinginanmu, dan amat kurang dalam keimanan yang layak bagimu! Kukira saatnya akan tiba ketika di hadapanmu langit akan mengingatkan segala perbuatanmu satu demi satu.&lt;br /&gt;Yusuf dan Saudara-Saudaranya&lt;br /&gt;Di masa paceklik, kesepuluh saudara Yusuf pergi jauh ke Mesir. Dengan wajah berselubung cadar, Yusuf menerima mereka, dan mereka membeberkan kembali kesusahan mereka serta minta pertolongan menghadapi bahaya paceklik yang menakutkan.&lt;br /&gt;Di muka Yusuf ada sebuah piala. Diketuknya piala itu dengan tangannya, dan benda itu memperdengarkan suara yang penuh kesedihan. Saudara-saudaranya itu pun terkejut; mereka tak dapat menahan bicara; maka kata mereka padanya, "O Aziz!1 Adakah Tuanku, atau adakah seseorang tahu akan arti suara itu?" "Aku tahu betul," kata Yusuf, "tetapi kalian tak akan tahan mendengar penuturannya; sebab piala itu mengatakan bahwa kalian mempunyai seorang saudara laki-laki yang istimewa karena kebagusan rupanya, dan namanya Yusuf."&lt;br /&gt;Kemudian Yusuf mengetuk piala itu untuk yang kedua kali, lalu katanya, "Piala itu mengatakan padaku bahwa kalian melemparkan saudara kalian itu ke dalam sumur dan bahwa kalian membunuh serigala yang tak berdosa dan melumuri baju Yusuf dengan darah binatang itu."&lt;br /&gt;Yusuf mengetuk piala itu buat yang ketiga kali, dan sekali lagi piala itu memperdengarkan suara yang penuh kesedihan. Yusuf menambahkan, "Piala itu mengatakan bahwa saudara-saudara Yusuf membuat ayah mereka tercebur ke lubuk kesedihan dan bahwa mereka telah menjual Yusuf. Nah, apakah yang telah diperbuat oleh orang-orang tak beriman ini terhadap saudara mereka? Setidak-tidaknya, takutlah hendaknya pada Tuhan, wahai kalian yang berdiri di hadapanku."&lt;br /&gt;Ini membuat mereka berada dalam keadaan sedemikian rupa sehingga mereka berkeringat karena takut --mereka yang datang hendak meminta roti itu. Waktu menjual Yusuf, sebenarnya mereka telah menjual diri mereka sendiri; ketika mereka memasukkan dia ke dalam sumur, sebenarnya mereka sendiri terlontar ke dalam sumur penderitaan.&lt;br /&gt;Barangsiapa membaca kisah ini tanpa mendapat manfaat, dia itu buta. Janganlah mendengarkan dengan masa bodoh, sebab ini tak lain dari kisahmu sendiri. Kau terus juga melakukan banyak dosa dan kesalahan, karena kau tak diterangi dengan cahaya kesadaran. Jika seseorang mengetuk piala hidupmu, maka tersingkaplah padamu sendiri perbuatan-perbuatan dosamu. Bila piala hidupmu diketuk dan kau terjaga dari tidur; bila kesalahan-kesalahan dan dosa-dosamu diperlihatkan satu demi satu, aku sangsi apakah kau akan tetap berpegang pada ketenangan atau pikiranmu. Kau seperti seekor semut yang lumpuh dalam sebuah cambung. Betapa sering kau memalingkan kepalamu dari piala langit? Kembangkan sayapmu dan terbanglah membubung, kau, yang mempunyai pengetahuan tentang kebenaran. Jika tidak, kau akan senantiasa malu bila kau mendengar suara piala itu.&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Yang berkuasa.--H.A.&lt;br /&gt;32. Pertanyaan Burung Keenam Belas&lt;br /&gt;Seekor burung lain bertanya pada Hudhud, "O kau yang menjadi pemimpin kami, adakah keberanian diperlukan dalam mendekati keagungan Simurgh? Agaknya bagiku jelas bahwa barang siapa yang mempunyai keberanian terbebas dari banyak ketakutan. Karena kau termasuk yang demikian, maka taburkan mutiara-mutiara kearifan dan ajarkan pada kami rahasia itu."&lt;br /&gt;"Siapa pun yang terpandang layak," jawab Hudhud, "ialah Mahram1 bagi kerahasiaan ilahiat, dan adalah baik untuk menjadi berani bila kita mengenal kerahasiaan Tuhan. Tetapi bagaimana mungkin bagi yang memiliki kerahasiaan itu memberitahukannya pada yang lain? Dapatkah pengendara unta di gurun menjadi kepercayaan raja? Namun bagi siapa yang digerakkan oleh cinta murni diperlukan juga sedikit keberanian. Siapa yang menempuh jalan mengenal diri sendiri akan tahu kapan hanus berani, dan tak membiarkan dirinya mati karena tiada usaha.&lt;br /&gt;Darwis sejati akan berani dan yakin karena harapan sejati yang dihayatinya. Ia yang tanpa takut lantaran cinta akan melihat Al-Malik di mana-mana. Karena itu keberaniannya baik dan terpuji, sebab ia penggila cinta yang berkobar-kobar."&lt;br /&gt;Penggila Tuhan dan Hamba-Hamba Amid&lt;br /&gt;Khorassan ada dalam kemakmuran karena pemerintahan yang bijaksana dan Pangeran Amid. Ia dilayani oleh seratus hamba dari Turki dengan wajah-wajah yang bercahaya bagai bulan purnama, dan tubuh pohon saru yang lampai, kaki bagai perak, dan nafasnya wangi kesturi. Mereka memakai anting-anting mutiara yang pantulan sinarnya menerangi malam dan membuatnya bagai siang; sorban mereka dari sutera paling halus, dan selingkar lehernya kerah kencana; dada berselubung kain perak, dan ikat pinggang diperkaya dengan batu-batu berharga. Mereka semua naik kuda putih. Barangsiapa melihat salah seorang dari mereka, akan segera terpikat hatinya. Kebetulan seorang Sufi, berpakaian compang-camping dan bertelanjang kaki, melihat kumpulan orang-orang muda itu di jauhan, lalu bertanya, "Apakah ini barisan malaikat berkuda?" Kata orang padanya, "Orang-orang muda ini ialah pelayan-pelayan Amid, pangeran di kota ini." Ketika si penggila Tuhan itu mendengar ini, uap kedunguan pun naik ke kepalanya, dan serunya, "Ya Tuhan, pemilik tenda agung, ajarlah Amid memelihara hamba-hambanya."&lt;br /&gt;Bila kau seperti si majnun ini; kau pun akan memiliki keberaniannya pula; angkatlah dirimu tinggi-tinggi bagai sebatang pohon yang lampai; tetapi bila kau tak berdaun, jangan coba-coba memberanikan diri dan jangan berolok-olok.&lt;br /&gt;Kenekatan para penggila Tuhan itu sesuatu yang baik. Mereka tak dapat mengatakan apakah jalan itu baik atau buruk, mereka hanya tahu bagaimana berbuat.&lt;br /&gt;Seorang Gila yang Suci&lt;br /&gt;Hudhud melanjutkan, "Seorang penggila Tuhan pergi dengan telanjang dan dalam keadaan lapar menyusuri jalan di musim dingin. Tanpa rumah maupun tempat berlindung ia basah kuyup karena hujan dan salju cair. Akhirnya ia sampai ke sebuah reruntuhan istana, dan memutuskan untuk berlindung di sana, tetapi ketika ia masuk ke ambang pintu, sebuah genting jatuh menimpa kepalanya dan meretakkan batok kepalanya, sehingga darah pun mengalir. Ia menengadahkan wajahnya ke langit dan berkata, "Tidakkah lebih baik memukul genderang kerajaan ketimbang menjatuhkan sebuah genting di atas kepalaku?"&lt;br /&gt;Doa Orang Gila&lt;br /&gt;Ada paceklik di Mesir, begitu mencemaskan sehingga di mana-mana orang-orang hampir mati ketika mereka mengemis roti. Kebetulan seorang gila lewat dan melihat betapa banyaknya yang binasa karena kelaparan, maka sembahnya pada Tuhan, "O Tuan yang memiliki segala yang baik di dunia dan dalam agama, karena Tuan tak dapat memberi makan semua orang, maka ciptakanlah lebih sedikit kiranya."&lt;br /&gt;Jika yang memberanikan diri di istana hendak mengatakan sesuatu yang tak pantas, dengan rendah hati ia harus mohon ampun.&lt;br /&gt;Orang Gila yang Lain&lt;br /&gt;Seorang Sufi, penggila Tuhan, diganggu anak-anak yang melemparinya dengan batu. Akhirnya ia pun berlindung di pojok sebuah gedung. Tetapi pada saat itu mulai turun hujan es, dan butir-butir es jatuh dari tingkat atap yang terbuka, menimpa kepala si gila itu. Disangkanya butir-butir es itu kerikil-kerikil dan ia pun lalu menjulurkan lidahnya serta memaki anak-anak itu, yang dibayangkannya sedang melemparkan kerikil-kerikil, karena rumah itu gelap. Akhirnya diketahuinya bahwa kerikil-kerikil itu hanya batu-batu es kiranya, dan ia pun menyesal dan berdoa, "O Tuhan, adalah karena rumah ini gelap maka aku telah berdosa dengan lidahku."&lt;br /&gt;Bila kau memahami dasar-dasar perbuatan mereka yang ada dalam kegelapan, kau pun tentu akan memaafkan mereka.&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Keluarga dekat, yang tak boleh dikawini; karena itu dapat berarti: seorang yang amat akrab.&lt;br /&gt;33. Burung Ketujuh Belas Bertanya pada Hudhud&lt;br /&gt;Seekor burung lain bertanya pada Hudhud, "Selama hayat dikandung badan, cinta akan Yang Abadi bagiku amat mulia dan dapat kuterima, dan aku tak pernah berhenti mengingat dia. Aku telah bergaul dengan segala makhluk yang hidup; dan jauh dari perasaan terikat pada mereka, aku pun tak terikat dengan siapa saja. Kedunguan cinta menguasai seluruh pikiranku, maka bagiku, cinta pun cukuplah. Tetapi cinta demikian tidaklah menguntungkan bagi siapa pun, dan kini saatnya telah tiba ketika aku harus menarik garis batas pada hidupku agar aku dapat mengambil piala cinta dari kekasihku; maka mata hatiku akan menjadi bercahaya karena keindahannya, dan tanganku akan menyentuh lehernya sebagai tanda permesraan."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Bukanlah dengan penyombongan yang penuh lagak demikian maka kita dapat menjadi tamu terhormat bagi Simurgh di Pegunungan Kaukasus. Janganlah begitu menyombongkan cinta yang menurut keyakinanmu kaurasakan terhadapnya, sebab cinta itu tak dikaruniakan pada setiap makhluk untuk memilikinya. Perlu kiranya angin kemujuran menyingkapkan tabir rahasia itu, dan kemudian Simurgh akan menarik kau ke dekatnya dan kau pun akan duduk bersamanya dalam sanastrinya. Bila kau ingin sampai ke tempat suci itu, lebih dulu kau harus berusaha memiliki pengetahuan keruhanian; jika tidak, cintamu pada Simurgh akan berubah menjadi siksaan. Demi kebahagiaanmu yang sejati, maka perlu hendaknya Simurgh pun mencintai kau pula."&lt;br /&gt;Mimpi Seorang Pengikut Bayazid&lt;br /&gt;Ketika Bayazid meninggalkan istana dunia ini, seorang pengikutnya melihatnya malam itu juga dalam mimpi dan menanyakan pada syaikh yang utama itu bagaimana ia dapat terbebas dari Munkar dan Nakir.1&lt;br /&gt;Sufi itu pun berkata padanya, "Ketika kedua malaikat ini menanyakan padaku tentang Al-Khalik, kukatakan pada mereka, 'Pertanyaan itu tak dapat dijawab dengan tepat, sebab jika kukatakan, "dia Tuhanku, begitu saja", ini hanya akan menyatakan keinginan dari pihakku semata; lebih baik bila kalian kembali kepada Tuhan dan mohon bertanya pada-Nya, bagaimana pendapat-Nya tentang diriku. Bila ia menamakan aku hamba-Nya, maka kalian akan tahu bahwa demikianlah adanya. Bila tidak, maka Ia telah meninggalkan aku pada perjanjian yang mengikatku. Karena tak mudah mencapai persatuan, dengan Tuhan, adakah pantas bagiku untuk memanggil Dia Junjunganku? Jika Ia tak berkenan dengan pengabdianku, bagaimana dapat aku mengaku bertuan padaNya? Memang benar bahwa aku telah menundukkan kepalaku tetapi perlu pula kiranya bahwa Dia menamakan aku hamba-Nya'."&lt;br /&gt;Mahmud di Bilik-Panas Hammam&lt;br /&gt;Suatu malam Mahmud, dalam keadaan sedih, pergi ke hamman dengan menyamar. Seorang pelayan muda menyambutnya dan menyediakan segala yang perlu untuk dapat berkeringat dengan bertangas pada perbaraan yang panas. Kemudian disuguhkannya pada Sultan sekedar roti kering, dan Sultan pun menyantapnya. Lalu kata Sultan dalam hati, "Kalau tadi pelayan ini keberatan menerimaku, tentulah akan kusuruh penggal kepalanya." Akhirnya Sultan mengatakan pada orang muda itu akan kembali ke istananya. Kata orang muda itu, "Tuanku telah menyantap makanan hamba Tuanku telah mengetahui tempat tidur hamba, dan Tuanku telah menjadi tamu hamba. Hamba akan selalu suka menerima Tuanku. Meskipun dalam kenyataannya kita berasal dari zat yang sama, namun dalam hal-hal lahiriah, bagaimana dapat Tuanku diperbandingkan dengan seorang yang berkedudukan rendah seperti hamba ini?" Sultan amat berkenan dengan jawaban ini, sehingga tujuh kali lagi ia pergi sebagai tamu pelayan itu. Pada kesempatan terakhir dikatakannya pada pelayan itu agar mengajukan satu pennohonan. "Bila hamba, sebagai pengemis ini, harus mengajukan suatu permohonan," kata pelayan itu, "Sultan tentu tak akan mengabulkannya." "Mintalah apa yang kau inginkan," kata Sultan, "meskipun itu berupa permintaan untuk meninggalkan hammam dan menjadi raja." "Hanya satu saja permohonan hamba," kata si pelayan, "yaitu, bahwa hendaknya Sultan akan terus menjadi tamu hamba. Menjadi pelayan-mandi yang duduk di dekat Tuanku dalam bilik-panas lebih baik daripada menjadi raja di sebuah taman tak bersama Tuanku. Karena kemujuran telah datang pada hamba lantaran bilik-panas ini, maka tak tahu berterimakasihlah hamba ini bila hamba tinggalkan bilik ini. Kehadiran Tuanku telah menerangi tempat ini; apakah yang lebih baik dapat hamba minta selain diri Tuanku sendiri?"&lt;br /&gt;Bila kau mencintai Tuhan, berusahalah pula untuk dicintai-Nya. Tetapi sementara ada yang mencari cinta ini, yang senantiasa usang dan senantiasa baru, maka ada pula yang menginginkan dua keping obol2 perak dari khazanah dunia; ia mencari setitik air ketika ia mestinya dapat memiliki lautan.&lt;br /&gt;Dua Orang Pengangkut Air&lt;br /&gt;Seorang pengangkut air, ketika bertemu dengan seorang pengangkut air yang lain, meminta sedikit air padanya. Yang dimintai itu berkata, "O kau yang tak tahu akan keruhanian, mengapa tidak kau minum kepunyaanmu sendiri?" Yang meminta berkata, "Beri aku sedikit airmu, kau yang memiliki pengetahuan ruhani, sebab aku muak akan kepunyaanku sendiri."&lt;br /&gt;Adam kenyang dengan apa-apa yang tak asing lagi baginya, dan itulah sebabnya ia pun makan makanan terlarang,3 ialah sesuatu yang baru baginya. Dijualnya apa-apa yang lama itu untuk sekedar mendapatkan makanan itu. Ia pun menjadi si mata satu. Cinta datang dan mengetuk pintu baginya. Ketika ia sama sekali lebur dalam cahaya kilat cinta, apa yang lama dan yang baru pun lenyap dan tiada apa pun lagi yang tinggal! Tetapi tidaklah layak bagi siapa saja untuk muak terhadap diri sendiri dan menolak sama sekali hidupnya yang lama.&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Kedua malaikat yang menanyai si mati dalam kubur.&lt;br /&gt;2 Dalam konteks ini: mata uang (dalam arti umum), atau lebih luas, dengan atribut: perak di sini dapat diartikan kekayaan. - H.A. Sedang arti sebenarnya: mata uang kecil yang dipergunakan dahulu kala di Timur Dekat dan Eropa.&lt;br /&gt;3 Dalam teks terjemahan Inggris dari C.S. Nott ini sebenarnya disebutkan "wheat" ("gandum"). Kemudian dalam Glossarium yang dibuatnya mengenai Adam disebutkan bahwa "gandum" ialah makanan terlarang bagi Adam di sorga. (The Conferenfce of the Birds, halaman 141). Tetapi tentang ini saya tak menemukan rujukannya dalam Al-Quran. Saya hanya menemukan di situ bahwa Tuhan melarang Adam mendekati "pohon ini" ("... wa la taqraba hazihi s-saja- rata ..." seperti disebutkan dalam Surah 11: 35. Atau setan membujuk Adam dengan mengatakan bahwa ia akan menunjukkan padanya "pohon khuldi" ("pohon keabadian"-- "tree of immortality" menurut Pickthall) seperti disebutkan dalam Surah XX: 120. Tetapi dalam tulisan Attar di atas, yang penting bagi kita bukanlah macam makanan yang terlarang itu (arti harfiahnya), melainkan arti maknawinya. - H.A.&lt;br /&gt;34. Ucapan Burung Kedelapan Belas&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "Aku percaya bahwa aku telah mendapatkan sendiri segala kesempurnaan yang mungkin didapat, dan itu telah kudapatkan dengan berbagai laku pertarakan yang pedih. Karena di sini telah kudapatkan hasil yang ku inginkan, sulitlah bagiku untuk pergi ke tempat yang kau sebutkan itu. Pernahkah kau tahu orang meninggalkan harta kekayaan untuk pergi dengan susah payah mengelana melalui gunung-gunung, dalam rimba raya, dan melintasi tanah-tanah datar?"&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O makhluk yang bagai setan, penuh kesombongan dan kebanggaan diri! Kau yang tenggelam dalam nafsu mementingkan diri! Kau yang begitu tak suka berbuat! Kau telah terbujuk oleh angan-anganmu dan kau kini jauh dari perkara-perkara ilahiat. Tubuh nafsu telah mengalahkan jiwamu; setan telah mencuri otakmu. Kebanggaan telah menguasai dirimu. Bahaya yang kau kira telah kau dapatkan di Jalan Ruhani hanyalah nyala yang mengerdip. Seleramu akan hal-hal yang luhur hanya khayali. Jangan biarkan dirimu terbujuk oleh gemerlap yang kaulihat. Selama tubuh nafsumu menentangmu, hati-hatilah. Kau harus melawan musuh ini, dengan pedang di tangan. Bila cahaya palsu menampakkan dirinya dari tubuh nafsumu kau harus memandangnya sebagai sengatan kalajengking, untuk itu harus kau pergunakan penawar bisa. Janganlah putus asa karena kegelapan jalan yang akan kutunjukkan padamu dan karena cahaya yang akan kau lihat di sana tak akan membuat kau merasa menjadi sahabat surya. Selama kau, o sayangku, terus berada dalam ketakaburan hidup, maka telaahmu pada kitab-kitab dan usahamu yang tak seberapa itu tak akan berharga sekeping obol pun. Hanya bila kau meninggalkan kebanggaan dan kesombongan ini, kau akan dapat meninggalkan hidup lahiriah tanpa sesal. Selama kau masih tetap pada kesombongan dan kebanggaan diri dan pada perkara-perkara kehidupan lahiriah, seratus panah kepedihan akan menusukmu dari segala arah."&lt;br /&gt;Syaikh Abubakar dari Nisyapur&lt;br /&gt;Syaikh itu keluar pada suatu hari dari permukimannya beserta para pengikutnya, mengendarai khimarnya, sementara para pengikutnya mengiringinya dengan berjalan kaki. Tiba-tiba khimar itu kentut keras sekali, dan mendengar itu syaikh pun berteriak dan mengoyak-koyak khirkanya. Para pengikutnya memandangnya dengan heran, dan salah seorang bertanya mengapa ia berbuat demikian, Kata syaikh itu, "Ketika aku menoleh dan melihat betapa banyak para pengikutku"aku pun berpikir dalam hati, Kini benar-benar aku sama dengan Bayazid. Hari ini aku diiringkan para pengikutku yang banyak dan paling tekun; maka kelak aku pasti akan berkendara dengan kemegahan dan kehormatan di padang mahsyar." Tambahnya, "Pada saat itulah, ketika aku mengira yang demikian itu sudah tertakdir bagiku, maka khimarku kalian dengar mengeluarkan suara yang terasa tak sejalan. Dengan suara itu ia ingin mengatakan, 'Inilah jawaban yang diberikan seekor khimar kepada dia yang berlagak besar dan begitu suka menyombongkan diri!' Itulah sebabnya api penyesalan begitu tiba-tiba melanda jiwaku dan sikapku pun berubah, dan kedudukan yang kuhayalkan hancur berkeping-keping."&lt;br /&gt;O kau yang berubah di setiap saat, kau seperti Fir'aun sampai ke akar-akar rambutmu. Tetapi jika kau hancurkan "sang aku" dalam dirimu sehari saja, maka kegelapan yang meliputimu akan menjadi terang. Jangan ucapkan kata "aku." Kau akan terperosok ke dalam seratus kejahatan lantaran "aku-aku"-mu, dan kau akan selalu tergoda oleh setan.&lt;br /&gt;Tuhan Bersabda Kepada Musa&lt;br /&gt;Suatu hari Tuhan bersabda kepada Musa secara gaib, "Pergilah minta nasihat dari Setan." Maka Musa pun pergi menemui Iblis dan setelah sampai padanya, ia pun minta nasihat padanya. "Senantiasa ingatlah," kata Iblis, "akan kaidah sederhana ini: jangan bilang 'aku,' agar kau tak akan menjadi seperti aku."&lt;br /&gt;Selama masih tinggal dalam dirimu sedikit rasa cinta diri sendiri, maka kau akan ikut juga dalam ketaksetiaan. Kemalasan ialah rintangan ke Jalan Ruhani; tetapi jika kau berhasil melintasi rintangan ini, maka sebentar saja seratus "aku" akan pecah kepalanya.&lt;br /&gt;Semua pun melihat kesombongan dan kebanggaan diri yang ada padamu, kebencian, iri hati dan kemarahanmu, tetapi kau sendiri tak melihatnya. Ada sesudut dalam dirimu yang penuh dengan naga, dan karena lalai kau dikorbankan pada mereka; dan kau manjakan mereka serta kau pelihara mereka siang dan malam. Maka bila kau sadar akan keadaan batinmu, kenapa pula kau tinggal begitu tak peduli,&lt;br /&gt;Darwis yang Punya Janggut Indah&lt;br /&gt;Di masa Musa ada seorang darwis yang menghabiskan waktu siang dan malamnya dalam ibadat, namun tak menghayati rasa keruhanian. Ia punya janggut panjang yang indah, dan sering selagi berdoa, ia berhenti untuk menyisir janggut itu. Suatu hari, ketika melihat Musa ia pun mendapatkannya dan berkata, "O Pasya dari Tursina, kumohon padamu, bertanyalah pada Tuhan, mengapa aku tak mengalami kepuasan ruhani maupun haru gembira."&lt;br /&gt;Pada kesempatan berikutnya ketika Musa naik ke Tursina ia pun bicara pada Tuhan tentang darwis itu, dan Tuhan pun bersabda dengan nada tak berkenan, "Meskipun darwis itu telah mencari persatuan dengan aku, namun ia senantiasa memikirkan janggutnya yang panjang itu." Ketika Musa turun, diceritakannya pada sang darwis bagaimana sabda Tuhan itu. Mendengar itu, darwis itu pun segera mencabuti janggutnya, sambil menangis sedih. Jibril pun lalu datang mendapatkan Musa dan berkata, "Sampai sekarang pun ia masih memikirkan janggutnya. Tiada yang lain lagi dipikirkannya waktu berdoa, dan bahkan lebih lekat hatinya pada janggut itu sementara ia mencabutinya."&lt;br /&gt;O kau yang merasa tak dipengaruhi lagi oleh janggutmu, kau tercebur di lautan penderitaan. Bila kau dapat memandang janggutmu itu dengan sikap tak terikat, kau akan berhak berlayar melintasi lautan ini. Tetapi bila kau tercebur ke dalamnya dengan janggutmu, kau akan merasa sulit untuk keluar.&lt;br /&gt;Cerita Kecil Lagi tentang Seorang Berjanggut Panjang&lt;br /&gt;Seorang peminum, yang berjanggut panjang dan bagus, kebetulan jatuh ke dalam air yang dalam. Melihat ini, seorang yang lewat pun berseru, "Buanglah pundi-pundi itu dan kepalamu." Orang yang tenggelam itu menjawab, "Ini bukan pundi-pundi, ini janggutku, dan bukan ini yang menghalangiku." Kata orang yang lewat itu, "Bagaimanapun, buanglah itu, kalau kau tak mau tenggelam."&lt;br /&gt;O kau yang seperti kambing, dan tak malu akan janggutmu, selama ada padamu tubuh nafsu dan setan yang akan menggulungmu, maka kebanggaan Fir'aun dan Haman akan menjadi bagian dari dirimu pula. Palingkan dirimu dari dunia ini sebagaimana Musa berbuat demikian, maka kau pun akan dapat menangkap janggut Fir'aun dan menyekap dia kuat-kuat. Dia yang berjalan di jalan menuju kesempurnaan diri harus memandang hatinya hanya sebagai syisy kabab. Orang yang membawa ember penyiram tidak menunggu hujan turun.&lt;br /&gt;35. Pertanyaan Burung Kesembilan Belas&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "Katakan padaku, kau yang terpuji di seluruh dunia, apakah yang mesti kuperbuat agar merasa puas akan perjalanan ini? Jika kau katakan padaku, hatiku akan menjadi lebih ringan dan aku akan bersedia dipimpin dalam usaha ini. Sesungguhnya, petunjuk perlu, agar kita tak menjadi takut. Karena aku hanya ingin menerima petunjuk dari dunia gaib, maka dengan alasan yang layak, ku tolak petunjuk palsu dari makhluk-makhluk di bumi."&lt;br /&gt;"Selama kau hidup," jawab Hudhud, "hendaklah kau merasa puas mengingat Tuhan, dan waspadalah terhadap omongan yang tak bijaksana. Bila kau dapat berbuat demikian, kerisauan dan kesedihan jiwamu akan lenyap. Hiduplah dalam Tuhan dengan rasa puas; berputarlah bagai kubah langit lantaran cinta pada-Nya. Jika ada yang lebih baik lagi kau ketahui, katakanlah itu, o burung malang, agar kau dapat merasa bahagia setidak-tidaknya buat sejenak."&lt;br /&gt;Cerita Kecil tentang Sahabat Tuhan&lt;br /&gt;Seorang sahabat Tuhan yang hampir meninggal mulai menangis dan orang-orang yang ada bersamanya menanyakan kenapa. "Aku menangis bagai awan-awan musim semi," katanya, "karena saatnya telah tiba ketika aku akan mati dan aku risau. Mengingat bahwa hatiku sudah senantiasa bersama Tuhan, bagaimana mungkin aku akan mati?" Seorang dari mereka yang hadir berkata, "Karena hatimu selalu bersama Tuhan, maka kau akan mendapatkan kematian yang baik." Sufi itu menjawab, "Bagaimana mungkin ajal datang pada dia yang menyatukan diri dengan Tuhan! Karena aku sudah bersamaNya, maka kematianku tampaknya mustahil."&lt;br /&gt;Ia yang puas untuk hidup sebagai bagian dari kesemestaan yang besar meninggalkan nafsu keakuannya dan menjadi bebas. Beradalah kau dalam kepuasan dengan sahabatmu, bagai mawar dalam kelopak.&lt;br /&gt;Cerita Kecil Kiasi&lt;br /&gt;Seorang yang telah mencapai kesempurnaan berkata, "Selama tujuh tahun aku telah menyempurnakan diri dan kini aku berada dalam haru-gembira, kepuasan dan kebahagiaan, dan dalam keadaan begini, aku pun ikut serta memiliki Keagungan luhur dan menyatu dengan Keilahian itu sendiri. Adapun kalian, sementara kalian sibuk mencari kesalahan orang-orang lain, bagaimana mungkin kalian akan merasakan kegembiraan di dunia gaib? Jika kalian mencari kesalahan-kesalahan dengan mata menyelidik, bagaimana mungkin kalian mengetahui hal-hal di dunia batin? Kalian tiada segan berbuat begitu teliti mencari kesalahan-kesalahan orang lain, tetapi terhadap kesalahan-kesalahan kalian sendiri, kalian buta. Maka akuilah kesalahan-kesalahan kalian sendiri, meskipun kalian berdosa, Tuhan akan menaruh belas kasih pada kalian."&lt;br /&gt;Kedua Laki-Laki yang Mabuk&lt;br /&gt;Seorang laki-laki yang kelewat banyak minum minuman jernih itu, sering sampai pada keadaan di mana dia kehilangan baik kesadaran maupun rasa kehormatan dirinya. Suatu kali, seorang kawan memergokinya dalam keadaan yang patut disayangkan, terbaring di jalan. Demikianlah si kawan mendapatkan karung lalu menaruh si mabuk dalam karung itu dengan memasukkan kakinya lebih dulu, kemudian mendukung karung itu di pundaknya dan membawanya pulang Di tengah jalan, muncul orang mabuk yang lain, berjalan sempoyongan, ditopang kawannya. Melihat ini, laki-laki yang kepalanya menggelapai dari dalam karung itu bangun, dan melihat orang lain dalam keadaan yang patut dikasihani itu, ia pun berkata menyesalkan, "Ah, laki-laki celaka, lain kali kalau minum anggur, kurangi dua piala lagi, maka kau pun akan dapat berjalan seperti aku sekarang ini --bebas dan sendiri."&lt;br /&gt;Keadaan kita sendiri pun tak berbeda. Kita melihat kesalahan-kesalahan karena kita tak cinta. Bila kita punya sedikit saja pengertian tentang cinta yang sebenarnya, kesalahan-kesalahan mereka yang dekat dengan kita akan tampak sebagai sifat-sifat yang baik.&lt;br /&gt;Pecinta dan Kekasihnya&lt;br /&gt;Seorang laki-laki muda, pemberani dan galak bagai singa, selama lima tahun bercinta dengan seorang wanita. Pada yang sebelah dari mata wanita jelita itu ada sebuah bintik kecil, tetapi laki-laki itu, setiap memandang kecantikan kekasihnya, tak pernah melihat bintik itu. Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang sedang mabuk cinta, memperhatikan suatu cacat yang begitu kecil? Namun, pada waktunya, cintanya mulai berkurang dan ia pun mendapatkan kembali kewaspadaannya. Pada saat itulah ia dapat melihat bintik itu, dan bertanya pada kekasihnya bagaimana dapat terjadi yang demikian. Kata wanita itu, "Bintik itu tampak pada saat ketika cintamu mulai dingin. Bila cintamu padaku menjadi berkurang, mataku pun menjadi demikian bagimu."&lt;br /&gt;O yang berhati buta! Berapa lama kau akan terus mencari kesalahan-kesalahan orang lain? Berusahalah untuk melek terhadap apa-apa yang kau sembunyikan dengan begitu cermat. Bila kau melihat kesalahan-kesalahanmu sendiri dengan segala keburukannya, kau tak akan begitu merisaukan kesalahan-kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;Polisi dan Laki-Laki yang Mabuk&lt;br /&gt;Seorang polisi memukul jatuh seorang laki-laki mabuk yang berkata padanya. "Mengapa menjadi marah begitu rupa? Kau berbuat sesuatu yang melanggar hukum. Aku tak menyakiti seorang pun, tetapi kau melibatkan dirimu sendiri dalam kemabukan dan melemparkan kemabukan itu ke jalan. Kau jauh lebih mabuk daripada aku, tetapi tak seorang pun memperhatikan ini. Maka tinggalkan aku sendiri, dan tuntutlah keadilan terhadap dirimu sendiri."&lt;br /&gt;(sebelum&lt;br /&gt;36. Pertanyaan Burung Kedua Puluh&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "O Pemimpin di Jalan ini, apa yang seharusnya kumohon pada Simurgh bila aku sampai ke tempat persemayamannya? Karena olehnya dunia ini akan diterangi, aku pun tak tahu apa yang seharusnya kumohon. Bila aku tahu apa yang paling baik kumohon dari Simurgh di atas singgasananya, maka hatiku pun akan lebih senang."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "O Si gila! Amboi! Kau tak tahu apa yang seharusnya kaumohon? Mohonlah apa yang paling kauinginkan. Siapa pun mestinya tahu apa yang ingin dimohonnya, meskipun Simurgh sendiri jauh lebih baik dari apa saja yang mungkin kauinginkan. Inginkah kau mengetahui dari dia apa yang ingin kau mohon?'&lt;br /&gt;Doa Syaikh Rubdar&lt;br /&gt;Ktika Bu Ali Rubdar hendak meninggal, ia mengucapkan kata-kata ini, "Jiwaku mengetar di bibirku dengan pengharapan akan kebahagiaan abadi. Pintu-pintu langit terbuka. dan menyediakan singgasana bagiku di sorga. Orang-orang suci yang bersemayam di istana keabadian berseru bersama suara burung-hurung bulbul. 'Masuklah, o pencinta sejati. Bersyukurlah dan berjalanlah dengan gembira, karena tiada seorang pun di dunia pernah melihat tempat ini.' O Tuhan, bila aku mendapat karunia dan rahmat-Mu, jiwaku tak akan tergelincir dari keteguhan keyakinan. Aku tak akan menundukkan kepalaku seperti di dunia insan, karena jiwaku telah dibentuk oleh cinta-Mu, dan demikianlah aku pun tak mengenal sorga maupun neraka.&lt;br /&gt;Bila aku menjadi abu, tak akan terdapat lagi dalam diriku wujud lain kecuali Engkau. Kukenal Engkau tetapi tak kukenal agama maupun kekufuran. Aku Engkau, Engkau Aku. Kudambakan Engkau, jiwaku dalam Engkau. Engkau semata yang penting bagiku. Engkau bagiku dunia ini dan dunia nanti. Puaskanlah, meskipun teramat sedikit, kebutuhan hatiku yang terluka. Tunjukkanlah, meskipun sedikit, cinta-Mu padaku, karena aku bernafas hanya karena Engkau."&lt;br /&gt;Sabda Tuhan Pada Daud&lt;br /&gt;Tuhan dari Atas bersabda pada Daud, "Katakan pada hamba-hambaKu: 'O gumpal tanah! Seandainya Aku tak punya sorga sebagai ganjaran dan neraka sebagai hukuman, akankah kamu tetap ingat padaKu? Kalau tak ada cahaya maupun api, akankah kamu tetap ingat padaKu? Tetapi karena Aku layak mendapat kehormatan tertinggi, kamu harus memujaKu tanpa pengharapan atau ketakutan; namun, bila kamu tak pernah ditopang pengharapan atau ketakutan, akankah kamu tetap ingat padaKu? Karena Aku Junjunganmu, hendaknya kamu memujaKu dari dasar hatimu. Buanglah segala yang bukan Aku, bakar itu hingga menjadi abu, dan campakkan abu itu ke angin keutamaan."&lt;br /&gt;Mahmud dan Ayaz&lt;br /&gt;Suatu hari Mahmud memanggil hamba kesayangannya dan memberikan mahkotanya pada orang itu, lalu didudukkannya orang itu di atas singgasananya, dan katanya, "Ayaz, kuberikan padamu kerajaan dan bala tentaraku. Perintahlah, karena negeri ini milikmu; dan kini kuharapkan kau menggantikan kedudukanku dan mencampakkan anting-anting tanda penghambaanmu itu ke Bulan dan Ikan."&lt;br /&gt;Ketika para perwira dan orang-orang istana mendengar tentang itu, mata mereka pun menjadi hitam karena iri dan mereka pun berkata. "Tiada pernah di dunia ini seorang raja memberikan kehormatan setinggi itu pada seorang hamba." Tetapi Ayaz menangis, dan mereka pun berkata padanya, "Adakah kau gila? Kau bukan lagi hamba, melainkan termasuk golongan raja-raja. Mengapa kau menangis? Hendaknya kau merasa puas!" Ayaz menjawab, "Tuan-tuan tak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Tuan-tuan tak mengerti bahwa Sultan yang memerintah negeri yang besar ini telah membuang diriku dari hadapannya. Ia harapkan hamba memerintah kerajaannya, tetapi hamba tak ingin berpisah daripadanya. Hamba ingin mengabdi padanya, tetapi tidak meninggalkannya. Apa pula urusan hamba dengan pemerintahan dan jabatan raja? Kebahagiaan hamba ialah dalam melihat wajahnya."&lt;br /&gt;Belajarlah dari Ayaz bagaimana mengabdi Tuhan kau yang tinggal bermalas-malas siang dan malam, asyik dengan kesenangan-kesenangan murah dan rendah. Ayaz turun dari puncak kekuasaan, tetapi kau tak beranjak dari tempatmu, tidak pula kau punya keinginan sedikit pun untuk mengubah dirimu sendiri. Kepada siapakah kau akhirnya akan dapat menuturkan kesedihan-kesedihanmu. Selama kau terikat pada sorga dan neraka, bagaimana kau akan dapat memahami rahasia yang ingin kusingkapkan padamu; tetapi bila kau tak lagi terikat pada keduanya itu maka fajar kerahasiaan akan menyingsing dari dalam malam. Lagi pula taman sorga tidak teruntuk bagi yang tak acuh dan langit tertinggi hanya teruntuk bagi mereka yang berhati.&lt;br /&gt;Doa Rabi'ah&lt;br /&gt;"O Tuhan, kau yang tahu akan rahasia segala sesuatu, lenyapkanlah keinginan-keinginan duniawi musuh-musuhku, dan karunia sahabat-sahabatku dengan keabadian kehidupan nanti. Tetapi tentang diriku, aku tak terikat pada keduanya. Kalaupun kumiliki dunia kini atau dunia nanti, namun aku akan memandang keduanya tak berarti dibandingkan dengan berada di dekatMu. Aku hanya memerlukan Kau semata. Kalau sampai pula aku menghadapkan mataku ke arah kedua dunia itu, atau mendambakan apa pun selain Kau, aku pun akan menjadi tak lebih dari seorang yang tak beriman."&lt;br /&gt;Sabda Tuhan Kepada Daud&lt;br /&gt;Sang Pencipta Dunia bersabda kepada Daud dari balik tabir rahasia. "Segala yang ada, baik atau buruk, tampak atau tak tampak, bergerak atau tak bergerak, hanyalah barang pengganti semata jika semua itu bukan Aku sendiri yang tak akan kau temukan gantinya maupun kembarannya. Karena tiada satu pun yang dapat menggantikan Aku, janganlah kau memisahkan dirimu sendiri daripada-Ku. Aku perlu bagimu, kau terikat pada-Ku. Karena itu, kau dambakan apa yang menawarkan dirinya sendiri kalau itu bukan Aku."&lt;br /&gt;Sultan Mahmud dan Berhala Somnat&lt;br /&gt;Mahmud dan bala tentaranya menemukan di Somnat sebuah berhala bernama Lat, yang hendak dihancurkannya. Untuk menyelamatkan itu, orang-orang Hindu menawarkan emas seberat tujuh kali bobot berhala itu, tetapi Mahmud menolaknya dan memerintahkan membuat api besar untuk membakar patung pujaan itu. Kemudian salah seorang perwiranya memberanikan diri berkata, "Tuanku, tidakkah lebih baik menerima emas dan tidak membakar berhala itu?" "Perbuatan demikian akan menimbulkan pikiran padaku," kata Mahmud, "bahwa pada hari perhitungan penghabisan kelak, Al-Khalik tentulah akan mengatakan pada seluruh alam yang berkumpul: 'Perhatikan apa yang telah diperbuat Azaz dan Mahmud -si Azaz membuat berhala dan Mahmud menjualnya'."&lt;br /&gt;Konon ketika berhala itu terbakar, seratus keranjang batu-batu berharga pun keluarlah, sehingga Mahmud mendapatkan harta pula. Katanya, "Lat telah mendapatkan apa yang patut didapatnya dan Tuhan telah mengganjar aku."&lt;br /&gt;Cerita Kecil Lain tentang Mahmud&lt;br /&gt;Ketika suluh para raja ini meninggalkan Gazna untuk berperang dengan orang-orang Hindu dan menghadapi bala tentara mereka yang besar, ia patah semangat, dan ia pun bersumpah kepada Malikulhakim bahwa bila ia menang, ia akan memberikan segala barang rampasan yang jatuh ke tangannya kepada para darwis. Ia mendapat kemenangan dan bala tentaranya dapat mengumpulkan sejumlah besar harta kekayaan. Ketika mereka yang berwajah hitam itu telah mundur meninggalkan barang-barang rampasan itu, Mahmud pun berkata, "Berikan ini pada para darwis, karena aku telah berjanji pada Tuhan untuk berbuat demikian, dan aku harus memegang teguh janjiku." Kemudian para perwiranya menyanggah dan berkata, "Mengapa memberikan begitu banyak emas dan perak pada segelintir orang yang tak ikut bertempur! Mengapa tak memberikannya pada bala tentara yang telah menanggung kesusahan pertempuran itu, atau setidak-tidaknya, menyimpannya dalam perbendaharaan kerajaan?"&lt;br /&gt;Sultan pun ragu-ragu antara sumpahnya sendiri dan sanggahan-sanggahan itu. Sementara itu, Bu Hassein, seorang penggila Tuhan, yang cerdas tetapi tak terpelajar, lewat di jalan itu. Melihat dia, di jauhan Mahmud pun berkata, "Panggil si majenun itu; katakan padanya agar datang ke sini dan katakan apa yang mesti diperbuat, dan aku pun akan menaatinya; karena ia tak takut akan Sultan maupun tentara, ia akan memberikan pendapat yang tak berat sebelah." Ketika Sultan menyerahkan perkara itu pada Bu Hassein, orang itu pun berkata, "Tuanku, ini masalah dua obol, tetapi bila Tuanku ingin berbuat sepatutnya terhadap Tuhan, maka jangan pikirkan lagi, Tuan yang mulia, perkara dua obol ini; dan bila Tuan mendapatkan kemenangan lagi karena kemurahan-Nya, hendaklah Tuan malu menahan dua obol ini. Karena Tuhan telah menganugerahkan kemenangan pada Tuan, dapatkah apa yang teruntuk bagi Tuhan itu Tuan tahan bagi diri Tuan?"&lt;br /&gt;Segera sesudah itu Mahmud pun memberikan harta kekayaan itu pada para darwis dan menjadi raja besar.&lt;br /&gt;37. Pertanyaan Burung Kedua Puluh Satu&lt;br /&gt;Seekor burung lain berkata pada Hudhud, "Katakan pada kami, o kau yang ingin memimpin kami ke tempat Seri Baginda yang tak dikenal, apakah yang paling dihargai di istana itu? Bila menghadap kepada para raja perlu kiranya membawa persembahan-persembahan berharga; hanya mereka yang hina menghadap raja dengan tangan kosong."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Kalau kau menuruti nasihatku, hendaknya kau bawa ke negeri Simurgh apa yang tak terdapat di sana. Adakah tepat kita membawa apa yang telah ada di sana? Pengetahuan sejati terdapat di sana, rahasia-rahasia terdapat di sana, kepatuhan terhadap yang lebih tinggi terdapat di sana. Maka bawalah nyala cinta dan kerinduan jiwa; tiada lain yang dapat diberikan kecuali ini. Jika sehelaan nafas cinta saja tertuju ke tempat itu, maka ia akan menghantarkan wangian hati. Tempat itu ditahbiskan bagi sari wangi jiwa. Siapa saja yang menarik sehelaan keluh pertaubatan yang tulus, seketika itu juga ia akan memiliki keselamatan."&lt;br /&gt;Yusuf dan Zulaiha&lt;br /&gt;Di masa ketika Zulaikha menikmati pangkat dan martabatnya yang tinggi, ia menyuruh masukkan Yusuf ke dalam penjara, dan mengatakan pada salah seorang hambanya agar menderanya dengan tongkat lima puluh kali. "Pukul dia keras-keras," katanya, "sehingga aku dapat mendengar teriakan-teriakan kesakitannya." Tetapi hamba yang baik hati itu tak mau melukai Yusuf; maka diambilnya kulit binatang dan katanya, "Bila kupukul kulit itu, berteriaklah pada setiap kali deraan." Ketika Zulaikha mendengar teriakan Yusuf, ia pun pergi ke bilik penjara dan berkata, "Kau kelewat lunak terhadapnya, pukullah lebih keras lagi." Kemudian hamba itu berkata pada Yusuf, "O cemerlang surya! Kalau Zulaikha meneliti dirimu dan tak melihat sesuatu bekas pun, ia kan menghukumku dengan kejam. Maka telanjangkan pundakmu dan kuatkan hatimu serta tahankan pukulan-pukulanku. Bila kau berteriak karena pukulan-pukulan itu, maka ia tak akan begitu memperhatikan bekas-bekasnya." Yusuf pun menelanjangkan kedua belah bahunya, tongkat menimpa, dan teriakan-teriakan Yusuf melangit. Ketika Zulaikha mendengarnya, ia pun pergi mendekati dan katanya, "Teriakan-teriakan ini telah menimbulkan akibat yang diharapkan. Sebelum ini erang kesakitannya tak berarti; kini semua itu sungguh nyata."&lt;br /&gt;Syaikh Bin Ali Tusi&lt;br /&gt;Bin Ali Tusi, salah seorang arif yang besar di zamannya, berjalan di lembah kewaspadaan dan kesiagaan. Tak pernah kukenal seorang yang memiliki keagungan dan mencapai kesempurnaan seperti itu. Suatu kali ia berkata, "Di dunia lain itu, orang-orang terkutuk yang malang akan melihat dengan jelas para penghuni sorga yang dapat menuturkan pada mereka tentang kegembiraan di tempat itu dan rasa persatumesraan. Orang-orang yang berbahagia itu akan berkata, "Kegembiraan yang rendah tak ada di sini, karena matahari keindahan ilahiat telah muncul pada kami, dan sedemikian terangnya sehingga kedelapan sorga pun tampak gelap karenanya. Dalam kegemilangan keindahan ini, tiada lagi yang tinggal dari keabadian itu, baik nama maupun bekasnya!" Kemudian mereka yang ada di neraka akan berkata, "Kami rasa apa yang kalian katakan itu benar, tetapi bagi kami di tempat yang mengerikan ini sudah jelas bahwa kami telah mendapat murka Tuhan, karena itu, kami telah dijauhkan dari wajah-Nya. Kami diingatkan akan api neraka oleh api sesal dalam hati kami."&lt;br /&gt;Berusahalah menahan duka, derita, dan luka, dan dengan itu tunjukkan semangatmu. Bila kau luka, terimalah itu, dan jangan perturutkan sikap mengasihani diri sendiri.&lt;br /&gt;Permohonan pada Muhammad&lt;br /&gt;Seorang lelaki dengan rendah hati mohon perkenan untuk bersembahyang di atas permadani Nabi, yang menolaknya dan mengatakan, "Tanah dan pasir panas terbakar. Bersujudlah di atas pasir yang panas terbakar dan di atas tanah jalanan itu, sebab mereka yang luka karena cinta harus punya bekas di wajahnya, dan bekas luka itu harus terlihat. Biarlah bekas luka hatimu terlihat, karena orang-orang yang ada di jalan cinta dikenal dari bekas lukanya."&lt;br /&gt;38. Pertanyaan Burung Kedua Puluh Dua dan Pemerian Lembah Pertama atau Lembah Pencarian&lt;br /&gt;Burung ini berkata pada Hudhud, "O kau yang tahu akan jalan yang telah kau katakan pada kami dan yang ingin agar kami mengikutimu di sana, bagiku jalan itu gelap, dan dalam kegelapan, jalan itu tampak amat sukar, dan bermil-mil jauhnya."&lt;br /&gt;Hudhud menjawab, "Kita harus melintasi tujuh lembah dan hanya setelah kita melintasi lembah-lembah itu akan menemukan Simurgh. Siapa yang telah menempuh jalan ini tiada akan pernah kembali ke dunia, dan tak mungkin dikatakan berapa mil jarak yang ada di muka kita. Bersabarlah, o penakut, sebab semua mereka yang melintasi jalan ini sama halnya dengan keadaanmu.&lt;br /&gt;Lembah pertama ialah Lembah Pencarian, yang kedua Lembah Cinta, yang ketiga Lembah Keinsafan, yang keempat Lembah Kebebasan dan Kelepasan, yang kelima Lembah Keesaan Murni, yang keenam Lembah Keheranan, dan yang ketujuh Lembah Kemiskinan dan Ketiadaan, lebih dari itu tiada yang dapat pergi lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;Bila kau memasuki lembah pertama, Lembah Pencarian, seratus kesukaran akan menyergapmu; kau akan mengalami seratus cobaan. Di sana, merak langit tak lebih dari seekor lalat. Kau harus melewatkan beberapa tahun di sana, kau harus melakukan upaya-upaya besar, dan harus mengubah keadaanmu. Kau harus meninggalkan segala yang tampak berharga bagimu dan memandang segala milikmu sebagai tak berarti apa-apa. Bila kau yakin bahwa kau tak memiliki suatu apa, kau masih harus melepaskan dirimu dari segala yang ada. Kemudian hatimu pun akan diselamatkan dari kehancuran dan kau akan melihat cahaya suci Keagungan Ilahiat dan hasrat-hasratmu yang sejati akan diperlipatgandakan menjadi tak terbatas. Siapa yang masuk ke sini akan dipenuhi kerinduan sedemikian rupa sehingga ia akan mengabdikan sepenuh dirinya dalam usaha pencarian yang dilambangkan oleh lembah ini. Ia akan minta seteguk anggur pada pelayan pembawa piala, dan setelah ia minum itu, tak ada lagi yang menjadi soal baginya selain mengejar tujuannya yang sejati. Maka ia pun tak akan takut lagi pada naga-naga penjaga pintu yang mau menelannya. Ketika pintu terbuka dan ia masuk, maka ajaran agama, keimanan dan kekufuran --semua itu tiada lagi."&lt;br /&gt;Sari dari Ganj-Nama, Kitab tentang Harta dari Osman Amru&lt;br /&gt;Ketika Tuhan meniupkan nafas hayat yang suci ke tubuh Adam yang tak lain dari tanah dan air, Tuhan ingin agar para malaikat tak akan tahu tentang itu, dan tidak pula menaruh syak. Maka Tuhan pun bersabda pada mereka, "Bersujudlah di hadapan Adam? o Ruh Samawi!" Semua mereka pun bersujud, dan ketika mereka bersujud, Tuhan meniupkan nafas hayat ke dalam diri Adam dan tiada satu pun dari mereka yang tahu akan rahasia yang ingin disembunyikan Tuhan. Artinya, tiada satu pun kecuali Iblis, yang berkata dalam hati, "Tak ada yang akan melihat aku bertekuk lutut. Meski kepalaku bercerai dari badanku sekalipun, tidaklah itu akan sama celakanya dengan melaksanakan apa yang dikehendaki Tuhan. Aku tahu betul bahwa bukan karena masalah Adam akan ada di bumi itu saja, maka aku tak bersedia untuk bersujud dan untuk tak melihat rahasia itu." Dan demikianlah, Iblis tak bersujud, melainkan mengawasi saja, dan melihat rahasia itu. Akhirnya Tuhan pun bersabda, "O kau yang tinggal menunggu, kau telah mencuri rahasia itu, dan untuk itu kau pun akan kumatikan, sebab aku tak ingin ada makhluk yang mengetahui rahasia itu. Bila raja duniawi menyembunyikan harta kekayaannya, ia akan membunuh dia yang mengetahui harta yang disembunyikan itu. Dan engkaulah dia."&lt;br /&gt;"Rabbi," kata Iblis, "beri kiranya pertangguhan, karena hamba ini abdi Tuan; dan tunjuki hamba kiranya bagaimana hamba dapat menebus dosa hamba." "Karena begitu permohonanmu," sabda Tuhan, "akan kuberikan padamu pertangguhan; namun sejak saat ini, akan kukenakan di lehermu kerah kutukan dan akan kulekatkan padamu nama pembohong dan pemfitnah, agar setiap orang akan waspada terhadapmu sampai hari kiamat."&lt;br /&gt;Iblis berkata, "Apakah yang mesti hamba takutkan karena kutukan Tuan bila harta suci ini telah tersingkapkan bagiku? Bila kutukan datang dari Tuan, maka akan datang pula ampunan. Di mana ada racun, di sana ada pula penawarnya. Tuan mengutuk sebagian makhluk dan merestui yang lain. Kini karena hamba telah mendurhaka, maka hamba pun menjadi makhluk kutukan Tuan."&lt;br /&gt;Bila kau tak dapat menemukan dan memahami rahasia yang kukatakan itu, bukanlah karena hal itu tak ada, tetapi karena kau tak mencarinya dengan benar. Bila kau suka pilih-pilih di antara apa-apa yang datang dari Tuhan, maka kau bukan penempuh Jalan Ruhani. Bila kau memandang dirimu sendiri dimuliakan dengan intan dan dihinakan dengan batu, maka Tuhan tak menyertaimu. Perhatikan baik-baik, janganlah kau menyukai intan dan menolak batu, karena keduanya datang dari Tuhan. Bila di saat kalap, kekasihmu melempari kau dengan batu, itu lebih baik daripada permata dari wanita lain.&lt;br /&gt;Di jalan penyempurnaan diri, kita tak boleh lena sejenak pun. Bila sejenak saja kita berhenti menyempurnakan diri, kita akan tergelincir mundur.&lt;br /&gt;Cerita tentang Majnun&lt;br /&gt;Seorang yang mencintai Tuhan melihat Majnun tengah mengayak1 tanah di jalanan dan berkata "Majnun, apa yang kaucari?" "Aku mencari Laila," katanya. Orang itu berkata lagi, "Adakah kau berharap mendapatkan Laila di situ?" "Aku mencari dia di mana-mana," kata Majnun, "dengan harapan akan mendapatkannya di suatu tempat."&lt;br /&gt;Yusuf Hamdani&lt;br /&gt;Yusuf Hamdani seorang yang diagungkan di zamannya, seorang arif, yang mengerti akan rahasia-rahasia berbagai dunia. Katanya, "Segala yang tampak, baik di puncak maupun di dasar-setiap zarrah, sesungguhnya ialah Ya'kub lain yang mengharapkan kabar tentang Yusuf yang hilang daripadanya."&lt;br /&gt;Di Jalan Ruhani cinta dan pengharapan keduanya perlu. Bila kau tak memiliki yang dua ini lebih baik kau meninggalkan pencarian itu. Kita harus berusaha menjadi sabar. Tetapi apakah pencinta pernah bersabar? Bersabarlah dan berusahalah dengan harapan akan mendapatkan penunjuk jalan. Kuasailah dirimu sendiri dan jangan biarkan kehidupan lahiriah menawanmu.&lt;br /&gt;Cerita tentang Abu Sa'id Mahnah&lt;br /&gt;Syaikh Mahnah ada dalam kebingungan yang amat sangat, hatinya sedih, ketika di kejauhan dilihatnya seorang tua dari desa dengan wajah yang salih sedang berjalan dengan malas, sementara dari badannya memancar cahaya yang terang. Syaikh itu memberi salam padanya lalu menceritakan padanya tentang kesedihan yang dialaminya. Orang tua dari desa itu mendengarkan, dan setelah berpikir sebentar, ia berkata, "O Bu Sa'id, andaikan orang mesti mengisi ruang dari tanah yang terendah sampai ke arasy Tuhan dengan jawawut, tidak hanya sekali melainkan seratus kali, dan andaikan seekor burung setiap kali mengambil sebutir jawawut selama seribu tahun dan kemudian terbang seratus kali keliling dunia, maka dalam waktu yang sekian lamanya itu pun jiwa Tuan tak juga menerima kabar tentang istana samawi, dan Tuan akan masih tetap jauh dari istana itu."&lt;br /&gt;Kesabaran yang besar perlu bagi mereka yang menderita; tetapi tak ada yang bisa bersabar. Jika pencarian itu beralih dari yang batiniah kepada yang lahiriah, meskipun meluas pula ke seluruh alam, pada akhirnya pencarian itu tak akan memuaskan. Ia yang tak terlibat dalam pencarian kehidupan batin tak lebih dari seekor binatang-demikianlah dapat kukatakan. Bahkan dia itu tidak ada, dia sesuatu yang tak berarti, suatu bentuk tanpa jiwa.&lt;br /&gt;Mahmud dan Pencari Emas&lt;br /&gt;Suatu malam, selagi berkuda seorang diri, Mahmud melihat seorang laki-laki sedang mengayak tanah mencari emas; kepalanya tunduk dan orang itu di sana-sini telah menimbun tumpukan-tumpukan debu yang sudah diayak. Sultan memandangnya, lalu melemparkan gelangnya di antara tumpukan-tumpukan itu dan kemudian pergi memacu kudanya bagai angin. Malam berikutnya Mahmud kembali dan mendapatkan laki-laki itu masih mengayak pula. "Apa yang kau dapat kemarin," kata sultan, "akan cukup buat membayar upeti bagi dunia, namun kau masih terus juga mengayak!" Laki-laki itu menjawab, "Hamba mendapatkan gelang yang Tuan lemparkan itu, dan karena hamba telah mendapatkan harta semacam itulah maka hamba harus terus mencari selama hidup hamba."&lt;br /&gt;Jadilah seperti orang itu dan berusahalah mencari sampai pintu itu terbuka bagimu. Matamu tak akan tertutup selalu; carilah pintu itu.&lt;br /&gt;Sebuah Kalimat dari Rabi'ah&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berdoa, "Ya Rabbi, bukakan pintu agar hamba dapat menghadap padamu." Mendengar doa laki-laki itu, Rabi'ah pun berkata, "O si gila! Adakah pintu itu tertutup?"&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 menapis, menyaring. - H.A.&lt;br /&gt;39. Lembah Kedua atau Lembah Cinta&lt;br /&gt;Hudhud melanjutkan, "Lembah berikutnya ialah Lembah Cinta. Untuk memasukinya kita harus menjadi api yang menyala --begitulah dapat kukatakan. Kita sendiri harus menjadi api. Wajah pencinta harus menyala, mengilau dan berkobar-kobar bagai api. Cinta sejati tak mengenal pikiran-pikiran yang menyusul kemudian; dengan cinta, baik dan buruk pun tak ada lagi.&lt;br /&gt;Tetapi akan halnya kau, yang tak acuh dan tak peduli, pembicaraanku ini tak akan menyentuhmu, bahkan tak akan terkerat oleh gigimu. Siapa yang setia mempertaruhkan uang tunai, bahkan mempertaruhkan kepala, untuk menjadi satu dengan sahabatnya. Yang lain-lain puas dengan menjanjikan apa yang akan mereka lakukan untukmu besok. Bila ia yang memulai perjalanan ini tak mau melibatkan diri seutuhnya dan sepenuhnya, ia tak akan bebas dari duka dan kemurungan yang memberatinya. Sebelum elang mencapai tujuannya, ia gelisah dan sedih. Jika ikan didamparkan ke pantai oleh ombak, ia menggelepar-gelepar hendak kembali ke dalam air.&lt;br /&gt;Di lembah ini, cinta dilambangkan dengan api, dan pikiran dengan asap. Bila cinta datang, pikiran lenyap. Pikiran tak bisa tinggal bersama kedunguan cinta; cinta tak berurusan dengan akal pikiran insani. Bila kau memiliki penglihatan batin, zarrah-zarrah dari dunia yang kelihatan ini akan tersingkap bagimu. Tetapi bila kau memandang segalanya dengan mata pikiran biasa, kau tak akan pernah mengerti betapa perlunya mencinta. Hanya dia yang telah teruji dan bebas dapat merasakan ini. Ia yang menempuh perjalanan ini hendaknya punya seribu hati sehingga tiap sebentar ia dapat mengorbankan satu."&lt;br /&gt;Seorang Koja yang Mabuk Cinta&lt;br /&gt;Seorang Koja menjual segala yang ada padanya - perabotan, para hamba dan segalanya, untuk membeli bir dari seorang penjual bir yang masih muda. Ia sama sekali jadi gila karena cinta akan penjual bir ini. Ia selalu lapar karena bila ia diberi roti, dijualnya roti itu untuk membeli bir. Akhirnya seseorang bertanya padanya, "Bagaimana sebenarnya cinta yang membawa kau dalam keadaan yang patut disayangkan ini? Ceritakan padaku rahasianya!" "Cinta memang sedemikian itu," jawab orang Koja itu, "sehingga kita mau menjual barang dagangan dari seratus dunia untuk membeli bir. Selama kita tak memahami ini, kita tak akan pernah menghayati perasaan yang sejati tentang cinta."&lt;br /&gt;Cerita tentang Majnun&lt;br /&gt;Orang tua Laila melarang Majnun mendekati kemah mereka. Tetapi Majnun, yang dimabuk cinta, meminjam kulit domba dari seorang gembala di gurun, di mana suku Laila memancangkan kemahnya. Ia membungkukkan diri dan mengenakan kulit domba, lalu katanya pada gembala itu, "Dengan nama Tuhan, biarlah aku ikut merangkak di tengah domba-dombamu, kemudian bawalah kawanan domba itu melintasi kemah Laila, agar mudah-mudahan aku dapat mencium wewangiannya yang nikmat, dan dengan menyembunyikan diri dalam selubung kulit ini mudah-mudahan aku dapat mengusahakan sesuatu." Gembala itu berbuat seperti yang dikehendaki Majnun, dan ketika mereka melintasi kemah Laila, Majnun melihat gadis itu, lalu pingsan. Si gembala kemudian menggotongnya dari kemah itu ke gurun, lalu menyiram mukanya dengan air untuk menyejukkan cintanya yang menyala.&lt;br /&gt;Di hari lain, Majnun ada bersama beberapa kawannya di gurun, dan salah seorang bertanya padanya, "Bagaimana dapat kau, seorang yang terhormat, pergi ke mana-mana dengan bertelanjang saja? Biarlah kucari pakaian untukmu jika kau ingin." Majnun berkata, "Tak ada pakaian yang kupakai akan layak bagi kekasihku, maka bagiku tiada yang lebih baik dari tubuhku yang telanjang atau selembar kulit domba. Laila, bagiku, seperti Ispand penangkal pengaruh jahat. Majnun tentulah akan senang memakai pakaian-pakaian sutera dan kain kencana, tetapi ia lebih suka dengan kulit domba ini, karena dengan memakai ini ia akan dapat melihat sepintas wajah Laila."&lt;br /&gt;Cinta mestilah merobek-buangkan kehati-hatian. Cinta mengubah sikapmu. Mencinta adalah mengorbankan kehidupanmu yang biasa dan meninggalkan kesenangan-kesenanganmu yang menyolok mata.&lt;br /&gt;Seorang Pengemis Mencintai Ayaz&lt;br /&gt;Seorang darwis yang miskin suatu kali jatuh cinta pada Ayaz, dan kabar itu pun segera tersiar. Bila Ayaz berkuda di jalan yang bertaburkan wangian kesturi, darwis itu biasa menunggu dan kemudian lari mendapatkannya, lalu menatap padanya bagai pemain polo memancangkan matanya ke arah bola. Akhirnya orang-orang pun melaporkan pada Mahmud tentang pengemis yang mencintai Ayaz ini. Suatu hari, ketika Ayaz berkuda bersama sultan, maka sultan berhenti dan memandang darwis itu dan terlihat olehnya bahwa jiwa Ayaz bagai sebutir gandum dan wajah darwis itu bagai bulatan tepung adonan yang melingkungi butir gandum itu.&lt;br /&gt;Tampak padanya bahwa punggung pengemis itu bungkuk bagai tongkat pemukul bola polo, dan kepalanya berputar-putar sepenuhnya bagai bola dalam permainan polo. Mahmud berkata, "Pengemis malang, inginkah kau minum dari satu gelas bersama Sultan?" "Meskipun Tuan sebut hamba ini pengemis," jawab darwis itu, "namun hamba tak kalah dengan Tuanku dalam permainan cinta. Cinta dan kemiskinan sejalan. Tuan orang yang berdaulat, dan hati Tuan bercahaya; tetapi untuk cinta, hati yang menyala seperti hamba ini perlu. Cinta Tuan kelewat biasa. Hamba menderita kesedihan karena perpisahan. Tuan bersama sang kekasih; tetapi dalam bercinta kita harus mengenal bagaimana menderita kesedihan karena perpisahan."&lt;br /&gt;Sultan pun berkata, "O kau yang telah menarik diri dari kehidupan yang biasa, cinta bagimu bagai permainan polo?" "Begitulah," jawab pengemis itu, "karena bola selalu bergerak, seperti hamba, dan hamba pun seperti bola itu. Bola dan hamba punya kepala yang berpusing, meskipun kami tak bertangan maupun berkaki. Kami dapat bersama-sama membicarakan penderitaan yang ditimbulkan oleh tongkat pemukul pada kami; tetapi bola itu lebih beruntung daripada hamba, karena kuda menyentuhnya dengan kakinya setiap kali. Bola itu menerima pukulan tongkat pemukul pada badannya, tetapi hamba merasakan pukulan-pukulan itu dalam hati hamba."&lt;br /&gt;"Darwis yang miskin," kata Sultan, "kau membanggakan kemiskinanmu, tetapi mana bukti yang dapat kauperlihatkan?"&lt;br /&gt;"Hamba korbankan segalanya demi cinta," jawab darwis itu, "itulah tanda kemiskinan ruhani hamba. Dan bila Tuan, o Mahmud, pernah menghayati cinta yang sebenarnya, korbankanlah hidup Tuan untuk itu; bila tidak, Tuan tak berhak bicara tentang cinta."&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian, ia pun mati, dan dunia menjadi gelap bagi Mahmud.&lt;br /&gt;Seorang Arab di Persia&lt;br /&gt;Suatu kali seorang Arab pergi ke Persia dan heran melihat adat kebiasaan negeri itu. Pada suatu hari kebetulan ia melalui permukiman sekelompok kaum Qalandar1 dan melihat beberapa laki-laki yang tak bicara sepatah kata pun. Mereka tak punya istri dan tak punya sekeping obol pun, tetapi mereka berhati suci dan bersih. Masing-masing memegang sebuah botol berisi anggur pekat yang dituangkannya dengan hati-hati sebelum duduk. Orang Arab itu merasa senang dengan mereka; ia pun berhenti dan pada saat itu hati dan pikirannya tertuju ke jalan itu.&lt;br /&gt;Melihat ini kaum Qalandar itu berkata, "Masuklah, o orang yang tak berarti!" Maka begitulah, mau tak mau ia pun masuk. Ia diberi sepiala anggur dan segera ia pun tak sadarkan diri. Ia jadi mabuk dan kekuatannya hilang. Emas dan perak serta barang-barangnya yang berharga diambil oleh salah seorang dari kaum Qalandar, dan kepadanya diberikan anggur lebih banyak lagi, dan akhirnya ia pun dilemparkan ke luar rumah. Kemudian orang Arab itu pun pulang ke negerinya sendiri, bermata sebelah dan miskin, keadaannya berubah dan bibirnya kering. Setiba di tempat kelahirannya, kawan-kawannya bertanya padanya, "Ada apa? Kau pengapakan uang dan barang-barangmu yang berharga itu? Apakah dicuri orang ketika kau tidur? Adakah kau telah berbuat buruk di Persia? Ceritakan pada kami! Mungkin kami dapat menolongmu!"&lt;br /&gt;"Aku ngeloyor ke sana-sini di jalan," katanya, "dan tiba-tiba saja aku bertemu dengan kaum Qalandar. Tak ada yang kuketahui lagi kecuali bahwa aku telah kehilangan semua milikku dan kini aku tak punya apa-apa lagi." Mereka minta padanya agar memberikan gambaran tentang kaum Qalandar itu. Jawabnya hanya, "Orang-orang itu cuma mengatakan padaku, 'Masuklah'."&lt;br /&gt;Orang Arab itu seterusnya tetap dalam keadaan heran dan tercengang, seperti anak kecil, dan melongo karena kata "Masuklah".&lt;br /&gt;Maka kau pun hendaknya melangkah maju. Bila kau tak mau, maka ikuti angan-anganmu. Tetapi bila kau lebih menyukai kerahasiaan cinta dari jiwamu, maka kau akan mengorbankan segalanya. Kau akan kehilangan apa yang kau pandang berharga, tetapi kau akan segera mendengar kata-kata khidmat, "Masuklah".&lt;br /&gt;Si Pencinta yang Kehilangan Kekasihnya&lt;br /&gt;Seorang laki-laki yang bercita-cita luhur jatuh cinta dengan seorang wanita muda jelita. Tetapi sementara itu wanita pujaan hatinya menjadi kurus dan sepucat ranting yang berwama kuning kunyit. Hari yang cerah lenyap dari hatinya; dan maut, yang menunggu dari jauh, datang mendekat. Ketika laki-laki yang mencintainya mengetahui ini, ia pun mengambil parang dan berkata, "Aku akan pergi membunuh kekasihku di tempat ia terbaring agar si jelita yang bagai lukisan yang mengagumkan ini tidak mati karena kodrat." Orang-orang pun mengatakan padanya, "Apa kau gila! Kenapa pula kau mau membunuh wanita itu di saat ia sudah mendekati ajalnya?" Si pencinta itu berkata, "Jika dia mati karena tanganku, maka orang-orang pun akan membunuhku, sebab aku dilarang membunuh diriku sendiri. Kemudian di hari kiamat kelak, kami akan bersama lagi sebagaimana kami sekarang ini. Jika aku dibunuh, karena gairah hasratku padanya, maka kami akan menjadi satu, seperti nyala terang pada sebatang lilin yang dinyalakan."&lt;br /&gt;Para pencinta yang telah mempertaruhkan hidupnya demi cinta mereka telah memasuki jalan itu. Dalam kehidupan Ruh, mereka menyatu dengan tambatan kasih mereka.&lt;br /&gt;Ibrahim dan Malakul Maut&lt;br /&gt;Ketika tiba saatnya sahabat Tuhan itu hendak wafat, ia enggan menyerahkan nyawanya pada Izrail. "Tunggu," katanya pada Izrail. "Adakah Malikulalam telah memintanya?" Tetapi Allah Ta'ala bersabda pada Ibrahim, "Jika kau benar-benar sahabatku, tidakkah kau ingin datang padaku? Ia yang menyesal memberikan hidupnya pada sahabatnya menghendaki hidupnya dirobek dengan pedang." Kemudian, salah seorang yang hadir di sana berkata, "O Ibrahim, Cahaya Dunia, mengapa Tuan tak menyerahkan hidup Tuan dengan suka hati pada Izrail? Para pencinta di Jalan Ruhani mempertaruhkan hidupnya demi cinta mereka; Tuan menganggap hidup Tuan berharga." Kata Ibrahim, "Bagaimana dapat aku melepaskan hidupku bila Izrail telah menghalangnya? Aku tak mengindahkan permintaannya, karena aku hanya ingat pada Tuhan. Ketika Nimrod melepaskan aku ke dalam api dan Jibril datang padaku, tak kuindahkan dia karena aku hanya ingat pada Tuhan. Karena aku memalingkan kepalaku dari Jibril dapatkah aku diharapkan akan menyerahkan nyawaku pada Izrail? Kalau kudengar Tuhan bersabda, 'Berikan hidupmu padaku!' maka hidupku pun tak lebih berharga dari sebutir gandum. Bagaimana mungkin aku memberikan hidupku pada seseorang kalau ia tidak memintanya. Itu saja yang mesti kukatakan."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Kelompok kaum Darwis di Persia dan Arabia yang bertujuan mengembara senantiasa. Didirikan oleh Qalandar Yusuf al Andalusi dari Spanyol.&lt;br /&gt;40. Lembah Ketiga atau Lembah Keinsafan&lt;br /&gt;Hudhud melanjutkan, "Setelah lembah yang kubicarakan itu, menyusul lembah yang lain - Lembah Keinsafan, yang tak bermula dan tak berakhir. Tiada jalan yang sama dengan jalan ini, dan jarak yang harus ditempuh untuk melintasinya tak dapat diperkirakan. Keinsafan, bagi setiap penempuh perjalanan itu, kekal sifatnya; tetapi pengetahuan hanya sementara. Jiwa, seperti raga, ada dalam perkembangan maju dan mundur; dan Jalan Ruhani itu hanya menampakkan dirinya dalam tingkat di mana si penempuh perjalanan itu telah mengatasi kesalahan-kesalahan dan kelemahankelemahannya, tidur dan kemalasannya dan setiap penempuh perjalanan itu akan bertambah dekat dengan tujuannya, masing-masing sesuai dengan usahanya. Meskipun seekor lalat terbang dengan segala kemampuannya dapatkah ia menyamai kecepatan angin? Ada berbagai cara melintasi Lembah ini, dan semua burung tidaklah sama terbangnya. Keinsafan dapat dicapai dengan beragam cara-sebagian ada yang menemukannya di Mihrab,1 yang lain pada arca pujaan. Bila matahari keinsafan menerangi jalan ini, masing-masing akan menerima cahaya sesuai dengan amal usahanya dan mendapatkan tingkat yang telah ditetapkan baginya dalam menginsafi kebenaran. Bila rahasia hakikat segala makhluk menyingkapkan dirinya dengan jelas padanya, maka perapian dunia pun menjadi taman mawar. Ia yang berusaha akan dapat melihat buah badam yang terlindung dalam kulitnya yang keras itu. Ia tak akan lagi sibuk memikirkan dirinya sendiri, tetapi akan menengadah memandang wajah sahabatnya. Pada setiap zarrah ia akan dapat melihat keseluruhan; ia akan merenungkan ribuan rahasia yang cemerlang.&lt;br /&gt;Tetapi berapa banyak yang telah tersesat dalam mencari penunjuk Jalan yang telah menemukan rahasia itu! Perlu kiranya mempunyai keinginan yang dalam dan tetap untuk menjadi sebagaimana keadaan kita semestinya buat melintasi lembah yang sulit ini. Sekali kau telah mengenyam rahasia-rahasia itu, maka kau pun akan sungguh-sungguh ingin memahami semua itu. Tetapi apa pun yang mungkin kau capai, jangan sekali-kali lupa akan sabda Quran, 'Adakah lagi yang lain?'&lt;br /&gt;Akan halnya kau yang tidur (dan aku tak dapat memuji kau karena yang demikian), mengapa tak bersedih? Kau yang tak melihat keindahan sahabatmu, bangunlah dan berusahalah mencari! Berapa lama kau akan tinggal tetap sebagaimana keadaanmu sekarang, seperti keledai tanpa tali leher!"&lt;br /&gt;Airmata Batu&lt;br /&gt;Adalah seorang laki-laki di Cina yang mengumpulkan batu-batu tiada hentinya. Ia mengucurkan airmata berlimpahan, dan bila airmata itu jatuh ke tanah, berubahlah jadi batu, yang tiap kali dikumpulkannya. Kalau awan mesti mencucurkan airmata seperti itu, maka akan menimbulkan kesedihan dan keluhan.&lt;br /&gt;Pengetahuan sejati menjadi milik pencari yang tulus. Jika diperlukan mencari pengetahuan ke negeri Cina, maka pergilah. Tetapi pengetahuan dirusakkan oleh pikiran dangkal, ia mengeras, bagai batu. Berapa lama lagi pengetahuan sejati akan terus salah dimengerti? Dunia ini, rumah kesedihan ini, ada dalam kegelapan; tetapi pengetahuan sejati ialah perrnata, ia akan menyala bagai lampu dan menunjukkan jalan padamu di tempat yang kelam ini. Bila kau remehkan permata ini, kau akan sungguh-sungguh patut disesalkan. Bila kau tercecer di belakang, kau akan menangis pedih. Tetapi bila kau hanya tidur sedikit di malam hari, dan puasa di siang hari, kau mungkin mendapatkan apa yang kaucari. Maka carilah, dan tenggelamkan dirimu dalam usaha mencari itu.&lt;br /&gt;Pencinta yang Tidur&lt;br /&gt;Seorang pencinta, merasa cemas dan risau, dan letih karena mengeluh, tertidur di atas gundukan sebuah makam. Kekasihnya datang mendekatinya dan melihat dia tertidur, ditulisnya sepucuk surat kecil lalu disematkannya di jubah pencintanya itu. Ketika si pencinta bangun dan membaca apa yang telah ditulis kekasihnya itu, ia pun mengeluh sedih, karena surat itu berbunyi, "O laki-laki goblok! Bangkitlah, dan bila kau pedagang, berdaganglah dan dapatkan uang; jika kau seorang zahid, bangunlah malam hari dan berdoalah pada Tuhan dan jadilah hamba-Nya. Tetapi jika kau seorang pencinta, merasalah malu pada dirimu sendiri. Apa gunanya tidur bagi mata pencinta? Di siang hari pencinta berlomba dengan angin; di malam hari hatinya yang menyala membuat wajahnya bersinar seri dengan cemerlang cahaya bulan. Jika kau bukan laki-laki semacam itu, jangan lagi berlagak mencintai aku. Jika seseorang bisa tidur di tempat lain dan bukan di kuburnya, boleh kukatakan dia itu seorang pencinta-tetapi, pencinta dirinya sendiri."&lt;br /&gt;Perajurit Pengawal yang Sedang Dalam Bercinta&lt;br /&gt;Seorang perajurit sedang dalam bercinta. Selagi tidak mengawal pun ia tak bisa tidur. Akhirnya seorang kawan memintanya agar tidur beberapa jam. Kata perajurit itu, "Aku perajurit pengawal, dan aku sedang dalam bercinta. Bagaimana aku bisa istirahat? Seorang perajurit yang sedang bertugas tak boleh tidur, maka yang demikian itu akan merupakan keuntungan bagi dia dalam bercinta. Setiap malam cinta menguji diriku, dan karena itu aku dapat tetap berjaga dan mengawal benteng. Cinta ini sahabat bagi perajurit pengawal, karena keadaan jaga menjadi bagian dari dirinya; ia yang mencapai keadaan demikian akan selalu awas."&lt;br /&gt;Jangan tidur, o insan, jika kau berusaha mendapatkan pengetahuan tentang dirimu sendiri. Kawal baik-baik benteng hatimu, karena banyak pencuri di mana-mana. Jangan biarkan para perampok mencuri permata yang kau bawa. Pengetahuan sejati akan datang pada dia yang dapat tetap berjaga. Ia yang dengan sabar berkawal akan sadar-tahu kapan Tuhan datang mendekat. Para pencinta sejati yang ingin menyerahkan diri dalam bius kemabukan cinta akan pergi menyendiri. Ia yang memiliki cinta ruhani menggenggam di tangannya kunci kedua dunia. Jika ia perempuan, ia akan menjadi laki-laki; dan jika ia laki-laki, ia akan menjadi lautan yang dalam.&lt;br /&gt;Mahmud dan Si Gila Tuhan&lt;br /&gt;Suatu hari, di gurun, Mahmud melihat seorang fakir yang menundukkan kepala dengan sedih berpunggung bungkuk karena duka. Ketika Sultan mendekatinya, orang itu berkata, "Enyahlah! Atau akan kupukul kau seratus kali. Pergi, kataku, kau bukan raja, melainkan orang yang berpikiran hina, seorang kafir di mata Tuhan." Mahmud menjawab tajam, "Bicaralah padaku sebagaimana layaknya pada seorang sultan, jangan serupa itu." Jawab fakir itu, "Jika kau tahu, o si bodoh, bagaimana kau terjungkir-balik, kerajaan dan kekayaan pun tak ada artinya; kau akan meratap tiada hentinya dan membakar kepalamu."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Ceruk di mesjid menghadap ke Mekah. (Tempat sembahyang bagi Imam yang memimpin sembahyang bersama. - H.A.)&lt;br /&gt;41. Lembah Keempat atau Lembah Kebebasan dan Kelepasan&lt;br /&gt;Hudhud melanjutkan, "Kemudian menyusul lembah di mana tak ada nafsu untuk memiliki atau keinginan untuk menemukan. Dalam suasana jiwa yang demikian, angin dingin pun bertiup, begitu hebat sehingga dalam sejenak saja angin itu menimbulkan kerusakan yang luas tak terhingga: ketujuh lautan tak lebih dari sebuah lobang air, ketujuh kaukab hanya setitik bunga api, ketujuh langit hanya sebuah bangkai, ketujuh neraka hanya es yang hancur. Kemudian, sesuatu yang mengherankan, tak masuk akal! Seekor semut sama kuatnya dengan seratus gajah, dan seratus kafilah tewas sementara seekor gagak sedang mengisi temboloknya.&lt;br /&gt;Agar Adam dapat menerima cahaya samawi, barisan malaikat yang berpakaian hijau dicekam duka. Agar Nuh dapat menjadi tukang kayu Tuhan dan membuat perahu, ribuan makhluk tewas di perairan. Puluhan ribu nyamuk menyerang tentara Abrahah agar raja itu tergulingkan. Ribuan bayi mati agar Musa dapat melihat Tuhan. Ribuan orang mengenakan ikat pinggang Nasrani agar Isa dapat memiliki rahasia Tuhan. Ribuan hati dan jiwa terampas agar Muhammad dapat bermikraj suatu malam ke langit. Di Lembah ini tiada apa pun yang baru atau yang lama akan berharga; kau boleh berbuat atau tidak berbuat. Bila kaulihat seluruh dunia terbakar dan segala hati tak lebih dari syisy kabab, itu baru impian saja dibandingkan dengan kenyataan yang sebenarnya. Jika puluhan ribu jiwa harus tenggelam ke lautan yang tak terbatas, itu akan seperti setitik embun belaka. Bila langit dan bumi mesti meledak jadi bagian-bagian kecil, itu tak akan lebih dari setangkai daun yang jatuh dari pohon; dan bila segalanya mesti dimusnahkan, sejak dari ikan hingga bulan, akankah terdapat di dasar sumur kaki seekor semut yang lumpuh? Jika tiada lagi bekas jejak manusia maupun jin, rahasia setitik air, dari mana segala sesuatu terjadi, masih harus direnungkan."&lt;br /&gt;Orang Muda yang Jatuh ke Dalam Sumur&lt;br /&gt;Di desaku ada seorang laki-laki muda, tampan seperti Yusuf, yang jatuh ke dalam sumur dan tanah pun mengurungnya. Ketika orang-orang mengeluarkannya, dia dalam keadaan sedih. Orang muda yang terpuji ini bernama Muhammad, dan disukai setiap orang. Bapanya mengeluh ketika melihat dia dan katanya, "O Muhammad, kau cahaya mataku dan jiwa bapamu. O puteraku, bicaralah sepatah kata pada bapamu!" Sang putera pun mengucapkan sepatah kata lalu meninggal, demikianlah adanya.&lt;br /&gt;O kau, yang menjadi murid muda di jalan pengetahuan ruhani, dan yang dapat meninjau merenungkan, pikirkanlah tentang Muhammad dan Adam; pikirkan tentang Adam dan zarrah-zarrah, keseluruhan dan bagian-bagian dari keseluruhan; bicaralah tentang bumi dan langit demi langit, tentang gunung-gunung dan lautan; bicaralah tentang peri dan dewa-dewa, tentang manusia dan malaikat, tentang seratus ribu jiwa suci, tentang saat-saat pedih melepas nyawa; katakan bahwa setiap pribadi, jiwa dan raga, tak berarti apa-apa. Jika kau lumatkan kedua dunia itu menjadi debu dan kau tapis seratus kali, bagaimana jadinya bagimu? Jadinya akan seperti istana terbalik, dan kau tak menemukan apa-apa pada permukaan penapisan itu&lt;br /&gt;Lembah ini tak begitu mudah dilalui seperti yang mungkin kau kira dengan keluguanmu. Meskipun seandainya darah hatimu akan memenuhi lautan, kau hanya akan dapat memulai tahap pertama. Meskipun andaikata kau mesti pula menjelajahi segala jalan di dunia, namun kau akan tetap berada pada langkah pertama. Tiada musafir yang telah mengetahui batas-batas perjalanan ini dan tiada pula yang telah menemukan penawar cinta. Jika kau berhenti, kau akan membeku, atau bahkan akan mati; jika kau melanjutkan jalanmu, senantiasa maju, kau akan mendengar selamanya seruan: "Pergilah terus lebih jauh lagi." Kau tak dapat berjalan maupun tinggal berhenti. Tak ada manfaatnya baik hidup maupun mati.&lt;br /&gt;Keuntungan apa yang telah kau dapat dari segala yang telah terjadi padamu? Apa yang telah kau peroleh dari kesulitan-kesulitan yang berhasil kau atasi? Tak banyak artinya apakah kau akan memukul-mukul kepalamu atau tidak. O kau yang mendengarkan aku, hendaklah tinggal diam dan berusaha dengan giat.&lt;br /&gt;Tinggalkan tujuan-tujuanmu yang tak berguna dan kejarlah segala apa yang hakiki. Bersibuklah sedikit mungkin dengan hal-hal di dunia lahiriah, tetapi bersibuklah banyak-banyak dengan hal-hal di dunia batin. Maka kegiatan yang benar akan mengalahkan keadaan tak bergiat. Tetapi mereka yang tak menemukan penawar dalam bergiat, lebih baik tak berbuat apa-apa karena kau mesti tahu kapan harus bergiat dan kapan harus menahan diri dari kegiatan. Tetapi bagaimana mengetahui apa yang tak mungkin kauketahui? Namun masih mungkin bergiat seperti yang semestinya kau lakukan, meskipun tak kausadari. Lupakan segala yang telah kau perbuat hingga kini, dan berusahalah untuk bebas dan cukupdengan dirimu sendiri, meskipun kadang kau akan menangis dan kadang bergembira. Di Lembah Keempat ini cahaya kilat kemampuan, yang merupakan penemuan sumber-sumber dirimu sendiri, kecukupan dirimu sendiri, menyala sehingga panasnya membakar seratus dunia. Karena beratus dunia menjadi serbuk, adakah aneh kalau duniamu sendiri akan lenyap pula?&lt;br /&gt;Ahli Nujum&lt;br /&gt;Pernahkah kau lihat seorang arif membentangkan papan ramalan dan memenuhi permukaannya dengan pasir? Di sana dibuatnya angka-angka dan coretan garis-garis dan ditempatkannya bintang-bintang dan kaukab, bumi dan langit. Kadang dibuatnya ramalan dari langit, kadang dari bumi. Juga dibuatnya gambar susunan bintang dan lambang-lambang rasi bintang, dan ditunjukkannya timbul dan tenggelamnya bintang-bintang, dan dari sini disimpulkannya ramalan-ramalan baik atau buruk. Setelah menujumkan nasib baik atau buruk, diangkatnya salah satu sudut papan ramalan itu dan diserakkannya pasir itu, dan adalah seakan segala lambang dan angka-angka itu tak pernah ada.&lt;br /&gt;Permukaan dunia yang terjadi secara kebetulan ini serupa dengan papan ramalan itu. Bila kau tak berdaya melawan keinginan akan hal-hal yang dangkal di dunia ini, maka berpalinglah daripadanya dan duduklah di sudut. Banyak laki-laki dan perempuan menerima hidup ini tanpa sesuatu pikiran tentang dunia lahir dan dunia batin.&lt;br /&gt;Lalat dan Madu&lt;br /&gt;Seekor lalat yang sedang mencari madu melihat sebuah sarang lebah di sebuah kebun. Hasrat akan madu telah membuatnya sedemikian rupa sehingga kita akan memandangnya sebagai seekor singa. Dan lalat itu pun berseru, "Akan kuberi se-obol siapa yang mau menolong membawa aku masuk ke dalam sarang ini." Ada yang merasa kasihan padanya, dan dengan upah se-obol ditolongnya lalat itu masuk. Tetapi begitu sampai di dalam, maka kaki lalat itu pun lekat pada madu. Meskipun ia mengepak-kepakkan sayap dan berloncatan ke sana-sini, namun keadaannya semakin menyedihkan, dan ia pun mengeluh, "Ini kelaliman, ini racun. Aku terjerat. Kuberikan se-obol tadi untuk masuk, tetapi kini dengan senang kuberikan dua obol untuk keluar."&lt;br /&gt;"Di Lembah ini," kata Hudhud selanjutnya, "jangan ada yang tinggal bersikap tak giat, dan siapa pun hendaknya memasuki Lembah ini hanya setelah mencapai tingkat perkembangan tertentu.&lt;br /&gt;Kini tiba saatnya untuk berusaha dan bukan tinggal dalam ketakpastian dan melewatkan waktu dengan tak peduli. Bangkitlah kau dari sikap masabodoh, tinggalkan keterikatan-keterikatan lahir dan batin, dan lintasi Lembah yang sulit ini; sebab bila kau tak meninggalkan semua itu, kau akan lebih bersikap tak peduli ketimbang kaum pemuja dewa-dewa, dan kau tak akan pernah merasa cukup dengan dirimu sendiri."&lt;br /&gt;Kata-kata Syaikh pada Seorang Muridnya&lt;br /&gt;Seorang murid minta jawaban dari gurunya atas sebuah pertanyaan yang tak berguna. Syaikh itu pun berkata, "Lebih dulu basuhlah mukamu. Dapatkah wangian kesturi tercium dalam bau kebusukan? Aku tak memberikan pengetahuan pada orang-orang yang mabuk."&lt;br /&gt;Seorang Darwis Mencintai Puteri Pemelihara Anjing&lt;br /&gt;Adalah pada suatu ketika seorang syaikh terpuji yang mengenakan khirka kemiskinan, tetapi ia jatuh cinta pada puteri seorang yang banyak memelihara anjing, dan dengan harapan akan dapat melihat puteri itu, ia pun hidup dan tidur di jalanan. Ibu si gadis mengetahui hal ini, lalu berkata pada syaikh itu, "Kau tentu saja tahu bahwa kami ini pemelihara anjing, tetapi karena kau jatuh hati pada puteri kami, maka kau boleh mengawininya setahun lagi, dan tinggal bersama kami; dan kau harus bersedia menjadi pemelihara anjing dan menerima cara hidup kami." Karena syaikh itu tak tanggung-tanggung cintanya, maka ia pun menanggalkan jubah Sufinya dan mulai bekerja. Setiap hari dibawanya seekor anjing ke pasar, dan yang demikian itu terus dilakukannya selama hampir setahun. Suatu hari, seorang Sufi lain, yang juga sahabatnya, berkata padanya, "O orang hina, selama tiga puluh tahun kau telah menekuni dan merenungi perkara-perkara ruhani, dan kini kau melakukan apa yang tak pernah dilakukan oleh orang-orang yang sejajar denganmu!"&lt;br /&gt;Syaikh itu menjawab, "Kau tak melihat hal yang sebenarnya, maka janganlah menyanggah. Bila kau ingin mengerti, ketahuilah bahwa hanya Tuhanlah yang mengetahui kerahasiaan itu dan hanya Dialah yang dapat menyingkapkannya. Lebih baik tampak menggelikan ketimbang seperti kau, tak pernah memasuki kerahasiaan Jalan Ruhani."&lt;br /&gt;42. Lembah Kelima atau Lembah Keesaan&lt;br /&gt;Hudhud melanjutkan, "Kau seterusnya harus melintasi Lembah Keesaan. Di Lembah ini segalanya pecah berkeping-keping dan kemudian menyatu. Segala yang menegakkan kepala di sini menegakkan kepala dari kerah yang satu itu juga. Meskipun kau seakan melihat wujud yang banyak, namun pada hakikatnya hanyalah satu. Semua merupakan esa yang sempurna dalam keesaannya. Dan sekali lagi, yang kaulihat sebagai keesaan tidaklah berbeda dengan yang tampak sebagai banyak. Dan karena Wujud yang kubicarakan itu mengatasi keesaan dan hitungan, jangan lagi memikirkan keabadian sebagai yang dulu dan yang kemudian, dan karena kedua keabadian ini telah lenyap, jangan lagi membicarakannya. Bila segala yang tampak menjadi tiada, apakah lagi yang tinggal untuk direnungkan?"&lt;br /&gt;Jawaban Si Gila Tuhan&lt;br /&gt;Seseorang bertanya pada seorang arif, "Apakah dunia ini? Dengan apa dapat dibandingkan?" Jawabnya, "Dunia ini, paduan dari kengerian dan kejahatan ini, ialah bagai pohon-palma dari lilin dihiasi dengan seratus warna. Bila kauremas pohon itu, ia pun menjadi segumpal lilin; karena itu warna-warna dan bentuk-bentuk yang kaukagumi tidaklah berharga se-obol pun. Jika ada keesaan tak mungkin ada keduaan; baik 'Aku' maupun 'Engkau' tidaklah penting.&lt;br /&gt;Tetapi apakah gunanya kata-kataku, meskipun itu timbul dari lubuk jiwaku, kalau kau tak merenungkannya. Bila kau telah tercebur ke dalam lautan kehidupan lahiriah, seperti ayam hutan dengan sayap dan lar yang tak dapat menopangnya, maka jangan sekali-kali berhenti memikirkan bagaimana mencapai pantai."&lt;br /&gt;Syaikh Bu Ali Dakkah&lt;br /&gt;Seorang perempuan tua menyerahkan sekeping emas pada Bu Ali sambil berkata, "Terimalah ini dariku." Jawab Bu Ali, "Aku hanya dapat menerima apa-apa dari Tuhan." Perempuan tua itu menjawab dengan tepat, "Dari mana anda belajar melihat ganda? Anda bukan orang yang dapat menyimpul-uraikan. Sekiranya anda tak bermata juling, akan dapatkah anda melihat beberapa benda serempak?"&lt;br /&gt;Tiadalah Ka'bah maupun Pagoda. Pelajarilah dari mulutku ajaran yang benar -adanya Wujud yang abadi. Kita jangan melihat siapapun yang lain kecuali Dia. Kita ada dalam Dia, karena Dia, dan bersama Dia. Kita mungkin pula berada di luar keadaan-keadaan ini. Siapa pun yang tak berendam dalam Lautan Keesaan tidaklah layak sebagai umat manusia.&lt;br /&gt;Akan datang hari ketika Matahari akan menyingkapkan cadar yang menyelubunginya. Selama kau terpisah, baik dan buruk akan timbul dalam dirimu, tetapi bila kau meniadakan dirimu sendiri dalam Matahari Hakikat Keilahian, baik dan buruk itu akan teratasi oleh cinta. Selagi kau berlambat-lambat di jalan, kau akan tertahan oleh kesalahan-kesalahan dan kelemahan. Belumkah kau menyadari bahwa dalam dirimu ada kesombongan, kecongkakan, kebanggaan-diri, cinta-diri dan sifat-sifat lain yang kotor! Meskipun ular dan kalajengking mungkin mati tampaknya dalam dirimu, namun mereka hanya tidur; dan bila mereka tersentuh, mereka pun akan bangun dengan kekuatan seratus naga. Dalam masing-masing diri kita ada neraka ular. Bila kau dapat menyelamatkan dirimu dari makhluk-makhluk kotor ini, kau akan tinggal tenang; bila tidak, mereka akan menyakitkanmu dengan bisa meski kau di debu kubur sekalipun hingga hari perhitungan kelak.&lt;br /&gt;Dan kini, o Attar, tinggalkan pembicaraanmu yang penuh ibarat dan kembalilah pada pemerian tentang lembah Keesaan yang penuh rahasia itu.&lt;br /&gt;Hudhud pun melanjutkan, "Bila musafir ruhani memasuki Lembah ini, ia akan lenyap dan hilang dari pandangan, karena Wujud Tak Berbanding itu menampilkan dirinya; musafir itu akan diam karena Wujud ini akan bersabda.&lt;br /&gt;Bagian akan menjadi keseluruhan, atau lebih tepat, tak akan ada lagi bagian maupun keseluruhan. Dalam kelompok Rahasia ini akan kaulihat ribuan orang dengan pengetahuan kecerdasan pikiran, bibir mereka ternganga diam. Apakah artinya pengetahuan kecerdasan pikiran di sini. Ia terhenti di ambang pintu seperti bocah yang buta. Ia yang menemukan sesuatu dari Rahasia ini memalingkan mukanya dari kerajaan kedua dunia itu. Wujud yang kubicarakan itu ada tidak secara terpisah; segalanya ialah Wujud ini; ada dan tiada ialah Wujud ini."&lt;br /&gt;Doa Lukman Sarkhasi&lt;br /&gt;Lukman Sarkhasi berkata, "O Tuhan, hamba sudah tua, dan pikiran hamba rusuh; hamba telah tersesat dari Jalan itu. Bagi seorang abdi yang tua orang-orang biasa memberikan surat kebebasan. Dalam pengabdian hamba padamu, o Raja hamba, rambut hamba yang hitam sudah menjadi putih salju. Hamba seorang abdi, yang merasa sedih berilah kiranya hamba kini surat kebebasan."&lt;br /&gt;Sebuah suara dari dunia batin menjawab, "Kau, yang terutama telah diperkenankan ke tempat suci ini, ketahuilah bahwa ia yang menghendaki kebebasan dari penghambaan, harus membuang pikirannya dan tidak membiarkan dirinya diliputi kecemasan dan ketakutan."&lt;br /&gt;Lukman berkata, "O Tuhan hamba, hanya Engkau yang hamba dambakan, dan hamba tahu bahwa hamba tak boleh membiarkan diri dipengaruhi angan-angan atau kecemasan dan ketakutan." Setelah Lukman meninggalkan semua itu, ia pun berkata, "Kini hamba tak tahu siapa hamba. Hamba bukan abdi, tetapi siapakah hamba? Kedudukan hamba sebagai abdi sudah berakhir, tetapi kebebasan hamba tidak menggantikannya dalam hati hamba tiada suka maupun duka. Hamba tanpa sifat, namun hamba tak kehilangan sifat, Hamba seorang perenung, namun hamba tak punya renungan. Hamba tak tahu apakah Engkau hamba atau hamba Engkau; hamba telah menjadi tiada dalam Engkau dan keduaan pun lenyaplah."&lt;br /&gt;Seorang Pencinta Menyelamatkan Kekasihnya dari Sungai&lt;br /&gt;Seorang wanita muda jatuh ke dalam sungai, dan pencintanya pun terjun hendak menyelamatkannya. Ketika si pencinta itu dapat meraihnya, wanita itu berkata, "Oh, mengapa kau pertaruhkan hidupmu karena aku?" Jawab si pencinta, "Bagiku tiada orang lain kecuali kau. Bila kita bersama, maka sungguh aku ini kau, dan kau aku. Kita berdua ini satu. Kedua diri-kita satu, itu saja."&lt;br /&gt;Bila keduaan lenyap, keesaan ditemukan.&lt;br /&gt;Cerita Lain tentang Mahmud dan Ayaz&lt;br /&gt;Ada diceritakan bahwa suatu kali Faruk: dan Masud hadir pada pameran barisan tentara Mahmud yang terdiri dari gajah, kuda dan pasukan perajurit yang tak terhitung banyaknya, sehingga bumi pun seakan tertutup dengan semut dan belalang. Ayaz dan Hassan menyertai Mahmud yang duduk di suatu tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;Ketika bala tentara yang hebat itu berjalan dalam barisan melalui mereka, raja besar itu dengan begitu saja berkata pada Ayaz, "Anakku, segala gajah, kuda dan perajuritku ini kini menjadi milikmu, karena cintaku padamu sedemikian rupa sehingga kupandang kau sebagai raja." Meskipun kata-kata itu diucapkan oleh Mahmud yang termasyhur itu, namun Ayaz tampak tak peduli dan tak bergerak; tiada ia berterimakasih pada raja maupun memberikan ulasan. Dengan heran, Hassan pun berkata padanya, "Ayaz, seorang raja telah memberikan kehormatan padamu, seorang hamba biasa, dan kau tak sedikit juga memperlihatkan tanda berterimakasih; kau pun tak pula membungkuk maupun bersujud sebagai tanda hormat." Ayaz sedikit berpikir dan kemudian katanya, "Mesti kuberikan dua jawaban atas celaanmu: yang pertama ialah bahwa bila aku, yang tak punya ketetapan dan kedudukan ini, hendak menunjukkan pengabdianku pada raja, maka aku hanya dapat menjatahkan diri pada debu di hadapannya dalam semacam kehinaan diri atau jika tidak demikian, menyanyikan pujian-pujian untuknya dengan suara melolong-lolong. Antara berbuat berlebih-lebihan dan berbuat kelewat sedikit, lebih baik tak berbuat apa-apa. Hamba ini hamba raja, dan hormatku pada raja dianggap sebagai sudah semestinya. Adapun tentang kehormatan yang telah dianugerahkan raja yang berbahagia ini kepadaku, seandainya kedua dunia mesti menyatakan pujian-pujian untuknya, kesaksian keduanya itu pun tak akan sebanding dengan kebaikan raja. Kalau aku tak menunjukkan kelakuan yang berlebihan, dan tak menyatakan kesetiaanku, adalah karena aku merasa diriku tak layak berbuat demikian."&lt;br /&gt;Hassan berkata, "O Ayaz, aku tahu sekarang bahwa kau merasa berterima kasih dan aku menaruh percaya padamu karena kau layak mendapat seratus karunia." Kemudian tambahnya, "Kini katakan padaku jawaban yang kedua." Tetapi Ayaz berkata, "Tak dapat aku bicara dengan bebas di hadapanmu; itu hanya dapat kulakukan kalau aku sendirian saja dengan raja. Kau bukan mahram rahasia itu." Maka raja pun minta agar Hassan meninggalkan mereka, dan ketika tak ada lagi "kita" atau "aku", maka Ayaz pun berkata, "Ketika raja berkenan melemparkan pandangan pada diri hamba, ia memusnahkan adaku dengan kegemilangan cahayanya. Karena dalam cahaya mataharinya yang gemilang itu aku tak ada lagi, bagaimana aku akan bersujud diri? Ayaz ialah bayang-bayangnya, hilang dalam matahari wajahnya."&lt;br /&gt;43. Lembah Keenam, Lembah Keheranan dan Kebingungan&lt;br /&gt;Setelah Lembah Keesaan menyusul Lembah Keheranan dan Kebingungan, di mana kita menjadi mangsa duka dan kesedihan. Di sana keluhan bagai pedang, dan setiap nafas ialah keluhan pedih; di sana, adalah duka dan ratapan, dan kerinduan yang menyala. Siang dan malam pun serempak. Di sana, adalah api, namun kita merasa tertekan dan tak berpengharapan. Betapakah, dalam kebingungan ini, kita akan meneruskan perjalanan? Tetapi bagi yang telah mencapai keesaan, ia pun lupa akan segalanya dan lupa akan dirinya sendiri. Jika ia ditanya, "Adakah kau, atau tak adakah kau? Apakah kau merasa ada atau tidak? Apakah kau ada di tengah atau di tepi? Apakah kau fana atau kekal?" maka ia akan menjawab dengan kepastian, "Aku tak tahu apa-apa, aku tak mengerti apa-apa. Aku tak sadar akan diriku sendiri. Aku sedang dalam bercinta, tetapi dengan siapa, tak tahu aku. Hatiku penuh dan sekaligus juga hampa cinta."&lt;br /&gt;Puteri yang Mencintai Hambanya&lt;br /&gt;Seorang raja, dengan kerajaannya yang membentang hingga ke ufuk-ufuk jauh, mempunyai seorang puteri secantik bulan. Di hadapan kecantikannya, bahkan peri-peri pun merasa malu. Dagunya yang berlekuk serupa dengan sumur Yusuf,1 dan ikal rambutnya melukai seratus hati. Kedua alisnya busur kembar. Dan bila dilepaskannya panah-panah dari busur itu, ruang di antaranya pun menyanyikan pujian-pujian untuknya. Matanya, yang sayu bagai kembang narsis, melemparkan duri-duri bulu matanya di jalan para arif. Wajahnya bagai matahari ketika menggantikan keperawanan bulan. Malaikat Jibril tak dapat mengalihkan matanya dari mutiara-mutiara dan manikam-manikam mulutnya. Senyum bibirnya mengeringkan air hayat yang memandangnya, yang masih mengemis sedekah dari bibir itu juga. Siapa memandang dagunya akan jatuh terjungkir ke sumber air yang berbuih-buih.&lt;br /&gt;Raja itu juga mempunyai seorang hamba, orang muda yang begitu tampan sehingga matahari pun menjadi pucat dan cahaya bulan suram. Bila orang muda itu berjalan di jalan-jalan dan di pasar, orang banyak pun berhenti hendak memandangnya.&lt;br /&gt;Kebetulan pada suatu hari puteri raja melihat hamba itu, dan segera ia pun jatuh hati. Pikiran hilang dan cinta pun menguasainya. Menarik diri dari kawan-kawannya, puteri itu merenung-renung. Dan dengan merenung-renung dan membayangkan, ia mulai terbakar cinta. Maka dipanggilnya kesepuluh dayang kehormatannya yang muda-muda. Mereka pemusik-pemusik ulung, pemain alat-alat tiup dan seruling; suara mereka seperti suara bulbul, dan nyanyian mereka, yang mencabik-cabik jiwa, sebanding dengan nyanyian Daud. Setelah menyuruh mereka berkumpul di sekelilingnya, ia pun menceritakan keadaan dirinya dengan mengatakan bahwa ia bersedia mengorbankan nama, kemuliaan dan hidupnya demi cintanya terhadap orang muda itu: sebab bila orang begitu tenggelam dalam cinta, ia canggung bagi hal-hal yang lain. "Tetapi," katanya, "bila kukatakan padanya tentang cintaku, tak sangsi lagi dia akan melakukan sesuatu yang kurang pikir. Jika diketahui orang bahwa aku telah bermesraan dengan seorang hamba, maka dia maupun aku tentu akan menderita. Sebaliknya, bila ia tak memiliki aku, aku akan mati merana di balik tirai sanastri. Aku telah membaca seratus buku tentang kesabaran, namun aku tetap tak memiliki kesabaran itu. Apa dayaku! Aku harus mendapatkan jalan untuk menikmati cinta dari pohon saru yang lampai ini, sehingga gairah jasmaniku akan sejalan dengan kerinduan jiwaku - dan ini harus dilakukan tanpa setahu dia."&lt;br /&gt;Kemudian dayang-dayang yang bersuara merdu itu berkata, "Janganlah Tuanku Puteri bersedih. Malam nanti kami akan membawa dia ke mari tanpa setahu siapa pun, bahkan dia sendiri tak akan tahu sedikit pun tentang itu."&lt;br /&gt;Segera salah seorang gadis remaja itu pergi dengan diam-diam mendapatkan hamba itu, dan seperti bermain-main, dimintanya hamba itu membawa dua piala anggur. Ke dalam salah satu piala itu dimasukkannya obat, sambil dicari-carinya akal agar hamba itu mau meminumnya. Segera hamba itu pun tertidur, sehingga si dayang dapat melaksanakan rencananya, dan orang muda yang berdada perak itu tetap tak kabarkan dirinya.&lt;br /&gt;Ketika malam tiba, dayang-dayang kehormatan itu datang mengendap-endap ke tempat si hamba terbaring, lalu menaruh orang itu di atas tandu dan membawanya ke tempat tuan puteri. Kemudian mereka dudukkan hamba itu di atas singgasana kencana dan mereka kenakan rangkaian mutiara di kepalanya. Pada tengah malam, masih sedikit terbius oleh obat itu, si hamba membuka mata dan melihat istana seindah sorga, sedang di sekelilingnya tempat-tempat duduk dari kencana. Tempat itu diterangi dengan sepuluh lilin besar yang diberi wangian damar-harum, sedang kayu cendana yang semerbak terbakar dalam bejana-bejana. Dara-dara itu mulai menyanyi dengan lagu-lagu yang demikian merdu sehingga pikiran seakan mengucapkan selamat tinggal pada jiwa, dan jiwa pada raga. Kemudian matahari anggur pun berputar-putar sekeliling nyala lilin-lilin itu. Bingung karena kegembiraan di seputarnya dan silau karena kecantikan puteri raja, orang muda itu kehilangan kesadarannya. Ia benar-benar tidak lagi ada di atas dunia ini dan tidak pula di dunia lain. Dengan hati penuh cinta, dan raga dikuasai gairah damba, di tengah segala keriangan ini ia pun tenggelam dalam haru-gembira. Matanya terpancang pada kecantikan puteri raja itu dan telinganya pada bunyi seruling-seruling bambu. Lubang hidungnya menghirup wangian damar harum, dan anggur di mulutnya menjadi serupa api cair. Puteri raja itu menciumnya, dan si hamba mengucurkan air mata kegirangan, sementara sang puteri menyatukan airmatanya dengan air mata hamba itu. Kadang sang puteri menekankan ciuman manis di mulut si hamba, kadang ciuman itu dibumbui rasa garam; kadang sang puteri mengusutmasaikan rambut si hamba yang panjang itu, kadang kehilangan dirinya sendiri di mata si hamba. Hamba itu memiliki sang puteri; dan demikianlah mereka lewatkan waktu itu hingga fajar terbit di Timur. Ketika sepoi pagi berembus, hamba muda itu merasa sedih, tetapi mereka buat lagi dia tidur lalu mereka bawa kembali ke tempat kawan-kawannya.&lt;br /&gt;Ketika dia yang berdada perak itu sadar, tanpa tahu kenapa, dia pun menangis. Orang boleh mengatakan bahwa peristiwa itu sudah selesai, maka apa gunanya diratapi. Hamba itu merobek-robek pakaiannya, menarik-narik rambutnya dan mengotori kepalanya dengan tanah. Mereka yang ada di sekelilingnya menanyakan kenapa ia berbuat demikian, dan apa yang telah terjadi. Kata hamba itu, "Tak mungkin menggambarkan apa yang telah kulihat, tiada orang lain yang mungkin pernah melihatnya kecuali dalam mimpi, karena apa yang telah terjadi padaku tak mungkin pernah terjadi pada siapa pun sebelumnya. Tiada lagi rahasia yang lebih menakjubkan."&lt;br /&gt;Seorang kawannya berkata, "Bangunlah dan ceritakan pada kami setidak-tidaknya satu dari seratus peristiwa yang terjadi itu." Jawab si hamba, "Aku bingung sebab apa yang kulihat itu kualami dengan tubuh lain. Selagi tak mendengar apa-apa, aku mendengar segalanya; selagi tak melihat apa-apa, aku melihat segalanya."&lt;br /&gt;Yang lain berkata, "Adakah kau telah kehilangan kesadaranmu atau adakah kau telah bermimpi?" "Ah," kata hamba itu, "aku tak tahu apakah aku mabuk atau sadar ketika itu. Apakah lagi yang lebih membingungkan daripada sesuatu yang tak tersingkap dan juga tak tersembunyi. Apa yang telah kulihat itu tak mungkin akan kulupakan, namun aku tak dapat membayangkan di mana peristiwa itu terjadi. Selama semalam suntuk aku bersuka-suka dengan seorang puteri jelita yang tiada bandingnya. Siapa dan apakah sebenarnya dia itu, aku tak tahu. Hanya cinta yang tinggal, itu saja. Tetapi Tuhan mengetahui yang sebenarnya."&lt;br /&gt;Si Ibu dan Anaknya Perempuan yang Meninggal&lt;br /&gt;Seorang yang sedang lewat, yang melihat seorang ibu sedang menangisi kubur anaknya perempuan, berkata, "Wanita ini lebih unggul daripada kami laki-laki, sebab ia tahu siapa yang telah hilang daripadanya dan dengan siapa dia telah berpisah. Beruntunglah perempuan, atau laki-laki, yang tahu siapa yang telah hilang daripadanya, dan siapa yang dia tangisi. Akan halnya diriku, meskipun aku duduk meratap dan airmataku mengucur bagai hujan, namun aku tak tahu siapa yang kutangisi. Perempuan ini menggondol bola keunggulan dari ribuan orang macam aku ini, sebab ia telah menemukan wangian makhluk yang telah hilang daripadanya."&lt;br /&gt;Kunci yang Hilang&lt;br /&gt;Seorang Sufi mendengar orang berseru, "Adakah yang menemukan kunci? Pintuku terkunci dan aku berdiri di debu jalanan. Bila pintuku tinggal tertutup, apa yang mesti kulakukan?"&lt;br /&gt;Sufi itu berkata padanya, "Mengapa kau risau? Karena pintu itu pintumu, tinggal saja di dekatnya, meskipun tertutup. Bila kau punya kesabaran untuk menunggu cukup lama tentulah seseorang akan membukakan pintu itu bagimu. Keadaanmu lebih baik dari keadaanku, sebab aku tak punya pintu maupun kunci. Doakan saja pada Tuhan semoga aku dapat menemukan pintu, yang terbuka ataupun tertutup.&lt;br /&gt;Orang selalu hidup dalam angan-angan, dalam mimpi; tiada yang melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Kepada dia yang mengatakan padamu, "Apa yang mesti kulakukan?" katakanlah padanya, "Jangan lakukan apa yang sudah biasa kau lakukan selama ini; jangan berbuat apa yang sudah biasa kau perbuat selama ini." Ia yang memasuki Lembah Keheranan ini cukup sedih memikirkan seratus dunia. Bagi diriku, aku bingung dan tersesat. Ke mana aku akan melangkah? Doakan pada Tuhan semoga aku tahu! Tetapi ingat, ratapan insan akan menurunkan kerahiman.&lt;br /&gt;Murid yang Melihat Gurunya dalam Mimpi&lt;br /&gt;Seorang murid pada suatu malam melihat almarhum gurunya dalam mimpi dan berkata padanya, "Macam mana kiranya keadaan di tempat Tuan berada sekarang? Sepeninggal Tuan, murid Tuan ini telah terjerat dalam kebingungan dan merana karena duka."&lt;br /&gt;Sang guru menjawab, "Aku dalam keheranan sedemikian rupa sehingga aku hanya dapat menggigit punggung tanganku. Aku ada dalam lubang penjara, diam tercengang-cengang; dan aku lebih merasa terkejut daripada yang pernah kualami dalam hidup."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Lekuk dagu sering dikiaskan dengan sumur atau mata air.&lt;br /&gt;44. Lembah Ketujuh atau Lembah Keterampasan dan Kematian&lt;br /&gt;Hudhud melanjutkan, "Terakhir dari semua itu menyusul Lembah Keterampasan dan Kematian, yang hampir tak mungkin diperikan. Hakikat Lembah ini ialah kelupaan, kebutaan, ketulian dan kebingungan; seratus bayang-bayang yang melingkungimu menghilang dalam sepancar sinar surya samawi. Bila lautan kemaharayaan mulai bergelora, pola pada permukaannya pun kehilangan bentuknya; dan pola ini tak lain dari dunia kini dan dunia nanti. Siapa yang menyatakan bahwa dirinya tak ada mendapat keutamaan besar? Titik air yang menjadi bagian dari lautan raya ini akan tetap tinggal di sana selamanya dan dalam kedamaian. Di laut yang tenang ini, kita pada mulanya hanya akan mengalami kehinaan dan keterbuangan; tetapi setelah terangkat dari keadaan ini, kita akan memahaminya sebagai penciptaan, dan banyak kerahasiaan akan tersingkap bagi kita.&lt;br /&gt;Banyak makhluk telah salah mengambil langkah pertama dan karena itu, tak dapat mengambil langkah kedua --mereka hanya sebanding dengan barang-barang tambang. Bila kayu cendana dan duri-duri menjadi abu, keduanya tampak sama --tetapi mutu keduanya berbeda. Barang najis yang dimasukkan ke dalam air-mawar akan tetap tinggal najis karena sifat-sifat dasarnya semula; tetapi barang suci yang dijatuhkan ke lautan akan kehilangan wujudnya yang tersendiri dan akan menyatukan diri dengan lautan itu dengan segala geraknya. Dengan berhenti ada secara terpisah ia akan mendapatkan keindahannya. Ia ada dan tidak ada. Bagaimana hal ini mungkin terjadi, pikiran tak dapat membayangkannya."&lt;br /&gt;Fatwa Nassir Uddin&lt;br /&gt;Yang terkasih dari Tus, lautan rahasia-rahasia ruhani itu, berkata pada salah seorang muridnya, "Leburkan dirimu dalam api cinta hingga kau menjadi sekecil rambut, maka kau pun akan layak menduduki tempatmu di antara ikal rambut kekasihmu. Bila matamu kau arahkan ke Jalan itu dan bila kau awas, maka renungkanlah dan pikirkanlah, rambut demi rambut.&lt;br /&gt;Ia yang membelakangi dunia ini untuk menempuh Jalan itu, akan mendapatkan kematian; ia yang mendapatkan kematian, akan mendapatkan kebakaan. O hatiku, bila kau telah herubah sepenuhnya, seberangilah jembatan Sirat1 dan api yang menyala; karena bila minyak dalam lampu itu terbakar, ia akan merupakan asap sehitam gagak tua, tetapi bila minyak itu diserap api, ia akan tak memiliki wujudnya yang kasar lagi.&lt;br /&gt;Bila kau ingin sampai ke tempat yang luhur itu, lebih dulu bebaskan dirimu sendiri; kemudian keluarlah dari ketiadaan bagai Buraq2 kedua. Kenakan khirka kenihilan dan minumlah dari piala kemusnahan, kemudian kebatlah dadamu dengan ikat pinggang penafsiran dan kenakan di kepalamu kecemerlangan keadaan-tiada. Tempatkan kakimu pada sanggurdi ketakterikatan, dan pacu kudamu yang tak berguna itu ke tempat di mana tak ada apa pun lagi. Tetapi jika dalam dirimu masih tinggal nafsu kepentingan diri biar sedikit, maka ketujuh laut akan penuh kesengsaraan bagimu."&lt;br /&gt;Cerita tentang Kupu-kupu&lt;br /&gt;Suatu malam, kawanan kupu-kupu berkumpul, disiksa hasrat hendak menyatukan diri dengan lilin. Kata mereka, "Kita harus mengutus salah satu dari kita yang akan membawa keterangan pada kita tentang sasaran cinta yang hendak kita cari itu." Maka salah seekor di antaranya berangkat dan tiba di sebuah puri, dan di dalam puri itu ia melihat cahaya sebatang lilin. Ia pun kembali, dan sesuai dengan pengertian yang diperolehnya, ia menceritakan apa yang telah dilihatnya. Tetapi kupu-kupu arif yang mengetuai pertemuan itu menyatakan pendapatnya bahwa utusan itu tak mengerti apa-apa tentang lilin. Maka kupu-kupu lain pun pergi ke sana pula. Ia menyentuh nyala lilin itu dengan ujung sayapnya, tetapi panas pun menghalaukannya. Oleh karena laporannya tak lebih memuaskan dari laporan yang pertama, maka kupu-kupu yang ketiga pun pergi pula. Yang seekor ini, karena dimabuk cinta, melontarkan diri ke dalam nyala lilin itu; dengan kaki depannya ia berpaut pada nyala lilin itu dan menyatukan dirinya dengan senang pada lilin itu. Dipeluknya lilin itu sepenuhnya, dan badannya pun menjadi semerah api. Kupu-kupu arif, yang mengawasi dari jauh, melihat bahwa nyala lilin dan kupu-kupu utusan itu tampak satu, dan katanya, "Ia telah dapat mengetahui apa yang ingin diketahuinya; tetapi hanya dia yang tahu, dan tak ada yang dapat menuturkannya."&lt;br /&gt;Seorang Sufi yang Mendapat Perlakuan Buruk&lt;br /&gt;Seorang Sufi tengah berjalan-jalan dengan malas ketika ia dipukul dari belakang. Ia pun menoleh dan mengatakan pada bedebah yang telah memukulnya itu, "Orang yang kau pukul ini sudah mati lebih dari tiga puluh tahun." Si bedebah menjawab, "Bagaimana dapat orang yang sudah mati bicara.? Hendaklah malu, kau tak menunggal dengan Tuhan. Bila kau terpisah biar serambut saja pun dari dia, maka adalah itu seakan kau terpisah sejauh seratus dunia."&lt;br /&gt;Bila kau menjadi abu, termasuk juga barang-barangmu, maka sedikit pun kau tak akan merasa ada; tetapi bila, seperti pada Isa, masih tinggal padamu biar hanya sebatang jarum yang sederhana saja, maka seratus pencuri akan menghadangmu di jalan. Walau Isa telah membuang barang-barang bawaannya, namun jarum itu masih dapat menggores-gores wajahnya.3&lt;br /&gt;Bila ada itu lenyap, tiada kekayaan maupun kerajaan, kehormatan maupun keagungan, akan berarti.&lt;br /&gt;Pangeran dan Pengemis&lt;br /&gt;Adalah suatu ketika seorang raja mempunyai putera yang begitu menawan seperti Yusuf, penuh daya pesona dan keindahan. Putera raja itu dicintai setiap orang, dan semua yang melihatnya maulah rasanya dengan senang menjadi debu di bawah kakinya. Bila ia berjalan malam-malam, adalah seakan matahari baru telah terbit di atas gurun. Matanya bunga narsis hitam, dan bila mata itu memandang, dunia pun menyala karenanya. Senyumnya menebarkan gula, dan di mana saja ia berjalan seribu mawar akan berbunga, tak menunggu musim semi.&lt;br /&gt;Maka adalah seorang darwis biasa yang terpikat hatinya pada pangeran muda ini. Siang dan malam ia duduk dekat istana sang pangeran, tidak makan tidak tidur. Mestinya ia sudah mati, bila tidak sekali-sekali dapat melihat sepintas pangeran muda itu ketika muncul di pasar. Tetapi bagaimana mungkin seorang pangeran yang semulia itu melipur seorang darwis miskin dalam keadaan demikian? Namun orang biasa ini, yang merupakan bayang-bayang, bagian dari sebutir zarrah, ingin mendekap matahari cemerlang itu di dadanya.&lt;br /&gt;Suatu hari ketika pangeran itu sedang dijulang di kepala para abdinya, darwis itu bangkit berdiri dan berseru-seru, mengatakan, "Sudah gila hamba ini, hati hamba teramat sedih, hamba tak sabar dan tak kuat lagi menderita," lalu ia pun memukul-mukulkan kepalanya ke tanah di hadapan sang pangeran. Salah seorang pengawal istana hendak menyuruh bunuh darwis itu, lalu menghadap raja. "Tuanku," katanya, "seorang yang tak waras telah jatuh cinta kepada putera Tuanku."&lt;br /&gt;Raja pun amat murka, "'Hukum si jahanam yang berani mati itu dengan hukum tusuk," katanya. "Ikat tangan dan kakinya, dan pancangkan kepalanya di atas tiang." Orang istana itu pun segera pergi menjalankan perintah raja. Orang-orang pun memasang tali jerat di leher pengemis itu lalu menyeretnya ke tiang. Tak seorang tahu apa yang akan terjadi dan tak seorang pun membela si pengemis. Setelah wazir menyuruh bawa dia ke bawah tiang perantaian, darwis itu pun menjerit sedih dan katanya, "Demi kasih Tuhan, beri hamba pertangguhan, agar setidak-tidaknya hamba dapat mengucapkan doa di bawah tiang perantaian." Ini dikabulkan, dan darwis itu pun bersujud dan berdoa, "O Tuhan, karena raja telah memerintahkan untuk membunuh hamba --hamba yang tak berdosa ini-- maka karuniai hamba, abdi yang bodoh ini, sebelum hamba mati, dengan kemujuran untuk melihat -- biar sekali saja pun --wajah pangeran muda itu, sehingga hamba dapat menyerahkan diri hamba sebagai korban. O, Tuhan, Raja hamba, yang mendengarkan seribu doa, kabulkan permohonan hamba yang terakhir ini."&lt;br /&gt;Begitu darwis itu selesai mengucapkan doa itu maka panah hasratnya pun segera mencapai sasarannya. Wazir pun mengetahui keinginannya yang tersembunyi itu dan menaruh kasihan padanya. Ia pun menghadap raja dan menjelaskan ihwal yang sebenarnya. Mendengar itu raja pun termenung; kemudian perasaan belas kasihan pun memenuhi hatinya, dan ia mengampuni darwis itu, lalu berkata pada sang pangeran, "Pergilah mendapatkan si miskin itu di bawah tiang perantaian. Berlakulah lemah lembut padanya, dan ajak dia minum bersama, karena dia telah mengenyam racunmu. Bawa dia ke tamanmu dan kemudian bawa dia ke mari."&lt;br /&gt;Pangeran muda, Yusuf kedua itu, segera pergi --matahari yang berwajah api itu datang bertemu muka dengan sebuah zarrah. Lautan mutiara-mutiara indah itu pergi mencari setitik air. Pukul-pukullah kepalamu karena gembira, tapakkan kakimu menari, dan bertepuk tanganlah! Tetapi darwis itu ada dalam putus asa; airmatanya membuat debu menjadi lumpur, dan dunia pun menjadi berat karena keluhan-keluhannya. Bahkan pangeran itu sendiri tak dapat menahan tangisnya, Ketika darwis itu melihat airmata sang pangeran, ia berkata, "O Pangeran, kini Tuan boleh mengambil nyawa hamba." Dan setelah berkata demikian, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, mati. Ketika mengetahui bahwa ia telah menjadi satu dengan yang dikasihinya, maka tak ada lagi keinginan-keinginan lain yang tinggal padanya.&lt;br /&gt;O kau, yang ada namun sekaligus juga sesuatu yang tak berarti, dengan kebahagiaanmu yang bercampur dengan kesengsaraanmu, bila kau belum pernah mengalami kegelisahan, bagaimana kau akan menghargai ketenangan? Kau rentangkan tanganmu hendak mencapai kilat tetapi terhalang oleh timbunan salju yang tersapu. Berusahalah dengan berani, bakar-musnahkan pikiran, dan serahkan dirimu pada kedunguan. Bila kau ingin menggunakan ilmu alkimia4 ini, renungkanlah sedikit, dan ikuti contohku, tinggalkan dirimu sendiri; dari pikiranmu yang mengelana hendaklah kau menarik diri ke dalam jiwamu agar kau dapat sampai pada kepapaan ruhani. Akan halnya diriku, yang bukan aku dan bukan pula yang-lain-dari-aku, telah tersesat dari diriku sendiri, dan tak mendapatkan penawar lain kecuali putus asa.&lt;br /&gt;Pertanyaan Seorang Murid pada Syaikhnya&lt;br /&gt;Seseorang yang berusaha mengatasi kelemahannya pada suatu ketika bertanya pada Nuri, "Bagaimana aku akan dapat mencapai persatuan dengan Tuhan?" Nuri menjawab, "Untuk itu, kau harus menyeberangi tujuh lautan cahaya dan tujuh lautan api, dan menempuh jalan yang amat panjang. Bila kau telah menyeberangi dua kali tujuh lautan ini, seekor ikan akan menghela kau kepadanya, ialah macam ikan yang bila bernafas menyedot ke dadanya yang awal dan yang akhir. Ikan yang mengagumkan ini tak berkepala maupun berekor. Ia menahan diri di tengah lautan, diam dan terpisah; ia menyapu-hilangkan kedua dunia dan ia menyerap segala makhluk tanpa kecuali."&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 Sirat (lengkapnya: Sirat al-Mustakim): Jalan Lurus, Jalan Benar. Juga: Jembatan yang melintang di atas jurang neraka; lebih halus daripada sehelai rambut, lebih tajam daripada pedang, penuh dengan duri dan semak-duri. Mereka yang baik akan lalu dengan selamat, tetapi mereka yang jahat akan jatuh ke dalam jurang itu.&lt;br /&gt;2 Yang Terang Bersinar. Kendaraan Nabi Muhammad waktu melakukan Mikraj malam hari.&lt;br /&gt;3 Waktu penyaliban, Tuhan menaikkan Isa ke langit ketujuh, dan kebetulan sebatang jarum dan kendi yang pccah terbawa olehnya. Karena barang-barang duniawi itu menjadi larangan Tuhan maka Isa diturunkan ke langit keempat. Di sana ia akan tetap tinggal dalam kemuliaan dan ia akan datang kembali pada Hari Kemudian.&lt;br /&gt;4 Ilmu kimia kuno; tujuannya yang terutama ialah mengubah logam-logam biasa menjadi emas dan menemukan minuman yang dapat membuat orang tetap muda. Di sini tentu saja dipakai dalam arti metaforis. - H.A.&lt;br /&gt;45. Sikap Burung-Burung&lt;br /&gt;Setelah burung-burung mendengarkan pembicaraan Hudhud, kepala mereka pun terkulai, dan kesedihan mencucuk-cucuk hati mereka. Kini mereka mengerti betapa sulit bagi sekepul debu seperti mereka untuk meregang busur sehebat itu. Begitu besar gairah mereka sehingga banyak yang mati di tempat dan saat itu. Tetapi yang lain-lain, betapa sengsaranya pun, memutuskan untuk menempuh jalan panjang itu. Bertahun-tahun mereka mengembara melintasi gunung demi gunung dan lembah demi lembah, dan sebagian besar hidup mereka mengalir lalu di perjalanan itu. Tetapi bagaimana mungkin menuturkan segala yang telah terjadi pada mereka? Perlu berjalan bersama mereka dan mengetahui kesulitan-kesulitan mereka, serta mengikuti pengembaraan-pengembaraan di jalan panjang itu; barulah kita dapat menyadari penderitaan burung-burung itu.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, hanya sejumlah kecil dari kawanan yang besar itu dapat sampai ke tempat mulia yang ditunjukkan Hudhud. Dari ribuan burung itu hampir semuanya telah lenyap. Banyak yang hilang di lautan, yang lain binasa di puncak gunung-gunung tinggi, disiksa dahaga; yang lain lagi terbakar sayapnya, sedang hatinya mengering karena api matahari; sebagian dimangsa macan dan macan tutul, sebagian lagi mati kecapaian di gurun-gurun dan di hutan-hutan belantara, dengan bibir kering dan tubuh kepanasan: ada yang menjadi gila dan saling berbunuhan karena sebutir jawawut; ada pula yang karena lemah oleh penderitaan dan keletihan, jatuh di jalan dan tak kuat melanjutkan perjalanan lebih jauh lagi; yang lain, bingung karena apa-apa yang mereka lihat, berhenti di tempat itu, tercengang-cengang; dan banyak, yang telah berangkat lantaran ingin tahu atau senang, tewas tanpa mendapat gambaran tentang apa yang mereka cari dalam perjalanan yang telah mulai mereka tempuh itu.&lt;br /&gt;Karena itu, dari semua burung yang beribu-ribu itu, hanya tiga puluh saja yang dapat sampai ke tujuan perjalanan itu. Dan mereka ini pun kebingungan pula, letih, dan sedih, tak berbulu dan bersayap lagi. Tetapi kini mereka ada di muka pintu Yang Mulia, yang tak terperikan, dan yang hakikat dirinya tak terpahami - Wujud yang mengatasi pikiran dan pengetahuan makhluk. Maka memancarlah kilat kepuasan, dan seratus dunia pun terbakar-musnah dalam sekejap saja. Dan mereka pun melihat ribuan matahari, masing-masing lebih gemilang dari yang lain, ribuan bulan dan bintang, semua sama indahnya, dan melihat semua itu, mereka pun keheranan dan bergairah bagai sebutir zarrah debu, dan mereka pun berseru, "O Paduka yang lebih cemerlang dari surya! Yang membuat surya tampak bagai sebutir zarrah, bagaimana mungkin kami terlihat di muka Baduka? Ah, mengapa kami telah menanggung segala penderitaan di Jalan itu dengan begitu sia-sia? Setelah meninggalkan segalanya dan diri kami sendiri, kami kini tak mungkin mendapatkan apa yang telah kami usahakan. Di sini tak penting lagi apakah kami ada atau tidak."&lt;br /&gt;Maka burung-burung yang cemas sehingga mereka menyerupai ayam jago yang setengah mati itu tenggelam dalam putus-asa. Waktu yang lama pun berlalu. Ketika, pada saat yang baik, tiba-tiba pintu terbuka, keluarlah kepala rumah tangga keraton, salah seorang abdi keraton Seri Baginda. Ia memeriksai burung-burung itu dan mengetahui bahwa dari yang beribu-ribu itu hanya tiga puluh ekor burung itu yang tinggal.&lt;br /&gt;Ia pun berkata, "Nah, wahai burung-burung, dari mana kalian datang, dan hendak mengapa kalian ke mari? Siapa nama kalian? Wahai kalian yang tak memiliki apa pun, di mana rumah kalian? Kalian disebut apa di dunia? Apa yang mungkin dilakukan dengan sekepul debu yang lemah macam kalian ini?"&lt;br /&gt;"Kami datang," kata mereka. "Untuk mengakui sang Simurgh sebagai Raja kami. Karena cinta dan damba kami terhadapnya, kami telah kehilangan akal dan kedamaian pikiran. Di masa yang sudah begitu lama berlalu, ketika kami berangkat dalam perjalanan ini, kami beribu-ribu, dan kini hanya tiga puluh yang sampai ke keraton mulia ini. Kami tak mungkin percaya bahwa Raja akan memurkai kami setelah kami mengalami segala penderitaan itu. Ah, tidak! Ia hanya akan memandang kami dengan pandangan penuh kemurahan!"&lt;br /&gt;Kepala rumah tangga keraton itu menjawab, "O kalian yang risau dalam hati dan pikiran, apakah kalian ada atau tak ada di alam semesta, Raja senantiasa kekal adanya. Beribu-ribu makhluk dunia tak lebih dari semut depan pintu gerbangnya. Kalian tak lain hanya membawa keluh dan ratapan. Kalau demikian kembalilah ke tempat asal kalian, o kepul tanah yang hina!"&lt;br /&gt;Mendengar itu, burung-burung itu kejang-kaku karena heran. Namun begitu, ketika mereka sadar kembali, mereka pun berkata, "Akankah Raja agung itu menolak kami begitu hinanya? Dan jika memang demikian sikapnya pada kami, tak mungkinkah ia mengubah sikap itu terhadap yang patut mendapat kemuliaan? Ingatlah Majnun yang mengatakan, 'Jika semua orang yang tinggal di bumi ini ingin menyanyikan pujian bagiku, tak akan kuterima mereka; aku lebih senang menerima hinaan-hinaan Laila. Satu saja hinaannya bagiku lebih dari seratus pujian yang datang dari wanita lain!'"&lt;br /&gt;"Kilat keagungannya akan memancar sendirinya," kata kepala rumah tangga keraton itu, "ia akan mengangkat pikiran dari segala jiwa. Apakah gunanya bila jiwa hancur karena seratus duka? Apakah gunanya pada saat ini berada dalam keagungan atau kehinaan?"&lt;br /&gt;Burung-burung, yang dibakar cinta itu, berkata, "Bagaimana mungkin kupu-kupu menyelamatkan diri dari nyala api bila ia ingin menjadi satu dengan nyala api itu? Sahabat yang kita cari akan memuaskan kita dengan memperkenankan kita menyatukan diri padanya. Bila kini kami ditolak, apakah lagi daya kami? Kami seperti kupu-kupu yang menginginkan persatuan dengan nyala lilin. Banyak yang meminta pada kupu-kupu itu agar tak mengorbankan diri begitu konyol dan demi tujuan yang sedemikian langka pula, namun kupu-kupu itu mengucapkan terima kasih pada mereka atas nasihat itu dan mengatakan pada mereka bahwa karena hatinya telah diserahkan pada nyala lilin itu buat selamanya, maka tak ada lagi yang mesti dipersoalkan."&lt;br /&gt;Setelah menguji burung-burung itu, maka kepala rumah tangga keraton itu pun membukakan pintu, dan ketika ia menyingkapkan seratus tabir, satu demi satu, maka sebuah dunia baru di balik tabir itu tersingkap. Kini cahaya dari segala cahaya memancar, dan sekalian burung-burung itu duduk di atas masnad,1 tempat duduk Yang Mulia dan Agung. Kepada mereka diberikan nas, dan mereka diminta membaca itu, dan setelah membaca dan merenungkan, mereka pun dapat memahami keadaan mereka. Ketika mereka sepenuhnya merasa tenang dan terlepas dari segala apa pun, mereka menjadi sadar bahwa sang Simurgh ada di sana bersama mereka. Segala yang telah mereka perbuat dahulu terhapus. Matahari keluhuran memancarkan sinarnya, dan dalam saling merenungi wajah sesama mereka, ketiga puluh burung (si-murgh) dari dunia luar ini menatap sang Simurgh dari dunia dalam. Ini amat menakjubkan sehingga mereka tak tahu apakah mereka masih tetap mereka atau apakah mereka telah menjadi sang Simurgh. Akhirnya, dalam suasana tafakur itu, mereka menyadari bahwa mereka sang Simurgh dan bahwa sang Simurgh ketiga puluh burung itu juga. Ketika mereka menatap sang Simurgh, mereka melihat bahwa sungguh sang Simurgh yang ada di sana itu, dan ketika mereka mengarahkan pandang ke diri mereka sendiri, mereka melihat bahwa mereka sendiri sang Simurgh. Dan mengamati keduanya serempak, yaitu diri mereka sendiri dan Dia, mereka pun menyadari bahwa mereka dan sang Simurgh itu wujud yang satu dan yang itu juga. Tiada siapa pun di dunia pernah mendengar tentang sesuatu yang seperti itu.&lt;br /&gt;Kemudian mereka tenggelam dalam tafakur, dan sejenak kemudian, tanpa menggunakan kata-kata, mereka mohon pada sang Simurgh agar menyingkapkan pada mereka rahasia tentang rahasia keesaan dan kejamakan segala wujud. Sang Simurgh, juga tanpa kata-kata, memberikan jawaban ini, "Matahari keluhuranku ialah cermin. Siapa bercermin di sana melihat jiwa dan raganya, melihat semua itu sepenuhnya. Karena kalian telah datang sebagai tiga puluh burung, si-murgh, kalian pun akan melihat tiga puluh burung dalam cermin itu. Bila empat puluh atau lima puluh yang datang, tentu akan melihat sejumlah itu pula. Meskipun kalian kini telah berubah sepenuhnya, namun kalian melihat diri kalian sendiri sebagaimana keadaan kalian dahulu.&lt;br /&gt;Dapatkah penglihatan seekor semut sampai ke bintang Kartika yang sayup? Dan dapatkah serangga mengangkat landasan? Pernahkah kalian melihat nyamuk mencaplok gajah? Segala yang telah kalian ketahui, segala yang telah kalian lihat, segala yang telah kalian katakan atau kalian dengar-semuanya bukan yang itu lagi. Bila kalian melintasi lembah-lembah Jalan Ruhani dan bila kalian melakukan kewajiban-kewajiban yang baik, kalian melakukan semua itu dengan kegiatanku yang menyertai kalian; dan kalian dapat melihat lembah-lembah hakikat dan kesempurnaanku. Kalian yang hanya tiga puluh burung saja, sepantasnya merasa kagum, tak sabar dan heran. Tetapi aku lebih dari tiga puluh burung. Aku hakikat sang Simurgh yang sejati itu sendiri. Maka leburkan diri kalian dalam diriku dengan jaya dan gembira, dan dalam diriku kalian akan menemukan diri kalian sendiri."&lt;br /&gt;Segera sesudah itu, burung-burung itu akhirnya meniadakan diri mereka sendiri dalam diri sang Simurgh - bayang-bayang telah lenyap dalam cahaya surya, dan begitulah adanya.&lt;br /&gt;Segala yang telah kau dengar, kau lihat atau kau ketahui bukan pula awal dari apa yang harus kau ketahui, dan karena permukiman yang bobrok di dunia ini bukan tempatmu, maka kau harus meninggalkannya. Carilah pokok pohon itu, dan jangan risaukan apakah cabang-cabangnya ada atau tidak ada.&lt;br /&gt;Kebakaan Setelah Kemusnahan&lt;br /&gt;Setelah seratus ribu keturunan berlalu, burung-burung fana itu dengan sendirinya menyerahkan diri pada kemusnahan sepenuhnya. Tiada siapa pun, baik muda maupun tua, dapat berbicara dengan tepat tentang kematian atau kebakaan. Sebagaimana jauhnya kedua hal ini dari kita, sedemikian pula pemerian tentang keduanya tak mungkin jelas atau pasti. Jika pembacaku mengharapkan penjelasan dengan amsal tentang kebakaan yang menyusul setelah kemusnahan, untuk itu perlu kutulis buku lain. Selama kau terikat dengan perkara-perkara dunia, kau tak mungkin menempuh Jalan itu, tetapi bila dunia tak lagi mengikatmu, kau akan dapat memasukinya seperti dalam mimpi; tetapi mengetahui tujuannya, kau pun akan melihat manfaatnya. Suatu benih diasuh di antara seratus pemeliharaan dan cinta sehingga ia dapat menjadi makhluk yang cerdas dan berkegiatan. Ia dididik dan diberi pengetahuan yang perlu. Kemudian maut datang dan segalanya terhapus, keagungannya tergulingkan. Demikianlah suatu makhluk telah menjadi debu jalanan. Berkali-kali ia telah dimusnahkan; tetapi sementara itu, ia telah dapat mengetahui seratus rahasia yang sebelumnya tak pernah disadarinya, dan pada akhirnya ia mendapat kebakaan, dan beroleh kehormatan sebagai ganti kehinaan. Tahukah kau apa yang kaumiliki? Masuklah ke dalam dirimu sendiri dan renungkan ini. Selama kau tak menyadari kenihilanmu, dan selama kau tak meninggalkan kebanggaan diri, kesombongan dan cintadiri, kau tak akan dapat mencapai puncak kebakaan. Di Jalan itu kau tercampak dalam kehinaan dan terangkat dalam kehormatan.&lt;br /&gt;Dan kini ceritaku pun selesai, tak ada lagi yang mesti kukatakan.&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;1 tempat duduk raja-raja, yang cukup lebar buat beberapa orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4065453822093172505-4280853082258457319?l=rivanliazis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rivanliazis.blogspot.com/feeds/4280853082258457319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4065453822093172505&amp;postID=4280853082258457319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4280853082258457319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4065453822093172505/posts/default/4280853082258457319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rivanliazis.blogspot.com/2008/12/musyawarah-burung.html' title='MUSYAWARAH BURUNG'/><author><name>rivanliazis</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4065453822093172505.post-5323746661541278211</id><published>2008-12-19T06:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T06:56:49.754-08:00</updated><title type='text'>Kerja Sama Modernis dan Kuffar</title><content type='html'>Kerja Sama Modernis dan Kuffar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disebut 'Bank Islam' sebenarnya satu lembaga riba yang berlawanan dengan Islam. Bank Islam diperkenalkan untuk mematahkan perlawanan Islam selama lebih dari 14 abad terhadap amalan riba. Diawali dengan perkenalan dan penerimaan uang kertas sebagai perantara pertukaran, sistem keuangan riba dipaksakan, diterima dan dipakai oleh umat Islam yang tertakluk dan terjajah. Untuk mematahkan tantangan fuqaha tradisional terhadap sistem keuangan riba, penjajah mendapatkan sokongan dari golongan modernis Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasas pergerakan modernis yang juga menamakan diri mereka sebagai 'Salafiyya' itu adalah Jamalud-Din al-Afghani (1839-1897). Muhammad 'Abduh (1845-1905) menjabarkan teori pergerakannya sementara Rashid Reda (1865-1935) dan muridnya Hassan al-Banna, melanjutkan ajarannya. Al-Afghani, guru 'Abduh, sebenarnya adalah al-Irani (berasal dari Iran, bukan dari Afghan) dan seorang Shiah dari keluarga yang punya kaitan dengan pergerakan Bahai di Iran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun secara lahiriahnya, pengasas dan pejuang pergerakan modernis bergelora menentang penjajahan tetapi pada hakikatnya mereka secara diam-diam mendewa-dewakan Dunia Barat karena mereka memakai metodologi dan rasionalisme Barat untuk mengesahkan dan mempertahankan kedudukan modernis mereka. Pergerakan ini yang bertanggungjawab memperkenalkan ajaran palsu dan kurafat bahwa bank dan asuransi itu bukan riba dan orang Islam boleh menggunakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, pelopor dan pemuka pergerakan ini berulang-ulang menyatakan dari kedudukan yang mulia di Universitas al-Azhar bahwa bunga itu halal. Muhammad 'Abduh sebagai Shaikh pada universitas ternama itu, mengeluarkan fatwa yang merusak dan menyesatkan yaitu "interest in saving funds is allowed" (bunga diperbolehkan dalam tabungan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FATWA ABDUH MENGHALALKAN RIBA &lt;br /&gt;Bahkan fatwa itu adalah kerja pertama yang dilakukannya setelah diangkat sebagai Shaikh universitas tersebut oleh Lord Cromer, Gubernur Inggris yang menjajah Mesir, ketika itu.   'Abduh tidak diragukan lagi adalah pesuruh politik Lord Cromer karena mereka sama-sama anggota Freemason * (Freemason sebuah gerakan kebatinan yahudi). Tidak heran jika 'Abduh menjadi tali pengikat musuh Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa keji itu memudahkan jalan penggunaan bank dan uang bank, yakni uang kertas. Dengannya, pintu ke arah 'Bank Islam' dibuka luas ketika uang bunga dianggap sama saja dengan keuntungan dalam perniagaan qirad* (cara permodalan di islam, lihat kitab Al-Muwatta, Imam Malik ibn Anas). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diuraikan oleh Muhammad 'Abduh dalam tulisannya dalam majalah Al-Manar: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The stipulated usury is not permissible in any case; whereas the Post Office invests monies taken from the people, which are not taken as loans based on need, it would be possible to apply the investment of such monies on the rules of a partnership in commendan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Telah ditetapkan pelarangan riba dalam hal apapun; tapi bisa saja penanaman uang termasuk satu bentuk   bersyarikat dalam qirad, karena uang yang ditanamkan Kantor Pos berasal dari masyarakat, bukan dari pinjaman berlandaskan kebutuhan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhamad Rashid Reda mendirikan majalah Al-Manar sebagai lidah resmi pergerakan modernis yang diedarkan ke seluruh Persada Islam untuk menyebarkan pendapatnya dan pendapat yang senada seirama dengan perilaku penjajah Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rashid Reda memusuhi mazhab-mazhab dan kaum sufi karena sikap dan perilaku sufi menentang riba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatnya terserbar dalam tulisannya seperti berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"There is nothing in our religion which is incompatible with the current civilization, especially those aspects regarded as useful by all civilized nations, except with regard to a few questions of usury (riba) and I am ready to sanction (from the point of view of the Shari'a) everything that the experience of the Europeans before us shows to be needed for the progress of the state in terms of the true Islam. But I must not confine myself to a school of law, only the Qur'an and the authentic Hadith". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tidak ada dalam agama kita apa-apa yang tidak cocok dengan perabadan sekarang, lebih-lebih lagi dalam hal-hal yang dianggap berguna oleh semua bangsa yang beradab, kecuali beberapa persoalan mengenai riba, dan saya bersedia memberi restu ke atas segala sesuatu, yang telah ditunjukkan oleh pengalaman orang Eropa sebelum kita, sebagai perlu untuk kemajuan negara dari   wawasan Islam tulen. Tetapi saya tidak boleh membataskan diri saya kepada suatu mazhab tertentu, cukup hanya kepada Qur'an dan Hadith shahih). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dimaksudkannya sebagai "kecuali beberapa persoalan mengenai riba" ialah dia tidak menganggap salah mengambil asuransi jiwa seperti yang dimuatkan dalam Al-Manar (jilid XXVII, hal 588). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rashid Reda juga membantah fuqaha* (orang yang mengerti tentang hukum islam yang berdasarkan al-Quran dan Sunna) yang berqias untuk mencakup perbuatan mengambil bunga/bunga dari modal dan berpendapat bahwa mengambil bunga/bunga dari uang yang disimpan dalam bank atau pejabat pos, tidak tergolong sebagai riba (Al-Manar, jilid VII, hal 28). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANK, ANAK HARAM &lt;br /&gt;Seperti kata bekas Gubernur Bank England, Sir Josiah Stamp, "Banking was conceived in iniquity and born in sin..." (Bank dikandung karena perzinaan dan dilahirkan dalam dosa...sebagai anak haram). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak haram yang dimaksudkan disini ialah riba yang diterbitkan dan diada-adakan oleh bank, termasuk juga oleh 'Bank Islam'. Perbuatan memperanakkan riba (uang kertas anak haram) itu suatu dosa, dan oleh karena banyaknya anak-anak haram itu dalam peredaran, maka kita sekarang bergelimang dalam dosa. Biasanya riba dipahami sebagai nilai bunga atau bunga yang berlebih-lebihan atau teramat memeras. Ini adalah pengertian yang tidak tepat. Riba sebenarnya membawa arti yang lebih luas, mencakup amalan mengenakan dan mengambil bunga atau bunga barang apapun, serta mengambil untung yang berlebihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik dalam kitab fiqhnya, Al-Muwatta, yang mencatat amalan Madina ('amal' sama artinya dengan perbuatan) menegaskan bahwa "segenggam rumput sekalipun" yang diminta sebagai kelebihan bayaran kepada pinjaman adalah riba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Melayu riba itu disebut sebagai 'bunga' . 'Bunga' berarti anak uang   - keuntungan yang diperoleh dari kegiatan meminjamkan uang -. Dalam ungkapan lain, anak uang itu adalah anak haram, yang tumbuh membiak karena amalan riba. Perkataan 'bunga', yang juga merujuk kepada riba, mengandung maksud sesuatu yang berguna, mendatangkan manfaat, laba dan keuntungan. Kedua istilah rujukan ini -'bunga' dan 'bunga'- sebetulnya memiliki arti yang bertentangan dengan arti riba karena tidak mungkin sesuatu yang pada hakikatnya membawa celaka, bisa mendatangkan sezarah kebaikan, keuntungan, kemajuan, pertumbuhan dan pembangunan sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya riba adalah perbuatan menganugerahkan nilai ke atas sehelai kertas cetak. Karenanya, perbankan Islam yang menggunakan uang kertas - bukan uang sejati seperti emas dan perak - tidak ada bedanya dengan sistem bank 'perdagangan' yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIBA ALAT KUASA KUFFAR&lt;br /&gt;Pelembagaan dan pengesahan riba berlaku secara teratur dan terancang semenjak 200 tahun lalu. Apalagi, sistem keuangan riba itu diperkuat kuasanya oleh undang-undang penjajah dan sesudah merdeka, lembaga-lembaga negara langsung menerima sistem keuangan riba itu dan mempersembahkan kedudukan aman bagi penguasa-penguasa riba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kelembagaan itu sendiri berasaskan akidah Freemason yang mengilhamkan gerakan golongan Jacobin dalam Revolusi Perancis dan kesinambungan perjuangan itu dilanjutkan oleh bapak-bapak Kemerdekaan Amerika Serikat. Ini tercermin dalam lambang Freemason berupa piramid bermata satu pada dolar Amerika Serikat (US $1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti sistem kelembagaan dan parlemen, 'Bank Islam' adalah sebuah institusi kafir yang diIslamkan dan karena itu ia boleh berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan sistim bukan Islam yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna membolehkan sistem-sistem riba ini diterima-pakai oleh umat Islam, Islam itu sendiri diubah-sesuaikan supaya cocok dengan sistem-sistem itu, bukannya sistem-sistem itu yang disaring dengan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan negara-negara bangsa itu sendiri yang ditentukan dan yang diatur oleh Dunia Barat, sudah tentu merupakan siasat kompromi yang menjamin kelangsungan 'order' atau aturan yang telah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem dan aturan warisan penjajah inilah yang diterima oleh   umat Islam hingga hari ini, dimana golongan modernis mengisi kekosongan peninggalan Tuan-Tuan penjajah mereka sebagai menteri, birokrat dan teknokrat di Dunia Islam. Betapa tidak. Sesaat selepas negara-negara bangsa itu mencapai kemerdekaan, mereka menjiplak kelembagaan dan meminjam uang dari negara bekas penjajahnya di samping 'mengapungkan' mata uangnya di pasaran dunia. ( -dari penterjemah-   ketika Indonesia merdeka tahun 1945, negara   ini sudah diwarisi hutang dari Hindia Belanda yang samapai hari ni ditanggung oleh negeri muslim indonesia) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga apa yang disebutkan sebagai 'Negara Islam' itu, cumalah wadah untuk mengesahkan 'pengIslaman' sistem atau 'order' yang telah ada. Termasuk pula dalam agendanya mengIslamkan bank dan apa-apa yang tidak Islam lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak zaman penjajahan, Dunia Barat melalui sistem bank dan keuangan riba dengan kelicikan ilmu hitungnya berkuasa menjarah dan menyedot kekayaan asli dan bumi umat Islam. Musuh-musuh Islam membeli bahan mentah, makanan, hasil bumi dan sebagainya dengan uang kertas rekaan mereka yang tidak ada nilainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak itu, mereka juga menganugerahkan 'nilai beli' kepada lembaran-lembaran kertas ini. Umat Islam boleh membeli barang buatan Barat dengan uang-uang kertas ini tetapi tidak boleh mencetak atau menerbitkannya sendiri! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, kalau Dunia Kuffar ingin membeli lebih banyak kekayaan dan khazanah umat Islam, mereka hanya perlu mencetak dan menerbitkan lebih banyak lagi uang kertas. Tetapi kalau ada kelompok Islam yang ingin membeli sesuatu dari Dunia Barat, ia tidak dibenarkan menggunakan uang kertasnya sendiri dan 'kekuatan pasar' dipersalahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ungkapan lain, umat Islam telah diperdaya untuk menukar kekayaan asli dan bumi yang terbenam emas hitam (minyak) di dalamnya. Dengan lembaran-lembaran uang kertas yang nilainya tidak tetap dan berubah-ubah mengikuti perjudian mata uang di pertukaran mata uang asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam al-Qur'an Allah subhana wa ta'ala menjanjikan hukuman yang berat ke atas kaum Yahudi karena mengamalkan riba dan memakan harta orang lain dengan tipudaya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta dengan jalan yang batil..." (QS an-Nisa, ayat 161) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah caranya bagaimana Dunia Barat menimbun modalnya dan keadaan yang berat sebelah ini kemudian digunakan untuk mengendalikan perdagangan yang juga berat sebelah antara 'dunia pertama' dengan 'dunia ketiga'. Sebagai contoh, semua uang minyak (petro-dollars) negara-negara Arab yang disimpan dan dititipkan dalam bank-bank di Amerika Serikat, kemudian digunakan untuk membiayai serangan-serangan biadab dan tidak berperikemanusian terhadap rakyat Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang minyak itu juga dipinjamkan kepada negara-negara 'dunia ketiga' - yang juga mayoritas penduduknya orang Islam - selaku 'bantuan pembangunan' yang menjebak saudara-saudara kita dalam perangkap beban hutang negara. Beban hutang negara 'dunia ketiga' kini berjumlah $1.4 triliun (tahun 1997 dan meningkat hari demi hari), jumlah yang tidak terbayang dalam benak kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menakjubkan, uang itu tidak ada dalam kocek atau dompet 'dunia ketiga', sebaliknya ia cuma wujud sebagai kelip-kelip dalam komputer bank. Tetapi kelip-kelip ini mengundang malapetaka kepada alam hewan, tumbuh-tumbuhan, bumi, air, udara dan kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Sejauh mana riba sudah melanda tubuh badan umat Islam dan betapa menyatunya amalan riba dalam urusan hidup kita terpampang dalam cara kita bertataniaga, malah cara hidup kita berbelit dan berkiblat kepada uang kertas-riba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, Aku (Rasulullah salallahu alaihi wasallam) tidak takut atas kemiskinan kamu, tetapi apa yang Aku takutkan ialah pintu kekayaan akan terbuka kepada kamu seperti mana ia terbuka kepada bangsa-bangsa sebelum kamu, dan kamu akan berlomba satu sama lain dalam kemewahan seperti mana yang berlaku kepada bangsa-bangsa sebelum kamu, dan akibatnya kamu akan dibinasakan seperti mana bangsa-bangsa sebelum kamu dibinasakan." (riwayat Imam Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda lain Baginda, "Setiap ummah ditimpa kejatuhan dan kejatuhan ummahku adalah kemewahan." (riwayat Imam Tirmizi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, mengejar kemewahan dan kekayaan kebendaan, seperti yang digaung-gaungkan dan dipuja-puji dalam era pembangunan sekarang, bukanlah segala-galanya. Malah ini membawa bahaya bencana, lebih-lebih lagi kekayaan hasil timbunan riba. ( -penterjemah- perhatikan apa yang dijanjikan iklan-iklan bank di media cetak dan televis dimanapun yang dibungkus dengan slogan kosong dan gambar desain yang menarik). Era pembangunan yang dilancarkan sesudah berakhirnya perang Dunia Kedua telah
